Skip to main content

Masukkan nomor hadits dari 1 sampai 3367

أَخْبَرَنَا أَحْمَدُ بْنُ أَسَدٍ حَدَّثَنَا عَبْثَرٌ عَنْ بُرْدِ بْنِ سِنَانٍ عَنْ سُلَيْمَانَ بْنِ مُوسَى الدِّمَشْقِيِّ عَنْ أَبِي الدَّرْدَاءِ قَالَ لَا تَكُونُ عَالِمًا حَتَّى تَكُونَ مُتَعَلِّمًا وَلَا تَكُونُ بِالْعِلْمِ عَالِمًا حَتَّى تَكُونَ بِهِ عَامِلًا وَكَفَى بِكَ إِثْمًا أَنْ لَا تَزَالَ مُخَاصِمًا وَكَفَى بِكَ إِثْمًا أَنْ لَا تَزَالَ مُمَارِيًا وَكَفَى بِكَ كَاذِبًا أَنْ لَا تَزَالَ مُحَدِّثًا فِي غَيْرِ ذَاتِ اللَّهِ

Terjemahan/Arti Hadits:

Telah mengabarkan kepada kami Ahmad bin `Asad[1] telah menceritakan kepada kami 'Abtsar[2] dari Burd bin Sinan[3] dari Sulaiman bin Musa Ad Dimasyqi[4] dari Abu Darda`[5] radliallaahu 'anhu ia berkata: "Kamu tidak akan menjadi seorang ulama hingga kamu menjadi sorang penuntut ilmu (lebih dahulu), dan dengan ilmu pun kamu tidak akan menjadi seorang ulama hingga kamu mengamalkannya, kamu dianggap berdosa jika kamu bersikap membantah, kamu dianggap berdosa jika kamu suka berdebat (hanya untuk menang), serta kamu dianggap Sebagai pendusta jika kamu bercerita selain Dzat Allah".

Sanad Hadits | Catatan Kaki:

  1. 1] Ahmad bin Asad bin 'Ashim bin Mughawwil , Al Bajaliy, Abu 'Ashim, Tabi'ul Atba' kalangan tua, wafat tahun 229 H, hidup di Kufah, wafat di Kufah.
  2. [2] Abtsar bin Al Qasim, Az Zubaidiy, Abu Zubaid, Tabi'ut Tabi'in kalangan pertengahan, wafat tahun 178 H, hidup di Kufah, wafat di Kufah.
  3. [3] Burd bin Sinan, Abu Al 'Alaa', Tabi'in kalangan biasa, wafat tahun 135 H, hidup di Bashrah.
  4. [4] Sulaiman bin Musa, Al Umawiy Ad Damsyiqiy, Abu Ayyub, Al Asydaq, Tabi'in kalangan biasa, wafat tahun 115 H, hidup di Syam.
  5. [5] Uwaimir bin Malik bin Qais bin Umayyah bin 'Amir, Al Anshariy Al Khazrajiy, Abu Ad Darda', Shahabat, wafat tahun 32 H, hidup di Syam.