Skip to main content

Masukkan nomor hadits dari 1 sampai 26363

حَدَّثَنَا عَفَّانُ قَالَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ قَالَ قَاسِمُ بْنُ مِهْرَانَ أَخْبَرَنِيهِ قَالَ سَمِعْتُ أَبَا رَافِعٍ يُحَدِّثُ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ
أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَأَى نُخَامَةً فِي الْقِبْلَةِ قَالَ كَانَ يَقُولُ مَرَّةً فَحَتَّهَا قَالَ ثُمَّ قَالَ قُمْتُ فَحَتَّيْتُهَا ثُمَّ قَالَ أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ إِذَا كَانَ فِي صَلَاتِهِ أَنْ يُتَنَخَّعَ فِي وَجْهِهِ أَوْ يُبْزَقَ فِي وَجْهِهِ إِذَا كَانَ أَحَدُكُمْ فِي صَلَاتِهِ فَلَا يَبْزُقَنَّ بَيْنَ يَدَيْهِ وَلَا عَنْ يَمِينِهِ وَلَكِنْ عَنْ يَسَارِهِ تَحْتَ قَدَمِهِ فَإِنْ لَمْ يَجِدْ قَالَ بِثَوْبِهِ هَكَذَا

Terjemahan/Arti Hadits:

Telah menceritakan kepada kami 'Affan[1] telah menceritakan kepada kami Syu'bah[2] berkata; Qasim bin Mihran[3] telah mengabarkannya kepadaku, ia berkata; aku mendengar Abu Rafi'[4] menceritakan dari Abu Hurairah[5], bahwasanya Nabi shallallahu 'alaihi wasallam melihat dahak pada arah kiblat, -Abu Rafi' berkata; dilain waktu Abu Hurairah menyebutkan; - "Lalu Rasulullah menimbunnya, " Abu Rafi' berkata; "Lalu Abu Hurairah berkata; "Aku lalu bangun dan menimbunnya, " kemudian beliau bersabda: "Apakah kalian suka jika sedang melakukan shalat lalu mukanya diberi dahak, atau mukanya diludahi? Jika salah seorang dari kalian sedang shalat, maka janganlah sekali-kali meludah di depan atau di sebelah kanannya, namun hendaklah ia meludah di sebelah kiri atau di bawah kakinya, jika tidak memungkinkan, " beliau bersabda dengan isyarat bajunya seperti ini."

Sanad Hadits | Catatan Kaki:

  1. 1] Affan bin Muslim bin 'Abdullah , Al Bashriy, Abu 'Utsman, AlSh Shaffar, Tabi'ul Atba' kalangan tua, wafat tahun 219 H, hidup di Baghdad, wafat di Baghdad.
  2. [2] Syu'bah bin Al Hajjaj bin Al Warad, Al Azdiy Al Wasithiy, Abu Bistham, Tabi'ut Tabi'in kalangan tua, wafat tahun 160 H, hidup di Bashrah, wafat di Bashrah.
  3. [3] Al Qasim bin Mihran, Tabi'in (tdk jumpa Shahabat).
  4. [4] Nufai' bin Rafi', Ash Sha'igh Al Madaniy, Abu Rafi', Shahabat, hidup di Bashrah.
  5. [5] Abdur Rahman bin Shakhr, Ad Dawsiy Al Yamaniy, Abu Hurairah, Shahabat, wafat tahun 57 H, hidup di Madinah, wafat di Madinah.