Skip to main content

Masukkan nomor hadits dari 1 sampai 26363

حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ دَاوُدَ حَدَّثَنَا ابْنُ لَهِيعَةَ عَنْ يَزِيدَ بْنِ أَبِي حَبِيبٍ عَنْ قَيْصَرَ التُّجِيبِيِّ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِي قَالَ
كُنَّا عِنْدَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَجَاءَ شَابٌّ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أُقَبِّلُ وَأَنَا صَائِمٌ قَالَ لَا فَجَاءَ شَيْخٌ فَقَالَ أُقَبِّلُ وَأَنَا صَائِمٌ قَالَ نَعَمْ قَالَ فَنَظَرَ بَعْضُنَا إِلَى بَعْضٍ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَدْ عَلِمْتُ لِمَ نَظَرَ بَعْضُكُمْ إِلَى بَعْضٍ إِنَّ الشَّيْخَ يَمْلِكُ نَفْسَهُ

Terjemahan/Arti Hadits:

Telah menceritakan kepada kami Musa bin Dawud[1] telah menceritakan kepada kami Ibnu Lahi'ah[2] dari yazid bin Abu Habib[3] dari Qaishar At Tujibi[4] dari Abdullah bin 'Amru bin Al 'Ash[5], dia berkata; Ketika kami sedang bersama Nabi Shallallahu 'alaihi wa Salam datanglah seorang pemuda seraya bertanya; "Wahai Rasulullah, apakah boleh aku mencium (isteriku) padahal aku sedang berpuasa?" "Tidak", jawab beliau. Lalu ada seorang kakek-kakek datang dan bertanya; "Apakah aku boleh mencium (isteriku) padahal aku sedang berpuasa?"Ya", jawab beliau. Ia berkata; lalu kamipun saling memandang satu sama lain, maka Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam bersabda: "Aku tahu kenapa kalian saling berpandangan satu sama lain; sesungguhnya orang yang sudah tua itu dapat menahan nafsu syahwatnya."

Hadits Terkait:

Sanad Hadits | Catatan Kaki:

  1. [1] Musa bin Daud, Adl Dlabbiy Al Khalqaniy, Abu 'Abdullah , Tabi'ut Tabi'in kalangan tua, wafat tahun 217 H, hidup di Thabariyah, wafat di Thabariyah.
  2. [2] Abdullah bin Lahi'ah, Al Hadlramiy, Abu 'Abdur Rahman, Tabi'ut Tabi'in kalangan tua, wafat tahun 174 H, hidup di Maru.
  3. [3] Yazid bin Abi Habib Suwaid, Al Azdiy, Abu Raja', Tabi'in kalangan biasa, wafat tahun 128 H, hidup di Maru.
  4. [4] Qaishar, At Tujibiy Al Mishriy, Tabi'in kalangan pertengahan.
  5. [5] Abdullah bin 'Amru bin Al 'Ash bin Wa'il, As Sahmiy Al Qurasyiy, Abu Muhammad, Shahabat, wafat tahun 63 H, hidup di Maru, wafat di Tha'if.