Skip to content

Al-Qur'an Surat Al-A'raf Ayat 113

Al-A'raf Ayat ke-113 ~ Quran Terjemah Perkata (Word By Word) English-Indonesian dan Tafsir Bahasa Indonesia

وَجَاۤءَ السَّحَرَةُ فِرْعَوْنَ قَالُوْٓا اِنَّ لَنَا لَاَجْرًا اِنْ كُنَّا نَحْنُ الْغٰلِبِيْنَ ( الاعراف : ١١٣)

wajāa
وَجَآءَ
So came
dan datanglah
l-saḥaratu
ٱلسَّحَرَةُ
the magicians
ahli-ahli sihir
fir'ʿawna
فِرْعَوْنَ
(to) Firaun
Fir'aun
qālū
قَالُوٓا۟
They said
mereka mengatakan
inna
إِنَّ
"Indeed
sesungguhnya
lanā
لَنَا
for us
bagi kami
la-ajran
لَأَجْرًا
surely (will be) a reward
sungguh (dapat) upah
in
إِن
if
jika
kunnā
كُنَّا
we are
kami adalah
naḥnu
نَحْنُ
[we]
kami
l-ghālibīna
ٱلْغَٰلِبِينَ
the victors"
orang-orang yang menang

Transliterasi Latin:

Wa jā`as-saḥaratu fir'auna qālū inna lanā la`ajran ing kunnā naḥnul-gālibīn (QS. 7:113)

English Sahih:

And the magicians came to Pharaoh. They said, "Indeed for us is a reward if we are the predominant." (QS. [7]Al-A'raf verse 113)

Arti / Terjemahan:

Dan beberapa ahli sihir itu datang kepada Fir'aun mengatakan: "(Apakah) sesungguhnya kami akan mendapat upah, jika kamilah yang menang?" (QS. Al-A'raf ayat 113)

Tafsir Ringkas Kemenag
Kementrian Agama RI

Fir'aun pun mengikuti saran tersebut dan menangguhkan persoalan Nabi Musa dan Nabi Harun, sambil mengumpulkan para pesihir yang pandai di negeri itu. Dan tak berapa lama kemudian para pesihir yang dikumpulkan oleh bala tentara itu pun datang kepada Fir'aun. Mereka tahu peristiwa yang terjadi dan menyadari akan pentingnya keberadaan mereka, sehingga mereka berani berkata kepada Fir'aun, "Apakah kami benar-benar akan mendapat imbalan yang besar, sesuai tugas berat yang kami emban, jika kami menang dan berhasil mengalahkan sihir Musa?" Begitulah keadaan para penyihir yang selalu merasa butuh dan mengejar materi, sehingga seringkali mati dalam keadaan miskin dan dalam bentuk yang mengerikan.

Tafsir Lengkap Kemenag
Kementrian Agama RI

Setelah Firaun mengerahkan orang-orangnya untuk mengumpulkan para ahli sihir yang pandai dari berbagai pelosok wilayah kekuasaannya, ketika para ahli sihir tersebut datang kepada Firaun, dan mereka pun berkata kepadanya, "Apakah kami akan mendapatkan imbalan jasa, atas tugas yang berat ini, bila kami berhasil mengalahkan Musa?" Demikian motivasi para ahli sihir sama dengan latar belakang perjuangan para pembesar Firaun yaitu materi, kedudukan dan uang, tidak ada sama sekali idealisme, spiritualisme maupun moralitas yang luhur. Tujuan hidupnya hanya untuk sesaat yaitu uang.

Tafsir al-Jalalain
Jalaluddin al-Mahalli dan Jalaluddin as-Suyuthi

(Dan beberapa ahli sihir itu datang kepada Firaun mengatakan, "Apakah sesungguhnya) menurut qiraat yang lain lafal inna dibaca ainna (kami akan mendapat upah jika kamilah yang menang?").

Tafsir Ibnu Katsir
Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir

Allah Swt. menceritakan perihal persyaratan yang dilakukan oleh Fir'aun dan para ahli sihir yang diundang oleh Fir'aun untuk melawan Musa a.s. Fir'aun menjanjikan bahwa jika para ahli sihir beroleh kemenangan atas Musa, maka dia akan mengangkat martabat mereka dan memberikan hadiah yang berlimpah kepada mereka.

Fir'aun menjanjikan kepada mereka bahwa dia akan memberikan semua yang mereka kehendaki dan akan menjadikan mereka teman duduknya yang terdekat. Setelah mereka melakukan perjanjiannya dengan Fir'aun yang terlaknat.

Tafsir Quraish Shihab
Muhammad Quraish Shihab

Ahli-ahli sihir yang dikumpulkan oleh bala tentara itu pun datang ke hadapan Fir'aun. Kemudian mereka berkata kepada Fir'aun, "Tentulah kami akan mendapatkan upah yang besar--sesuai dengan tugas yang kami emban--jika kami dapat mengalahkan Mûsâ."