Al-Qur'an Surat Al-A'raf Ayat 1

Al-A'raf: 1 ~ Quran Terjemah Perkata dan Tafsir Bahasa Indonesia

الۤمّۤصۤ ۚ

alif-lam-meem-sad
الٓمّٓصٓۚ
Alif Lam Mim Shad

Transliterasi Latin:

Alif lām mīm shād (QS. 7:1)

Arti / Terjemahan:

Alif laam mim shaad. (QS. Al-A'raf ayat 1)

Tafsir Ringkas Kemenag
Kementrian Agama RI

Alif Laam Miim, shaad. Huruf-huruf abjad pada permulaan surah ini mengisyaratkan kemukjizatan Al-Qur'an. Beberapa surah dalam Al-Qur'an, memang, dibuka dengan huruf abjad seperti , Alif Laam miim, Alif Laam Raa, Alif, Laam, Miim, Shaad, dan sebagainya. Makna huruf-huruf itu hanya Allah yang tahu. Ada yang berpendapat bahwa hurufhuruf itu adalah nama surah dan ada pula yang berpendapat bahwa gunanya untuk menarik perhatian, atau untuk menunjukkan mukjizat Al-Qur'an, karena Al-Qur'an disusun dari rangkaian huruf-huruf abjad yang digunakan dalam bahasa bangsa Arab sendiri. Meskipun demikian, mereka tidak pernah mampu untuk membuat rangkaian huruf-huruf itu menjadi seperti Al-Qur'an.

Tafsir Lengkap Kemenag
Kementrian Agama RI

Mengenai tafsir ayat "Alif Lam Mim tsad", lihat jilid I Al-Qur'an dan Tafsirnya tentang tafsir permulaan surah dengan huruf-huruf hijaiyah.

Tafsir al-Jalalain
Jalaluddin al-Mahalli dan Jalaluddin as-Suyuthi

(Alif laam miim shaad) hanya Allah-lah yang mengetahui apa yang dimaksud dengannya.

Tafsir Ibnu Katsir
Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir


Dalam tafsir surat Al-Baqarah telah diterangkan mengenai hal-hal yang berkaitan dengan makna huruf-huruf pada permulaan surat secara panjang lebar, begitu pula mengenai perbedaan pendapat para ulama.

Tafsir Quraish Shihab
Muhammad Quraish Shihab

[[7 ~ AL-A'RAF (TEMPAT TERTINGGI ANTARA SURGA DAN NERAKA)(1) Pendahuluan: Makkiyyah, 206 ayat ~ Surat yang berisi 206 ayat ini termasuk kelompok surat Makkiyyah yang diturunkan di Mekkah, kecuali ayat 163 sampai ayat 170 yang diturunkan di Madinah. Permulaan surat ini merupakan kelanjutan dari bagian akhir surat al-An'âm. Setelah pada bagian akhir surat al-An'âm itu dibicarakan tentang hewan ternak, awal surat al-A'râf mengandung kisah awal mula penciptaan manusia. Diceritakan, misalnya, kisah penciptaan Adam dan Hawâ', kisah keluarnya mereka dari dalam surga akibat godaan setan, keterangan lebih lanjut mengenai godaan setan yang terus menerus kepada manusia dalam pakaian dan makanan. Seperti surat-surat yang lain, surat ini pun menyinggung perintah mengamati dan menghayati sistem yang begitu teratur di dalam langit dan bumi. Selain itu, surat al-A'râf mengandung beberapa kisah. Di antaranya kisah Nabi Nûh, Nabi Hûd dengan pengikutnya, kaum 'Ad, Nabi Shâlih dengan kaum Tsamûd yang terkenal kuat dan memiliki kekayaan, Nabi Lûth dengan kaumnya dan tindakan makar yang mereka lakukan dan Nabi Syu'ayb dengan penduduk Madyan. Juga kisah-kisah nyata yang mengandung nasihat dan pelajaran. Setelah itu dalam surat ini Allah mengisahkan cerita Nabi Mûsâ a. s. dan Fir'aun. Sebagai penutup, surat ini menggambarkan nasib orang yang telah mendapat petunjuk kemudian terlepas lagi akibat godaan setan yang semestinya tidak terjadi. Di samping itu, juga ajakan mengikuti ajaran Nabi Muhammad saw. yang benar. (1) Al-A'râf adalah pembatas antara surga dan neraka yang mempunyai pintu. Kata a'râf adalah bentuk jamak dari 'urf yang berarti 'sesuatu yang tinggi' atau 'sesuatu yang terhormat'. Dinamakan demikian, karena pembatas antara surga dan neraka itu sangat tinggi.]] Alif, Lâm, Mîm, Shâd, adalah huruf-huruf fonemis yang disebut di awal beberapa surat Makkiyyah untuk mengingatkan orang-orang musyrik bahwa al-Qur'ân terdiri atas huruf yang sama dengan fonem yang mereka bunyikan. Meskipun begitu, mereka tidak mampu mendatangkan sesuatu yang sama dengan al-Qur'ân. Selain itu, huruf ini mengajak mereka untuk mendengarkannya, meskipun mereka saling menasihati agar tidak mendengarkan.

Tafsir Al-Madinah Al-Munawwarah
Markaz Ta'dzhim al-Qur'an di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Imad Zuhair Hafidz, professor fakultas al-Qur'an Universitas Islam Madinah

1. الٓمٓصٓ (Alif laam mim shaad)
Penjelasan tentang huruf-huruf ini telah disebutkan pada awal tafsir surat al-Baqarah.

Tafsir Al-Mukhtashar
Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid (Imam Masjidil Haram)

1. Pada awal surat al-baqarah telah disebutkan penjelasan tentang huruf muqatha'ah; dan hikmah penyebutannya adalah sebagai penjelas mukjizat al-Qur'an.

Tafsir Al-Muyassar
Kementerian Agama Saudi Arabia

1. Alif Lām Mīm Ṣād. Pemabahasan tentang huruf-huruf semacam ini telah disebutkan di awal surah Al-Baqarah.

Tafsir Al-Wajiz
Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah

1-2. Allah berfirman kepada RasulNya, menjelaskan tentang keagungan al-qur’an kepadanya “ini adalah sebuah kitab yang diturunkan kepadamu” yakni kitab mulia yang memuat segala sesuatu yang dibutuhkan oleh semua hamba, dan seluruh tuntunan-tuntunan ilahiyah, serta tujuan-tujuan syar’I yang akurat lagi teerperinci. Maka janganlah ada rasa di dadamu karenanya, ”kesempitan” yakni kesulitan, keraguan dan kebimbangan. Bahkan agar kamu mengetahui bahwa ia diturunkan dari Dzat yang Maha bijaksana lagi Maha terpuji. Tidak ada kebatilan yang dating dari hadapanNya dan tidak pula dari belakangNya. Oleh karena itu hendaknya dadamu menjadi lapang karenanya, jiwamu menjadi tenang dengannya, dan kamu mau menjelaskan perintah-perintah dan larangan-larangannya (kepada para hamba). Jangan takut kepada orang yang mencela dan menentang, ”supaya kamu memberi peringatan dengan kitab itu”, kepada seluruh manusia, kamu menasihati dan mengingatkan mereka, sehingga hujjah menjadi tegak atas orang-orang yang menetang “dan menjadi pelajaran bagi orang-orang yang beriman”. sebagiamana firman Allah” dan tetaplah memberi peringatan karena sesungguhnya peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang yang beriman”
Dengan ayat itu mereka mengingat jalan yang lurus, amal-amal mereka yang lahir maupun yang batin, dan apa yang menjadi penghalang bagi hamba untuk menitinya.

Tafsir as-Sa'di
Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H

Alif laam miim, shaad. Huruf-huruf abjad pada permulaan surah ini mengisyaratkan kemukjizatan Al-Qur'an. Beberapa surah dalam alqur'an, memang, dibuka dengan huruf abjad seperti , aalif laam miim, alif laam raa, alif, laam, miim, shaat, dan sebagainya. Makna huruf-huruf itu hanya Allah yang tahu. Ada yang berpendapat bahwa huruf-huruf itu adalah nama surah dan ada pula yang berpendapat bahwa gunanya untuk menarik perhatian, atau untuk menunjukkan mukjizat Al-Qur'an, karena Al-Qur'an disusun dari rangkaian huruf-huruf abjad yang digunakan dalam bahasa bangsa arab sendiri. Meskipun demikian, mereka tidak pernah mampu untuk membuat rangkaian huruf-huruf itu menjadi seperti Al-Qur'an. Pada akhir surah yang lalu dijelaskan tentang turunnya Al-Qur'an, untuk apa ia diturunkan, perintah untuk mengikutinya, dan ancaman bagi orang yang mengabaikan tuntunannya. Surah ini diawali dengan menyebut kembali Al-Qur'an yang dibicarakan pada surah al-an'a'm itu dan keharusan mengikuti tuntunannya. Inilah kitab yang diturunkan melalui malaikat jibril kepadamu, wahai rasulullah, sebagai penghormatan untukmu, maka janganlah engkau sesak dada karenanya akibat takut terhadap orang kafir yang akan mendustakanmu. Tugasmu adalah menyampaikan Al-Qur'an agar engkau memberi peringatan dengan kitab itu kepada kaummu dan sekalian manusia akan akibat dari dosa yang mereka lakukan, dan menjadi pelajaran bagi orang yang beriman, karena merekalah yang paling siap memanfaatkan isi kandungannya. Al-qur'an mempunyai fungsi yang demikian agung, maka Allah memerin tahkan manusia untuk mengikuti ajarannya. Ayat ini juga ditujukan kepada para juru dakwah dan mubalig.

Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir
Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

Surah ini adalah surah Makkiyah kecuali 8 ayat, yaitu firman Allah SWT: {Was’alhum ‘anil qaryah} sampai sebelum ayat {Wa idz nataqnal jabala fauqahum kaannahu zhillah} [163-170]

1. {Alif Lam Mim Shad} Kami membacanya seperti ini : Alif Lam Mim Shad. Kalimat ini seperti permulaan surah Al-Baqarah dan Ali Imran yang digunakan untuk menantang bangsa Arab agar mendatangkan sesuatu yang serupa dengan Al-Qur’an, meskipun itu terdiri dari huruf-huruf dalam bahasa Arab mereka, sedangkan mereka sangat baligh dan fashih dalam bahasa itu