Al-Qur'an Surat At-Tagabun Ayat 1

At-Tagabun: 1 ~ Quran Terjemah Perkata dan Tafsir Bahasa Indonesia

يُسَبِّحُ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِۗ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُۖ وَهُوَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

yusabbihu
یُسَبِّحُ
bertasbih
lillahi
لِلّٰهِ
kepada Allah
ma
مَا
apa
fi
فِی
di
al-samawati
السَّمٰوٰتِ
langit(jamak)
wama
وَ مَا
dan apa
fi
فِی
di
al-ardi
الْاَرْضِ ۚ
bumi
lahu
لَهُ
bagi-Nya
al-mul'ku
الْمُلْكُ
kerajaan
walahu
وَ لَهُ
dan bagi-Nya
al-hamdu
الْحَمْدُ ؗ
puji-pujian
wahuwa
وَ هُوَ
dan Dia
ala
عَلٰی
atas
kulli
كُلِّ
segala
shayin
شَیْءٍ
sesuatu
qadirun
قَدِیْرٌ 
Maha Kuasa

Transliterasi Latin:

Yusabbiḥu lillāhi mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍ, lahul-mulku wa lahul-ḥamdu wa huwa 'alā kulli syai`ing qadīr (QS. 64:1)

Arti / Terjemahan:

Bertasbih kepada Allah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi; hanya Allah lah yang mempunyai semua kerajaan dan semua pujian, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. (QS. At-Tagabun ayat 1)

Tafsir Ringkas Kemenag
Kementrian Agama RI

Apa yang ada di langit, bintang, bulan, matahari, dan seluruh planet; dan demikian juga apa yang ada di bumi, daratan, lautan, gunung, lembah, hewan, dan tumbuh-tumbuhan; seluruhnya senantiasa bertasbih kepada Allah dengan cara masing-masing; milik-Nya semua kerajaan, kekuasaan, dan kewenangan yang tiada terbatas, dan bagi-Nya pula segala puji yang sempurna; dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu dengan kekuasaan yang tak terbatas, tetapi tidak sewenang-wenang.

Tafsir Lengkap Kemenag
Kementrian Agama RI

Allah menerangkan bahwa apa yang ada di langit dan di bumi bertasbih menyucikan-Nya. Ini berarti bahwa apa yang ada di langit dan di bumi menunjukkan kesucian dan kesempurnaan Allah serta semua makhluk itu tunduk dan menyerah kepada-Nya. Dialah Maharaja yang berwenang berbuat sesuai dengan kehendak-Nya terhadap semua yang ada, berhak dipuji atas penciptaan-Nya, karena Dia sumber segala kebaikan. Allah Mahakuasa atas segala sesuatu, apa yang dikehendaki-Nya pasti berwujud dan menjadi kenyataan tanpa ada yang dapat menghalangi-Nya. Sedangkan terhadap apa yang tidak dikehendaki-Nya, hal itu tidak akan ada.

Tafsir al-Jalalain
Jalaluddin al-Mahalli dan Jalaluddin as-Suyuthi

(Bertasbih kepada Allah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi) artinya, semuanya memahasucikan Dia. Huruf lam pada lafal lillaahi adalah zaidah. Dan dalam ungkapan ayat ini dipakai huruf maa, hal ini tiada lain karena memprioritaskan yang mayoritas (hanya Allah lah yang mempunyai semua kerajaan dan semua puji-pujian, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu).

Tafsir Ibnu Katsir
Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir

Surat ini merupakan akhir dari surat Musabbihat; dalam pembahasan yang lalu telah disebutkan bahwa semua makhluk bertasbih menyucikan Tuhan yang telah menciptakan mereka dan yang memiliki mereka. Untuk itulah maka disebutkan oleh firman-Nya:

hanya Allah-lah yang mempunyai semua kerajaan dan semua puji-pujian. (At-Taghabun: 1)

Yaitu hanya Dialah Yang mengatur semua makhluk lagi terpuji dalam semua yang diciptakan dan yang ditetapkan-Nya.

Firman Allah Swt.:

dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. (At-Taghabun: l)

Artinya, apa pun yang dikehendaki-Nya pasti ada, tanpa ada yang menolak atau menghalang-halangi-Nya, dan apa saja yang tidak dikehendaki-Nya pasti tidak akan terjadi.

Tafsir Quraish Shihab
Muhammad Quraish Shihab

[[64 ~ AT-TAGHABUN (HARI DITAMPAKKAN SEGALA KESALAHAN) Pendahuluan: Madaniyyah, 18 ayat ~ Surat ini dibuka dengan pemberitahuan bahwa segala sesuatu yang ada di langit dan bumi selalu menyucikan Allah dari segala hal yang tidak pantas disandangkan kepada-Nya, bahwa kerajaan dan pujian hanya milik-Nya, dan bahwa Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. Kemudian diikuti dengan menyebutkan beberapa tanda yang menunjukkan kesempurnaan kekuasaan dan pengetahuan Allah. Surat ini kemudian beralih kepada pembicaraan mengenai orang-orang yang kafir dan mendurhakai rasul sebelum mereka. Mereka telah merasakan akibat buruk perbuatan mereka. Sebab, mereka telah didatangkan para rasul dengan membawa bukti-bukti yang jelas. Tetapi, mereka mengingkari dan berpaling dari para rasul tersebut. Setelah itu, pembicaran beralih kepada bantahan atas dugaan orang-orang kafir bahwa mereka tidak akan dibangkitkan. Surat ini mengajak manusia untuk beriman kepada Allah, Rasul-Nya dan cahaya yang telah diturunkan kepadanya--yaitu al-Qur'ân--mengingatkan mereka akan hari ketika manusia dikumpulkan untuk ditampakkan segala kesalahan. Saat itu orang-orang yang beriman dan beramal saleh akan memperoleh keberuntungan yang besar, sedangkan orang-orang kafir akan menjadi penghuni neraka yang merupakan tempat terburuk. Dijelaskan juga bahwa segala musibah terjadi dengan izin Allah dan siapa yang beriman kepada-Nya maka kalbunya akan diberi petunjuk. Selain itu, surat ini juga meminta kepada manusia agar taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Seandainya mereka tetap berpaling, maka tugas seorang rasul sebenarnya hanyalah sekadar menyampaikan. Orang-orang Mukmin juga diingatkan dalam surat ini bahwa sesungguhnya harta dan anak itu adalah cobaan. Maka, hendaknya perhatian mereka terhadap harta dan anak tidak membuat mereka lalai dalam melaksanakan segala perintah Allah. Kemudian mereka diperintah untuk bertakwa sebisa mungkin. Akhirnya, surat ini ditutup dengan perintah kepada mereka untuk berinfak di jalan kebaikan, pernyataan bahwa Allah Maha Berterimakasih, Maha Penyantun, Mahatahu semua yang gaib dan yang nyata sehingga akan membalas infak harta mereka, dan penjelasan bahwa Allah juga Maha Perkasa sehingga tak terkalahkan, Mahabijak yang tidak melakukan sesuatu dengan sia-sia.]] Segala sesuatu yang ada di langit dan di bumi selalu menyucikan Allah dari hal-hal yang tidak pantas dengan kebesaran-Nya. Kepemilikan yang sempurna hanyalah milik-Nya, begitu pula segala pujian baik. Dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.

An-Nafahat Al-Makkiyah
Syaikh Muhammad bin Shalih asy-Syawi

1. Ayat-ayat mulia ini mencakup jumlah besar sifat-sifat agung Allah Yang Maha Pencipta. Allah menyebutkan kesempurnaan ketuhananNya, luasnya kekayaanNya, semua makhluk memerlukanNya, semua makhluk yang ada di langit dan di bumi bertasbih memuji Rabbnya, seluruh kerajaan hanya milik Allah, tidak ada satu makhluk pun yang terlepas dari kekuasaanNya, segala puji hanya milik Allah semata. Pujian atas sifat-sifat kesempurnaan yang Dia miliki. Pujian atas segala sesuatu yang Dia ciptakan. Pujian atas hukum-hukum yang disyariatkan dan nikmat-nikmat yang dikaruniakan. kekuasaanNya menyeluruh, yang tidak satu makhluk pun terlepas darinya. Tidak ada sesuatu pun yang menghalangi kehendakNya.

Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an
Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I

Apa yang ada di langit, bintang, bulan, matahari, dan seluruh planet; dan demikian juga apa yang ada di bumi, daratan, lautan, gunung, lembah, hewan, dan tumbuh-tumbuhan; seluruhnya senantiasa bertasbih kepada Allah dengan cara masing-masing; milik-Nya semua kerajaan, kekuasaan, dan kewenangan yang tiada terbatas, dan bagi-Nya pula segala puji yang sempurna; dan dia mahakuasa atas segala sesuatu dengan kekuasaan yang tak terbatas, tetapi tidak sewenang-wenang. 2. Dialah yang menciptakan kamu dalam bentuk yang sebaik-baiknya, lalu di antara kamu ada yang kafir, karena mengikuti hawa nafsu; dan di antara kamu juga ada yang mukmin, karena Allah memberikan petunjuk dan manusia menggunakan akal dan nuraninya. Dan Allah maha melihat apa yang kamu kerjakan sehingga tidak satu pun perbuatan manusia yang tidak diketahui-Nya.

Tafsir Al-Madinah Al-Munawwarah
Markaz Ta'dzhim al-Qur'an di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Imad Zuhair Hafidz, professor fakultas al-Qur'an Universitas Islam Madinah

1. Seluruh makhluk di langit dan bumi mensucikan Allah SWT dari setiap kekurangan dan mengagungkanNya dengan cara yang tidak kita ketahui. BagiNya kerajaan dan kekuasaan yang mutlak, bagiNya pula rasa syukur yang besar atas nikmatNya yang sangat banyak. Dialah Dzat yang Maha Kuasa atas segala sesuatu dengan mengadakan atau menghilangkannya dan tidak ada satupun yang mampu melemahkanNya.

Tafsir Al-Mukhtashar
Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid (Imam Masjidil Haram)

1. Seluruh makhluk yang ada di tujuh langit dan bumi mengucapkan tasbih kepada Allah, menyucikan-Nya dari segala yang tidak layak bagi-Nya, dan mengagungkan-Nya. milik-Nya seluruh kerajaan, dan Dia berkuasa atas segalanya. Bagi-Nya pujian dan syukur yang sempurna setiap saat. Dia Maha Kuasa atas segalanya, tidak ada yang sulit bagi-Nya.

Tafsir Al-Muyassar
Kementerian Agama Saudi Arabia

1. Semua makhluk yang ada di langit dan di bumi menyucikan Allah dan membersihkan-Nya dari segala sifat kekurangan yang tidak pantas bagi-Nya. Hanya milik-Nya kerajaan, dan tidak ada raja selain-Nya, bagi-Nya pujian yang baik dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu, tidak ada sesuatu pun yang mampu melemahkan-Nya.

Tafsir Al-Wajiz
Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah

Allah mengabarkan bahwa semua yang terkandung di langit dan di bumi, baik yang diam tidak bergerak maupun yang bergerak mensucikan Allah dengan pensucian yang terus menerus atas apa yang tidak layak bagi kemulian dan keagungan Allah. Kemudian Allah menjelaskan bahwa Dia memiliki kekuasaan yang sempurna pada segala sesuatu; Tidak akan keluar satupun makhluk dari kerajaan-Nya, dan Allah memiliki pujian dan kemuliaan dan rasa syukur makhluk pada-Nya dari awal hingga akhir. Kemudian Allah menjelaskan bahwa Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu; Dia kuasa atas yang ada dan yang tiada, dan yang menjadikan penyakit dan penyembuhnya, tidak ada yang melemahkan Allah sesuatupun di bumi dan tidak juga di langit.

Tafsir as-Sa'di
Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H

Ayat yang mulia ini dan setelahnya mengandung sejumlah sifat-sifat Allah yang agung. Disebutkan di sana keberhakan-Nya untuk disembah, luasnya kekayaan-Nya, butuhnya semua makhluk kepada-Nya, dan bertasbihnya semua yang ada di langit dan di bumi dengan memuji Tuhannya, dan bahwa kerajaan semuanya milik Allah, sehingga tidak ada satu pun makhluk yang keluar dari milik-Nya, segala puji adalah untuk-Nya. Dia terpuji karena sifat-sifat sempurna yang dimiliki-Nya, terpuji karena apa yang diwujudkan-Nya, terpuji karena hukum-hukum yang disyariatkan-Nya, dan nikmat-nikmat yang diberikan-Nya. Kekuasaan-Nya menyeluruh, dimana semua yang ada tidak lepas dari kekuasaan-Nya, sehingga tidak ada sesuatu pun yang dapat melemahkan keinginan-Nya. Dia yang menciptakan semua hamba, di antara mereka ada yang mukmin dan ada yang kafir. Keimanan dan kekafiran mereka adalah dengan qadha’ Allah dan qadar-Nya, Dialah yang menghendaki hal itu (namun apa yang dikehendaki tidak mesti dicintai-Nya) dengan memberikan kepada mereka kemampuan dan keinginan sehingga mereka dapat melakukan apa yang mereka inginkan, dan Allah Maha Melihat apa yang mereka kerjakan.