Skip to content

Al-Qur'an Surat An-Naml Ayat 49

An-Naml Ayat ke-49 ~ Quran Terjemah Perkata (Word By Word) English-Indonesian dan Tafsir Bahasa Indonesia

قَالُوْا تَقَاسَمُوْا بِاللّٰهِ لَنُبَيِّتَنَّهٗ وَاَهْلَهٗ ثُمَّ لَنَقُوْلَنَّ لِوَلِيِّهٖ مَا شَهِدْنَا مَهْلِكَ اَهْلِهٖ وَاِنَّا لَصٰدِقُوْنَ ( النمل : ٤٩)

qālū
قَالُوا۟
They said
mereka berkata
taqāsamū
تَقَاسَمُوا۟
"Swear to each other
bersumpahlah kamu
bil-lahi
بِٱللَّهِ
by Allah
dengan Allah
lanubayyitannahu
لَنُبَيِّتَنَّهُۥ
surely we will attack him by night
sungguh kita akan menyerangnya dimalam hari
wa-ahlahu
وَأَهْلَهُۥ
and his family
dan keluarganya
thumma
ثُمَّ
Then
kemudian
lanaqūlanna
لَنَقُولَنَّ
we will surely say
bersumpahlah kamu
liwaliyyihi
لِوَلِيِّهِۦ
to his heir
kepada warisnya
مَا
"Not
kita tidak
shahid'nā
شَهِدْنَا
we witnessed
menyaksikan
mahlika
مَهْلِكَ
(the) destruction
kebinasaan
ahlihi
أَهْلِهِۦ
(of) his family
keluarganya
wa-innā
وَإِنَّا
and indeed we
dan sesungguhnya kita
laṣādiqūna
لَصَٰدِقُونَ
(are) surely truthful'"
sungguh orang-orang yang benar

Transliterasi Latin:

Qālụ taqāsamụ billāhi lanubayyitannahụ wa ahlahụ ṡumma lanaqụlanna liwaliyyihī mā syahidnā mahlika ahlihī wa innā laṣādiqụn (QS. 27:49)

English Sahih:

They said, "Take a mutual oath by Allah that we will kill him by night, he and his family. Then we will say to his executor, 'We did not witness the destruction of his family, and indeed, we are truthful.'" (QS. [27]An-Naml verse 49)

Arti / Terjemahan:

Mereka berkata: "Bersumpahlah kamu dengan nama Allah, bahwa kita sungguh-sungguh akan menyerangnya dengan tiba-tiba beserta keluarganya di malam hari, kemudian kita katakan kepada warisnya (bahwa) kita tidak menyaksikan kematian keluarganya itu, dan sesungguhnya kita adalah orang-orang yang benar". (QS. An-Naml ayat 49)

Tafsir Ringkas Kemenag
Kementrian Agama RI

Mereka, sembilan orang tersebut, berkata kepada teman-temannya tentang niat jahat mereka, “Bersumpahlah kamu dengan nama Allah, bahwa kita pasti akan menyerang dia yaitu Nabi Saleh bersama keluarganya secara tiba-tiba pada malam hari, dan membunuhi mereka. Kemudian untuk menutupi kasus ini, kita akan mengatakan kepada ahli warisnya bahwa kita tidak menyaksikan kebinasaan keluarganya itu, apalagi menyaksikan terbunuhnya Saleh. Dan sungguh, kita orang yang benar.” Demikianlah perilaku orang jahat. Mereka melakukan tipu daya dalam melaksanakan kejahatan, kemudian mereka lepas tangan terhadap apa yang telah mereka lakukan secara licik, agar terkesan mereka adalah orang baik-baik.

Tafsir Lengkap Kemenag
Kementrian Agama RI

Ayat ini menerangkan perbuatan makar yang sedang dirundingkan oleh sembilan orang itu, setelah mereka melakukan perbuatan terlarang dengan membunuh unta yang dilarang oleh Nabi Saleh untuk dibunuh. Mereka menerima ancaman dari Nabi Saleh bahwa mereka akan dibinasakan Allah dalam waktu tiga hari setelah unta itu terbunuh.
Di antara mereka ada yang berkata, "Marilah kita semua bersumpah dengan sungguh-sungguh bahwa kita akan membunuh Nabi Saleh dengan pengikut-pengikutnya pada suatu malam. Kemudian kita katakan kepada keluarganya yang terbunuh itu esok harinya, bahwa kita tidak tahu-menahu tentang peristiwa itu, dan mustahil kita melakukan perbuatan aniaya terhadap keluarga sendiri. Kita katakan juga kepadanya bahwa kita semua adalah orang-orang yang benar."

Tafsir al-Jalalain
Jalaluddin al-Mahalli dan Jalaluddin as-Suyuthi

(Mereka berkata) sebagian dari mereka berkata kepada sebagian yang lainnya, ("Bersumpahlah kalian) lakukanlah sumpah oleh kalian (dengan nama Allah bahwa kita sungguh-sungguh akan menyerangnya dengan tiba-tiba di malam hari) lafal Lanubayyitannahu ini dapat pula dibaca Latubayyitunnahu (beserta keluarganya) yakni orang-orang yang beriman kepadanya. Maksudnya, kami bunuh mereka di malam hari secara sekonyong-konyong (kemudian kita katakan) dapat dibaca Lanaqulanna dan Lataqulunna (kepada ahli warisnya) yakni kepada orang-orang yang memiliki darahnya (bahwa kita tidak menyaksikan) tidak terlibat (kematian keluarganya) dapat dibaca Mahlika dan Muhlika, maksudnya, kami tidak mengetahui siapakah yang telah membunuh mereka (dan sesungguhnya kita adalah orang-orang yang benar").

Tafsir Ibnu Katsir
Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir

Firman Allah Swt.:

Mereka berkata, "Bersumpahlah kalian dengan nama Allah, bahwa kita sungguh-sungguh akan menyerangnya dengan tiba-tiba beserta keluarganya di malam hari.” (An Naml:49)

Yakni mereka bersumpah dan berjanji setia di antara mereka untuk membunuh Nabi Saleh a.s. dan orang-orang yang mereka jumpai bersamanya di malam hari dengan sembunyi-sembunyi. Maka Allah membalas tipu daya mereka dan menjadikan mereka sendiri yang terjerumus ke dalam perangkapnya sendiri.

Mujahid mengatakan, mereka bersumpah dan berjanji di antara sesamanya untuk membinasakan Saleh. Tetapi sebelum mereka sampai kepada Nabi Saleh, mereka keburu binasa, demikian pula seluruh kaum mereka.

Qatadah mengatakan bahwa mereka berjanji dengan sesamanya akan menculik Saleh a.s. di malam hari, lalu membunuhnya. Telah diriwayatkan kepada kami bahwa ketika mereka sedang mengendap-endap menuju ke rumah Nabi Saleh untuk membinasakannya, tiba-tiba Allah mengirimkan batu besar kepada mereka, dan batu besar itu menimpa mereka hingga mati semuanya.

Al-Aufi telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas, bahwa merekalah orang-orang yang menyembelih unta tersebut. Setelah menyembelih unta itu mereka berkata di antara sesamanya, "Sungguh kita akan menyerang Saleh beserta keluarganya di malam hari ini, lalu kita bunuh mereka. Sesudah itu kita katakan kepada ahli waris mereka bahwa kita tidak mengetahui apa-apa tentang kejadian tersebut, dan kita sama sekali tidak terlibat di dalamnya." Akhirnya Allah membinasakan mereka semuanya sebelum niat mereka tercapai.

Muhammad ibnu Ishaq mengatakan bahwa kesembilan orang itu setelah menyembelih unta Nabi Saleh berkata, "Marilah kita pergi untuk membunuh Saleh. Jika dia benar (seorang nabi), berarti kita men­dahuluinya sebelum kita tertimpa azab. Dan jika dia dusta, berarti kita susulkan dia bersama untanya." Lalu mereka mendatanginya di malam hari di rumah keluarganya. Tetapi sebelum niat mereka tercapai, para malaikat menghujani mereka dengan batu. Setelah teman-teman mereka merasakan bahwa teman mereka yang sembilan orang itu datang terlambat kepada mereka maka mereka mendatangi rumah Nabi Saleh, ternyata mereka menjumpai kesembilan orang itu telah mati dalam keadaan kepalanya pecah semuanya karena tertimpa batu-batuan. Lalu mereka berkata kepada Saleh, "Kamu telah membunuh mereka."

Ketika mereka hendak menyerang Saleh, maka keluarga Saleh a.s. bangkit menghalang-halangi mereka dengan menyandang senjata lengkap untuk membelanya. Lalu mereka berkata kepada kaumnya, "Demi Allah, kalian jangan membunuhnya, dia telah menjanjikan kepada kalian bahwa azab akan datang menimpa kalian dalam tiga hari ini. Jika dia benar, berarti Tuhan sangat murka terhadap kalian. Dan jika dia dusta, maka terserah kalian apa yang hendak kalian lakukan terhadapnya." Maka pada malam itu juga mereka pulang ke rumah masing-masing.

Abdur Rahman ibnu Abu Hatim mengatakan bahwa setelah mereka menyembelih unta itu, Nabi Saleh berkata kepada mereka: Bersukurlalah kalian di rumah kalian selama tiga hari, itu adalah janji yang tidak dapat didustakan. (Huud:65) Mereka mengatakan, "Saleh menduga bahwa dia akan selesai dari kita tiga hari kemudian, padahal kita akan menyelesaikannya beserta keluarganya sebelum tiga hari."

Tafsir Quraish Shihab
Muhammad Quraish Shihab

Orang-orang musyrik itu saling berkata satu sama lain, "Bersumpahlah dengan nama Allah agar dapat memperdaya Shâlih dan keluarganya, lalu mereka kita bunuh. Setelah itu, kita katakan kepada ahli waris yang menuntut kematian mereka, 'Kami tidak tahu menahu tentang kematian Shâlih dan keluarganya. Sangguh, kami tidak bohong dalam perkataan kami ini'."