Skip to content

Al-Qur'an Surat Asy-Syu'ara' Ayat 97

Asy-Syu'ara' Ayat ke-97 ~ Quran Terjemah Perkata (Word By Word) English-Indonesian dan Tafsir Bahasa Indonesia

تَاللّٰهِ اِنْ كُنَّا لَفِيْ ضَلٰلٍ مُّبِيْنٍ ۙ ( الشعراۤء : ٩٧)

tal-lahi
تَٱللَّهِ
"By Allah
demi Allah
in
إِن
indeed
sesungguhnya
kunnā
كُنَّا
we were
adalah
lafī
لَفِى
surely in
dalam
ḍalālin
ضَلَٰلٍ
error
benar-benar dalam kesesatan
mubīnin
مُّبِينٍ
clear
yang nyata

Transliterasi Latin:

Tallāhi ing kunnā lafī ḍalālim mubīn (QS. 26:97)

English Sahih:

"By Allah, we were indeed in manifest error. (QS. [26]Ash-Shu'ara verse 97)

Arti / Terjemahan:

"demi Allah: sungguh kita dahulu (di dunia) dalam kesesatan yang nyata, (QS. Asy-Syu'ara' ayat 97)

Tafsir Ringkas Kemenag
Kementrian Agama RI

Mereka berkata, "Demi Allah, sesungguhnya kita dahulu di dunia dalam kesesatan yang nyata," yaitu memilih jalan kekafiran.

Tafsir Lengkap Kemenag
Kementrian Agama RI

Setelah bertengkar, mereka pun sama-sama menyadari bahwa tiada yang patut disalahkan kecuali diri mereka sendiri. Mereka mengakui bahwa kesesatan mereka sangat parah, yaitu mempersekutukan Allah

Tafsir al-Jalalain
Jalaluddin al-Mahalli dan Jalaluddin as-Suyuthi

("Demi Allah; sungguh) lafal In di sini merupakan bentuk takhfif daripada Inna, sedangkan isimnya tidak disebutkan, pada asalnya adalah Innahuu (kita dahulu dalam kesesatan yang nyata) yakni jelas sesatnya.

Tafsir Ibnu Katsir
Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir

dan bala tentara iblis semuanya. (Asy-Syu'ara': 95)

Mereka dilemparkan ke dalam neraka beserta antek-anteknya, tanpa ada yang ketinggalan.

Mereka berkata sedang mereka bertengkar di dalam neraka, "Demi Allah; sungguh kita dahulu (di dunia) dalam kesesatan yang nyata, karena kita mempersamakan kalian dengan Tuhan semesta alam.” (Asy-Syu'ara': 96-98)

Orang-orang yang lemah dari orang-orang kafir itu berkata kepada orang-orang yang kuat dan sombong dari kalangan mereka, "Sesungguhnya kami hanya mengikuti kalian, maka apakah kalian dapat menyelamatkan kami dari azab neraka?" Mereka yang lemah itu berkata seraya menyadari akan kesalahan dirinya sendiri:

Demi Allah, sesungguhnya, kita dahulu (di dunia) dalam kesesatan yang nyata, karena kita mempersamakan kalian dengan Tuhan semesta alam. (Asy-Syu'ara': 97-98)

Yakni kami dahulu menjadikan perintah kalian ditaati oleh kami sebagaimana perintah Tuhan semesta alam, dan kami sembah kalian beserta Tuhan semesta alam.

Tafsir Quraish Shihab
Muhammad Quraish Shihab

"Demi Allah, sesungguhnya kami di dunia berada dalam kerancuan dan kebodohan yang jelas, serta menyimpang dari kebenaran yang sangat tampak.