Al-Qur'an Surat Ibrahim Ayat 1

Ibrahim: 1 ~ Quran Terjemah Perkata dan Tafsir Bahasa Indonesia

الۤرٰ ۗ كِتٰبٌ اَنْزَلْنٰهُ اِلَيْكَ لِتُخْرِجَ النَّاسَ مِنَ الظُّلُمٰتِ اِلَى النُّوْرِ ەۙ بِاِذْنِ رَبِّهِمْ اِلٰى صِرَاطِ الْعَزِيْزِ الْحَمِيْدِۙ

alif-lam-ra
الٓرٰ ۫
Alif Lam Ra'
kitabun
كِتٰبٌ
kitab
anzalnahu
اَنْزَلْنٰهُ
Aku turunkan kepadanya
ilayka
اِلَیْكَ
kepadamu
litukh'rija
لِتُخْرِجَ
keluar
al-nasa
النَّاسَ
manusia
mina
مِنَ
dari
al-zulumati
الظُّلُمٰتِ
gelap
ila
اِلَی
ke
al-nuri
النُّوْرِ ۙ۬
cahaya
bi-idh'ni
بِاِذْنِ
dengan izin
rabbihim
رَبِّهِمْ
Tuhan mereka
ila
اِلٰی
kepada
sirati
صِرَاطِ
jalan
al-'azizi
الْعَزِیْزِ
Maha Kuasa
al-hamidi
الْحَمِیْدِۙ
Maha Terpuji

Transliterasi Latin:

Alif lām rā, kitābun anzalnāhu ilaika litukhrijan-nāsa minaẓ-ẓulumāti ilan-nụri bi`iżni rabbihim ilā ṣirāṭil-'azīzil-ḥamīd (QS. 14:1)

Arti / Terjemahan:

Alif, laam raa. (Ini adalah) Kitab yang Kami turunkan kepadamu supaya kamu mengeluarkan manusia dari gelap gulita kepada cahaya terang benderang dengan izin Tuhan mereka, (yaitu) menuju jalan Tuhan Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji. (QS. Ibrahim ayat 1)

Tafsir Ringkas Kemenag
Kementrian Agama RI

Surah ar-Ra'd diakhiri dengan penegasan bahwa Allah dan orangorang yang diberi Al-Kitab akan menjadi saksi atas kebenaran risalah Nabi Muhammad. Sebagai sambungannya, Surah Ibrahim ini lalu diawali dengan penjelasan bahwa Allah menurunkan Al-Qur'an kepada Nabi Muhammad untuk mengajak manusia keluar dari kegelapan menuju cahaya dengan izin Allah. Alif Laam Raa . Ini adalah Kitab Al-Qur'an yang Kami turunkan kepadamu, wahai Nabi Muhammad, agar engkau mengeluarkan manusia dari kegelapan kemusyrikan kepada cahaya tauhid yang terang-benderang, dengan izin Tuhan, yaitu menuju jalan Tuhan Yang Mahaperkasa lagi Maha Terpuji.

Tafsir Lengkap Kemenag
Kementrian Agama RI

Surah ini dimulai dengan "Alif Lam Ra". (Lihat tafsirnya pada jilid pertama pada judul "mafatihus suwar".) Dalam firman Allah swt sesudah Alif Lam Ra menjelaskan maksud dan tujuan diturunkannya Al-Quran kepada Nabi Muhammad. Allah menurunkan Al-Quran kepada Rasulullah agar petunjuk dan peraturan-peraturan yang dibawa Al-Quran itu dapat menjadi tuntunan dan bimbingan kepada umatnya. Dengan petunjuk itu mereka dapat dikeluarkan dari kegelapan ke cahaya yang terang-benderang, atau dari kesesatan dan kejahilan ke jalan yang benar dan mempunyai ilmu pengetahuan serta peradaban yang tinggi, sehingga mereka memperoleh rida dan kasih sayang Allah swt di dunia dan di akhirat.
Penegasan tentang fungsi Al-Quran ini sangat penting sekali, apalagi jika dihubungkan dengan ayat-ayat yang lalu, di mana Allah swt telah menyebut-kan adanya orang-orang yang mengingkari Al-Quran, baik sebagian, maupun keseluruhannya.
Selanjutnya dalam ayat ini diterangkan bahwa Rasulullah hanya dapat menjalankan tugas tersebut di atas dengan izin dan bantuan dari Allah swt, dengan cara memberi kemudahan dan menguatkan tekad beliau dalam menghadapi segala rintangan. Al-Quran merupakan jalan yang dibentangkan Allah Yang Mahakuasa dan Maha Terpuji bagi Nabi Muhammad dan umatnya.

Tafsir al-Jalalain
Jalaluddin al-Mahalli dan Jalaluddin as-Suyuthi

(Alif laam raa) hanya Allahlah yang mengetahui maksudnya. Alquran ini adalah (Kitab yang Kami turunkan kepadamu) Muhammad (supaya kamu mengeluarkan manusia dari kegelapan) dari kekafiran (kepada cahaya) yaitu agama Islam. (Dengan izin) perintah (Rabb mereka) lafal an-nuur diterangkan secara jelas pada ayat berikut ini: (yaitu ke jalan) tuntunan (Tuhan Yang Maha Perkasa) Maha Menang (lagi Maha Terpuji.) Yang Maha Terpuji.

Tafsir Ibnu Katsir
Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir

Dalam pembahasan terdahulu telah disebutkan tafsir mengenai huruf-huruf terpisah yang terdapat dalam permulaan banyak surat.

...(Ini adalah) Kitab yang Kami turunkan kepadamu.

Maksudnya, ini adalah Kitab yang Kami turunkan kepadamu, Muhammad. Yang dimaksud ialah Al-Qur'an yang merupakan Kitab yang paling mulia, yang diturunkan Allah Swt. dari langit kepada rasul yang paling mulia. Allah telah mengutusnya di bumi ini kepada semua penduduknya, baik yang berbangsa Arab maupun 'Ajam (non-Arab).

...supaya kamu mengeluarkan manusia dari gelap gulita kepada cahaya terang benderang.
Dengan kata lain, sesungguhnya Kami mengutusmu —hai Muhammad— dengan membawa Kitab (Al-Qur'an) ini tiada lain untuk mengeluarkan manusia dari kesesatan menuju jalan petunjuk dan kebenaran, seperti yang diungkapkan oleh Allah Swt. dalam ayat lain melalui firman-Nya:

Allah Pelindung orang-orang yang beriman, Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya (iman). Dan orang-orang yang kafir, pelindung-pelindungnya ialah setan, yang mengeluarkan mereka dari cahaya kepada kegelapan (kekafiran). (Al Baqarah:257), hingga akhir ayat.

Dialah yang menurunkan kepada hamba-Nya ayat-ayat yang terang (Al-Qur'an) supaya Dia mengeluarkan kalian dari kegelapan kepada cahaya. (Al Hadiid:9)

Firman Allah Swt.:

...dengan izin Tuhan mereka.

Artinya, Dialah yang memberi petunjuk kepada orang yang telah ditakdirkan-Nya mendapat petunjuk melalui Rasul-Nya yang diutus untuk membawa perintah-Nya. Rasul memberi mereka petunjuk:

...menuju jalan Tuhan Yang Mahaperkasa.

Yakni Yang Mahaperkasa, tiada yang dapat menandingi dan tiada yang dapat mengalahkan-Nya, bahkan Dia Maha Mengalahkan semuanya.

...lagi Maha Terpuji.

Allah Maha Terpuji dalam semua perbuatan, perkataan, syariat, perintah, dan larangan-Nya, lagi Mahabenar dalam berita-Nya.

Tafsir Quraish Shihab
Muhammad Quraish Shihab

[[14 ~ IBRAHIM (NABI IBRAHIM A. S.) Pendahuluan: Makkiyyah, 52 ayat ~]] Alif, Lâm, Râ'. Digunakannya beberapa huruf dengan cara seperti ini pada permulaan surat adalah untuk menggugah pendengaran dan untuk menunjukkan kemukjizatan al-Qur'ân walaupun "hanya" tersusun dari huruf-huruf yang biasa mereka gunakan dalam berbicara. Yang disebutkan dalam surat ini, wahai Muhammad, adalah sebagian kitab suci yang diturunkan kepadamu dari sisi Kami untuk mengeluarkan semua manusia dari gelapnya kekafiran menuju terangnya cahaya iman dan ilmu pengetahuan dengan kemudahan dari Tuhan mereka. Cahaya itu adalah jalan Allah Yang Mahaperkasa, karena pembalasan-Nya, dan Maha Terpuji, karena pemberian nikmat-Nya.

Aisarut Tafasir
Syaikh Abu Bakar Jabir al-Jazairi, mudarris tafsir di Masjid Nabawi

Yakni gelapnya kebodohan, kekafiran, akhlak yang buruk serta berbagai kemaksiatan.

Yakni cahaya pengetahuan, keimanan, akhlak yang mulia serta berbagai ketaatan.

Dengan kehendak dan pertolongan-Nya. Dalam ayat ini terdapat dorongan kepada hamba agar meminta pertolongan kepada Tuhan mereka.

Yang mengandung pengetahuan terhadap kebenaran dan pengamalannya.

Menurut Syaikh As Sa’diy, disebutkan nama-Nya “Yang Mahaperkasa lagi Maha Terpuji” setelah menyebutkan jalan yang mengarah kepada-Nya sebagai isyarat, bahwa barang siapa yang menempuh jalan itu, maka ia menjadi orang yang mulia dengan kemuliaan dari Allah, dan menjadi orang yang kuat, meskipun ia tidak memiliki pembela selain Allah, lagi terpuji dalam segala urusannya dan berkesudahan baik.

Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an
Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I

Surah ar-ra'd diakhiri dengan penegasan bahwa Allah dan orangorang yang diberi al-kitab akan menjadi saksi atas kebenaran risalah nabi Muhammad. Sebagai sambungannya, surah ibrahim ini lalu diawali dengan penjelasan bahwa Allah menurunkan Al-Qur'an kepada nabi Muhammad untuk mengajak manusia keluar dari kegelapan menuju cahaya dengan izin Allah. Alif laam raa'. Ini adalah kitab Al-Qur'an yang kami turunkan kepadamu, wahai nabi Muhammad, agar engkau mengeluarkan manusia dari kegelapan kemusyrikan kepada cahaya tauhid yang terang-benderang, dengan izin tuhan, yaitu menuju jalan tuhan yang mahaperkasa lagi maha terpuji. Allah yang mahaperkasa itulah yang memiliki apa saja yang ada di langit dan apa saja yang ada di bumi. Bukti-bukti tentang wujud, keesaan, dan kekuasaan Allah berulang kali dijelaskan, tetapi masih banyak orang yang mengingkari. Oleh sebab itu, celakalah bagi orang yang ingkar kepada tuhan karena mereka pasti akan mendapat siksaan yang sangat berat.

Tafsir Al-Madinah Al-Munawwarah
Markaz Ta'dzhim al-Qur'an di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Imad Zuhair Hafidz, professor fakultas al-Qur'an Universitas Islam Madinah

1. كِتٰبٌ أَنزَلْنٰهُ إِلَيْكَ ((Ini adalah) Kitab yang Kami turunkan kepadamu)
Yakni wahai Muhammad ini adalah al-Qur’an, kitab yang Kami turunkan kepadamu.

لِتُخْرِجَ النَّاسَ مِنَ الظُّلُمٰتِ إِلَى النُّورِ(supaya kamu mengeluarkan manusia dari gelap gulita kepada cahaya terang benderang)
Dari gelapnya kekafiran, kebodohan, dan kesesatan menuju cahaya keimanan, ilmu, dan hidayah.

بِإِذْنِ رَبِّهِمْ(dengan izin Tuhan mereka)
Dengan izin Allah kepadamu untuk mengajari dan menyeru mereka kepada keimanan. Atau maknanya adalah bahwa tidak ada orang yang masuk kedalam cahaya keimanan kecuali dengan izin Allah.

إِلَىٰ صِرٰطِ الْعَزِيزِ الْحَمِيدِ (menuju jalan Tuhan Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji)
Yakni jalan Allah yang jelas yang disyariatkan bagi hamba-hamba-Nya.

Tafsir Al-Mukhtashar
Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid (Imam Masjidil Haram)

1-2. Pada awal surat al-Baqarah telah disebutkan penjelasan tentang huruf muqattha’ah, dan hikmah dari huruf-huruf ini adalah untuk menjelaskan mukjizat al-Qur’an.

Hai Rasulullah, Al-Qur’an yang mulia yang Kami turunkan -dengan kekuasaan dan keagungan Kami- kepadamu ini agar kami dapat mengeluarkan manusia dan jin dari gelapnya kekafiran dan kejahilan menuju cahaya keimanan dan hidayah dengan kehendak Sang Pencipta dan Pengatur urusan mereka; yaitu menuju agama Islam yang merupakan jalan Allah dalam kerajaan-Nya yang selalu terpuji dalam segala keadaan, jalan Allah Yang Memiliki segala yang ada di langit dan bumi yang tujuh. Adapun kebinasaan dan azab yang keras diperuntukkan bagi orang-orang yang mendustakan Allah dan para rasul-Nya.

Tafsir Al-Muyassar
Kementerian Agama Saudi Arabia

1. Alif Lām Rā. Pembahasan tentang huruf-huruf semacam ini sudah ada di awal surah Al-Baqarah. Al-Qur`ān ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu -wahai Rasul- agar kamu mengeluarkan manusia dari kekufuran, kebodohan dan kesesatan menuju iman, ilmu dan hidayah kepada agama Islam yang merupakan jalan Allah yang Maha Perkasa yang tidak dikalahkan oleh siapapun, yang Maha Terpuji dalam segala sesuatu.

Tafsir Al-Wajiz
Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah

1-2. Allah memberitahukan bahwa Dia telah menurunkan kitabNya kepada RasulNYa Muhammad, demi kemaslahatan para makhluk. Yaitu untuk mengentaskan manusia dari kegelapan kebodohan, kekufuran, dan perangai-perangai yang buruk serta beragam maksiat menuju cahaya ilmu, iman, dan akhlak yang baik.
Firman Allah “dengan izin Rabb mereka”, maksudnya tidak akan terwujud hal yang mereka sukai karena (mencari ridha) Allah, mellainkan dengan kehendak dan pertolongan dari Allah. Hal ini mengandung anjuran bagi para hamba untuk meminta pertolongan Allah. Hal ini mengandung anjuran bagi para hamba untuk meminta bantuan kepada Rabb mereka. Kemudian Allah menerangkan arti ‘cahaya’ yang mana kitab ini memberi petunjuk mereka kepada cahaya itu seraya berfirman, “(Yaitu) menuju jalan Rabb Yang Maha Terpuji,” maksudnya jalan yang menghubungkan kepadaNya dan ke kampung kemuliaanNya, yang mencakup penguaasan imu kebenaran dan pengamalanya.
Dalam penyebutan nama Allah al- ‘aziz dan al-Hamid (Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji) sesudah penyebutan jalan yang menghubungkan menuju kemuliaanNya secara implisit, terkandung isyarat bahwa siapa saja yang menelusurinya (jalan tersebut), maka dia akan menjadi orang yang penuh kemuliaan dengan kemuliaan dari Allah, insan yang kuat meskipun tanpa pendukung kecuali Allah, terpuji dalam segala urusannya, dan akhir hidupnya pun baik. Itu semua sungguh membuktikan bahwa jalan Allah menjadi salah satu bukti kuat tentang kepemilikan Allah atas sifat-sifat yang sempurna dan agung, dan bahwa Dzat yang menegakkan jembatan tersebut adalah dzat yang mempunyai kekuasaan yang kuat, terpuji dalam setiap ucapan, tindakan dan ketetapan hukumnya, dan bahwa Dia diibadahi dengan berbagai jenis ibadah yang merupakan anak tangga menuju Sirath al-Mustaqim. Dan bahwa sebagaimana Allah menguasai kerajaan langit dan bumi, dalam aspek penciptaan, pemberian rizki dan pengaturan, maka Dia juga menguasai hak penetapan hukum atas hamba-hambaNya dengan hukum-hukum agama. Sebab mereka adalah miikNya, dan tidak sepantasnya bagi Allah membiarkan mereka begitu saja dengan sia-sia.
Usai menerangkan dalil dan buktinya, maka Allah mengancam orang-orang yang tidak patuh terhadap ketentuan tersebut. Allah berfirman, “Dan celakalah orang-orang kafir karena siksaan yang sangat pedih,” yang tidak bisa diperkirakan kadar tingkat (kepedihaannya) dan tidak bisa dideskripsikan hakikat siksaanNya.

Tafsir as-Sa'di
Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H

Makna kata :
(الٓرۚ) Alif Laam Raa : ini adalah salah satu dari huruf muqatha’ah, tertulis (الر) dan dibaca: Alif Laam Raa. Menyerahkan maknya lebih selamat, yaitu dengan perkataan: Allah lebih mengetahui maksud-Nya akan hal itu.
(كِتَٰبٌ) kitaabun : kitab yang agung ini.
(أَنزَلۡنَٰهُ إِلَيۡكَ) anzalnaahu ilaika : “Kami turunkan kepadamu.” Wahai Muhammad shallahu ‘alaihi wa sallam.
(مِنَ ٱلظُّلُمَٰتِ) minazh zhulumaati : “dari kegelapan” dari kegelapan kufur menuju cahaya iman.
(ٱلۡعَزِيزِ ٱلۡحَمِيدِ) al-‘aziizil hamiid : “Yang Maha Perkasa dan Maha Terpuji.” Yang Maha Terpuji karena nikmat-nikmat-Nya.

Makna ayat :
Firman-Nya ta’la : (الٓرۚ) Allah lebih mengetahui maksudnya, firman-Nya : (كِتَٰبٌ أَنزَلۡنَٰهُ إِلَيۡكَ) “Kitab yang Kami turunkan kepadamu.” Yaitu kitab yang mulia yang Kami turunkan kepadamu Wahai Rasul Kami! (لِتُخۡرِجَ ٱلنَّاسَ مِنَ ٱلظُّلُمَٰتِ) “agar engkau mengeluarkan manusia dari kegelapan.” Yaitu kegelapann kufur dan kebodohan menuju cahaya iman dan ilmu syar’i, dan itu semua (بِإِذۡنِ رَبِّهِمۡ) “atas izin Rabbmu” dengan taufiq dan pertolongan-Nya (إِلَىٰ صِرَٰطِ ٱلۡعَزِيزِ ٱلۡحَمِيدِ) “menuju jalan Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji.” Yaitu menuju jalan Yang Maha Perkasa, Yang Maha Mengalahkan dan Maha Terpuji yaitu Yang terpuji atas nikmat-nikmat dan karunia-Nya atas hamba-hamba-Nya dan seluruh makhluk.

Pelajaran dari ayat :
• Tegaknya hujjah atas mereka yang mendustakan Al-Qur’anul Karim, karena ia tersusun dari huruf-huruf yang terpotong seperti (الر) (طسم) (الم) (حم), namun mereka tidak mampu membuat yang semisalnya walau hanya satu surat.
• Penjelasan bahwa kekufuran adalah kegelapan dan iman adalah cahaya.

Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir
Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

1. Alif, laam raa. Sebagai penekanan dan penetapan mukjizat Alquran, sebagaimana yang telah dijelaskan dalam surat-surat sebelumnya. Ini adalah Kitab yang Kami turunkan kepadamu supaya kamu wahai Nabi untuk mengeluarkan manusia dari kegelapan kekafiran, kebodohan dan kesesatan menuju menuju cahaya keimanan, ilmu dan hidayah yang terang benderang dengan izin, taufik dan kemudahan dari Tuhan mereka. Yaitu menuju jalan Tuhan Yang Maha Perkasa, Yang Menguasai kerajaan-Nya, Maha Menguasai para hamba-Nya, Yang Maha Terpuji atas setiap keadaan, dan Yang berhak atas segala pujian atas segala anugerah nikmat-Nya. FirmanNya {Ila shirath} adalah bayan bagi nur yang disebutkan terlebih dulu