Al-Qur'an Surat Az-Zalzalah Ayat 1

Az-Zalzalah: 1 ~ Quran Terjemah Perkata dan Tafsir Bahasa Indonesia

اِذَا زُلْزِلَتِ الْاَرْضُ زِلْزَالَهَاۙ

idha
اِذَا
apabila
zul'zilati
زُلْزِلَتِ
digoncangkan
al-ardu
الْاَرْضُ
bumi
zil'zalaha
زِلْزَالَهَاۙ
goncangan

Transliterasi Latin:

Iżā zulzilatil-arḍu zilzālahā (QS. 99:1)

Arti / Terjemahan:

Apabila bumi digoncangkan dengan goncangan (yang dahsyat), (QS. Az-Zalzalah ayat 1)

Tafsir Ringkas Kemenag
Kementrian Agama RI

Banyak kejadian dahsyat yang terjadi di bumi ketika kiamat tiba. Apabila bumi diguncangkan oleh malaikat atas perintah Allah dengan guncangan yang dahsyat setelah Israfil meniupkan sangkakala pertama,

Tafsir Lengkap Kemenag
Kementrian Agama RI

Dalam ayat ini, Allah mengungkapkan bahwa bumi bergeletar dan berguncang sedahsyat-dahsyatnya, sebagaimana diterangkan firman Allah dalam ayat lain:

Wahai manusia! Bertakwalah kepada Tuhanmu; sungguh, guncangan (hari) Kiamat itu adalah suatu (kejadian) yang sangat besar. (al-hajj/22: 1)


Apabila bumi diguncangkan sedahsyat-dahsyatnya. (al-Waqi'ah/56: 4).

Keterangan ini menunjukkan tentang dahsyatnya keadaan ketika itu. Hal itu dimaksudkan untuk menarik perhatian orang-orang kafir agar memikirkan dan merenungkannya. Seakan-akan dikatakan kepada mereka bahwa apabila bumi sebagai benda padat bisa bergeletar dengan dahsyat pada hari itu, maka mengapa mereka sendiri tidak mau sadar dari kelalaian dengan meninggalkan kekafirannya.

Tafsir al-Jalalain
Jalaluddin al-Mahalli dan Jalaluddin as-Suyuthi

(Apabila bumi diguncangkan) yaitu mengalami gempa di saat hari kiamat tiba (dengan guncangannya) yang amat dahsyat sesuai dengan bentuknya yang besar.

Tafsir Ibnu Katsir
Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu Abdur Rahman, telah menceritakan kepada kami Musa ibnu Ayyub Al-Gafiqi, telah menceritakan kepada kami pamanku Iyas ibnu Amir; ia pernah mendengar Uqbah ibnu Amir Al-Juhani mengatakan bahwa ketika ayat ini diturunkan, yaitu firman-Nya: Maka bertasbihlah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang Mahabesar. (Al-Haqqah: 52; Al-Waqiah 74, 96) Maka Rasulullah Saw. bersabda kepada kami: Jadikanlah bacaan ayat ini dalam rukuk kalian! Dan ketika turun firman-Nya: Sucikanlah nama Tuhanmu Yang Mahatinggi. (Al-A'la: 1) Maka beliau Saw. bersabda kepada kami: Jadikanlah bacaan ayat ini dalam sujud kalian!

Imam Abu Daud dan Imam Ibnu Majah meriwayatkannya melalui hadis Ibnul Mubarak, dari Musa ibnu Ayyub dengan sanad yang sama.

قَالَ الْإِمَامُ أَحْمَدُ: حَدَّثَنَا وَكِيع، حَدَّثَنَا إِسْرَائِيلُ، عَنْ أَبِي إِسْحَاقَ، عَنْ مُسْلِمٍ البَطين، عَنْ سَعِيدِ بْنِ جُبَيْرٍ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ: أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى الله عليه وسلم كَانَ إِذَا قَرَأَ: {سَبِّحِ اسْمَ رَبِّكَ الأعْلَى} قَالَ: "سُبْحَانَ رَبِّي الْأَعْلَى".

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Waki', telah menceritakan kepada kami Israil, dari Abu Ishaq, dari Muslim Al-Batin, dari Sa'id ibnu Jubair, dari Ibnu Abbas, bahwa Rasulullah Saw. apabila membaca firman-Nya: Sucikanlah nama Tuhanmu Yang Mahatinggi. (Al-A'la: 1) Maka beliau Saw. mengucapkan: Mahasuci Tuhanku Yang Mahatinggi.

Demikianlah menurut riwayat Imam Ahmad, dan Imam Abu Daud meriwayatkannya dari Zuhair ibnu Harb, dari Waki' dengan sanad yang sama. Abu Daud mengatakan bahwa nama Waki' masih diperselisihkan, karena dalam riwayat lain disebutkan Abu Waki' dan Syu'bah, dari Abu Ishaq, dari Sa'id, dari Ibnu Abbas secara mauquf.

As-Sauri telah meriwayatkan dari As-Saddi, dari Abdu Khair yang mengatakan bahwa aku pernah mendengar Ali membaca firman-Nya: Sucikanlah nama Tuhanmu Yang Mahatinggi. (Al-A'la: 1) Lalu ia mengucapkan, "Mahasuci Tuhanku Yang Mahatinggi."

Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ibnu Humaid, telah menceritakan kepada kami Hakam, dari Anbasah, dari Abu Ishaq Al-Hamdani, bahwa Ibnu Abbas apabila membaca firman-Nya: Sucikanlah nama Tuhanmu Yang Mahatinggi. (Al-A'la: 1) Maka ia mengucapkan, "Mahasuci Tuhanku Yang Mahatinggi." Dan apabila membaca firman-Nya: Aku bersumpah dengan hari kiamat. (Al-Qiyamah: 1) dan bacaannya sampai pada ayat terakhirnya, yaitu firman Allah Swt: Bukankah (Allah yang berbuat) demikian berkuasa (pula) menghidupkan orang mati? (Al-Qiyamah: 40) Maka ia mengucapkan, "Mahasuci Engkau, dan tidaklah demikian (sebenarnya Engkau berkuasa untuk itu)."

Qatadah mengatakan sehubungan dengan firman-Nya: Sucikanlah nama Tuhanmu Yang Mahatinggi. (Al-A'la: 1) Diceritakan kepada kami bahwa Nabi Saw. apabila membaca ayat ini, maka beliau mengucapkan, "Mahasuci Tuhanku Yang Mahatinggi."

Tafsir Quraish Shihab
Muhammad Quraish Shihab

[[99 ~ AL-ZALZALAH (GONCANGAN) Pendahuluan: Madaniyyah, 8 ayat ~ Ayat-ayat dalam surat ini berhubungan dengan salah satu peristiwa yang terjadi pada hari kiamat, seperti goncangan bumi, keluarnya kekayaan alam dan orang-orang yang telah mati dari dalam perut bumi, keheranan dan pertanyaan manusia tentang apakah gerangan yang membuatnya kaget dan terkejut, serta dibangkitkannya manusia dari kubur secara terpisah-pisah untuk mendapatkan balasan.]] Ketika bumi digetarkan dengan getaran yang sangat kuat lalu bergoncang sekuat-kuatnya.

An-Nafahat Al-Makkiyah
Syaikh Muhammad bin Shalih asy-Syawi

1-2. Allah memberitahukan tentang apa yang terjadi pada Hari Kiamat. Bumi bergoncang dan bergoyang hingga meruntuhkan bangunan dan gunung yang ada di atasnya. Gunung digoncang dan diratakan puing-puingnya hingga menjadi hamparan tanah luas yang tidak ada celahnya. “Dan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat (yang dikandungnya),” yakni apa saja yang ada di perutnya berupa mayat dan yang tersimpan bumi.

Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an
Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I

1-3. Banyak kejadian dahsyat yang terjadi di bumi ketika kiamat tiba. Apabila bumi diguncangkan oleh malaikat atas perintah Allah dengan guncangan yang dahsyat setelah israfil meniupkan sangkakala pertama, dan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat yang dikandung-Nya, baik kekayaan yang ada di dalamnya atau mayat-mayat yang terkubur, dan pada saat itu manusia bertanya dengan penuh kekalutan dan ketakutan, 'apa yang terjadi pada bumi ini' mengapa bumi berguncang sedemikian dahsyat dan mengeluarkan apa saja yang dikandungnya' apakah ini hari kiamat''1-3

Li Yaddabbaru Ayatih
Markaz Tadabbur di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Umar bin Abdullah al-Muqbil, professor fakultas syari'ah Universitas Qashim - Saudi Arabia

Keutamaan surah: Tirmidzi, Abu Dawud, dan Nasa’I mengatakan dari Abdullah bin Umar dalam hadits yang menjelaskan bahwa ada seorang laki-laki yang berkata: ”Bacakanlah untukku ya Rasulallah satu surah secara keseluruhan”, kemudian beliau membaca {Idza zulzilatil ardhu zilzaalaha} [Az-Zalzalah: 99/1] sampai ayat terakhir. Kemudian dia berkata: “Demi Dzat yang mengutusmu sebagai nabi dengan membawa kebenaran, aku tidak akan menambah-nambahi {bacaan} surah ini selama-lamanya”. Lalu Rasulallah SAW bersabda: “Beruntunglah engkau, beruntunglah engkau”. Tirmidzi juga mengatakan dari Anas bin Malik bahwa sesungguhnya Rasulallah SAW bersabda: “{idza zulzilatil ardhu} adalah seperempat Al-Qur’an”

1-2. Tatkala bumi diombang-ambingkan dan digerak-gerakan dengan gerakan yang sangat keras pada hari kiamat di tiupan pertama (sangkakala) dan (tiupan-tiupan) setelahnya diiringi guncangan-guncangan tertentu, maka dia akan mengeluarkan semua isi perutnya yang berupa mayat-mayat, timbunan-tumbunan dan hal-hal lainnya.

Tafsir Al-Madinah Al-Munawwarah
Markaz Ta'dzhim al-Qur'an di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Imad Zuhair Hafidz, professor fakultas al-Qur'an Universitas Islam Madinah

1. إِذَا زُلْزِلَتِ الْأَرْضُ زِلْزَالَهَا (Apabila bumi digoncangkan dengan goncangan (yang dahsyat))
Yakni jika bumi digoncangkan dengan goncangan yang keras hingga segala yang ada di atasnya hancur lebur.

Tafsir Al-Mukhtashar
Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid (Imam Masjidil Haram)

1. Ketika bumi digoncangkan dengan keras pada hari kebangkitan, yang merupakan bagian dari goncangan alam semesta yang setelahnya manusia akan dibangkitkan dan berdiri di hadapan Allah untuk menjalani hisab.

Tafsir Al-Muyassar
Kementerian Agama Saudi Arabia

1. Apabila bumi diguncangkan dengan guncangan keras yang terjadi pada hari Kiamat.

Tafsir Al-Wajiz
Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah

1-3. Surat ini dimulai dengan kejadian berkenaan dengan goncangan besar yang akan terjadi pada hari kiamat, Allah berkata : Jika aku guncangkan bumi, aku getarkan dan aku hancurkan sehancur-hancurnya. Dan aku keluarkan padanya perbendaharaan dan semua apa yang terkandung dalam perutnya. Adapun mayit-mayit akan Allah keluarkan ketika tiupan yang kedua, maka berkatalah manusia kebingungan dengan apa yang dilihat dan nampak : Apa yang sebenarnya telah terjadi ?

Tafsir Juz 'Amma, Dr. Shalih
Syaikh Prof. Dr. Shalih bin Fauzan al-Fauzan, anggota Lajnah Daaimah (Komite Fatwa Majelis Ulama KSA)

إِذَا زُلْزِلَتِ الْأَرْضُ زِلْزَالَهَا " Apabila bumi diguncangkan dengan guncangannya (yang dahsyat)," Yang di maksud di sini adalah sebagaimana yang disebutkan Allah Ta'ala dalam firman-Nya: يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمْ إِنَّ زَلْزَلَةَ السَّاعَةِ شَيْءٌ عَظِيمٌ (1) يَوْمَ تَرَوْنَهَا تَذْهَلُ كُلُّ مُرْضِعَةٍ عَمَّا أَرْضَعَتْ وَتَضَعُ كُلُّ ذَاتِ حَمْلٍ حَمْلَهَا وَتَرَى النَّاسَ سُكَارَى وَمَا هُمْ بِسُكَارَى وَلَكِنَّ عَذَابَ اللَّهِ شَدِيدٌ " Hai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu; sesungguhnya keguncangan hari kiamat itu adalah suatu kejadian yang sangat besar (dahsyat). (Ingatlah) pada hari (ketika) kamu melihat keguncangan itu, lalailah semua wanita yang menyusui anaknya dari anak yang disusuinya dan gugurlah kandungan segala wanita yang hamil, dan kamu lihat manusia dalam keadaan mabuk, padahal sebenarnya mereka tidak mabuk, akan tetapi azab Allah itu sangat keras."(QS. Al-Hajj:1-2)

Dan firman-Nya: زِلْزَالَهَا "Guncangannya" Yaitu guncangan besar yang belum pernah terjadi sebelumnya sama sekali, oleh karenanya Allah 'Azza Wa Jalla berfirman: وَتَرَى النَّاسَ سُكَارَى وَمَا هُمْ بِسُكَارَى " dan kamu lihat manusia dalam keadaan mabuk, padahal sebenarnya mereka tidak mabuk " Karena saking paniknya mereka, dan yang apa-apa yang menimpa mereka, anda mendapati mereka seperti sedang mabuk, padahal sebenarnya mereka tidak mabuk, bahkan mereka dalam kondisi sehat. Tetapi karena betapa ngerinya hari itu, manusia menjadi seperti sedang mabuk, dia tidak tahu bagaimana harus bertindak dan berbuat.

Tafsir Juz 'Amma, Muhammad bin Shalih
Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin, ulama besar abad 14 H

Allah Subhaanahu wa Ta'aala memberitahukan tentang hal yang akan terjadi pada hari Kiamat, yaitu bahwa bumi akan diguncangkan dengan guncangan yang dahsyat sehingga bangunan-bangunan di atasnya runtuh semua. Demikian pula gunung-gunung dan perbukitan akan diratakan sehingga menjadi datar sama sekali.

Tafsir as-Sa'di
Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H

Allah - عز وجل - mengabarkan bahwasanya akan terjadi suatu peristiwa besar di bumi ini setelah sebelumnya ketenangan dan kehidupan yang aman meliputinya, akan datang padanya zaman ketika itu bumi terguncang dengan sangat dahsyat, yaitu ketika kiamat tiba dengan segala kehancuran yang di tetapkan untuk bumi serta semua penghuninya, yaitu pada hari berakhirnya kehidupan didunia ini.

Allah- عز وجل - berfirman : { إِذَا زُلْزِلَتِ الْأَرْضُ زِلْزَالَهَا } Apabila bila bumi ini digoncangkan dengan goncangan sangat dahsyat, semua bagian-bgian bumi akan digoncangkan tanpa pengecualian, bukan goncangan yang terjadi saat sekarang ini ketika terjadi gempa di sebagian dari belahan bumi, walaupun demikian goncangan yang kecil itu memporak-porandakan wilayah yang terkena gempa tersebut, lalau bagaimana dengan goncangan yang akan menghancurkan seluruh bagian dari bumi, peristiwa yang sangat dahsyat, ole karenaitu Allah - عز وجل - berfirman : { يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمْ ۚ إِنَّ زَلْزَلَةَ السَّاعَةِ شَيْءٌ عَظِيمٌ , يَوْمَ تَرَوْنَهَا تَذْهَلُ كُلُّ مُرْضِعَةٍ عَمَّا أَرْضَعَتْ وَتَضَعُ كُلُّ ذَاتِ حَمْلٍ حَمْلَهَا وَتَرَى النَّاسَ سُكَارَىٰ وَمَا هُمْ بِسُكَارَىٰ وَلَٰكِنَّ عَذَابَ اللَّهِ شَدِيدٌ } ( Hai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu; sesungguhnya kegoncangan hari kiamat itu adalah suatu kejadian yang sangat besar (dahsyat) , (Ingatlah) pada hari (ketika) kamu melihat kegoncangan itu, lalailah semua wanita yang menyusui anaknya dari anak yang disusuinya dan gugurlah kandungan segala wanita yang hamil, dan kamu lihat manusia dalam keadaan mabuk, padahal sebenarnya mereka tidak mabuk, akan tetapi azab Allah itu sangat kerasnya. ) [ Al-Hajj : 1-2 ] . di ayat lain Allah berfirman : { يَوْمَ تَرْجُفُ الْأَرْضُ وَالْجِبَالُ وَكَانَتِ الْجِبَالُ كَثِيبًا مَهِيلًا } ( Pada hari bumi dan gunung-gunung bergoncangan, dan menjadilah gunung-gunung itu tumpukan-tumpukan pasir yang berterbangan. ) [ Al-Muzzammil : 14 ] , dan Allah berfirman : { يَوْمَ تَرْجُفُ الرَّاجِفَةُ , تَتْبَعُهَا الرَّادِفَةُ } ( (Sesungguhnya kamu akan dibangkitkan) pada hari ketika tiupan pertama menggoncang alam , Tiupan pertama itu diiringi oleh tiupan kedua. ) [ An Nazi'at : 6-7 ] , ayat-ayat diatas bermaksud satu makna yang sama walaupun lafazh nya berbeda.

Bumi akan tergoncang pada hari kiamat dengan goncangan yang sangat dahsyat dan mengahcurkan, maka seketika apa yang ada diatasnya akan berubah, dan apa yang ditimbun dalam perutnya akan keluar, perisiwa yang sungguh sangat menakutkan.

Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir
Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

Muhammad bin ka'ab al-Qurzy berkata : "Membaca az-zalzalah dan al-Qori'ah tanpa melebihi keduanya di malam hariku, serta mengulang-ulaىginya dan bertafakkur tentang keduanya, lebih aku suka daripada membaca al-Qur'an lebih banyak dengan bacaan yang cepat.