Skip to content

Al-Qur'an Surat At-Taubah Ayat 87

At-Taubah Ayat ke-87 ~ Quran Terjemah Perkata (Word By Word) English-Indonesian dan Tafsir Bahasa Indonesia

رَضُوْا بِاَنْ يَّكُوْنُوْا مَعَ الْخَوَالِفِ وَطُبِعَ عَلٰى قُلُوْبِهِمْ فَهُمْ لَا يَفْقَهُوْنَ ( التوبة : ٨٧)

raḍū
رَضُوا۟
They (were) satisfied
mereka rela
bi-an
بِأَن
to
bahwa mereka
yakūnū
يَكُونُوا۟
be
ada/berada
maʿa
مَعَ
with
bersama
l-khawālifi
ٱلْخَوَالِفِ
those who stay behind
orang yang tinggal
waṭubiʿa
وَطُبِعَ
and were sealed
dan telah dicap/kunci mati
ʿalā
عَلَىٰ
[on]
atas
qulūbihim
قُلُوبِهِمْ
their hearts
hati mereka
fahum
فَهُمْ
so they
maka/karena mereka
لَا
(do) not
tidak
yafqahūna
يَفْقَهُونَ
understand
mereka mengerti

Transliterasi Latin:

Raḍụ bi`ay yakụnụ ma'al-khawālifi wa ṭubi'a 'alā qulụbihim fa hum lā yafqahụn (QS. 9:87)

English Sahih:

They were satisfied to be with those who stay behind, and their hearts were sealed over, so they do not understand. (QS. [9]At-Tawbah verse 87)

Arti / Terjemahan:

Mereka rela berada bersama orang-orang yang tidak berperang, dan hati mereka telah dikunci mati maka mereka tidak mengetahui (kebahagiaan beriman dan berjihad). (QS. At-Taubah ayat 87)

Tafsir Ringkas Kemenag
Kementrian Agama RI

Mereka rela senang berada bersama orang-orang yang tidak pergi berperang, yaitu orang tua, orang sakit, kaum perempuan, dan anak-anak, dan hati mereka telah tertutup dari hidayah disebabkan sikap-sikap kemunafikan sehingga mereka tidak memahami balasan bagi orang yang beriman dan berjihad berupa kebahagiaan surgawi.

Tafsir Lengkap Kemenag
Kementrian Agama RI

Ayat ini menerangkan bahwa orang-orang munafik itu merasa senang tidak ikut berjihad fisabilillah. Mereka lebih senang tinggal bersama orang-orang lemah yang tidak kuat ikut berperang, yaitu perempuan-perempuan yang menjaga rumah tangga. Mereka tidak sedikit pun merasa malu tinggal bersama orang-orang perempuan yang tidak ikut berperang itu. Padahal mereka adalah orang-orang yang kuat, sehat, dan mampu untuk turut berperang. Walaupun banyak yang mengejek dan mentertawakan, namun ejekan itu bagi mereka tidak ada artinya, karena perasaan malu bagi mereka tidak ada lagi. Yang demikian itu adalah pertanda bahwa iman mereka sangat lemah dan hati mereka sudah dipengaruhi kebendaan. Oleh karena itu Allah menutup mati hati mereka, mereka tidak mau menerima kebenaran, pelajaran dan nasihat dari siapapun juga. Penyakit kemunafikan itu telah membalut seluruh hati mereka, sehingga mereka tidak dapat mempergunakan pikiran yang sehat untuk membedakan mana yang benar dan mana yang salah, mana yang menguntungkan dan mana yang merugikan, bahwa ikut berjihad dan berperang itu adalah suatu keuntungan dan tinggal di rumah adalah merugikan dan memalukan.

Tafsir al-Jalalain
Jalaluddin al-Mahalli dan Jalaluddin as-Suyuthi

(Mereka rela berada bersama dengan orang-orang yang tidak pergi berperang) lafal khawaalif merupakan bentuk jamak daripada lafal khaalifah, yang dimaksud adalah kaum wanita yang tinggal di rumah-rumahnya (dan hati mereka telah dikunci mati, maka mereka tidak mengetahui) kebaikan.

Tafsir Ibnu Katsir
Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir

Mngenai firman Allah Swt. berikut ini:

Dan hati mereka telah dikunci mati

Hal itu disebabkan mereka membangkang, tidak mau berjihad dan tidak mau berangkat berperang bersama Rasulullah Saw. di jalan Allah.

...maka mereka tidak mengetahui.

Yakni tidak mengerti apa yang mengandung kemaslahatan bagi diri mereka yang karenanya lalu mereka mengerjakannya. Mereka tidak pula mengetahui apa yang membahayakan diri mereka, yang karenanya lalu mereka menghindarinya.

Tafsir Quraish Shihab
Muhammad Quraish Shihab

Mereka lebih memilih masuk ke dalam kelompok orang-orang lemah--orang tua, wanita dan anak-anak--yang tidak ikut berperang. Hati mereka ditutup oleh Allah dengan rasa takut dan dengan sikap munafik. Mereka selamanya tidak akan mengerti dengan baik makna yang terkandung dalam jihad dan mengikuti Rasulullah saw., berupa kejayaan di dunia dan keridaan Allah di akhirat.