Skip to content

Al-Qur'an Surat At-Taubah Ayat 14

At-Taubah Ayat ke-14 ~ Quran Terjemah Perkata (Word By Word) English-Indonesian dan Tafsir Bahasa Indonesia

قَاتِلُوْهُمْ يُعَذِّبْهُمُ اللّٰهُ بِاَيْدِيْكُمْ وَيُخْزِهِمْ وَيَنْصُرْكُمْ عَلَيْهِمْ وَيَشْفِ صُدُوْرَ قَوْمٍ مُّؤْمِنِيْنَۙ ( التوبة : ١٤)

qātilūhum
قَٰتِلُوهُمْ
Fight them
perangilah mereka
yuʿadhib'humu
يُعَذِّبْهُمُ
Allah will punish them
akan mengazab mereka
l-lahu
ٱللَّهُ
Allah will punish them
Allah
bi-aydīkum
بِأَيْدِيكُمْ
by your hands
dengan tangan-tanganmu
wayukh'zihim
وَيُخْزِهِمْ
and disgrace them
dan Dia akan menghinakan mereka
wayanṣur'kum
وَيَنصُرْكُمْ
and give you victory
dan Dia akan menolong kamu
ʿalayhim
عَلَيْهِمْ
over them
atas mereka
wayashfi
وَيَشْفِ
and will heal
dan Dia akan mengobati/melegakan
ṣudūra
صُدُورَ
(the) breasts
dada/hati
qawmin
قَوْمٍ
(of) a people
kaum
mu'minīna
مُّؤْمِنِينَ
(who are) believers
orang-orang yang beriman

Transliterasi Latin:

Qātilụhum yu'ażżib-humullāhu bi`aidīkum wa yukhzihim wa yanṣurkum 'alaihim wa yasyfi ṣudụra qaumim mu`minīn (QS. 9:14)

English Sahih:

Fight them; Allah will punish them by your hands and will disgrace them and give you victory over them and satisfy the breasts [i.e., desires] of a believing people (QS. [9]At-Tawbah verse 14)

Arti / Terjemahan:

Perangilah mereka, niscaya Allah akan menghancurkan mereka dengan (perantaraan) tangan-tanganmu dan Allah akan menghinakan mereka dan menolong kamu terhadap mereka, serta melegakan hati orang-orang yang beriman. (QS. At-Taubah ayat 14)

Tafsir Ringkas Kemenag
Kementrian Agama RI

Atas tiga alasan di atas, yakni merusak perjanjian damai untuk tidak saling mengganggu, berencana untuk mengusir Rasulullah dari tempat kediamannya, dan memulai untuk menyerang kaum muslimin, maka perangilah mereka, demi melaksanakan perintah Allah dan menggapai rida-Nya, bukan semata-mata untuk mengejar hal-hal yang bersifat duniawi seperti rampasan perang. Dengan begitu, niscaya Allah akan menyiksa mereka dengan perantaraan tanganmu, dan melalui peperangan itu pula Dia akan menghina mereka dengan kekalahan dalam perang sehingga menjadi tawanan dan menolongmu dengan kemenangan atas mereka, serta melegakan hati orang-orang yang beriman, setelah mereka mengalami penyiksaan dari kaum musyrik Mekah dalam waktu yang cukup lama yang akhirnya mereka bisa dikalahkan dan agama Islam memperoleh kemuliaan.

Tafsir Lengkap Kemenag
Kementrian Agama RI

Ayat ini memerintahkan kaum Muslimin agar memerangi orang musyrik karena mereka telah melanggar janji dan memerangi Rasul dan kaum Muslimin. Jika mereka melaksanakan perintah itu, pasti Allah akan menyiksa kaum musyrikin dengan kekuatan kaum mukmin. Allah menjadikan mereka hina dan Allah menolong orang-orang mukmin menghilangkan kesedihan mereka yang menderita akibat pengkhianatan pihak musyrikin.
Yang dimaksud dengan Allah menyiksa orang-orang musyrik dengan kekuatan kaum Muslimin ialah membunuh dan menghancurkan mereka dalam peperangan. Yang menjadikan mereka hina ialah karena kekalahan mereka dan mereka dijadikan tawanan dan budak.
Menurut riwayat Ikrimah dan ulama lain, orang mukmin yang hilang kesedihan hatinya, ialah suku Khuzaah, sedangkan menurut Ibnu 'Abbas suku Yaman dan Saba' yang telah masuk Islam yang pernah mendapat siksaan yang berat dari orang-orang musyrik Mekah. Mereka mengirimkan utusan mengadukan penderitaan mereka kepada Rasulullah di Medinah, maka Rasulullah menyampaikan salam dan kabar gembira, untuk menggembirakan hati mereka, sebab pertolongan Allah akan datang dalam waktu yang dekat.

Tafsir al-Jalalain
Jalaluddin al-Mahalli dan Jalaluddin as-Suyuthi

(Perangilah mereka niscaya Allah akan menyiksa mereka) Allah pasti akan membunuh mereka (dengan perantaraan tangan kalian dan Allah akan menghinakan mereka) Dia akan membuat mereka hina melalui cara penahanan dan penindasan (dan menolong kalian terhadap mereka serta melegakan hati orang-orang yang beriman) melalui apa yang telah dilakukan oleh Bani Khuzaah terhadap mereka yang merusak perjanjian.

Tafsir Ibnu Katsir
Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir

Allah Swt. memberikan tekad dan semangat kepada orang-orang mukmin seraya menjelaskan hikmah yang terkandung di dalam perintah-Nya yang mensyariatkan mereka untuk berjihad, padahal Allah Swt. sendiri mampu menghancurkan musuh-musuh-Nya dengan perintah dari sisi-Nya:

Perangilah mereka, niscaya Allah akan menyiksa mereka dengan (perantaraan) tangan-tangan kalian dan Allah akan menghinakan mereka dan menolong kalian terhadap mereka, serta melegakan hati orang-orang yang beriman.

Makna ayat ini umum berkenaan dengan semua orang mukmin.

Mujahid, Ikrimah, dan As-Saddi mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya:

...serta melegakan hati orang-orang yang beriman.
Yakni orang-orang Bani Khuza'ah. Dan damir yang terkandung di dalam firman-Nya:

...dan menghilangkan panas hati orang-orang mukmin. (At Taubah:15)
dikembalikan kepada mereka juga (yakni kepada Bani Khuza'ah).

Ibnu Asakir di dalam biografi juru azan —Umar ibnu Abdul Aziz— telah menyebutkan sebuah hadis melalui Muslim ibnu Yasar, dari Siti Aisyah r.a., bahwa apabila Rasulullah Saw. melihatnya sedang marah, beliau memegang hidungnya dan bersabda:

Hai 'Uwaisy (panggilan kesayangan Siti Aisyah), katakanlah, "Ya Allah Tuhan Nabi Muhammad, ampunilah dosaku, lenyapkan-lah panas hatiku, dan lindungilah aku dari fitnah-fitnah yang menyesatkan.”

Imam Hakim mengetengahkan hadis ini melalui jalur Abu Ahmad, dari Al-Bagindi, dari Hisyam ibnu Ammar, bahwa telah menceritakan kepada kami Abdur Rahman ibnu Abul Jauza darinya.

Tafsir Quraish Shihab
Muhammad Quraish Shihab

Perangilah mereka, wahai orang-orang Mukmin, niscaya Allah akan menurunkan siksa kepada mereka dengan perantaraan kalian dan menghinakan mereka serta memenangkan kalian atas mereka. Dengan kekalahan mereka dan kejayaan Islam, rasa sakit lahir dan batin yang diderita oleh orang-orang Mukmin setiap kali disakiti orang-orang kafir menjadi lenyap.

Asbabun Nuzul
Surat At-Taubah Ayat 14

Diriwayatkan oleh Abusy Shaikh yang bersumber dari Qatadah dan Ikrimah bahwa ayat ini (Baraaah: 14) turun berkenaan dengan suku Khuzaah yang membunuh Bani Bakr di Mekah.

Peristiwa ini terjadi pada waktu kaum Quraisy mengadakan perjanjian gencatan senjata dengan Rasulullah saw. di Hudaibiyyah (termasuk suku Khuzanah yang menjadi sekutu Rasulullah saw). Pada saat itu antara suku Khuzaah dan Bani Bakr masih berlangsung peperangan, sedang kaum Quraisy secara diam-diam tetap membantu Bani Bakr, sehingga turunlah ayat yang memerintahkan kaum Mukminin agar menggempur kaum Quraisy yang telah melanggar perjanjian itu.

Diriwayatkan oleh Abusy Shaikh yang bersumber dari as-Suddi bahwa yang dimaksud dengan yasyfi shuduura qaumim muminiin (serta melegakan hati orang-orang yang beriman) (Baraaah: 14) adalah suku Khuzaah yang menjadi sekutu Nabi saw., yang hatinya menjadi lega karena dapat memuntut bela terhadap Bani Bakr.