Al-Qur'an Surat Al-Gasyiyah Ayat 1

Al-Gasyiyah: 1 ~ Quran Terjemah Perkata dan Tafsir Bahasa Indonesia

هَلْ اَتٰىكَ حَدِيْثُ الْغَاشِيَةِۗ

hal
هَلْ
apakah
ataka
اَتٰىكَ
telah datang kepadamu
hadithu
حَدِیْثُ
cerita/berita
al-ghashiyati
الْغَاشِیَةِؕ
peristiwa yang dahsyat

Transliterasi Latin:

Hal atāka ḥadīṡul-gāsyiyah (QS. 88:1)

Arti / Terjemahan:

Sudah datangkah kepadamu berita (tentang) hari pembalasan? (QS. Al-Gasyiyah ayat 1)

Tafsir Ringkas Kemenag
Kementrian Agama RI

Hari kiamat adalah rahasia besar. Wahai Nabi, sudahkah sampai kepadamu berita tentang hari kiamat yang penuh kengerian itu?

Tafsir Lengkap Kemenag
Kementrian Agama RI

Allah menyindir penduduk neraka dengan mengatakan, "Sudahkah sampai kepada kamu berita tentang hari Kiamat."

Tafsir al-Jalalain
Jalaluddin al-Mahalli dan Jalaluddin as-Suyuthi

(Apakah) telah (datang kepadamu berita hari kiamat) hari kiamat dinamakan hari yang menutupi karena pada hari itu semua makhluk diselimuti oleh kengerian-kengeriannya.

Tafsir Ibnu Katsir
Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir


(1-7) Al-Ghasyiyah salah satu nama lain dari hari kiamat —menurut Ibnu Abbas, Qatadah, dan Ibnu Zaid— karena hari kiamat menutupi semua manusia dan meliputi mereka semuanya. Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Muhammad At-Tanafisi, telah menceritakan kepada kami Abu Bakar ibnu Iyasy, dari Abu Ishaq, dari Amr ibnu Maimun, bahwa Nabi Saw. melewati seorang wanita yang sedang membaca firman-Nya: Sudah datangkah kepadamu berita (tentang) hari pembalasan? (Al-Ghasyiyah: 1) Maka beliau bangkit dan mendengarkannya serta menjawab: Benar, telah datang kepadaku (beritanya).

Adapun firman Allah Swt.:

Banyak muka pada hari itu tunduk terhina. (Al-Ghasyiyah: 2)

Yang dimaksud dengan khusuk di sini adalah terhina, menurut Qatadah. Juga dikatakan oleh Ibnu Abbas, bahwa wajah-wajah tersebut tunduk terhina karena amal perbuatannya tidak bermanfaat bagi dirinya.

Firman Allah Swt.:

bekerja keras lagi kepayahan. (Al-Ghasyiyah: 3)

Yakni mereka telah banyak melakukan kerja keras yang memayahkan diri mereka, tetapi pada akhirnya di hari kiamat mereka dimasukkan ke dalam neraka yang amat panas.

Al-Hafiz Abu Bakar Al-Barqani mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ibrahim ibnu Muhammad Al-Muzakki, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Ishaq As-Siraj, telah menceritakan kepada kami Harun ibnu Abdullah, telah menceritakan kepada kami Sayyar, telah menceritakan kepada kami Ja'far, ia pernah mendengar Abu Imran Al-Juni mengatakan bahwa Umar ibnul Khattab r.a. melewati sebuah gerejayangdihuni oleh seorang rahib, maka Umar memanggilnya, "Hai rahib!" Lalu si rahib muncul, maka Umar memandangnya dan menangis. Kemudian ditanyakan kepada Umar, "Mengapa engkau menangis, hai Amirul Mu’minin?" Umar menjawab, bahwa ia teringat akan firman Allah Swt. yang mengatakan: bekerja keras lagi kepayahan, memasuki api yang sangat panas. (Al-Ghasyiyah: 3-4) Itulah yang menyebabkan aku menangis.

Imam Bukhari mengatakan bahwa Ibnu Abbas telah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: bekerja keras lagi kepayahan. (Al-Ghasyiyah: 3) Bahwa mereka adalah orang-orang Nasrani. Telah diriwayatkan dari Ikrimah dan As-Saddi, bahwa makna yang dimaksud ialah bekerja keras di dunia melakukan perbuatan-perbuatan maksiat, dan kepayahan di dalam neraka karena azab dan siksaan yang membinasakan.

Ibnu Abbas, Al-Hasan, dan Qatadah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: memasuki api yang sangat panas (neraka). (Al-Ghasyiyah: 4) Artinya, yang panasnya tak terperikan.

diberi minum (dengan air) dari sumber yang sangat panas. (Al-Ghasyiyah: 5)

yang panasnya tak terkira dan titik didihnya melebihi puncaknya sampai tingkatan yang tak terbatas, demikianlah menurut apa yang dikatakan oleh Ibnu Abbas, Mujahid, Al-Hasan, dan As-Saddi.

Firman Allah Swt.:

Mereka tiada memperoleh makanan selain dari pohon yang berduri. (Al-Ghasyiyah: 6)

Ali ibnu abu Talhah telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas, bahwa dari' artinya sebuah pohon dari api.

Sa'id ibnu Jubair mengatakan bahwa dari" adalah nama lain dari Zaqqum (sebuah pohon yang ada di dalam neraka), tetapi menurut riwayat lain yang juga bersumber darinya, dari' adalah batu yang ada di dalam neraka.

Ibnu Abbas, Mujahid, Ikrimah, Abul Jauza, dan Qatadah mengatakan bahwa dari' adalah sejenis pohon yang disebut syabraq.

Qatadah mengatakan bahwa orang-orang Quraisy menamakannya syabraq bila musim semi, dan bila musim panas menamainya dari', pohonnya banyak durinya.

Ikrimah mengatakan bahwa dari' adalah sebuah pohon yang banyak durinya, yang tidak tinggi, melainkan menempel di tanah.

Imam Bukhari mengatakan, Mujahid telah mengatakan bahwa dari' adalah nama tumbuhan yang dikenal dengan nama lain syabraq, orang-orang Hijaz menamainya dari' bila kering, pohon ini mengandung racun.

Ma'mar telah meriwayatkan dari Qatadah sehubungan dengan makna firman Allah Swt.: Mereka tiada memperoleh makanan selain dari pohon yang berduri. (Al-Ghasyiyah: 6) Yakni tumbuhan syabraq yang bila kering dinamakan dari'.

Sa'id telah meriwayatkan dari Qatadah sehubungan dengan makna firman-Nya: Mereka tiada memperoleh makanan selain dari pohon yang berduri. (Al-Ghasyiyah: 6) Ini merupakan makanan yang paling buruk, paling kotor, dan paling menjijikkan.

Firman Allah Swt.:

yang tidak menggemukkan dan tidak pula menghilangkan lapar. (Al-Ghasyiyah: 7)

Yaitu tidak dapat memenuhi tujuan dan tidak dapat pula menolak hal yang tidak diinginkan.

Tafsir Quraish Shihab
Muhammad Quraish Shihab

[[88 ~ AL-GHASYIYAH (HARI PEMBALASAN) Pendahuluan: Makkiyyah, 26 ayat ~ Surat ini diawali dengan gaya bahasa yang memancing kita untuk mengetahui peristiwa apa yang akan terjadi di hari kiamat. Disebutkan, misalnya, bahwa manusia pada hari itu terbagi menjadi dua golongan. Pertama, mereka yang tidak menyambut kedatangan hari itu dengan penghormatan, kemudian mereka masuk ke dalam neraka jahanam yang sangat panas. Dan, kedua, mereka yang menyambut hari itu dengan rasa gembira dengan rahmat dan perkenan Tuhan yang disediakan untuk mereka. Kemudian pembicaraan diarahkan kepada pemaparan bukti-bukti yang jelas akan kekuasaan Allah untuk membangkitkan kembali manusia, yang diambil dari hal-hal yang mereka saksikan dengan mata kepala mereka sendiri dan mereka ambil manfaatnya dalam kehidupan mereka sehari-hari. Setelah menyebutkan bukti-bukti ini, surat ini beralih memerintah Rasulullah untuk memberi peringatan, karena hal itu merupakan misi utamanya. Perintah kepada Rasulullah untuk memberi peringatan ini disertai dengan keterangan bahwa dirinya tidak mempunyai kekuasaan apa-apa sehingga dapat memaksa mereka untuk beriman. Diikuti pula dengan keterangan bahwa orang yang menolak untuk beriman dan tetap bersikap kafir setelah peringatan ini pasti akan mendapat balasan dan siksaan yang amat besar dari Allah saat ia kembali kepada-Nya kelak setelah ia mati. Sebab, mereka semua akan kembali kepada-Nya dan akan diperhitungkan oleh-Nya.]] Wahai Muhammad, apakah berita tentang hari kiamat dengan kedahsyatannya yang membuat manusia tidak sadarkan diri itu telah sampai kepadamu?

An-Nafahat Al-Makkiyah
Syaikh Muhammad bin Shalih asy-Syawi

1. Allah menyebutkan kondisi-kondisi pada Hari Kiamat serta berbagai huru-hara dahsyat yang akan terjadi pada hari itu. Huru-hara itu akan mengitari seluruh manusia dengan berbagai kedahsyatannya. Manusia diberi balasan atas amal perbuatan mereka dan mereka terbagi menjadi dua golongan; satu golongan berada di surga dan golongan lain berada di neraka. Allah memberitahukan sifat masing-masing kedua golongan tersebut.

Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an
Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I

Hari kiamat adalah rahasia besar. Wahai nabi, sudahkah sampai kepadamu berita tentang hari kiamat yang penuh kengerian itu'2. Pada hari kiamat manusia terbagi menjadi dua, kelompok yang celaka dan kelompok yang berbahagia. Pada hari itu banyak wajah yang tertunduk hina. Mereka saat itu menyadari perilaku buruk mereka. Hati mereka terguncang dan sangat risau akan nasib mereka.

Tafsir Al-Madinah Al-Munawwarah
Markaz Ta'dzhim al-Qur'an di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Imad Zuhair Hafidz, professor fakultas al-Qur'an Universitas Islam Madinah

1. هَلْ أَتَىٰكَ حَدِيثُ الْغٰشِيَةِ (Sudah datangkah kepadamu berita (tentang) hari pembalasan?)
Hai Muhammad, telah datang kepadamu berita tentang hari kiamat.
Hari kiamat disebut dengan (الغاشية) karena ia meliputi seluruh makhluk dengan kengeriannya.

Tafsir Al-Mukhtashar
Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid (Imam Masjidil Haram)

1-2. Hai Rasulullah, apakah telah sampai kepadamu berita tentang huru-hara yang mengepung manusia pada hari kiamat? Pada hari itu terdapat manusia yang wajahnya diselimuti kehinaan.

Kalimat (الخشوع) juga dapat diartikan kehinaan, seperti dalam firman Allah:
وَتَرَىٰهُمْ يُعْرَضُونَ عَلَيْهَا خَٰشِعِينَ مِنَ ٱلذُّلِّ

Dan kamu akan melihat mereka dihadapkan ke neraka dalam keadaan tunduk terhina. (asy-Syura: 45).

Tafsir Al-Muyassar
Kementerian Agama Saudi Arabia

1. Apakah telah datangkah kepadamu -wahai Rasul- berita tentang hari Kiamat yang menjadikan manusia pingsan karena huru-haranya?

Tafsir Al-Wajiz
Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah

1-7. Surat ini dimulai dengan keadaan-keadaan hari kiamat, Allah berkata : Apakah telah sampai padamu (wahai Nabi ﷺ) tentang kabar hari (yang di dalamnya) terdapat musibah yang besar yaitu hari kiamat, dimana semua makhluk ketakutan dengan kondisinya yang mengerikan ?. Kemudian Allah menjelaskan bahwa manusia pada hari itu terbagi menjadi dua kelompok, kelompok yang wajahnya tertunduk kebawah terhina dan ia adalah wajah orang kafir dan musyrik, karena mereka melihat akibat (amalan mereka) dengan ketakutan. Wajah orang-orang ini adalah wajah yang sudah keterlaluan dalam kesesatan, pada saat di dunia beramal dengan amalan yang buruk dan merasa tidak betah (dengan amalan yang baik). Mereka mengira bahwa mereka telah berbuat kebaikan; Dimana setan telah menjadikan indah amalan-amalan kebathilan mereka. Kemudian Allah menejelaskan bahwa pemilik wajah ini tempat kembalinya adalah neraka hamiyah yang telah disiapkan panas nyala apinya. Dan ketika mereka kehausan, mereka akan diberikan air dari mata air yang bersumer dari panas api neraka. Dan apabila mereka merasakan lapar, mereka makan dengan makanan yang namanya adalah dhari’, dan ia adalah macam dari tumbuhan berduri yang buruk yang biasa dimakan oleh binatang liar, dan makanan ini tentut membahayakan mereka dan tidak menjadikan manfaat bagi mereka, tidak juga mengenyangkan tubuh, dan tidak pula mengobati rasa lapar mereka.

Tafsir Juz 'Amma, Dr. Shalih
Syaikh Prof. Dr. Shalih bin Fauzan al-Fauzan, anggota Lajnah Daaimah (Komite Fatwa Majelis Ulama KSA)

هَلْ أَتَاكَ حَدِيثُ الْغَاشِيَةِ " Sudah datangkah kepadamu berita (tentang) hari pembalasan?" Pembicaran disini boleh ditujukan kepada Rasul shallallaahu 'alaihi wa sallam saja, dan ummatnya sebagai pengikutnya, dan boleh juga lebih luas bagi setiap orang yang bisa diajak bicara, istifham (kalimat tanya) di sini untuk menarik perhatian, ini serupa dengan firman Allah Ta'ala: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا هَلْ أَدُلُّكُمْ عَلَى تِجَارَةٍ تُنْجِيكُمْ مِنْ عَذَابٍ أَلِيم " Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu Aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkan kamu dari azab yang pedih?"(QS. Ash-Shaff: 10) boleh juga difungsikan sebagai pengagungan karena besarnya berita tentang hari pembalasan.

حَدِيثُ الْغَاشِيَةِ " berita (tentang) hari pembalasan?" Maknanya: Berita dan kabar tentangnya, al-Ghasyiyah: Kejadian dahsyat yang besar yang mengagetkan manusia, itu adalah hari kiamat yang banyak Allah ceritakan dalam al-Quran, Allah mensifatinya dengan sifat-sifat yang besar, seperti dalam firman-Nya Ta'ala: يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمْ إِنَّ زَلْزَلَةَ السَّاعَةِ شَيْءٌ عَظِيمٌ (1) يَوْمَ تَرَوْنَهَا تَذْهَلُ كُلُّ مُرْضِعَةٍ عَمَّا أَرْضَعَتْ وَتَضَعُ كُلُّ ذَاتِ حَمْلٍ حَمْلَهَا وَتَرَى النَّاسَ سُكَارَى وَمَا هُمْ بِسُكَارَى وَلَكِنَّ عَذَابَ اللَّهِ شَدِيدٌ " Hai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu; sesungguhnya keguncangan hari kiamat itu adalah suatu kejadian yang sangat besar (dahsyat). (Ingatlah) pada hari (ketika) kamu melihat keguncangan itu, lalailah semua wanita yang menyusui anaknya dari anak yang disusuinya dan gugurlah kandungan segala wanita yang hamil, dan kamu lihat manusia dalam keadaan mabuk, padahal sebenarnya mereka tidak mabuk, akan tetapi azab Allah itu sangat keras."(QS. Al-Hajj: 1-2)

Tafsir Juz 'Amma, Muhammad bin Shalih
Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin, ulama besar abad 14 H

Allah Subhaanahu wa Ta'aala menyebutkan beberapa peristiwa pada hari Kiamat dan bahwa malapetakanya menimpa makhluk secara merata.

Hari Kiamat disebut Al Ghaasyiyah, karena malapetakanya merata menimpa makhluk.

Tafsir as-Sa'di
Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H

Surah inilah yang telah dikabarkan bahwasanya Rasulullah ﷺ kerap membaca surah ini bersama surah sebelumnya yaitu surah Al-A'la di dua rakaat shalat Jum'at da Shalat Ied.

{ هَلْ أَتَاكَ } Sungguh telah datang kepadamu, { حَدِيثُ } kabar { الْغَاشِيَةِ } tentang hari kiamat beserta peristiwa-peristiwa yang terjadi pada hari itu, surah ini dinamakan surah " الغاشية " karena pada hari itu ( تغشّى الناس لهولها ) manusia menutupi diri mereka dari dahsyatnya peristiwa pada hari itu,

Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir
Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

Keutamaan: Diriwayatkan dari Muslim dan lainnya, dari Nu’man bin Basyir, bahwa Rasul SAW membaca sabbih isma rabbika al a’la dan Alghasyiyah pada saat shoalt Jum’at dan dua hari raya.

1. Wahai Nabi, apakah kabar tentang hari kiamat sudah sampai kepadamu? Hari dimana manusia menjadi pucat karena kedahsyatan hiruk pikuknya? Al ghasyiyah : bencana