Al-Qur'an Surat Al-Buruj Ayat 1

Al-Buruj: 1 ~ Quran Terjemah Perkata dan Tafsir Bahasa Indonesia

وَالسَّمَاۤءِ ذَاتِ الْبُرُوْجِۙ

wal-samai
وَ السَّمَآءِ
demi langit
dhati
ذَاتِ
memiliki
al-buruji
الْبُرُوْجِۙ
gugusan bintang-bintang

Transliterasi Latin:

Was-samā`i żātil-burụj (QS. 85:1)

Arti / Terjemahan:

Demi langit yang mempunyai gugusan bintang, (QS. Al-Buruj ayat 1)

Tafsir Ringkas Kemenag
Kementrian Agama RI

Allah bersumpah demi tiga hal yang luar biasa, baik kejadian maupun prosesnya. Demi langit luas yang mempunyai gugusan bintang atau orbit-orbit bintang ketika beredar di angkasa, yang menjadi penanda kekuasaan Allah yang tidak terbatas.

Tafsir Lengkap Kemenag
Kementrian Agama RI

Dalam ayat ini, Allah bersumpah dengan langit yang mempunyai gugusan bintang-bintang yang luar biasa besarnya dan tak terhitung jumlah bintang di dalamnya. Sebagian sangat jauh jaraknya dari bumi sehingga cahayanya dalam perhitungan biasa baru sampai kepada kita setelah ribuan tahun lamanya, bahkan ada pula yang setelah miliaran tahun.
Allah bersumpah dengan gugusan bintang karena mempunyai keajaiban yang luar biasa dan mengandung hikmah yang besar dan banyak serta sangat berguna bagi manusia dalam kehidupannya.
Berbagai keajaiban dan hikmah itu menunjukkan kepada kita tentang kebesaran penciptanya yang Mahakuasa dan Mahatinggi ilmu-Nya serta Mahabijaksana.

Tafsir al-Jalalain
Jalaluddin al-Mahalli dan Jalaluddin as-Suyuthi

(Demi langit yang mempunyai gugusan bintang) yakni bintang-bintang yang dua belas gugusan, sebagaimana yang telah dijelaskan di dalam surah Al-Furqaan.

Tafsir Ibnu Katsir
Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir


Allah Swt. bersumpah dengan menyebut nama langit dan gugusan-gugusannya, yakni bintang-bintangnya yang besar-besar. Sebagaimana yang telah dijelaskan dalam tafsir firman-Nya:

Maha Suci Allah yang menjadikan di langit gugusan-gugusan bintang dan Dia menjadikan juga padanya matahari dan bulan yang bercahaya. (Al Furqaan:61)

Ibnu Abbas, Mujahid, Ad-Dahhak, Al-Hasan, Qatadah, dan As-Saddi mengatakan bahwa Al-Buruj artinya bintang-bintang. Diriwayatkan pula dari Mujahid bahwa Al-Buruj artinya yang ada penjaganya. Yahya ibnu Rafi' mengatakan bahwa Al-Buruj artinya gedung-gedung yang terdapat di langit.

Al-Minhal ibnu Amr telah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: Demi langit yang mempunyai gugusan bintang. (Al-Buruj: l) Yakni bentuk yang baik.

Ibnu Jarir memilih pendapat yang mengatakan bahwa makna yang dimaksud ialah manzilah-manzilah matahari dan bulan, yang semuanya ada dua belas buruj, matahari menempuh tiap-tiap manzilah itu selama satu bulan, sedangkan bulan berjalan pada masing-masing darinya selama dua sepertiga hari, yang berarti dua puluh delapan malam, sedangkan yang dua malamnya bulan bersembunyi.

Tafsir Quraish Shihab
Muhammad Quraish Shihab

[[85 ~ AL-BURUJ (GUGUSAN BINTANG) Pendahuluan: Makkiyyah, 22 ayat ~ Di dalam surat al-Burûj terdapat hiburan, sekaligus peringatan, untuk orang-orang beriman, dan ancaman bagi kalangan penentang agama. Surat ini dibuka dengan sumpah Allah Swt. dengan menyebut berbagai bukti kekuasaan-Nya bahwa orang yang menyakiti orang-orang Mukmin akan dijauhkan dari rahmat Allah sebagaimana yang terjadi pada orang-orang sebelum mereka. Ayat-ayat lain secara terperinci menuturkan perlakuan para tiran atas kesewenang-wenangan mereka terhadap orang-orang beriman. Kelak, kedua belah pihak akan menadapat balasannya masing-masing. Dinyatakan pula dengan tegas, dalam surat ini, bahwa kebenaran akan selalu mendapat tantangan sepanjang masa. Disebutkan pula bahwa al-Qur'ân yang merupakan penyokong kebenaran, meski mendapat tantangan amat berat dari pihak pendusta, akan tetap terpelihara dari keraguan karena berada di al-Lawh al-Mahfûzh.]] Aku bersumpah demi langit yang memiliki banyak tempat persinggahan bintang ketika beredar(1). (1) Yang dimaksud dengan al-burûj pada ayat ini adalah gugusan bintang letak bintang yang tampak di langit dalam bentuk yang beragam dan terbagi atas dua belas macam yang masing-masing disebut rasi. Bumi dan benda-benda langit lain akan melewati gugusan-gugusan bintang itu setiap kali berputar mengelilingi matahari. Secara berurutan, nama-nama gugusan bintang yang berjumlah dua belas buah itu adalah sebagai berikut: Aries, Taurus, Gemini, Kanser, Leo, Virgo, Libra, Skorpio, Sagitarius, Kaprikornus, Akuarius dan Pises.

An-Nafahat Al-Makkiyah
Syaikh Muhammad bin Shalih asy-Syawi

Ayat 1-3
“Demi langit yang mempunyai gugusan bintang,” yakni memiliki posisi-posisi (garis-garis edar) yang mencakup tempat matahari, bulan, bintang yang tersusun rapi dalam garis edarnya yang tertata secara sempurna dan rapi yang menunjukkan sempurnaNya kuasa, rahmat, dan luasnya ilmu, serta kebijaksanaan Allah.
“Dan demi hari yang dijanjikan,” yaitu Hari Kiamat yang dijanjikan oleh Allah akan dikumpulkannya semua manusia di dalamnya dan digabungkan dari yang pertama hingga yang akhir, yang jauh dan yang dekat. Allah tidak mungkin merubah atau memungkiri janji.
“Dan yang menyaksikan dan yang disaksikan,” ini mencakup seluruh orang yang memiliki sifat tersebut. Yakni yang memandang dan yang dipandang, yang hadir dan yang duhadirkan, yang melihat dan yang dilihat.
Obyek sumpahnya adalah tanda-tanda kebesaran Allah yang jelas dan hikmahnya yang terang serta rahmatNya yang luas yang terkandung dalam sumpah ini. Ada yang berpendapat bahwa obyek sumpah adalah FirmanNya;

Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an
Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I

1-3. Allah bersumpah demi tiga hal yang luar biasa, baik kejadian maupun prosesnya. Demi langit luas yang mempunyai gugusan bintang atau orbit-orbit bintang ketika beredar di angkasa, yang menjadi penanda kekuasaan Allah yang tidak terbatas. Dan demi hari yang dijanjikan. Itulah hari kiamat, kebangkitan, dan perhitungan yang pasti datang dengan segala kejadian dan kerepotan yang luar biasa di dalamnya. Demi orang yang menyaksikan hari yang dijanjikan itu dan kejadian-kejadian mengerikan dan mencengangkan yang disaksikan oleh mereka pada hari itu

Tafsir Al-Madinah Al-Munawwarah
Markaz Ta'dzhim al-Qur'an di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Imad Zuhair Hafidz, professor fakultas al-Qur'an Universitas Islam Madinah

1. وَالسَّمَآءِ ذَاتِ الْبُرُوجِ (Demi langit yang mempunyai gugusan bintang)
Yakni gugusan bintang yang berjumlah dua belas bagi dua belas bintang.

Tafsir Al-Mukhtashar
Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid (Imam Masjidil Haram)

1-7. Allah melaknat orang-orang yang membangun parit-parit -di Yaman sebelum Nabi Muhammad diutus sebagai Rasul- dengan menjauhkan mereka dari rahmat-Nya. Mereka menggali tanah yang luas kemudian menyalakannya dengan api yang membara untuk membakar orang-orang yang beriman kepada Allah, sedangkan mereka duduk di sekitar api itu sambil menyaksikan orang-orang beriman diazab dan dibakar.

Allah menegaskan laknat ini dengan empat sumpah: bersumpah dengan langit yang memiliki bintang-bintang dan orbit-orbitnya, dengan hari kiamat yang Allah janjikan untuk mengumpulkan seluruh makhluk, dengan orang yang menjadi saksi, dan dengan orang yang disaksikan.

Tafsir Al-Muyassar
Kementerian Agama Saudi Arabia

1. Allah bersumpah dengan langit yang terdiri dari orbit-orbit matahari, bulan dan sebagainya.

Tafsir Al-Wajiz
Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah

1-3. Allah memulai dalam surat ini dengan banyak sumpah. Allah bersumpah dengan gugusan bintang-bintang yang besar, dan ia ada dua belas gugusan, dan ia merupakan tempat beredarnya bulan yang pengetahuan bagi pemilik tempat bercocok tanam, (untuk mengetahui) musim-musim bertani, menanam, dan memanen buah-buahan. Begitu juga penggembala kambing dan unta di padang pasir, dimana mereka (penggembala) akan mengetahui tahun musiman. Musim panas, semi, dingin dan gugur. Kemudian bersumpah dengan hari mauw’ud, yaitu hari kiamat. Dan bersumpah dengan yang menyaksikan dan disaksikan (dari makhluk). Telah berselisih para ahli tafsir tentang penafsiran yang menyaksikan dan disaksikan. Mereka (ahli tafsir) menyebutkan dengan banyak pendapat, ada yang mengatakan : Yaitu orang yang menyaksikan hari jumat dan yang disaksikan pada hari arafah, ada juga yang mengatakan yang menyaksikan adalah Muhammad ﷺ dan yang disaksikan adalah hari perhitungan. Kesimpulannya dengan mengumpulkan pendapat-pendapat (ahli tafsir) adalah setiap orang yang menyaksikan dia juga disaksikan, sebagaimana pendapat syaikh Sa’di.

Tafsir Juz 'Amma, Dr. Shalih
Syaikh Prof. Dr. Shalih bin Fauzan al-Fauzan, anggota Lajnah Daaimah (Komite Fatwa Majelis Ulama KSA)

وَالسَّمَاءِ ذَاتِ الْبُرُوجِ “” Huruf wau di sini adalah huruf qasam (untuk mengungkapkan sumpah). Yakni Allah Ta’ala bersumpah dengan langit {ذَاتِ الْبُرُوجِ} Maknanya: Yang mempunyai gugusan bintang. Sedangkan الْبُرُوجِ [al-Buruj] adalah bentuk jamak dari بُرْجٌ [Burjun] yang artinya kumpulan banyak dari bintang-bintang, disebut dengan Buruj [yang berarti menara dalam bahasa arab] karena tingga dan jauh keatasnya dia juga karena kejelasannya. Sedang gugusan bintang menurut para pakar perbintangan berjumlahnya ada dua belas rasi yang terkumpul dalam sebuah uacapan seorang pujangga arab:

حملٌ فثور فجوزاء ... فسرطان فأسدٌ سنبلة ميزان

فعقربٌ قوسٌ فجدي وكـ ... ذا دلو وذي آخرها الحيتان

Aries Tuarus Gemini
Cancer Leo virgo libra
Scorpio Sigitarius kemudian carpicorn,
Dan juga aquarius dan yang terakhir Pisces.

Itulah keduabelas rasi bintang, tiga rasi muncul saat musim semi, tiga rasi mucul saat musim panas, tiga ras mucul saat musim gugur dan tiga rasi muncul saat musim dingin. Maka Allah disini bersumpah dengan langit yang memiliki gugusan-gugusan bintang. Allah Ta’ala boleh bersumpah dengan apapun yang Dia kehendaki dari ciptaan-Nya. Sedangkina kita tidak boleh bersumpah kecuai dangan nama Allah, dengan nama-nama Allah lain-Nya dan dengan sifat-sifat-Nya, dan kita tidak bersumpah dengan sesuatu dari makhluk-makhluknya, sebagaimana Nabi Shallallaahu ‘alaiohi wa sallam bersabda: مَنْ كَانَ حَالِفاً فَلْيَحْلِفْ بِاللهِ أَوْ لِيَصْمُتْ “Barang siapa yang bersumpah maka bersumpahlah dengan Nama Allah atau diam” (1)

Dan berdasarkan sabda Nabi ‘Alahissholaatu wassalaam: مَنْ حَلَفَ بِغَيْرِ اللهِ فَقَدْ كَفَرَ أَوْ أَشْرَكَ
“Barang siapa yang bersumpah maka bersumpahlah dengan (nama) Allah atau diam” (2)

(1) Dikeluarkan Bukhari (2679) dan Muslim (1646) dari hadits Abdullah Bin Umar radhiyallaahu ‘ahnuma.
(2) Dikeluarkan Tirmiziy (1535) dari hadits Ibnu Umar Radhiyallaahu ‘anhaa dinyatakan shahih al-Albaniy dalam shahih al-Jami’ (6204)

Tafsir Juz 'Amma, Muhammad bin Shalih
Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin, ulama besar abad 14 H

Yakni yang mempunyai posisi-posisi; termasuk pula posisi-posisi matahari dan bulan, bintang yang teratur berjalannya dengan sangat tertib. Ini semua menunjukkan sempurnanya kekuasaan Allah Ta’ala, rahmat-Nya, luasnya ilmu-Nya dan kebijaksanaan-Nya.

Tafsir as-Sa'di
Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H

Pada pagian surah ini beberapa ayat diturukan kepada Rasulullah ﷺ sebagai penghibur baginya dan bagi para kaum muslimin yang dimana pada saat itu mereka dalam kepungan siksaan dari para kaum kuffar dan musyrikin, Allah ﷻ menjelaskan dalam surah ini bahwasanya beberapa kaum sebelum mereka yang juga merupakan orang-orang yang beriman kepada Allah ﷻ telah mengalami siksaan dan fitnah bahkan jauh lebih kejam dari apa yang kaum musimin alami saat itu, maka kesabaranlah yang lebih pantas mereka lakukan dan sesungguhnya balasan yang lebih besar akan diraih oleh orang-orang yang bertaqwa kepada Allah ﷻ.

Dalam surah ini juga Allah ﷻ mengabarkan kepada kaum kufar quraisy tentang kekejaman kaum-kaum kuffar sebelum mereka yang telah mendustakan Rasul-Rasul mereka seperti FIr'aun dan tsamud dan apa yang mereka alami setelah kekejaman itu berlalu, sungguh surah ini sangatlah agung .

{ وَالسَّمَاءِ } Demi langit, Allah bersumpah demi langit yang darinya manusia mengambil pelajaran dan hikmah dengan kehendak-Nya.

{ ذَاتِ الْبُرُوجِ } Yaitu langit yang memiliki orbit-orbit ( menara ) yang dilalui oleh matahari dan bulan sebanyak 12 orbit, setiap orbit dilewati matahari sebanyak satu kali dalam sebulan, dan bulan melewati 12 orbit ini dalam sebulan.

Dalam riwayat lain dikatakan : yaitu langit yang memiliki gugusan bintang-bintang, dikatakan buruj ( menara ) dengan dua sebab :

Pertama : didalamnya tempat penjagaan langit dari gangguan syaithon, seperti benteng-benteng penjaga yang ada didunia, dan kedua : sebagai hiasan bagi langit, Allah berfirman : { وَلَقَدْ زَيَّنَّا السَّمَاءَ الدُّنْيَا بِمَصَابِيحَ } ( Sesungguhnya Kami telah menghiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang ) [ Al Mulk : 5 ] , { إِنَّا زَيَّنَّا السَّمَاءَ الدُّنْيَا بِزِينَةٍ الْكَوَاكِبِ , وَحِفْظًا مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ مَارِدٍ } ( Sesungguhnya Kami telah menghias langit yang terdekat dengan hiasan, yaitu bintang-bintang , Dan telah memeliharanya (sebenar-benarnya) dari setiap syaitan yang sangat durhaka ) [ As Saffat : 6-7 ] dengan menara-menara itu Allah ﷻ menjadikannya tempat penjagaan langit dan sebagai hiasan.

Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir
Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

Keutamaan: Diriwayatkan dari Imam Ahmad dari Abu Hurairah radliyallahu ‘anhu: Bahwa Rasul SAW membaca surat AL Buruj dan Ath Thariq ketika masuk akhir waktu Isya.

1. Allah bersumpah atas langit yang mempunyai tempat bagi bintang-bintang. Yaitu 12 gugusan bintang (buruj) dan 12 gugusan bintang (kaukab). Salah satunya adalah matahari