Skip to content

Al-Qur'an Surat An-Nazi'at Ayat 30

An-Nazi'at Ayat ke-30 ~ Quran Terjemah Perkata (Word By Word) English-Indonesian dan Tafsir Bahasa Indonesia

وَالْاَرْضَ بَعْدَ ذٰلِكَ دَحٰىهَاۗ ( النّٰزعٰت : ٣٠)

wal-arḍa
وَٱلْأَرْضَ
And the earth
dan bumi
baʿda
بَعْدَ
after
sesudah
dhālika
ذَٰلِكَ
that
demikian itu
daḥāhā
دَحَىٰهَآ
He spread it
Dia haparkannya

Transliterasi Latin:

Wal-arḍa ba'da żālika daḥāhā (QS. 79:30)

English Sahih:

And after that He spread the earth. (QS. [79]An-Nazi'at verse 30)

Arti / Terjemahan:

Dan bumi sesudah itu dihamparkan-Nya. (QS. An-Nazi'at ayat 30)

Tafsir Ringkas Kemenag
Kementrian Agama RI

Dan setelah penciptaan langit itu bumi Dia hamparkan sebagai tempat tinggal yang nyaman bagi manusia dan makhluk lainnya.

Tafsir Lengkap Kemenag
Kementrian Agama RI

Juga diterangkan bahwa Allah menjadikan bumi terhampar, sehingga makhluk Allah mudah melaksanakan kehidupan di sana. Ayat ini menunjukkan bahwa Allah menciptakan bumi lebih dahulu, kemudian menciptakan langit, kemudian kembali lagi ke bumi dan menghamparkannya untuk kediaman manusia. Setelah menyiapkan tempat-tempat tinggal, maka Allah menyediakan segala sesuatu yang diperlukan manusia yaitu tentang makanan dan minuman, sebagaimana dijelaskan dalam ayat berikutnya.

Tafsir al-Jalalain
Jalaluddin al-Mahalli dan Jalaluddin as-Suyuthi

(Dan bumi sesudah itu dihamparkan-Nya) yakni dijadikan-Nya dalam bentuk terhampar, sebenarnya penciptaan bumi itu sebelum penciptaan langit, tetapi masih belum terhamparkan.

Tafsir Ibnu Katsir
Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir

Firman Allah Swt.:

dan Dia menjadikan malamnya gelap gulita, dan menjadikan siangnya terang benderang. (An-Nazi'at: 29)

Yaitu Dia menjadikan malam harinya gelap dan siang harinya terang. Ibnu Abbas mengatakan bahwa makna agtasya lailaha artinya menjadikan malamnya gelap gulita. Hal yang sama dikatakan oleh Mujahid, Ikrimah, Sa'id ibnu Jubair, dan Jamaah yang cukup banyak jumlahnya.

dan menjadikan siangnya terang benderang. (An-Nazi'at: 29)

Artinya, menjadikannya terang. Selanjutnya disebutkan:

Dan bumi sesudah itu dihamparkan-Nya. (An-Nazi'at: 30)

yang hal ini diperjelas oleh firman berikutnya:

Ia memancarkan darinya mata airnya, dan (menumbuhkan) tumbuh-tumbuhannya. (An-Nazi'at: 31).

Dalam tafsir surat Ha Mim Sajdah telah diterangkan bahwa bumi diciptakan sebelum penciptaan langit, tetapi bumi baru dihamparkan sesudah langit diciptakan. Dengan kata lain, Allah Swt. baru mengeluarkan semua yang terkandung di dalam bumi dengan kekuasaan-Nya ke Alam wujud (setelah langit diciptakan). Demikianlah makna ucapan Ibnu Abbas dan yang lainnya yang bukan hanya seorang, kemudian dipilih oleh Ibnu Jarir.

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami ayakku, telah menceritakan kepada kami Abdullah ibnu Ja'far Ar-Ruqqi, telah menceritakan kepada kami Ubaidillah (yakni Ibnu Umar), dari Zaid ibnu Abu Anisah, dari Al-Minhal ibnu Amr dari Sa'id ibnu Jubair, dari Ibnu Abbas sehubungan dengan makna dahhaha, bahwa makna yang dimaksud ialah mengeluarkan mata airnya dan tetumbuhannya serta membelahjalan-jalan sungai-sungainya dan menjadikan padanya gunung-gunung, padang pasir, jalan-jalan, dan dataran-dataran tingginya. Yang demikian itulah yang dimaksud oleh firman-Nya: Dan bumi sesudah itu dihamparkan-Nya. (An-Nazi'at: 30). Hal ini telah dijelaskan keterangannya sebelumnya.

Tafsir Quraish Shihab
Muhammad Quraish Shihab

Setelah itu bumi dibentangkan dan dipersiapkan untuk menjadi tempat tinggal penghuninya.