Al-Qur'an Surat An-Nazi'at Ayat 1

An-Nazi'at: 1 ~ Quran Terjemah Perkata dan Tafsir Bahasa Indonesia

وَالنّٰزِعٰتِ غَرْقًاۙ

wal-nazi'ati
وَ النّٰزِعٰتِ
demi yang mencabut
gharqan
غَرْقًاۙ
dengan keras

Transliterasi Latin:

Wan-nāzi'āti garqā (QS. 79:1)

Arti / Terjemahan:

Demi (malaikat-malaikat) yang mencabut (nyawa) dengan keras, (QS. An-Nazi'at ayat 1)

Tafsir Ringkas Kemenag
Kementrian Agama RI

Allah memulai surah ini dengan sumpah demi malaikat yang diberiNya tugas berat. Di antara tujuannya adalah agar manusia menghayati peran-peran tersebut dalam kehidupan. Demi malaikat yang mencabut nyawa kaum kafir dengan keras dan kasar sebagai tanda kegeraman para malaikat itu terhadap mereka.

Tafsir Lengkap Kemenag
Kementrian Agama RI

Pada ayat-ayat ini, Allah berfirman dalam bentuk sumpah terhadap beberapa malaikat yang mencabut nyawa manusia dengan keras dan juga kepada para malaikat yang mencabut nyawa manusia dengan lemah-lembut. Hal ini dalam rangka menegaskan adanya hari kebangkitan yang diingkari orang-orang musyrik. Ayat-ayat selanjutnya yang juga dalam bentuk kalimat-kalimat sumpah kepada para malaikat yang turun dari langit dengan cepat sambil membawa perintah Allah. Bahkan Allah bersumpah kepada para malaikat yang mendahului malaikat yang lain dengan kencang, serta para malaikat yang mengatur dunia.
Firman-firman dalam bentuk sumpah ini banyak terdapat pada surah-surah Makkiyyah karena banyak orang-orang musyrik menolak dan mengingkari hari kebangkitan, seperti pada Surah as-saffat/37: 1-4:

Demi (rombongan malaikat) yang berbaris bersaf-saf, demi (rombongan) yang mencegah dengan sungguh-sungguh, demi (rombongan) yang membacakan peringatan, sungguh, Tuhanmu benar-benar Esa. (as-saffat/37: 1-4)

Adapun jawab qasam (isi dari sumpah) pada awal Surah an-Nazi'at ini terdapat dalam ayat 6, yaitu sungguh pada saat alam berguncang ketika tiupan sangkakala pertama, semuanya rusak dan hancur.
Tiupan sangkakala yang pertama itu kemudian diikuti oleh tiupan kedua yang membangkitkan manusia dari kuburnya. Inilah hari Kiamat dalam arti yang sebenarnya.
Ayat-ayat permulaan pada Surah an-Nazi'at ini oleh jumhur mufasir dipahami sebagai sumpah-sumpah kepada para malaikat. Akan tetapi, ada mufasir lain, seperti Ahmad Musthafa al-Maragi, yang memahami sumpah ini bukan kepada para malaikat, tetapi kepada bintang-bintang yang beredar menurut aturan tertentu, seperti matahari, bulan, dan planet-planet yang lain. Dalam tafsir al-MarAgi, ayat-ayat ini dipahami sebagai bintang-bintang yang sigap dan cepat jalannya, cahaya-cahaya yang keluar dari bintang ke bintang, dan bintang-bintang yang jalannya cepat dari bintang-bintang yang lain.
Adapun tentang pemahaman jawab qasam-nya sama dengan pendapat jumhur mufasir.

Tafsir al-Jalalain
Jalaluddin al-Mahalli dan Jalaluddin as-Suyuthi

(Demi yang mencabut nyawa) atau demi malaikat-malaikat yang mencabut nyawa orang-orang kafir (dengan keras) atau mencabutnya dengan kasar.

Tafsir Ibnu Katsir
Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir

Ibnu Mas'ud, Ibnu Abbas, Masruq, Sa'id ibnu Jubair, Abu Saleh, dan Abud Dulia serta As-Saddi mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: Demi (malaikat-malaikat) yang mencabut (nyawa) dengan keras. (An-Nazi'at: 1) Yakni para malaikat saat mencabut arwah Bani Adam. Maka di antara mereka ada yang mencabut rohnya dengan sulit, akhirnya ia'mencabutnya dengan paksa; dan di antara mereka ada yang mencabutnya dengan mudah seakan-akan melolos sesuatu yang mudah, dan inilah yang dimaksud oleh firman-Nya: dan (malaikat-malaikat) yang mencabut (nyawa) dengan lemah lembut. (An-Nazi'at: 2)Demikianlah menurut Ibnu Abbas.

Telah diriwayatkan pula dari Ibnu Abbas sehubungan dengan makna an-nazi'at, bahwa yang dimaksud adalah arwah orang-orang kafir yang dicabut dengan paksa, kemudian dibenamkan di dalam neraka; demikianlah menurut riwayat Ibnu Abu Hatim.

Mujahid mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: Demi (malaikat-malaikat) yang mencabut (nyawa) dengan keras. (An-Nazi'at: 1)Bahwa makna yang dimaksud ialah kematian.

Al-Hasan Al-Basri mengatakan —juga Qatadah— sehubungan dengan makna firman-Nya.: Demi (malaikat-malaikat) yo«g mencabut (nyawa) dengan keras, dan (malaikat-malaikat) yang mencabut (nyawa) dengan lemah lembut. (An-Nazi'at: 1-2) Bahwa makna yang dimaksud ialah bintang-bintang.

Ata ibnu Abu Rabah telah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya, "An-Nazi'at" dan "an-nasyitat" bahwa makna yang dimaksud ialah busur yang dipakai dalam peperangan. Tetapi pendapat yang sahih adalah yang pertama dan dikatakan oleh kebanyakan ulama.

Tafsir Quraish Shihab
Muhammad Quraish Shihab

[[79 ~ AN-NAZI'AT (PARA PENCABUT) Pendahuluan: Makkiyyah, 46 ayat ~ Ayat-ayat pembukaan surat al-Nazi'ât berisikan sumpah Allah Swt. bahwa hari kebangkitan mungkin, tidak mustahil, terjadi. Ayat-ayat selanjutnya menuturkan kisah Mûsâ a. s. bersama Fir'aun dengan tujuan menghibur hati Nabi Muhammad saw. Surat ini menyinggung pula upaya dan kiat manusia di dunia, memaparkan dengan jelas nasib buruk yang akan menimpa orang yang berbuat sewenang-wenang (zalim) dan orang-orang yang melakukan pengkhianatan. Pada bagian akhir surat dijelaskan sikap orang-orang musyrik yang bertanya-tanya tentang masa datangnya hari kiamat. Ditutup dengan keterangan menyangkut tugas Nabi Muhammad sebagai pemberi peringatan kepada manusia yang merasa dirinya takut pada hari kiamat, bukan untuk memberitahukan waktu terjadinya.]] Aku bersumpah demi yang diberi kekuatan untuk mencabut sesuatu dari akarnya dengan kuat,

An-Nafahat Al-Makkiyah
Syaikh Muhammad bin Shalih asy-Syawi

(Ayat 1-5)
Sumpah-sumpah dengan para malaikat mulia dan pekerjaan ini menunjukan sempurnanya ketundukan mereka pada perintah Allah dan cepatnya mereka dalam melaksanakannya. Kemungkinan yang menjadi obyek sumpah adalah pembalasan dan kebangkitan, dengan dalil setelahnya menyebutkan kondisi-kondisi hari kiamat. Dan kemungkinan juga obyek sumpah dan yang disumpahkan sama. Allah bersumpah atas para malaikat karena beriman kepada malaikat merupakan salah satu dari enam rukun iman dan karena menyebutkan pekerjaan mereka disini mencakup balasan yang diemban oleh para malaikat pada saat kematian, sebelum dan sesudahnya. Allah berfirman,
“Demi (malaikat-malaikat) yang mencabut (nyawa) dengan keras,” mereka adalah para malaikat yang mencabut nyawa dengan sekeras-kerasnya dan kencang dalam mencabutnya hingga ruh keluar dari raga, supaya diberi balasan atas amal perbuatannya.
“Dan demi malaikat-malaikat yang mencabut nyawa dengan lemah lembut,” mereka juga para malaikat yang menabut ruh dengan kuat dan giat. Atau yang dimaksudkan dengan lemah lembut adalah bagi ruh orang-orang mukmin seadngkan cabutan keras berlaku bagi orang-orang kafir. “Dan demi malaikat-malaikat yang turun dari langit dengan cepat,”nyaitu para malaikat yang turun nahik di udara.
“Dan demi malaikat-malaikat yang mendahului,” malaikat lainnya, “dengan kencang,”segera menunaikan perintah Allah dan mendahului para setan dalam menyampaikan wahyu kepada para rasul agar tidak dicuri.
“ Dan demi malaikat-malaikat yang mengatur urusan dunia,” yakni, para malaikat yang ditugaskan oleh Allah untuk mengatur berbagai urusan alam atas dan alam bawah, seperti hujan, tumbuh-tumbuhan, angin, laut, janin, hewan, surga, neraka, dan tugas lainnya.

Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an
Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I

1-5. Allah memulai surah ini dengan sumpah demi malaikat yang diberinya tugas berat. Di antara tujuannya adalah agar manusia menghayati peran-peran tersebut dalam kehidupan. Demi malaikat yang mencabut nyawa kaum kafir dengan keras dan kasar sebagai tanda kegeraman para malaikat itu terhadap mereka. Demi malaikat yang mencabut nyawa orang mukmin dengan halus dan lemah lembut sebagai tanda simpati para malaikat itu kepada mereka. Malaikat mencabut nyawa mereka sambil berkata, 'wahai jiwa yang tenang, kembalilah ke tuhanmu dengan hati yang rida dan diridai-Nya. ' demi malaikat yang turun dari langit dengan cepat untuk melaksanakan tugas dari Allah sembari selalu bertasbih menyucikan Allah dan mengagungkannya sepanjang waktu, dan demi malaikat yang mendahului yang lain dengan kencang, cepat, dan cekatan untuk melakukan tugas-tugasnya tanpa mengulur waktu, dan demi malaikat yang mengatur urusan dunia, seperti pengisaran angin, turunnya hujan, dan sebagainya sesuai perintah Allah

Tafsir Al-Madinah Al-Munawwarah
Markaz Ta'dzhim al-Qur'an di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Imad Zuhair Hafidz, professor fakultas al-Qur'an Universitas Islam Madinah

1. وَالنّٰزِعٰتِ (Demi (malaikat-malaikat) yang mencabut (nyawa))
Allah bersumpah dengan para malaikat yang mencabut nyawa hamba-hamba-Nya dari jasad mereka seperti orang yang menarik tali busur panah selebar-lebarnya.

غَرْقًا(dengan keras)
Yakni mencabutnya sampai ke seluruh saraf dalam tubuh.

Tafsir Al-Mukhtashar
Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid (Imam Masjidil Haram)

1-7. Allah bersumpah dengan tujuh sumpah yang agung: Dengan para malaikat yang mencabut nyawa orang-orang kafir dengan kasar; dengan para malaikat yang mencabut nyawa orang-orang beriman dengan lembut; dengan para malaikat yang senantiasa bertasbih dan makhluk-makhluk lain seperti bintang-bintang, dan kapal-kapal yang bertasbih di udara dan di laut; dengan para malaikat yang mendahului malaikat lainnya dalam menjalankan tugas; dengan para malaikat yang mengatur berbagai urusan yang diperintahkan Allah. Sungguh kalian akan dibangkitkan dan dihisab pada hari ketika bumi tergoncang sehingga seluruh manusia meninggal pada tiupan sangkakala yang pertama; kemudian diikuti tiupan kedua untuk membangkitkan seluruh makhluk dari kubur mereka.

Tafsir Al-Muyassar
Kementerian Agama Saudi Arabia

1. Allah bersumpah dengan malaikat yang mencabut nyawa orang-orang kafir dengan cara yang keras dan kasar.

Tafsir Al-Wajiz
Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah

1-5. Surat ini dimulai dengan penyebutan banyak sumpah, yaitu Allah bersumpah dengan malaikat-malaikat yang mencabut ruh-ruh orang kafir, kemudian bersumpah dengan malaikat-malaikat yang menggenggam ruh-ruh orang-orang beriman. Dan Allah bersumpah dengan malaikat yang di tempatkan di ufuk langit-langit dunia, yang mereka senantiasa bertasbih di langit dan turun dengan perintah Rabb-nya beserta petunjuk dari-Nya. Allah bersumpah pula dengan malaikat-malaikat yang berlomba-lomba satu sama lain di antara mereka dalam mentadabburi perintah dari Rabb-Nya. Bersumpah pula (Allah), atas malaikat-malaikat-Nya yang mentadabburi urusan-urusan alam dengan perintah dari Allah Ta’ala. Dan jawaban dari sumpah-sumpah tersebut adalah bahwasanya hari kiamat adalah suatu kebenaran, dan sungguh mereka semua (wahai sekalian manusia !), kalian akan dibangkitkan dan akan di hisab.

Tafsir Juz 'Amma, Dr. Shalih
Syaikh Prof. Dr. Shalih bin Fauzan al-Fauzan, anggota Lajnah Daaimah (Komite Fatwa Majelis Ulama KSA)

وَالنَّازِعَاتِ غَرْقًا “Demi (malaikat-malaikat) yang mencabut (nyawa) dengan keras” Maknanya: Malaikat-malaikat yang ditugaskan mencabut nyawa orang-orang kafir, mereka mencabutnya dengan: غَرْقًا “dengan keras” Maknanya: Menariknya dengan kasar.

Tafsir Juz 'Amma, Muhammad bin Shalih
Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin, ulama besar abad 14 H

Allah Subhaanahu wa Ta'aala bersumpah dengan para malaikat yang mulia dan perbuatan mereka yang menunjukkan sempurnanya ketundukan mereka kepada perintah Allah dan segeranya mereka melaksanakan perintah-Nya. Isi sumpahnya kemungkinan menetapkan kebangkitan dan pembalasan berdasarkan disebutkannya keadaan hari Kiamat setelahnya.

Yaitu ketika mencabut nyawa orang-orang kafir.

Tafsir as-Sa'di
Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H

{ وَالنَّازِعَاتِ } huruf "و" pada ayat ini adalah huruf yang sering digunakan dalam bersumpah, dan di ayat ini yang bersumpah adalah Allah ta'ala, Allah bersumpah dengan para malaikat yang mulia, dan Dia berkehendak sesukanya untuk bersumpah dengan nama apapun dari makhluknya.

{ وَالنَّازِعَاتِ } adalah para malaikat yang bertugas mencabut nyawa dari jasad ketika ajal menjemput, dan ini akan menjadi dua bagian :

Yang pertama adalah : Ruh orang-orang kafir akan dicabut dengan cara { غَرْقًا } yang kuat, yakni mereka akan merasa kesakitan yang berlebih ketika malaikat mencabut nyawa mereka.

Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir
Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

1. Aku (Allah) bersumpah demi malaikat yang mencabut nyawa orang-orang kafir dengan cabutan yang sangat pedih dan sangat menyakitkan, yang pedihnya menyentuh semua sendi tubuh mereka