Al-Qur'an Surat Nuh Ayat 1

Nuh: 1 ~ Quran Terjemah Perkata dan Tafsir Bahasa Indonesia

اِنَّآ اَرْسَلْنَا نُوْحًا اِلٰى قَوْمِهٖٓ اَنْ اَنْذِرْ قَوْمَكَ مِنْ قَبْلِ اَنْ يَّأْتِيَهُمْ عَذَابٌ اَلِيْمٌ

inna
اِنَّاۤ
sesungguhnya Kami
arsalna
اَرْسَلْنَا
Kami telah mengutus
nuhan
نُوْحًا
Nuh
ila
اِلٰی
kepada
qawmihi
قَوْمِهٖۤ
kaumnya
an
اَنْ
bahwa
andhir
اَنْذِرْ
berilah peringatan
qawmaka
قَوْمَكَ
kaummu
min
مِنْ
dari
qabli
قَبْلِ
sebelum
an
اَنْ
bahwa
yatiyahum
یَّاْتِیَهُمْ
akan datang kepada mereka
adhabun
عَذَابٌ
azab
alimun
اَلِیْمٌ 
pedih

Transliterasi Latin:

Innā arsalnā nụhan ilā qaumihī an anżir qaumaka ming qabli ay ya`tiyahum 'ażābun alīm (QS. 71:1)

Arti / Terjemahan:

Sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya (dengan memerintahkan): "Berilah kaummu peringatan sebelum datang kepadanya azab yang pedih", (QS. Nuh ayat 1)

Tafsir Ringkas Kemenag
Kementrian Agama RI

Pada penutup surah sebelumnya diuraikan tentang ancaman siksa yang akan diterima kaum yang durhaka. Di awal surah ini diuraikan kisah Nabi Nuh dan kaumnya sebagai peringatan bagi siapa saja termasuk kaum musyrik Mekah, apabila durhaka maka bagi Allah mudah untuk mengazabnya. Sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya dengan perintah, “Berilah kaummu peringatan sebelum datang kepadanya azab yang pedih.

Tafsir Lengkap Kemenag
Kementrian Agama RI

Ayat ini menerangkan bahwa Allah telah mengutus Nabi Nuh kepada kaumnya untuk menyampaikan agama-Nya, supaya mereka takut kepada azab-Nya yang dahsyat sebelum saatnya tiba, serta beriman dan mengikuti ajarannya.
Nabi Nuh adalah nabi dan rasul Allah yang ketiga setelah Adam dan Idris. Beliau diutus kepada kaumnya yang menyembah berhala. Allah memerintahkan Nuh agar berdakwah kepada kaumnya itu supaya mereka beriman kepada-Nya dan menghentikan penyembahan berhala. Allah mengancam bahwa jika mereka tidak mengindahkan peringatan itu, mereka akan ditimpa azab yang dahsyat sebagai akibat keingkaran mereka.

Tafsir al-Jalalain
Jalaluddin al-Mahalli dan Jalaluddin as-Suyuthi

(Sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya, dengan memerintahkan, berilah peringatan) dengan memperingatkan (kepada kaummu sebelum datang kepada mereka) jika mereka tetap tidak mau beriman (azab yang pedih) siksaan yang menyakitkan di dunia dan akhirat.

Tafsir Ibnu Katsir
Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir

Allah Swt. menceritakan tentang Nuh a.s., bahwa Dia telah mengutusnya kepada kaumnya dan memerintahkan kepadanya agar memberikan peringatan kepada mereka akan azab Allah sebelum azab itu menimpa mereka. Maka jika mereka mau bertobat dan kembali ke jalan Allah, niscaya azab itu diangkat (dilenyapkan) dari mereka. Untuk itu Allah Swt. berfirman:

''Berilah kaummu peringatan sebelum datang kepadanya azab yang pedih.” Nuh berkata, "Hai kaumku, sesungguhnya aku adalah pemberi peringatan yang menjelaskan kepadamu.”(Nuh: 1-2)

Yakni yang jelas peringatannya lagi gamblang duduk perkaranya.

(yaitu) sembahlah Allah olehmu, bertakwalah kepada-Nya. ("Nuh: 3)

Artinya, tinggalkanlah hal-hal yang diharamkan oleh-Nya dan jauhilah perbuatan-perbuatan dosa.

Dan taatlah kepadaku. (Nuh:3)

dengan mengerjakan apa yang kuperintahkan dan meninggalkan apa yang kularang kamu mengerjakannya.

niscaya Allah akan mengampuni sebagian dosa-dosamu. (Nuh: 4)

Yaitu apabila kamu mengerjakan apa yang kuperintahkan kepadamu dan membenarkan risalah yang kusampaikan kepadamu, niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosamu. Huruf min dalam ayat ini menurut suatu pendapat disebut zaidah (tambahan), tetapi kedudukan min sebagai tambahan dalam kalimat yang isbat (tidak dinafikan) jarang terjadi. Dan termasuk ke dalam pengertian ini ucapan sebagian orang Arab, "Qad kana min matarin " (Tadi hujan telah turun).

Menurut pendapat yang lainnya, min di sini bermakna 'an, artinya niscaya Allah akan mengampuni kalian dari dosa-dosa kalian. Pendapat inilah yangdipilih oleh Ibnu Jarir.

Menurut pendapat yang lainnya lagi, min di sini bermakna sebagian, yakni niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosa besar yang Allah telah mengancam kalian karena melakukannya, bahwa kalian akan ditimpa azab-Nya:

dan menangguhkan kamu sampai kepada waktu yang ditentukan. (Nuh: 4)

Maksudnya, memperpanjang usiamu dan menolak darimu azab yang bila kamu tidak menjauhi apa yang dilarang-Nya, niscaya azab itu akan menimpamu. Ayat ini dijadikan dalil oleh orang yang mengatakan bahwa sesungguhnya amal ketaatan dan kebajikan serta silaturahmi dapat menambah usia pelakunya secara hakiki, sebagaimana yang disebutkan di dalam hadis yang mengatakan:

Silaturahmi dapat menambah usia.

Firman Allah Swt.:

Sesungguhnya ketetapan Allah apabila telah datang tidak dapat ditangguhkan, kalau kamu mengetahui. (Nuh: 4)

Yakni bersegeralah kamu mengerjakan amal ketaatan sebelum datang azab menimpamu. Karena sesungguhnya apabila Allah Swt. memerintahkan turunnya azab, maka hal ini tidak dapat ditolak dan tidak dapat dicegah, sebab Allah Mahabesar Yang Mengalahkan segala sesuatu, lagi Mahaperkasa yang semua makhluk tunduk kepada keperkasaan-Nya.

Tafsir Quraish Shihab
Muhammad Quraish Shihab

[[71 ~ NUH (NABI NUH A. S.) Pendahuluan: Makkiyyah, 28 ayat ~ Surat ini merinci kisah Nabi Nûh a. s. bersama kaumnya. Di sini diceritakan dakwah Nabi Nûh kepada mereka secara sembunyi-sembunyi, kemudian secara sembunyi-sembunyi dan terang-terangan. Diceritakan pula tentang keluhan Nûh kepada Allah karena sikap kaumnya yang tidak menerima dan membangkang serta sikap mereka yang terus-menerus menyembah patung sehingga mereka pantas menerima azab Allah. Ketika Nûh merasa putus asa bahwa mereka tidak menerima ajakannya, ia berdoa agar mereka dihancurkan. Dan ia juga berdoa memohon ampunan untuk dirinya, kedua orangtuanya dan orang-orang yang beriman, baik laki-laki maupun perempuan.]] Sesungguhnya Kami telah mengutus Nûh kepada kaumnya dengan berfirman, "Peringatkanlah kaummu sebelum datang azab yang sangat memilukan."

An-Nafahat Al-Makkiyah
Syaikh Muhammad bin Shalih asy-Syawi

Dalam surat ini Allah hanya menyebutkan kisah Nabi Nuh saja, karena lamanya Nabi Nuh berada di tengah kaumnya serta berulang-ulangnya Nabi Nuh menyeru mereka untuk bertauhid dan melarang kesyirikan.
1. Allah memberitahukan bahwa Dia mengutus Nabi Nuh pada kaumnya sebagai rahmat bagi mereka serta sebagai ancaman untuk mereka dari siksaan yang pedih karena tidak ingin mereka terus-menerus berada dalam kekufuran, yang akan menyebabkan Allah membinasakan dan menyiksa mereka dengan azab yang abadi.

Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an
Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I

Pada penutup surah sebelumnya diuraikan tentang ancaman siksa yang akan diterima kaum yang durhaka. Di awal surah ini diuraikan kisah nabi nuh dan kaumnya sebagai peringatan bagi siapa saja termasuk kaum musyrik mekah, apabila durhaka maka bagi Allah mudah untuk mengazabnya. Sesungguhnya kami telah mengutus nuh kepada kaumnya dengan perintah, 'berilah kaummu peringatan sebelum datang kepadanya azab yang pedih. '2-3. Nabi nuh melaksanakan perintah Allah tersebut. Dia nuh berkata, 'wahai kaumku! sesungguhnya aku ini seorang pemberi peringatan akan azab Allah yang menjelaskan peringatan itu kepada kamu yaitu sembahlah Allah yang esa dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu yang lain, bertakwalah kepada-Nya dengan menjalankan perintah dan menjauhi larangan-Nya dan taatlah kepadaku.

Tafsir Al-Madinah Al-Munawwarah
Markaz Ta'dzhim al-Qur'an di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Imad Zuhair Hafidz, professor fakultas al-Qur'an Universitas Islam Madinah

1. إِنَّآ أَرْسَلْنَا نُوحًا إِلَىٰ قَوْمِهِۦٓ (Sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya)
Telah dijelaskan sebelumnya bahwa Nuh adalah Rasul pertama yang diutus Allah, dan telah dijelaskan pula lama ia tinggal bersama kaumnya pada surat al-Ankabut.

أَنْ أَنذِرْ قَوْمَكَ(“Berilah kaummu peringatan)
Yakni Kami firmankan kepadanya: “berilah peringatan kepada kaummu.

مِن قَبْلِ أَن يَأْتِيَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ (sebelum datang kepadanya azab yang pedih”)
Yakni azab yang sangat menyakitkan, yaitu azab neraka, atau banjir bandang yang menimpa mereka.

Tafsir Al-Mukhtashar
Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid (Imam Masjidil Haram)

1. Allah mengabarkan tentang diri-Nya dengan menggunakan dhamir pengagungan dan dengan penegasan untuk menarik perhatian menuju kabar yang akan disampaikan ini; bahwa Allah mengutus Nabi Nuh kepada kaumnya untuk menyeru mereka kepada tauhid, dan memperingatkan mereka dari azab Allah jika tidak beriman, dan itu adalah zab yang pedih dan menyakitkan.

Tafsir Al-Muyassar
Kementerian Agama Saudi Arabia

1. Sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya untuk menyeru mereka, menakuti kaumnya sebelum mereka kedatangan siksa yang menyakitkan disebabkan syirik yang mereka lakukan kepada Allah.

Tafsir Al-Wajiz
Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah

Surat ini dimulai dengan diutusnya Nuh kepada kaumnya, dan ia diperintahkan untuk memberi peringatan kepada kaumnya akan peribadatan mereka kepada berhala-berhala (mereka) dan kesyirikan serta dosa dan maksiat; Sebelum didatangkan adzab yang pedih di dunia dan akhirat. Nuh adalah nabi pertama dari keturunan Adam, ia adalah Syaikhnya para Nabi karena sebab umurnya paling panjang. Nuh adalah orang yang pertama kali ber-azzam untuk berdakwah kepada kaumnya, sebagian ahli tafsir mengatakan : Sesungguhnya Nuh tidak di utus kepada manusia secara umum, akan tetapi diutus kepada kaumnya saja. Berkata ahli tafsir yang lain : Sesungguhnya ia diutus kepada manusia secara umum; Karena tidak didapati di bumi pada waktu itu, selain hanya kaumnya, mereka berdalili dengan رَّبِّ لَا تَذَرْ عَلَى ٱلْأَرْضِ مِنَ ٱلْكَـٰفِرِينَ دَيَّارًا yang artinya : Ya Tuhanku, janganlah Engkau biarkan seorangpun di antara orang-orang kafir itu tinggal di atas bumi, mereka berkata : Kalau lah di sana ada umat-umat selain umatnya, tidak akan ia (Nuh) doakan bagi mereka.

Tafsir as-Sa'di
Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H

Allah Subhaanahu wa Ta'aala tidak menyebutkan dalam surah ini selain kisah Nabi Nuh ‘alaihis salam menerangkan bagaimana dakwah Beliau di tengah-tengah kaumnya dengan waktu yang cukup lama, yaitu selama 950 tahun, dan berulang kalinya Beliau mendakwahi mereka kepada tauhid serta melarang mereka berbuat syirk. Allah Subhaanahu wa Ta'aala memberitahukan bahwa Dia telah mengutus Nuh kepada kaumnya karena rahmat-Nya kepada mereka dan memperingatkan mereka sebelum datang azab yang pedih karena khawatir jika mereka tetap terus di atas kekafiran, Allah membinasakan mereka dengan kebinasaan yang kekal dan mengazab mereka selama-lamanya. Maka Nuh ‘alaihis salam melaksanakan perintah itu sebagaimana yang diterangkan dalam ayat selanjutnya.

Di dunia dan akhirat.

Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir
Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

1. Sesungguhnya kami mengutus Nuh kepada kaumnya. Peringatkanlah kaummu tentang azab saat mereka berpaling dari perintah Allah, yaitu azab yang didatangkan sebelum azab yang sangat pedih (azab neraka) jika mereka tidak beriman