Al-Qur'an Surat Al-Ma'arij Ayat 1

Al-Ma'arij: 1 ~ Quran Terjemah Perkata dan Tafsir Bahasa Indonesia

سَاَلَ سَاۤىِٕلٌۢ بِعَذَابٍ وَّاقِعٍۙ

sa-ala
سَأَلَ
Asked
bertanya
sāilun
سَآئِلٌۢ
a questioner
seorang penanya
biʿadhābin
بِعَذَابٍ
for a punishment
dengan/tentang azab
wāqiʿin
وَاقِعٍ
bound to happen
jatuh/terjadi

Transliterasi Latin:

Sa`ala sā`ilum bi'ażābiw wāqi' (QS. 70:1)

Arti / Terjemahan:

Seseorang telah meminta kedatangan azab yang akan menimpa, (QS. Al-Ma'arij ayat 1)

Tafsir Ringkas Kemenag
Kementrian Agama RI

Surah al-Hàqqah menjelaskan sangat jelas tentang peristiwa Kiamat, pada awal surah ini dikemukakan adanya seseorang yang bertanya dengan tujuan untuk mengejek tentang Kiamat. Seseorang bertanya tentang tentang azab yang pasti terjadi,

Tafsir Lengkap Kemenag
Kementrian Agama RI

Ayat-ayat ini menerangkan bahwa orang musyrik Mekah seperti an-Nadhr bin al-Harits meminta kepada Nabi Muhammad agar segera menimpakan azab yang telah dijanjikan itu kepada mereka, seandainya ancaman itu benar-benar berasal dari Allah, dan jika Muhammad itu benar-benar seorang rasul yang diutus Allah. Permintaan itu dijawab oleh ayat ini dengan mengatakan bahwa azab yang dijanjikan itu pasti menimpa orang-orang kafir, baik diminta atau tidak. Sebab, telah menjadi sunatullah bahwa azab itu pasti ditimpakan kepada setiap orang kafir.

Tafsir al-Jalalain
Jalaluddin al-Mahalli dan Jalaluddin as-Suyuthi

(Seseorang telah meminta) yakni berdoa meminta (kedatangan azab yang akan menimpa.)

Tafsir Ibnu Katsir
Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir

Firman Allah Swt.:

Seorang peminta telah meminta kedatangan azab yang bakal terjadi. (Al-Ma'arij: 1)

Di dalam ayat ini terkandung lafaz yang tidak disebutkan karena terbukti dengan adanya huruf ba yang menunjuk ke arahnya. Jadi, seakan-akan lafaz itu keberadaannya diperkirakan. Bentuk lengkapnya ialah seseorang meminta agar disegerakan datangnya azab yang bakal terjadi, semakna dengan apa yang disebutkan di dalam ayat lain melalui firman-Nya:

Dan mereka meminta kepadamu agar azab itu disegerakan, padahal Allah sekali-kali tidak akan menyalahi janji-Nya. (Al-Hajj: 47)

Yakni azab-Nya pasti terjadi.

Imam Nasai mengatakan, telah menceritakan kepada kami Bisyr ibnu Khalid, telah menceritakan kepada kami Abu Usamah, telah menceritakan kepada kami Sufyan, dari 'Al-A'masy, dari Al-Minhal ibnu Amr, dari Sa'id ibnu Jubair, dari Ibnu Abbas sehubungan dengan makna firman-Nya: Seseorang peminta telah meminta kedatangan azab yang bakal terjadi. (Al-Ma'arij: 1) Bahwa orang tersebut adalah An-Nadr ibnul Haris ibnu Kaldah.

Al-Aufi telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas sehubungan dengan makna firman-Nya: Seseorang peminta telah meminta kedatangan azab yang bakal terjadi. (Al-Ma'arij: 1) Bahwa demikianlah permintaan orang-orang kafir akan azab Allah, padahal azab Allah itu bakal terjadi menimpa mereka.

Ibnu Abu Najih telah meriwayatkan dari Mujahid sehubungan dengan makna firman-Nya: Seseorang peminta telah meminta. (Al-Ma'arij: 1) Seseorang berdoa, meminta agar azab yang bakal terjadi di akhirat itu diturunkan.

Mujahid mengatakan bahwa hal ini seperti yang disebutkan di dalam firman-Nya:

Ya Allah, jika betul (Al-Qur'an) ini dialah yang benar dari sisi Engkau, maka hujanilah kami dengan batu dari langit, atau datangkanlah kepada kami azab yang pedih. (Al-Anfal: 32)

Ibnu Zaid dan lain-Lainnya mengatakan di dalam firman-Nya: Seseorang peminta telah meminta kedatangan azab yang bakal terjadi. (Al-Ma'arij: 1) Yaitu sebuah lembah yang terdapat di dalam neraka Jahanam, kelak di hari kiamat mengalir azab darinya. Tetapi pendapat ini lemah dan jauh dari makna yang dimaksud, dan pendapat yang sahih adalah yang pertama tadi karena sesuai dengan konteksnya.

Firman Allah Swt.:

{وَاقِعٍ لِلْكَافِرينَ}

yang bakal terjadi untuk orang-orang kafir. (Al-Ma'arij: 1-2)

Yakni disiapkan dan disediakan untuk orang-orang kafir.

Ibnu Abbas mengatakan bahwa azab yang waqi' ialah azab yang pasti datang.

Tafsir Quraish Shihab
Muhammad Quraish Shihab

[[70 ~ AL-MA'ARIJ (TEMPAT-TEMPAT NAIK) Pendahuluan: Makkiyyah, 44 ayat ~ Di dalam surat ini terdapat ancaman berupa hari kiamat, lama dan dahsatnya siksa pada hari itu yang tidak dapat diwakilkan oleh anak, istri, saudara dan kerabat. Bahkan juga tidak bisa ditebus oleh seluruh penghuni bumi. Surat ini memberitahukan kepada manusia akan kelemahannya pada saat suka maupun duka, kecuali orang-orang yang telah dijaga oleh Allah dengan ketakwaan dan amal saleh. Mereka selamat dari kelemahan itu Di dalam surat ini juga terdapat penolakan terhadap keinginan-keinginan jahat orang-orang kafir. Sebagai khatimah, surat ini ditutup dengan pesan untuk Rasulullah saw. agar membiarkan mereka dalam kebodohan dan permainan mereka sampai datang hari yang telah dijanjikan untuk mereka.]] Seseorang telah meminta--dengan nada mengejek--agar disegerakan azab yang pasti akan diberikan Allah kepada orang-orang kafir. Tidak ada yang dapat menghalangi azab tersebut dari mereka, karena azab itu datang dari Allah, Pemilik seluruh langit yang merupakan sumber terlaksananya kekuatan dan keputusan.