Skip to content

Al-Qur'an Surat Al-Haqqah Ayat 51

Al-Haqqah Ayat ke-51 ~ Quran Terjemah Perkata (Word By Word) English-Indonesian dan Tafsir Bahasa Indonesia

وَاِنَّهٗ لَحَقُّ الْيَقِيْنِ ( الحاۤقّة : ٥١)

wa-innahu
وَإِنَّهُۥ
And indeed it (is)
dan sesungguhnya (Al Qur'an)
laḥaqqu
لَحَقُّ
surely (the) truth
nyata-nyata kebenaran
l-yaqīni
ٱلْيَقِينِ
(of) certainty
yang diyakini

Transliterasi Latin:

Wa innahụ laḥaqqul-yaqīn (QS. 69:51)

English Sahih:

And indeed, it is the truth of certainty. (QS. [69]Al-Haqqah verse 51)

Arti / Terjemahan:

Dan sesungguhnya Al Quran itu benar-benar kebenaran yang diyakini. (QS. Al-Haqqah ayat 51)

Tafsir Ringkas Kemenag
Kementrian Agama RI

Dan Sungguh, Al-Qur’an itu adalah kebenaran yang meyakinkan tanpa ada sedikit pun keraguan.

Tafsir Lengkap Kemenag
Kementrian Agama RI

Dalam ayat ini, ditegaskan lagi bahwa Al-Qur'an adalah suatu yang benar dan nyata kebenarannya. Ia benar-benar berasal dari Tuhan semesta alam, bukan perkataan yang diada-adakan Muhammad.

Tafsir al-Jalalain
Jalaluddin al-Mahalli dan Jalaluddin as-Suyuthi

(Dan sesungguhnya dia itu) Alquran itu (benar-benar perkara hak yang diyakini) atau keyakinan yang hak.

Tafsir Ibnu Katsir
Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir

Adapun firman Allah Swt:

Dan sesungguhnya Kami benar-benar mengetahui bahwa di antara kamu ada orang yang mendustakan(nya). (Al-Haqqah: 49)

Yaitu sekalipun Al-Qur'an demikian jelas dan terangnya, tetapi masih ada di antara kalian orang-orang yang mendustakannya. Dalam firman berikutnya disebutkan:

Dan sesungguhnya Al-Qur’an itu benar-benar menjadi penyesalan bagi orang-orang kafir (di akhirat). (Al-Haqqah: 50)

Ibnu Jarir mengatakan bahwa sesungguhnya perbuatan mendustakan itu benar-benar akan menjadi penyesalan bagi orang-orang kafir kelak di hari kiamat. Ibnu Jarir telah meriwayatkan hal yang semisal dari Qatadah.

Ibnu Abu Hatim telah meriwayatkan melalui jalur As-Saddi, dari Abu Malik sehubungan dengan makna firman-Nya: Dan sesungguhnya Al-Qur’an itu benar-benar menjadi penyesalan bagi orang-orang kafir (di akhirat). (Al-Haqqah: 50)

Yakni sesungguhnya Nabi Saw. menjadi penyesalan bagi orang-orang kafir di hari kemudian. Damir ini dapat pula dikaitkan dengan Al-Qur'an, artinya Sesungguhnya Al-Qur'an dan beriman kepadanya benar-benar akan menjadi penyesalan bagi orang-orang yang kafir dan mengingkarinya', semakna dengan pengertian yang terdapat di dalam firman-Nya:

Demikianlah Kami masukkan Al-Qur'an ke dalam hati orang-orang yang durhaka, mereka tidak beriman kepadanya, hingga mereka melihat azab yang pedih. (Asy-Syu'ara: 200-201)

Dan firman-Nya:

Dan dihalangi antara mereka dengan apa yang mereka ingini. (Saba': 54)

Karena itulah maka disebutkan oleh firman-Nya:

Dan Sesungguhnya Al-Qur’an itu benar-benar kebenaran yang diyakini. (Al-Haqqah: 51)

Yaitu berita yang benar lagi hak, yang tiada keraguan dan tiada kebimbangan padanya, Kemudian surat ini ditutup oleh firman-Nya:

Maka bertasbihlah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang Mahabesar. (Al-Haqqah: 52)

Yakni Yang telah menurunkan Al-Qur'an yang agung ini

Tafsir Quraish Shihab
Muhammad Quraish Shihab

Sesungguhnya al-Qur'ân adalah kebenaran yang tidak mengandung keraguan.