Al-Qur'an Surat Al-Waqi'ah Ayat 1

Al-Waqi'ah: 1 ~ Quran Terjemah Perkata dan Tafsir Bahasa Indonesia

اِذَا وَقَعَتِ الْوَاقِعَةُۙ

idha
اِذَا
apabila
waqa'ati
وَقَعَتِ
jatuh/terjadi
al-waqi'atu
الْوَاقِعَةُۙ
kejadian/peristiwa yang besar

Transliterasi Latin:

Iżā waqa'atil-wāqi'ah (QS. 56:1)

Arti / Terjemahan:

Apabila terjadi hari kiamat, (QS. Al-Waqi'ah ayat 1)

Tafsir Ringkas Kemenag
Kementrian Agama RI

Allah mengawali surah ini dengan penjelasan tentang hari akhir yang Dia tetapkan sebagai tanda dimulainya balasan bagi hamba. Apabila terjadi hari kiamat pada akhir kehidupan dunia kelak

Tafsir Lengkap Kemenag
Kementrian Agama RI

Ayat ini menerangkan bahwa apabila terjadi hari Kiamat, maka kejadian itu tidak dapat didustakan dan juga tidak dapat diragukan, tidak seorang pun dapat mendustakannya atau mengingkarinya dan nyata dilihat oleh setiap orang. Tatkala di dunia, banyak benar manusia yang mendustakannya dan mengingkarinya karena belum merasakan azab sengsara yang telah diderita oleh orang-orang yang telah disiksa itu.

Tafsir al-Jalalain
Jalaluddin al-Mahalli dan Jalaluddin as-Suyuthi

(Apabila hari kiamat terjadi) bilamana hari terakhir tiba.

Tafsir Ibnu Katsir
Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir

Al-Waqi'ah adalah salah satu nama dari nama-nama hari kiamat. Dinamakan demikian karena kepastian kejadiannya, sebagaimana yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:

Maka pada hari itu terjadilah kiamat. (Al-Haqqah: 15)

Tafsir Quraish Shihab
Muhammad Quraish Shihab

[[56 ~ AL-WAQI'AH (HARI KIAMAT) Pendahuluan: Makkiyyah, 96 ayat ~ Surat ini diawali dengan penjelasan tentang terjadinya hari kiamat dan peristiwa- peristiwa yang terjadi pada hari itu yang dilanjutkan dengan penjelasan bahwa manusia, pada hari itu, terbagi ke dalam tiga golongan. Diikuti, kemudian, dengan penjelasan rinci tentang kenikmatan dan siksan yang sesuai dengan kadar kesalehan dan kekafiran masing-masing golongan. Ayat-ayat selanjutnya memaparkan beberapa bentuk karunia Allah, wujud nyata kemahakuasaan-Nya yang ada pada ciptaan-Nya seperti tanaman, air dan neraka, sehingga menjadikan-Nya pantas untuk dipuji dan disucikan. Ayat-ayat dalam surat ini juga bersumpah atas kedudukan al-Qur'ân yang harus disucikan dan mencela sikap orang-orang kafir yang mendustakannya. Padahal seharusnya mereka bersyukur. Setelah itu, surat ini membicarakan secara global tiga golongan yang telah disebut secara rinci di muka beserta kenikmatan dan siksaan yang berhak diterima oleh masing-masing. Surat ini ditutup dengan penegasan bahwa apa yang ada dalam surat ini merupakan keyakinan yang jelas dan kebenaran yang tetap sehingga Allah pantas untuk disucikan.]] Apabila hari kiamat terjadi, tidak seorang pun dapat mendustakan kejadiannya. Kiamat itu merendahkan orang-orang yang sengsara dan meninggikan orang-orang yang bahagia. (1) Ayat ini menjelaskan betapa dahsatnya bencana yang menimpa alam ini pada hari kiamat. Di antaranya adalah bencana alam yang berdampak pada bumi dan lapisan-lapisannya. Bumi yang kita huni ini pada hakikatnya tidak tetap dan seimbang. Bumi terdiri atas lapisan-lapisan batu yang bertumpuk-tumpuk dan tidak teratur. Terkadang lapisannya tidak sama dengan sebelahnya sehingga membentuk apa yang disebut dengan rongga geologi di banyak tempat. Rongga-rongga inilah yang sejak dahulu, bahkan sampai sekarang, menjadi pusat terjadinya gempa berskala besar. Itu dimungkinkan karena rongga-rongga itu berada di bawah pengaruh daya tarik-menarik yang sangat kuat yang terjadi saat lapisan-lapisan tanah itu terbelah. Maka, apabila kekuatan ini tidak seimbang akibat pengaruh faktor-faktor eksternal lainnya, akan terjadi hentakan yang sangat kuat mengakibatkan goncangan bumi yang dapat menghancurkan permukaan bumi terdekat dari pusat gempa. Penafsiran ayat ini melalui pendekatan sains tidak jauh dari sudut pandang agama. Sebab, mungkin saja Allah menciptakan hukum alam yang demikian banyak dan beragam itu meyatu pada suatu hukum yang tidak pernah kita ketahui sebelumnya. Dengan begitu, reaksinya yang dahsyat akan merupakan penyebab langsung bagi hancurnya dunia. Dari situ, penafsiran ayat ini dengan menggunakan pendekatan ilmu pengetahuan berjalan seirama dengan ayat-ayat yang mengingatkan betapa besarnya bencana yang akan terjadi itu. Semuanya akan terjadi bila Allah berkehendak memusnahkan.

An-Nafahat Al-Makkiyah
Syaikh Muhammad bin Shalih asy-Syawi


1-3. Allah mengabarkan tentang kondisi kiamat yang pasti terjadi, di mana “terjadinya kiamat itu tidak dapat didustakan (disangkal),” maksudnya, tidak ada keraguan padanya karena telah nampak bukti-buktinya, baik secara akal maupun dalil al-Quran dan -Sunnah. Dan kemahabijaksanaanNya telah menunjukkan bahwa, “(kejadian itu) merendahkan (satu golongan) dan meninggikan (golongan yang lain),” maksudnya, merendahkan (sebagian) manusia di tempat paling rendah dan meninggikan sebagian manusia lain di tempat yang paling tinggi. Atau bisa pula bermakna, ia merendahkan suaranya sehingga memperdengarkan yang dekat, dan meninggikan suaranya sehingga memperdengarkan yang jauh.

Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an
Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I

1-3. Allah mengawali surah ini dengan penjelasan tentang hari akhir yang dia tetapkan sebagai tanda dimulainya balasan bagi hamba. Apabila terjadi hari kiamat pada akhir kehidupan dunia kelak, terjadinya peristiwa dahsyat ini tidak dapat didustakan atau disangkal oleh siapa pun. Peristiwa ini merupakan ketetapan Allah yang pasti terjadi. Peristiwa itu akan merendahkan golongan yang ingkar kepada Allah dan meninggikan golongan lain yang beriman, melaksanakan perintah Allah, dan meninggalkan larangan-Nya

Tafsir Al-Madinah Al-Munawwarah
Markaz Ta'dzhim al-Qur'an di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Imad Zuhair Hafidz, professor fakultas al-Qur'an Universitas Islam Madinah

1. إِذَا وَقَعَتِ الْوَاقِعَةُ (Apabila terjadi hari kiamat)
Kata (الواقعة) adalah salah satu nama hari kiamat, seperti kata (الآزفة) dan lain sebagainya.

Tafsir Al-Mukhtashar
Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid (Imam Masjidil Haram)

1-3. Allah menyebutkan kejadian-kejadian hari kiamat jika telah terjadi; setiap makhluk akan melihat kejadian itu dengan jelas, tidak akan ada seorangpun yang dapat mendustakan kejadiannya. Hari kiamat akan menjatuhkan orang-orang kafir dan sesat menuju tempat terdalam di neraka, dan akan mengangkat orang-orang beriman menuju derajat yang tinggi di surga.

Tafsir Al-Muyassar
Kementerian Agama Saudi Arabia

1. Apabila kiamat telah terjadi, tak ayal lagi.

Tafsir Al-Wajiz
Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah

Surat ini dimulai dengan pengkabaran berkenaan dengan Al Waqi’ah yaitu hari kiamat yang pasti akan terjadi, ketika ditiupnya sangkakala sebagai datangnya hari kiamat.

Tafsir as-Sa'di
Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H

Di ayat ini dan setelahnya, Allah Subhaanahu wa Ta'aala memberitahukan tentang sesuatu yang pasti terjadi, yaitu hari Kiamat.

Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir
Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

Keutamaan: Imam Ahmad dari Jabir bin Samrah berkata: “Rasulallah SAW mengerjakan shalat sebagaimana shalat-shalat kalian setiap hari, namun beliau meringankannya. Shalat beliau lebih ringan daripada shalat kalian dan dalam shalat subuhnya beliau membaca surah Al-Waqi’ah dan surah-surah lain yang serupa.”

1. Saat kiamat terjadi (disampaikan menggunakan fiil madhi karena hari itu pasti terjadi). Al-Waqi’ah, Azifah, dan Al-Haaqah itu bermakna kiamat