Al-Qur'an Surat At-Tur Ayat 1

At-Tur: 1 ~ Quran Terjemah Perkata dan Tafsir Bahasa Indonesia

وَالطُّوْرِۙ

wal-turi
وَ الطُّوْرِۙ
demi bukit

Transliterasi Latin:

Waṭ-ṭụr (QS. 52:1)

Arti / Terjemahan:

Demi bukit, (QS. At-Tur ayat 1)

Tafsir Ringkas Kemenag
Kementrian Agama RI

Surah až-Žàriyàt ditutup dengan penegasan jatuhnya ancaman Allah bagi mereka yang kafir. Surah at-Tùr diawali dengan kepastian jatuhnya azab bagi mereka yang mengingkari ayat-ayat Allah. Penegasan tentang kepastian azab ini diawali dengan sumpah-sumpah Allah. Demi gunung Sinai yang menjadi lokasi Nabi Musa menerima Taurat,

Tafsir Lengkap Kemenag
Kementrian Agama RI

Ayat ini mengutarakan bahwa Allah swt bersumpah dengan ath-thur yang tinggi kedudukannya karena di atas ath-thur itu Allah telah berbicara dengan Nabi Musa dan menurunkan kitab Taurat kepadanya yang berisikan hukum-hukum, hikmat, dan budi pekerti dan mudah dibaca manusia. Ath-thur berarti bukit yaitu Bukit thursina yakni sebuah bukit di Madyan tempat Nabi Musa mendengarkan kalam Allah swt. Ath-thur dalam bahasa Suryani berarti juga bukit yang banyak pohon-pohonnya, tempat di mana Tuhan berbicara langsung dengan Nabi Musa dan di tempat itu pula diangkat menjadi rasul. Dinamakan ath-thur karena banyak pohonnya, bila tidak ada pohonnya, maka tidaklah dinamakan ath-thur, akan tetapi Jabal (gunung). Allah menggunakan gunung sebagai sumpah-Nya tentunya karena pentingnya gunung dalam terjadinya kehidupan di bumi ini. Mengenai gunung dan peranannya, antara lain dapat dilihat pada bahasan beberapa ayat berikut, Luqman/31: 10 dan an-Naml/27: 88. Bahasan selanjutnya juga dapat dilihat pada an-Naba'/78: 6-7 dan an-Nazi'at/79: 30-32.

Tafsir al-Jalalain
Jalaluddin al-Mahalli dan Jalaluddin as-Suyuthi

(Demi Thur) Thur nama sebuah bukit tempat Allah berfirman secara langsung kepada Nabi Musa.

Tafsir Ibnu Katsir
Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir

Tafsir ayat ini tidak diterangkan secara terpisah pada kitab aslinya.

Tafsir Quraish Shihab
Muhammad Quraish Shihab

[[52 ~ ATH-THUR (BUKIT) Pendahuluan: Makkiyyah, 49 ayat ~ Surat ini diawali dengan sumpah bahwa orang-orang yang mendustakan akan memperoleh siksaan, dengan menyebut lima macam makhluk terbesar Tuhan. Setelah itu disebutkan tentang turunnya siksaan itu kepada mereka dan pelbagai macam siksa yang mereka alami pada hari kebangkitan dan pembalasan. Pembicaraan kemudian beralih ke soal kenikmatan, makanan dan kemuliaan yang kelak diterima oleh orang-orang bertakwa di surga, ketenangan yang mereka rasakan karena mereka diikuti oleh keturunan mereka dan diangkatnya derajat keturunan mereka kepada posisi seperti mereka. Setelah itu, disusul dengan perintah kepada Rasulullah saw. untuk tetap selalu memberi peringatan tanpa menghiraukan omongan orang-orang kafir tentang dirinya dan hujatan mereka terhadap al-Qur'ân yang tidak mampu mereka buat tandingannya yang serupa. Selain itu, surat ini, di banyak tempat, sering mematahkan pendapat-pendapat mereka yang keliru sebagai tanda kesesatan dan buruknya perkiraan mereka. Sebagai khatimah, surat ini ditutup dengan perintah kepada Rasulullah saw. agar membiarkan mereka sampai datang suatu hari ketika mereka dibinasakan, dan agar tetap sabar dengan ketentuan Tuhan yang menunda siksa mereka. Sesungguhnya hal itu tidak akan membahayakannya karena ia selalu berada dalam lindungan-Nya. Selain itu Rasulullah diperintahkan juga untuk selalu bertasbih kepada Allah, menyucikan-Nya pada setiap waktu; di kala bangun untuk suatu maksud tertentu dan di waktu malam ketika bintang-bintang terbenam (waktu fajar).]] Aku bersumpah demi bukit Thûr Sînâ' (Sinai), tempat Nabi Mûsâ diajak bicara oleh Tuhannya; demi kitab suci yang turun dari Allah dan tertulis di lembaran-lembaran yang mudah dibaca; demi al-Bayt al-Ma'mûr dengan yang berthawaf, berdiri, rukuk dan sujud di situ; demi langit yang diangkat tanpa tiang dan demi lautan yang penuh dengan air.

An-Nafahat Al-Makkiyah
Syaikh Muhammad bin Shalih asy-Syawi

1. Allah bersumpah dengan berbagai hal agung yang mencakup berbagai hikmah tinggi atas adanya hari kebangkitan, Hari Pembalasan bagi orang-orang yang bertakwa dan orang-orang yang mendustakan. Allah bersumpah demi bukit Thursina, inilah bukit yang di atasnya Allah berbicara dengan Nabi Musa bin Imran serta diberi wahtu berbagai hukum. Dalam hal ini terdapat karunia Allah terhadap Muhammad dan umatnya berupa tanda-tanda kebesaran Allah serta nikmatNya yang tidak bisa dihitung dan dinilai oleh manusia.

Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an
Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I

1-6. Surah a'-''riy't ditutup dengan penegasan jatuhnya ancaman Allah bagi mereka yang kafir. Surah at-t'r diawali dengan kepastian jatuhnya azab bagi mereka yang mengingkari ayat-ayat Allah. Penegasan tentang kepastian azab ini diawali dengan sumpah-sumpah Allah. Demi gunung sinai yang menjadi lokasi nabi musa menerima taurat, dan demi kitab Allah yang diwahyukan-Nya dan yang ditulis pada lembaran yang terbuka sehingga mudah dibaca dan dipahami maknanya, dan demi baitulma'mur, yaitu kakbah atau tempat yang menjadi lokasi para malaikat rukuk, sujud, dan tawaf, dan demi atap, yaitu langit, yang ditinggikan dan kukuh tanpa tiang penyangga, dan demi lautan yang penuh gelombang yang di dalam tanahnya terdapat api

Tafsir Al-Madinah Al-Munawwarah
Markaz Ta'dzhim al-Qur'an di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Imad Zuhair Hafidz, professor fakultas al-Qur'an Universitas Islam Madinah

1. وَالطُّورِ (Demi bukit)
Kata (الطور) dalam bahasa suryani berarti gunung. Dan yang dimaksud dalam ayat ini adalah gunung Sinai yang merupakan tempat Allah berbicara kepada Musa. Allah bersumpah demi gunung ini sebagai penghormatan baginya.

Tafsir Al-Mukhtashar
Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid (Imam Masjidil Haram)

1-10. Allah bersumpah dengan enam hal agung: Dengan bukit Thur yang ada di gurun Sina, dengan al-Qur’an yang tertulis pada lembaran kulit tipis, dengan Baitul Ma’mur yang ada di langit ke tujuh yang merupakan tempat para malaikat berthawaf, dengan langit dunia yang menjadi atap yang tinggi, dan dengan lautan yang penuh dengan air. Sungguh azab Tuhanmu -hai Rasulullah- pasti akan menimpa orang-orang kafir, tidak ada yang dapat melindungi mereka dari azab itu. Pada hari yang mengerikan itu langit akan berguncang dan gunung-gunung akan tercabut dari akarnya.

Ali berkata, Baitul Ma’mur adalah bangunan yang ada di langit yang terletak sejajar dengan Ka’bah yang ada di bumi, bangunan ini disebut dengan ‘adh-Dhirah’. Kehormatannya di langit seperti kehormatan Ka’bah di bumi. Setiap hari 70.000 malaikat memasukinya, dan jika para malaikat itu telah keluar maka tidak akan kembali memasukinya lagi.

(Ithaf al-Khiyarah: kitab tafsir surat ath-Thur, no. 295. Dishahihkan oleh al-Hakim dan disepakati oleh adz-Dzahabi, dalam al-Mustadrak 2/468. Dan diriwayatkan oleh al-Fakihi dalam Tarikh Makkah dengan riwayat yang serupa dari hadits Abdullah bin ‘Amr secara mauquf, dan sanadnya dishahihkan oleh Ibnu Hajar dalam Fathul Bari 6/309).

Tafsir Al-Muyassar
Kementerian Agama Saudi Arabia

1. Allah bersumpah dengan gunung yang di sana Dia berbicara dengan Musa -'alaihissalām-.

Tafsir Al-Wajiz
Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah

Allah bersumpah dengan beberapa dari makhluk-Nya, maka Allah bersumpah dengan Thur, ia adalah gunung yang penuh berkah, yang padanya Musa diajak Allah berbicara.

Tafsir as-Sa'di
Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H

Allah Subhaanahu wa Ta'aala bersumpah dengan beberapa perkara yang besar terhadap hikmah-hikmah yang besar, terhadap kebangkitan, pembalasan kepada orang-orang yang bertakwa dan orang-orang yang mendustakan. Dia bersumpah dengan gunung Sinai; gunung dimana Allah Subhaanahu wa Ta'aala berbicara dengan Nabi Musa ‘alaihis salam dan mewahyukan kepadanya apa yang Dia wahyukan berupa hukum-hukum yang menjadi karunia bagi Beliau dan umatnya yang menjadi ayat atau tanda kekuasaan Allah dan nikmat-nikmat-Nya yang tidak dapat dinilai dan dihargakan oleh hamba.

Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir
Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

Keutamaan: Imam Bukhari dan lainnya dari Ummu Salamah mengatakan bahwa beliau mendengar Rasulallah SAW shalat di samping rumah tepatnya di bukit, lalu lembaran kitab terbuka.

1. Aku bersumpah demi gunung Thur. Gunung Thur di daerah Sinai yang digunakan Allah untuk berbicara dengan Musa, sebagai bentuk penghormatan pemuliaan terhadap gunung tersebut.