Skip to content

Al-Qur'an Surat Muhammad Ayat 24

Muhammad Ayat ke-24 ~ Quran Terjemah Perkata (Word By Word) English-Indonesian dan Tafsir Bahasa Indonesia

اَفَلَا يَتَدَبَّرُوْنَ الْقُرْاٰنَ اَمْ عَلٰى قُلُوْبٍ اَقْفَالُهَا ( محمّد : ٢٤)

afalā
أَفَلَا
Then do not
apakah maka tidak
yatadabbarūna
يَتَدَبَّرُونَ
they ponder
mereka memperhatikan
l-qur'āna
ٱلْقُرْءَانَ
(over) the Quran
Al Qur'an
am
أَمْ
or
atau
ʿalā
عَلَىٰ
upon
atas
qulūbin
قُلُوبٍ
(their) hearts
hati
aqfāluhā
أَقْفَالُهَآ
(are) locks?
kuncinya

Transliterasi Latin:

A fa lā yatadabbarụnal-qur`āna am 'alā qulụbin aqfāluhā (QS. 47:24)

English Sahih:

Then do they not reflect upon the Quran, or are there locks upon [their] hearts? (QS. [47]Muhammad verse 24)

Arti / Terjemahan:

Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Quran ataukah hati mereka terkunci? (QS. Muhammad ayat 24)

Tafsir Ringkas Kemenag
Kementrian Agama RI

Pada ayat yang lalu Allah mengecam orang munafik yang selalu membuat kerusakan di muka bumi dan memutuskan hubungan silaturrahmi. Kecaman itu mash dilanjutkan pada ayat ini, Allah melanjutkan kecamannya dengan menyatakan, Maka tidakkah mereka, orang-orang munafik itu, menghayati Al-Qur’an, yakni tidak merenungkan atau memikirkan Al-Qur’an? Ataukah hati mereka sudah terkunci sehingga tidak dapat memahami petunjuknya? Pertanyaan yang mengandung kecam-an itu menegaskan bahwa orang munafik itu tidak mau memperhatikan petunjuk Al-Qur’an, atau tidak memahaminya, karena hati me-reka telah terkunci.

Tafsir Lengkap Kemenag
Kementrian Agama RI

Apakah orang-orang munafik itu tidak memperhatikan dan memahami ajaran-ajaran Allah yang terdapat dalam Al-Qur'an, tidak pula merenungkan dan memikirkannya, sehingga mereka mengetahui kesalahan sikap dan tindakan mereka selama ini? Atau telah terkunci hati dan penglihatan mereka sehingga tidak dapat lagi memahami isinya?
Sikap dan tindakan yang dilakukan oleh kaum munafik itu tidak saja dilakukan terhadap orang beriman, tetapi juga terhadap orang Yahudi. Mereka menyatakan kesediaan bekerja sama dengan orang Yahudi Bani Nadhir dan Bani Quraidzah. Bahkan mereka bersedia mengikuti sebahagian keinginan orang Yahudi untuk menarik hati mereka, tetapi semua janji dan kesediaan itu tidak mereka tepati. Mereka terkadang tidak segan-segan mencelakakan teman yang diajak bersekongkol, dengan menohok kawan seiring.
Allah berfirman:

Tidakkah engkau memperhatikan orang-orang munafik yang berkata kepada saudara-saudaranya yang kafir di antara Ahli Kitab, "Sungguh, jika kamu diusir niscaya kami pun akan keluar bersama kamu; dan kami selama-lamanya tidak akan patuh kepada siapa pun demi kamu, dan jika kamu diperangi pasti kami akan membantumu." Dan Allah menyaksikan, bahwa mereka benar-benar pendusta. (al-hasyr/59: 11)

Tafsir al-Jalalain
Jalaluddin al-Mahalli dan Jalaluddin as-Suyuthi

(Maka apakah mereka tidak memperhatikan Alquran) yang dapat membimbing mereka untuk mengetahui perkara yang hak (ataukah) sebenarnya (pada hati) mereka (terdapat kuncinya) karena itu mereka tidak dapat memahami kebenaran.

Tafsir Ibnu Katsir
Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir

Allah Swt. berfirman, seraya memerintahkan kepada manusia untuk merenungkan Al-Qur'an dan memahaminya. Allah juga memperingatkan mereka agar jangan berpaling dari Al-Qur'an. Untuk itu disebutkan:

Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al-Qur’an ataukah hati mereka terkunci? (Muhammad: 24)

Bahkan pada hati mereka terdapat kunci yang menutupnya. Karena itu, hati mereka terkunci mati. Tiada sesuatu pun yang dapat menghidupkannya dapat masuk ke dalamnya.

Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepada kami Bisyr, telah menceritakan kepada kami Hammad ibnu Yazid, telah menceritakan kepada kami Hisyam ibnu Urwah, dari ayahnya yang mengatakan bahwa pada suatu hari Rasulullah Saw. membaca firman-Nya: Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al-Qur’an ataukah hati mereka terkunci? (Muhammad: 24) Maka seorang pemuda dari Yaman berkata, "Bahkan hatinya memang terkunci hingga Allah sendirilah yang membukanya atau menguakkannya." Perihal pemuda itu masih tetap berkesan di hati Umar r.a. hingga ia menjabat sebagai khalifah, lalu Umar meminta bantuan darinya.

Tafsir Quraish Shihab
Muhammad Quraish Shihab

Apakah mereka buta sehingga tidak dapat memahami petunjuk al-Qur'ân? Atau apakah hati mereka tertutup untuk merenunginya?