Al-Qur'an Surat Al-Ahqaf Ayat 1

Al-Ahqaf: 1 ~ Quran Terjemah Perkata dan Tafsir Bahasa Indonesia

حٰمۤ ۚ

ha-meem
حٰمٓۚ
Haa Miim

Transliterasi Latin:

ḥā mīm (QS. 46:1)

Arti / Terjemahan:

Haa Miim. (QS. Al-Ahqaf ayat 1)

Tafsir Ringkas Kemenag
Kementrian Agama RI

Ha Mìm.

Tafsir Lengkap Kemenag
Kementrian Agama RI

ha mim termasuk huruf-huruf hijaiah yang terletak pada permulaan beberapa surah Al-Qur'an. Para mufasir berbeda pendapat tentang maksud huruf-huruf itu. Untuk jelasnya dipersilakan menelaah kembali uraian yang ada pada permulaan Surah al-Baqarah jilid I "Al-Qur'an dan Tafsirnya" dengan judul "Fawatihus-suwar".

Tafsir al-Jalalain
Jalaluddin al-Mahalli dan Jalaluddin as-Suyuthi

(Ha Mim) hanya Allah sajalah yang mengetahui arti dan maksudnya.

Tafsir Ibnu Katsir
Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir

Tafsir ayat ini tidak diterangkan secara terpisah pada kitab aslinya.

Tafsir Quraish Shihab
Muhammad Quraish Shihab

[[46 ~ AL-AHQAF (BUKIT-BUKIT PASIR) Pendahuluan: Makkiyyah, 35 ayat ~ Surat ini berbicara tentang turunnya al-Qurân dari sisi Allah, kewajiban beriman kepada al-Qur'ân, Nabi Muhammad saw. dan kepada hari kiamat. Selain itu, surat ini juga menggugah kita untuk dapat mengambil pelajaran dari musibah yang menimpa orang-orang terdahulu yang tidak mematuhi Allah dan rasul-Nya, berbakti kepada kedua orangtua dan menjaga hak-haknya. Pada bagian selanjutnya, surat ini memaparkan kisah sekelompok jin yang mendengar ketika al-Qur'ân dibaca dan saling menasihati satu sama lain untuk diam mendengarkannya, lalu mereka mendapatkan bahwa al-Qur'ân membenarkan apa yang dibawa oleh rasul-rasul sebelum Muhammad, memberi petunjuk kepada kebenaran dan jalan yang lurus, maka mereka beriman kepadanya dan menyeru kaumnya untuk beriman pula. Akhirnya surat ini ditutup dengan seruan kepada Nabi Muhammad saw. untuk selalu sabar atas sikap orang-orang yang mendustakannya, karena hal itu juga dialami oleh rasul-rasul ulul azmi (ulû al-'azm) sebelumnya.]] Surat ini diawali dengan menyebut dua fonem Arab, hâ dan mîm, seperti beberapa surat lain dalam al-Qur'ân yang juga diawali dengan sejumlah fonem seperti ini.

An-Nafahat Al-Makkiyah
Syaikh Muhammad bin Shalih asy-Syawi

Surah ini diawali dengan dua huruf arab ha m'm, sebagaimana beberapa surah lainnya, untuk menunjukkan mukjizat Al-Qur'an yang tersusun dari huruf-huruf arab serupa itu, dan untuk memberikan peringatan akan pentingnya apa yang diwahyukan dalam ayat-ayat sesudahnya. (surah-surah yang dimulai dengan huruf ha m'm ada tujuh surah, yaitu : surah al-Mu'min, surah as-sajdah, surah asy-sy'r', surah az-zukhruf, surah ad-dukh'n, surah al-j'iyah dan surah al-ahq'f). 2. Selanjutnya Allah menyatakan bahwa kitab Al-Qur'an ini diturunkan secara berangsur-angsur dari Allah yang mahaperkasa kerajaan dan kekuasaannya lagi mahabijaksana perbuatan dan ketetapan-Nya.

Tafsir Al-Madinah Al-Munawwarah
Markaz Ta'dzhim al-Qur'an di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Imad Zuhair Hafidz, professor fakultas al-Qur'an Universitas Islam Madinah

1-2. حمٓ تَنزِيلُ الْكِتٰبِ مِنَ اللهِ الْعَزِيزِ الْحَكِيمِ (Haa Miim. Diturunkan Kitab ini dari Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana)
Telah dijelaskan ayat yang serupa dengan ayaat ini pada awal surat Ghafir.

Tafsir Al-Mukhtashar
Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid (Imam Masjidil Haram)

1. Pada awal surat al-Baqarah telah dijelaskan tentang huruf muqattha’ah, dan hikmah dari penyebutan huruf muqattha’ah ini adalah untuk menjelaskan sisi mukjizat al-Qur’an.

Tafsir Al-Muyassar
Kementerian Agama Saudi Arabia

1. Ḥā Mīm. Pembahasan tentang huruf-huruf semacam ini sudah ada di awal surah Al-Baqarah.

Tafsir Al-Wajiz
Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah

Telah berlalu perkataan atas huruf-huruf muqatha’ah di awal surat Al Baqarah.

Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir
Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

1. Haa miim: untuk menunjukkan kemukjizatan Alquran yang tersusun dalam rangkaian huruf Arab ini. Orang Arab sendiri tidak akan pernah bisa menyanggah atau melawannya. Ini juga berfungsi sebagai peringatan atas akan adanya hukum yang penting setelah huruf tersebut