Skip to content

Al-Qur'an Surat As-Saffat Ayat 20

As-Saffat Ayat ke-20 ~ Quran Terjemah Perkata (Word By Word) English-Indonesian dan Tafsir Bahasa Indonesia

وَقَالُوْا يٰوَيْلَنَا هٰذَا يَوْمُ الدِّيْنِ ( الصّٰۤفّٰت : ٢٠)

waqālū
وَقَالُوا۟
And they will say
dan mereka berkata
yāwaylanā
يَٰوَيْلَنَا
"O woe to us!
betapa celakanya kami
hādhā
هَٰذَا
This
ini
yawmu
يَوْمُ
(is the) Day
hari
l-dīni
ٱلدِّينِ
(of) the Recompense"
pembalasan

Transliterasi Latin:

Wa qālụ yā wailanā hāżā yaumud-dīn (QS. 37:20)

English Sahih:

They will say, "O woe to us! This is the Day of Recompense." (QS. [37]As-Saffat verse 20)

Arti / Terjemahan:

Dan mereka berkata: "Aduhai celakalah kita!" Inilah hari pembalasan. (QS. As-Saffat ayat 20)

Tafsir Ringkas Kemenag
Kementrian Agama RI

Bisa saja orang-orang musyrik dan kafir itu mengingkari hari kebangkitan, tetapi mereka pasti akan menyesalinya di akhirat nanti. Dan mereka berkata, “Alangkah celaka kami! Kiranya inilah hari pembalasan itu, di mana amal perbuatan kita akan diperhitungkan.”

Tafsir Lengkap Kemenag
Kementrian Agama RI

Pada ayat ini, Allah menjelaskan keluhan orang-orang yang ingkar akan hari Kiamat. Ketika mereka melihat azab yang akan menimpanya, mereka menjadi sadar akan ancaman Allah melalui lisan para rasul dan hukuman yang akan mereka terima pada hari itu atas perbuatannya ketika di dunia. Mereka memperolok-olokkan dan mendustakan para rasul serta mengingkari kebenaran ajaran yang dibawanya. Pada hari Kiamat mereka menyesali perbuatan dan kata-kata demikian itu terhadap diri sendiri. Mereka sadar bahwa hari pembalasan sudah datang.
Pada hari Kiamat itu akan jelas perbedaan antara orang yang baik dan kebajikan yang dibuatnya dengan orang-orang jelek dengan kejahatan yang dilakukannya.
Orang-orang yang telah berbuat baik akan dimasukkan ke surga Na'im. Sedang orang-orang yang telah berbuat fasik dan durhaka akan dimasukkan ke neraka Saqar. Firman Allah:

Dan tahukah kamu apa (neraka) Saqar itu? Ia (Saqar itu) tidak meninggalkan dan tidak membiarkan, yang menghanguskan kulit manusia. (al-Muddatstsir/74: 27-29)

Tafsir al-Jalalain
Jalaluddin al-Mahalli dan Jalaluddin as-Suyuthi

(Dan mereka berkata) yakni orang-orang kafir, ("Aduhai!) lafal Ya di sini menunjukkan makna Tanbih (celakalah kita") binasalah kita. Lafal Al-Wail merupakan bentuk Mashdar yang tidak mempunyai kata kerja dari lafalnya sendiri. Kemudian para malaikat berkata kepada orang-orang kafir itu. (Inilah hari pembalasan) hari penghisaban amal perbuatan dan pembalasannya.

Tafsir Ibnu Katsir
Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir

Allah Swt. menceritakan apa yang diucapkan oleh orang-orang kafir pada hari kiamat nanti, bahwa mereka mencela diri mereka sendiri, dan mengakui bahwa mereka dahulu sewaktu di alam dunia telah berbuat aniaya terhadap diri sendiri. Apabila mereka menyaksikan kengerian-kengerian di hari kiamat, barulah mereka menyesali perbuatan mereka dahulu dengan penyesalan yang sebesar-besarnya. Pada saat itu tiada gunanya lagi penyesalan, karena nasi telah menjadi bubur.

Dan mereka berkata, "Aduhai, gelakalah kita!" Inilah hari pembalasan (Ash Shaaffat:20)

Tafsir Quraish Shihab
Muhammad Quraish Shihab

Orang-orang musyrik berkata, "Wah, binasalah kita! Inilah hari perhitungan dan pembalasan terhadap semua amal perbuatan."