Skip to content

Al-Qur'an Surat Al-Qasas Ayat 40

Al-Qasas Ayat ke-40 ~ Quran Terjemah Perkata (Word By Word) English-Indonesian dan Tafsir Bahasa Indonesia

فَاَخَذْنٰهُ وَجُنُوْدَهٗ فَنَبَذْنٰهُمْ فِى الْيَمِّ ۚفَانْظُرْ كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الظّٰلِمِيْنَ ( القصص : ٤٠)

fa-akhadhnāhu
فَأَخَذْنَٰهُ
So We seized him
maka Kami ambil/siksa dia
wajunūdahu
وَجُنُودَهُۥ
and his hosts
dan bala tentaranya
fanabadhnāhum
فَنَبَذْنَٰهُمْ
and We threw them
lalu Kami lemparkan mereka
فِى
in
kedalam
l-yami
ٱلْيَمِّۖ
the sea
laut
fa-unẓur
فَٱنظُرْ
So see
maka perhatikanlah
kayfa
كَيْفَ
how
bagaimana
kāna
كَانَ
was
adalah
ʿāqibatu
عَٰقِبَةُ
(the) end
akibat/kesudahan
l-ẓālimīna
ٱلظَّٰلِمِينَ
(of) the wrongdoers
orang-orang yang zalim

Transliterasi Latin:

Fa akhażnāhu wa junụdahụ fa nabażnāhum fil-yamm, fanẓur kaifa kāna 'āqibatuẓ-ẓālimīn (QS. 28:40)

English Sahih:

So We took him and his soldiers and threw them into the sea. So see how was the end of the wrongdoers. (QS. [28]Al-Qasas verse 40)

Arti / Terjemahan:

Maka Kami hukumlah Fir'aun dan bala tentaranya, lalu Kami lemparkan mereka ke dalam laut. Maka lihatlah bagaimana akibat orang-orang yang zalim. (QS. Al-Qasas ayat 40)

Tafsir Ringkas Kemenag
Kementrian Agama RI

Maka sebagai akibat keangkuhan dan kedurhakaan mereka dan setelah itu mencapai puncaknya Kami siksa dia, yakni Fir‘aun dan bala tentaranya, lalu Kami lemparkan mereka ke dalam Laut Merah seperti melempar batu-batu kecil yang tidak berarti sehingga mereka semua mati tenggelam. Maka perhatikanlah, wahai Nabi Muhammad dan siapa pun yang mengetahui peristiwa itu, bagaimana kesudahan buruk yang menimpa orang yang zalim.

Tafsir Lengkap Kemenag
Kementrian Agama RI

Pada ayat ini, Allah menegaskan bahwa Fir'aun dan tentaranya sangat sombong dan takabur. Fir'aun menganggap dan mengaku hanya dialah penguasa yang mutlak di muka bumi. Siapa saja yang menantangnya dianggap salah dan durhaka. Kalau dikatakan kepadanya ada Tuhan yang lebih besar daripada kekuasaannya, Fir'aun menjadi kalap, dan tak dapat lagi menguasai dirinya, seperti memerintahkan dengan segera membuat suatu hal yang mustahil, seperti membuat bangunan setinggi langit agar dia dapat berhadapan dengan Tuhan Yang Mahakuasa lagi Mahaperkasa.
Fir'aun dan kaumnya mengira bahwa mereka tidak akan dibangkitkan, tidak akan diperhitungkan apa yang telah dikerjakan selama hidup di dunia, dan tidak ada yang akan menyiksa bila mereka melakukan kezaliman dan kekejaman. Memang demikianlah kepercayaan mereka karena pengaruh kesombongan dan ketakaburan itu. Mereka membuat piramida yang besar untuk kuburan mereka yang diisi dengan perabot yang lengkap dan serba mewah serta pakaian dan perhiasan yang indah-indah, untuk dinikmati sesudah mati.
Karena kesombongan dan ketakaburan itu, Allah mengazab mereka di dunia dan akhirat. Di dunia Fir'aun ditenggelamkan bersama tentaranya ke dalam lautan, dan di akhirat mereka akan disiksa dalam neraka.
Demikianlah nasib yang telah ditetapkan Allah bagi orang yang takabur dan sombong, berbuat zalim dan aniaya terhadap Allah dan sesamanya. Sebenarnya kelanjutan kisah Fir'aun bisa ditemukan pada surah-surah lain dalam Al-Qur'an seperti Surah al-A'raf, Yunus, thaha, dan sebagainya. Akan tetapi, Allah hendak menegaskan di sini bagaimana nasib orang-orang yang durhaka yang tidak lagi mempergunakan akal dan pikirannya sehingga tertutuplah hatinya untuk menerima kebenaran dari mana pun datangnya, sehingga dia menjadi sombong dan takabur. Hal itu layak menjadi perhatian dan pelajaran bagi seluruh manusia.

Tafsir al-Jalalain
Jalaluddin al-Mahalli dan Jalaluddin as-Suyuthi

(Maka Kami hukum Firaun dan bala tentaranya, lalu Kami lemparkan mereka) Kami campakkan mereka (ke dalam laut) yang asin airnya, sehingga tenggelamlah mereka. (Maka lihatlah bagaimana akibat orang-orang yang zalim) sewaktu mereka menjadi binasa.

Tafsir Ibnu Katsir
Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir

Yakni Kami tenggelamkan mereka di laut dalam waktu yang sebentar di pagi hari sehingga tiada yang tersisa seorang pun dari mereka.

Maka lihatlah bagaimana akibat orang-orang yang zalim. Dan Kami jadikan mereka pemimpin-pemimpin yang menyeru (manusia) ke neraka. (Al Qashash:40-41)

bagi orang yang mengikuti jejak mereka dalam mendustakan rasul-rasul dan menelantarkan hak Tuhan Yang Maha Pencipta.

Tafsir Quraish Shihab
Muhammad Quraish Shihab

Maka Kami lalu mencabut kekuasaan Fir'aun. Ia dan balatentaranya Kami seret lalu Kami tenggelamkan ke dalam laut, untuk menghilangkan faktor penyebab kezaliman dalam diri mereka. Maka renungilah, wahai Muhammad, dan ingatkanlah kaummu tentang kesudahan orang-orang yang zalim di dunia. Sesungguhnya kamu akan dimenangkan atas mereka.