Skip to content

Al-Qur'an Surat Asy-Syu'ara' Ayat 106

Asy-Syu'ara' Ayat ke-106 ~ Quran Terjemah Perkata (Word By Word) English-Indonesian dan Tafsir Bahasa Indonesia

اِذْ قَالَ لَهُمْ اَخُوْهُمْ نُوْحٌ اَلَا تَتَّقُوْنَ ۚ ( الشعراۤء : ١٠٦)

idh
إِذْ
When
ketika
qāla
قَالَ
said
berkata
lahum
لَهُمْ
to them
kepada mereka
akhūhum
أَخُوهُمْ
their brother
saudara mereka
nūḥun
نُوحٌ
Nuh
Nuh
alā
أَلَا
"Will not
mengapa tidak
tattaqūna
تَتَّقُونَ
you fear (Allah)?
kamu bertakwa

Transliterasi Latin:

Iż qāla lahum akhụhum nụḥun alā tattaqụn (QS. 26:106)

English Sahih:

When their brother Noah said to them, "Will you not fear Allah? (QS. [26]Ash-Shu'ara verse 106)

Arti / Terjemahan:

Ketika saudara mereka (Nuh) berkata kepada mereka: "Mengapa kamu tidak bertakwa? (QS. Asy-Syu'ara' ayat 106)

Tafsir Ringkas Kemenag
Kementrian Agama RI

Ketika saudara mereka yaitu Nabi Nuh, saudara senegeri, berkata kepada mereka, “Mengapa kamu tidak bertakwa? Pertanyaan itu terlontar mengingat bahwa mereka adalah penyembah patung-patung Wadd, Suwa’, Yaghuts, Ya'uq, dan Nasr (Lihat: Surah: Nuh: 23).

Tafsir Lengkap Kemenag
Kementrian Agama RI

Ayat-ayat ini menerangkan bahwa Nabi Nuh telah didustakan kaumnya ketika ia menyampaikan agama Allah kepada mereka. Sekalipun yang mereka dustakan itu hanyalah Nabi Nuh sendiri, tetapi tindakan itu berarti mendustakan para rasul Allah yang lain, baik yang diutus sebelum maupun sesudah Nabi Nuh nanti. Ini disebabkan karena risalah yang dibawa para rasul pada dasarnya sama, yaitu akidah tauhid.
Nabi Nuh adalah nabi ketiga yang diutus Allah, setelah Nabi Adam dan Nabi Idris. Nabi Nuh juga merupakan rasul pertama, berdasarkan hadis qudsi:
Dari Abu Hurairah r.a. bahwa Nabi saw bersabda, "Allah berfirman, 'Ya Nuh, engkau adalah rasul yang pertama yang diutus ke bumi." (Riwayat Muslim dari Abu Hurairah)

Maksud rasul pertama di sini ialah rasul Allah yang pertama diutus sesudah Nabi Adam dan Nabi Idris. Ia juga disebut bapak manusia kedua setelah Adam, karena sebagian mufasir berpendapat bahwa seluruh manusia musnah dan mati karena topan dan banjir, kecuali orang-orang yang berada di atas perahu bersama Nabi Nuh. Di antara yang selamat itu, terdapat tiga orang putranya, yaitu Sam, Ham, dan Yafits. Maka semua manusia yang ada sampai sekarang berasal dari keturunan ketiga putra Nabi Nuh itu.
Tidak ada keterangan yang pasti tentang jarak waktu antara Adam dan Idris dengan Nabi Nuh. Hanya terdapat beberapa keterangan yang berbeda-beda dalam Taurah Ibriyah, Taurah Samiriyah, dan terjemahan Taurat dalam bahasa Yunani.
Nabi Nuh diutus kepada saudaranya, maksudnya orang-orang yang masih dianggap kerabat dengan Nuh. Dalam surah-surah yang lain disebutkan bahwa Nuh diutus kepada kaumnya.
Kaum Nabi Nuh menyembah patung-patung dan berhala yang mereka anggap sebagai tuhan. Oleh karena itu, Nabi Nuh mengingatkan mereka agar bertakwa kepada Allah dan takut kepada azab-Nya yang dahsyat. Azab itu akan ditimpakan Allah kepada orang-orang yang mengingkari seruan nabi-Nya.

Tafsir al-Jalalain
Jalaluddin al-Mahalli dan Jalaluddin as-Suyuthi

(Ketika Saudara mereka berkata kepada mereka,) yang dimaksud adalah Nabi Nuh sendiri, pengertian saudara di sini adalah dari segi nasab atau keturunan ("Mengapa kalian tidak bertakwa?") kepada Allah.

Tafsir Ibnu Katsir
Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir

Kaum Nuh telah mendustakan para rasul. Ketika saudara mereka (Nuh) berkata kepada mereka, "Mengapa kamu tidak bertakwa?” (Asy-Syu'ara': 105-106)

Yakni mengapa kalian tidak takut kepada Allah karena kalian menyembah selain-Nya?

Tafsir Quraish Shihab
Muhammad Quraish Shihab

Mereka telah mendustakan risalah di kala Nûh, saudara mereka dalam pertalian keluarga, bukan saudara seagama, memperingatkan mereka, "Apakah kalian tidak takut kepada Allah sehingga kalian meninggalkan menyembah selain-Nya?