Skip to content

Al-Qur'an Surat Taha Ayat 69

Taha Ayat ke-69 ~ Quran Terjemah Perkata (Word By Word) English-Indonesian dan Tafsir Bahasa Indonesia

وَاَلْقِ مَا فِيْ يَمِيْنِكَ تَلْقَفْ مَا صَنَعُوْاۗ اِنَّمَا صَنَعُوْا كَيْدُ سٰحِرٍۗ وَلَا يُفْلِحُ السّٰحِرُ حَيْثُ اَتٰى ( طٰهٰ : ٦٩)

wa-alqi
وَأَلْقِ
And throw
dan lemparkanlah
مَا
what
apa
فِى
(is) in
di
yamīnika
يَمِينِكَ
your right hand;
tangan kananmu
talqaf
تَلْقَفْ
it will swallow up
ia akan menelan
مَا
what
apa
ṣanaʿū
صَنَعُوٓا۟ۖ
they have made
mereka berbuat
innamā
إِنَّمَا
Only
sesungguhnya hanyalah
ṣanaʿū
صَنَعُوا۟
they (have) made
mereka perbuat
kaydu
كَيْدُ
a trick
tipu daya
sāḥirin
سَٰحِرٍۖ
(of) a magician
tukang sihir
walā
وَلَا
and not
dan tidak
yuf'liḥu
يُفْلِحُ
will be successful
beruntung/menang
l-sāḥiru
ٱلسَّاحِرُ
the magician
tukang sihir
ḥaythu
حَيْثُ
wherever
darimana
atā
أَتَىٰ
he comes"
dia datang

Transliterasi Latin:

Wa alqi mā fī yamīnika talqaf mā ṣana'ụ, innamā ṣana'ụ kaidu sāḥir, wa lā yufliḥus-sāḥiru ḥaiṡu atā (QS. 20:69)

English Sahih:

And throw what is in your right hand; it will swallow up what they have crafted. What they have crafted is but the trick of a magician, and the magician will not succeed wherever he is." (QS. [20]Taha verse 69)

Arti / Terjemahan:

Dan lemparkanlah apa yang ada ditangan kananmu, niscaya ia akan menelan apa yang mereka perbuat. "Sesungguhnya apa yang mereka perbuat itu adalah tipu daya tukang sihir (belaka). Dan tidak akan menang tukang sihir itu, dari mana saja ia datang". (QS. Taha ayat 69)

Tafsir Ringkas Kemenag
Kementrian Agama RI

Dan lemparkan apa yang ada di tangan kananmu, yaitu tongkat yang biasa engkau pakai untuk menggembala kambing, niscaya ia akan menelan apa yang mereka buat, yakni ular-ular yang berasal dari sihir mereka. Ketahuilah, apa yang mereka buat itu hanyalah tipu daya penyihir belaka, dan tidak akan menang penyihir itu, dari mana pun ia datang.”

Tafsir Lengkap Kemenag
Kementrian Agama RI

Setelah itu Allah memerintahkan Musa supaya melemparkan tongkat yang ada di tangan kanannya. Musa dengan segera melaksanakan perintah itu. Dengan kodrat dan iradat Allah, tongkat Musa itu menjadi ular besar dan menelan semua yang dibuat oleh ahli-ahli sihir Firaun itu, yaitu tali dan tongkatnya kelihatan seperti ular yang bergerak. Sebenarnya apa yang diperbuat mereka itu adalah khayalan belaka dan hanyalah tipu daya tukang-tukang sihir itu, sebagai hasil dari latihan yang tertib dan cukup lama, sama sekali tidak mempunyai hakekat dan tidak akan bertahan lama. Bagaimanapun juga tukang sihir itu tidak akan menang dengan sihirnya yang mengelabui itu. Yang demikian itu adalah perbuatan dosa, dan tidak akan beruntung orang-orang yang berbuat dosa. Sebagaimana firman Allah:
Sesungguhnya orang-orang yang berbuat dosa itu tidak akan beruntung. (Yunus/10: 17)

Tafsir al-Jalalain
Jalaluddin al-Mahalli dan Jalaluddin as-Suyuthi

(Dan lemparkanlah apa yang ada di tangan kananmu) yakni tongkat (niscaya ia akan menelan) yakni akan melahap (apa yang mereka perbuat. Sesungguhnya apa yang mereka perbuat itu adalah tipu daya tukang sihir) ulah tukang sihir belaka. (Dan tidak akan menang tukang sihir itu, dari mana saja ia datang") dengan sihirnya itu. Lalu Nabi Musa melemparkan tongkatnya, maka tongkat Nabi Musa itu menjadi ular yang besar dan menelan semua apa yang diperbuat oleh para ahli sihir.

Tafsir Ibnu Katsir
Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Musa Asy-Syaibani, telah menceritakan kepada kami Hammad ibnu Khalid, telah menceritakan kepada kami Ibnu Mu'az (menurut dugaanku dia adalah As-Saig), dari Al-Hasan, dari Jundub ibnu Abdullah Al-Bajali yang mengatakan bahwa Rasulullah Saw. pernah bersabda: Apabila kalian menangkapnya —yakni penyihir—, maka bunuhlah dia oleh kalian. Kemudian Nabi Saw. membaca firman-Nya: Dan tidak akan menang tukang sihir itu, dari mana saja ia datang. (Thaahaa:69) Nabi Saw. bersabda menjelaskannya, "Orang tukang sihir itu tidaklah beriman, di mana pun ia berada."

Asal dari hadis ini telah diriwayatkan oleh Imam Turmuzi secara mauquf dan marfu'.

Setelah tukang sihir itu menyaksikan hal tersebut dengan mata kepala mereka sendiri, sedangkan mereka adalah orang-orang yang mempunyai pengalaman yang mendalam dalam ilmu sihir dan berbagai macam aliran serta jenis-jenisnya, maka mereka mengetahui dengan yakin bahwa apa yang didatangkan oleh Musa ini bukan termasuk ke dalam ilmu sihir dan tipu muslihat pandangan mata, dan bahwa hal tersebut adalah nyata dan tidak diragukan lagi kebenarannya. Tiada seorang pun yang mampu melakukan demikian kecuali mendapat izin dari Tuhan yang bila menghendaki sesuatu, Dia hanya mengatakan, "Jadilah kamu," lalu terjadilah ia. Maka pada saat itu juga para ahli sihir menyungkur bersujud kepada Allah Swt. dan mereka mengatakan, "Kami beriman kepada Tuhan semesta alam, Tuhannya Musa dan Harun."

Ibnu Abbas dan Abid ibnu Umair mengatakan bahwa para ahli sihir itu pada pagi harinya masih berstatus sebagai tukang sihir, kemudian di petang harinya mereka menjadi para syuhada yang benar-benar berbakti.

Muhammad ibnu Ka'b mengatakan, mereka berjumlah delapan puluh ribu orang.

Al-Qasim ibnu Abu Buzzah mengatakan bahwa jumlah mereka ada tujuh puluh ribu orang.

Menurut As-Saddi, jumlah mereka terdiri atas tiga puluh ribu lebih beberapa ribu orang.

As-Sauri telah meriwayatkan dari Abdul Aziz ibnu Rafi', dari Abu Tamamah, bahwa para ahli sihir Fir'aun berjumlah sembilan belas ribu orang.

Menurut Muhammad ibnu Ishaq jumlah mereka ada lima belas ribu orang.

Ka'b Al-Ahbar mengatakan bahwa jumlah mereka ada dua belas ribu orang.

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ali ibnul Husain, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Ali ibnu Hamzah, telah menceritakan kepada kami Ali ibnul Husain ibnu Waqid, dari ayahnya, dari Yazid An-Nahwi, dari Ikrimah, dari Ibnu Abbas, bahwa para ahli sihir Fir'aun terdiri atas tujuh puluh orang, pada pagi harinya mereka masih menjadi tukang sihir, kemudian pada petang harinya mereka menjadi syuhada (karena dihukum mati oleh Fir'aun).

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Al-Musayyab ibnu Wadih di Mekah, telah menceritakan kepada kami Ibnul Mubarak yang mengatakan, "Al-Auza'i pernah menceritakan bahwa setelah para ahli sihir menyungkur bersujud, maka ditampakkanlah surga kepada mereka sehingga mereka dapat menyaksikannya dengan mata kepala mereka sendiri."

Ibnu Abu Hatim mengatakan pula, telah diriwayatkan dari Sa'id ibnu Salam, bahwa telah menceritakan kepada kami Ismail ibnu Abdullah ibnu Salman, dari Salim Al-Aftas, dari Sa'id ibnu Jubair sehubungan dengan makna firman-Nya: Lalu tukang-tukang sihir itu tersungkur dengan bersujud. (Thaahaa:70) Bahwa mereka melihat kedudukan mereka (di surga) dalam sujud mereka. Hal yang sama telah dikatakan oleh Ikrimah dan Al-Qasim ibnu Abu Buzzah.

Tafsir Quraish Shihab
Muhammad Quraish Shihab

"Lemparkanlah tongkat yang ada di tangan kananmu itu," kata Allah kemudian, "niscaya ia akan menelan kepalsuan sihir mereka. Sesungguhnya apa yang mereka perbuat itu tidak lebih dari sekadar tipuan para penyihir belaka. Dan seorang penyihir tidak akan pernah menang di mana pun ia berada."