Skip to content

Al-Qur'an Surat Taha Ayat 12

Taha Ayat ke-12 ~ Quran Terjemah Perkata (Word By Word) English-Indonesian dan Tafsir Bahasa Indonesia

اِنِّيْٓ اَنَا۠ رَبُّكَ فَاخْلَعْ نَعْلَيْكَۚ اِنَّكَ بِالْوَادِ الْمُقَدَّسِ طُوًى ۗ ( طٰهٰ : ١٢)

innī
إِنِّىٓ
Indeed [I]
sesungguhnya Aku
anā
أَنَا۠
I Am
Aku
rabbuka
رَبُّكَ
your Lord
Tuhanmu
fa-ikh'laʿ
فَٱخْلَعْ
so remove
maka lepaskan/tanggalkan
naʿlayka
نَعْلَيْكَۖ
your shoes
kedua terompahmu
innaka
إِنَّكَ
Indeed you
sesungguhnya kamu
bil-wādi
بِٱلْوَادِ
(are) in the valley
di lembah
l-muqadasi
ٱلْمُقَدَّسِ
the sacred
yang suci
ṭuwan
طُوًى
(of) Tuwa
Tuwa

Transliterasi Latin:

Innī anā rabbuka fakhla' na'laīk, innaka bil-wādil-muqaddasi ṭuwā (QS. 20:12)

English Sahih:

Indeed, I am your Lord, so remove your sandals. Indeed, you are in the blessed valley of Tuwa. (QS. [20]Taha verse 12)

Arti / Terjemahan:

Sesungguhnya Aku inilah Tuhanmu, maka tanggalkanlah kedua terompahmu; sesungguhnya kamu berada dilembah yang suci, Thuwa. (QS. Taha ayat 12)

Tafsir Ringkas Kemenag
Kementrian Agama RI

“Sungguh, Aku yang memanggilmu adalah Tuhanmu yang memelihara dan membimbingmu. Maka, sebagai penghormatan, hendaknya engkau lepaskan kedua terompahmu karena saat ini sesungguhnya engkau berada di lembah yang suci, Tuwa.”

Tafsir Lengkap Kemenag
Kementrian Agama RI

Mendengar panggilan itu, Musa terkejut dan ragu, dari mana datangnya suara itu. Suara panggilan itu disusul kemudian dengan suara, yang menyatakan bahwa Allah adalah Tuhan yang telah menciptakan manusia dengan sempurna, kemudian suara itu memintanya agar Musa menanggalkan kedua alas kakinya karena ia berada di suatu lembah bernama "thuwa", lembah yang suci dan sangat dihormati.

Tafsir al-Jalalain
Jalaluddin al-Mahalli dan Jalaluddin as-Suyuthi

(Sesungguhnya Aku) dibaca Innii karena dengan menganggap lafal Nudiya bermakna Qiila. Dan bila dibaca Annii maka diperkirakan adanya huruf Ba sebelumnya (inilah) lafal Anaa di sini berfungsi mentaukidkan makna yang terkandung di dalam Ya Mutakallim (Rabbmu, maka tanggalkanlah kedua terompahmu; sesungguhnya kamu berada di lembah yang suci) lembah yang disucikan, atau lembah yang diberkati (Thuwa) menjadi Badal atau 'Athaf Bayan. Kalau dibaca Thuwan maka dianggap sebagai nama tempat saja dan jika dibaca Thuwa dalam bentuk lafal yang Muannats, maka dianggap sebagai nama daerah dan 'Alamiyah, sehingga tidak menerima harakat Tanwin.

Tafsir Ibnu Katsir
Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir

Firman Allah Swt.:

...maka tanggalkanlah (lepaskanlah) kedua terompahmu.

Ali ibnu Abu Talib, Abu Zar, dan Abu Ayyub serta sahabat lainnya yang bukan hanya seorang mengatakan bahwa kedua terompahnya itu terbuat dari kulit keledai yang tidak disembelih.

Menurut pendapat yang lain, sesungguhnya Musa diperintahkan untuk melepaskan kedua terompahnya hanyalah demi memuliakan tanah yang Musa berada padanya.

Sa'id ibnu Jubair mengatakan bahwa perintah ini sama dengan perintah yang ditujukan kepada seseorang yang hendak memasuki Ka'bah.

Menurut pendapat yang lainnya lagi, dimaksudkan agar Musa menginjak tanah suci itu dengan kedua telapak kakinya tanpa memakai terompah. Dan pendapat yang lainnya lagi mengatakan selain itu. Hanya Allah-lah yang mengetahui kebenarannya.

Sehubungan dengan firman-Nya, "Tuwa, Ali ibnu Abu Talhah telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa Tuwa adalah nama lembah. Hal yang sama telah dikatakan pula oleh lainnya yang bukan hanya seorang.

Berdasarkan pengertian demikian, berarti 'ataf disini adalah 'ataf bayan (penjelasan).

Menurut pendapat lain, Tuwa maksudnya adalah kata perintah untuk menginjak tanah dengan kedua telapak kaki (tanpa alas kaki).

Menurut pendapat yang lainnya lagi, disebutkan demikian karena tempat itu disucikan sebanyak dua kali: Tuwa artinya tanah yang diberkati, penyebutannya merupakan sebutan ulangan (dengan ungkapan lain). Akan tetapi, pendapat yang paling sahih adalah pendapat pertama. Seperti pengertian yang terdapat di dalam firman-Nya:

Tatkala Tuhannya memanggilnya di lembah suci ialah Lembah Tuwa. (An-Nazi'at: 16)

Tafsir Quraish Shihab
Muhammad Quraish Shihab

"Sesungguhnya Aku adalah Allah, Tuhanmu. Lepaslah alas kakimu sebagai penghormatan terhadap tempat ini. Kamu sedang berada di lembah yang suci dan diberkahi, yaitu lembah Thuwâ.