Skip to content

Al-Qur'an Surat An-Nahl Ayat 53

An-Nahl Ayat ke-53 ~ Quran Terjemah Perkata (Word By Word) English-Indonesian dan Tafsir Bahasa Indonesia

وَمَا بِكُمْ مِّنْ نِّعْمَةٍ فَمِنَ اللّٰهِ ثُمَّ اِذَا مَسَّكُمُ الضُّرُّ فَاِلَيْهِ تَجْـَٔرُوْنَۚ ( النحل : ٥٣)

wamā
وَمَا
And whatever
dan apa
bikum
بِكُم
you have
dengan/untuk kalian
min
مِّن
of
dari
niʿ'matin
نِّعْمَةٍ
favor
nikmat
famina
فَمِنَ
(is) from
maka dari
l-lahi
ٱللَّهِۖ
Allah
Allah
thumma
ثُمَّ
Then
kemudian
idhā
إِذَا
when
apabila
massakumu
مَسَّكُمُ
touches you
menimpa kamu
l-ḍuru
ٱلضُّرُّ
the adversity
bahaya
fa-ilayhi
فَإِلَيْهِ
then to Him
maka kepadanya
tajarūna
تَجْـَٔرُونَ
you cry for help
kamu berteriak/minta tolong

Transliterasi Latin:

Wa mā bikum min ni'matin fa minallāhi ṡumma iżā massakumuḍ-ḍurru fa ilaihi taj`arụn (QS. 16:53)

English Sahih:

And whatever you have of favor – it is from Allah. Then when adversity touches you, to Him you cry for help. (QS. [16]An-Nahl verse 53)

Arti / Terjemahan:

Dan apa saja nikmat yang ada pada kamu, maka dari Allah-lah (datangnya), dan bila kamu ditimpa oleh kemudharatan, maka hanya kepada-Nya-lah kamu meminta pertolongan. (QS. An-Nahl ayat 53)

Tafsir Ringkas Kemenag
Kementrian Agama RI

Dan bagaimana bisa kamu tidak beribadah dan taat kepada-Nya, padahal segala nikmat, baik yang ada pada diri-mu maupun yang kamu nikmati dalam kehidupanmu, bersumber dari Allah Yang Maha Pemurah? Jika Dia mencabut nikmat-nikmat itu, tentu kamu tidak akan bisa hidup. Kemudian apabila kamu ditimpa sedikit kesengsaraan, maka kepada-Nyalah kamu segera meminta pertolongan agar kesengsaraan itu dihilangkan dari kamu.

Tafsir Lengkap Kemenag
Kementrian Agama RI

Selanjutnya Allah swt menjelaskan mengapa yang wajib ditakuti hanyalah Allah. Hal itu karena semua nikmat yang mereka peroleh, seperti kesehatan dan kebahagiaan, semata-mata dari Allah. Maka kewajiban manusialah untuk mensyukuri nikmat dan memuji kebaikan-Nya yang tiada terputus kepada makhluk-makhluk-Nya.
Sebaliknya, apabila manusia ditimpa oleh kesukaran hidup, kesulitan, penyakit, dan sebagainya, kepada Allahlah mereka mengeluh dan meminta pertolongan. Hal ini merupakan tabiat manusia bahwa apabila mereka berada dalam kesulitan, terbayanglah dalam pikiran kelemahan mereka dan adanya kekuasaan di luar diri mereka yang menguasai mereka.

Tafsir al-Jalalain
Jalaluddin al-Mahalli dan Jalaluddin as-Suyuthi

(Dan apa saja nikmat yang ada pada kalian maka dari Allahlah datangnya) tiada yang dapat mendatangkannya selain Dia. Huruf maa di sini adalah syarthiyah atau maushulah (dan bila kalian ditimpa) tertimpa (kemudaratan) seperti kemiskinan dan sakit (maka hanya kepada-Nyalah kalian meminta pertolongan) mengangkat suara kalian untuk meminta pertolongan seraya berdoa kepada-Nya, dan niscaya kalian tidak akan meminta kepada selain-Nya.

Tafsir Ibnu Katsir
Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir

Firman Allah Swt.:

...dan bila kalian ditimpa oleh kemudaratan, maka hanya kepada-Nyalah kalian meminta pertolongan.

Karena kalian telah mengetahui bahwa tidak ada seorang pun yang dapat melenyapkannya kecuali hanya Allah, maka sesungguhnya kalian di saat darurat (tertimpa bahaya) selalu meminta pertolongan kepada-Nya dengan permintaan yang sangat mendesak. Makna ayat ini sama dengan yang disebutkan di dalam ayat lain melalui firman-Nya:

Dan apabila kalian ditimpa bahaya di lautan, niscaya hilanglah siapa yang kalian seru kecuali Dia. Maka tatkala Dia menyelamat­kan kalian ke daratan, kalian berpaling. Dan manusia adalah selalu tidak berterima kasih. (Al Israa':67)

Tafsir Quraish Shihab
Muhammad Quraish Shihab

Nikmat apa saja yang datang kepada kalian adalah semata-mata dari Allah. Maka jika kalian mendapatkan malapetaka, janganlah kalian memohon dengan suara lantang kecuali hanya kepada-Nya.