Skip to content

Al-Qur'an Surat Yusuf Ayat 52

Yusuf Ayat ke-52 ~ Quran Terjemah Perkata (Word By Word) English-Indonesian dan Tafsir Bahasa Indonesia

ذٰلِكَ لِيَعْلَمَ اَنِّيْ لَمْ اَخُنْهُ بِالْغَيْبِ وَاَنَّ اللّٰهَ لَا يَهْدِيْ كَيْدَ الْخَاۤىِٕنِيْنَ ۔ ( يوسف : ٥٢)

dhālika
ذَٰلِكَ
That
demikian itu
liyaʿlama
لِيَعْلَمَ
he may know
agar dia mengetahui
annī
أَنِّى
that I
bahwasanya aku
lam
لَمْ
not
tidak
akhun'hu
أَخُنْهُ
[I] betray him
mengkhianatinya
bil-ghaybi
بِٱلْغَيْبِ
in secret
dengan gaib/diwaktu dia tidak ada
wa-anna
وَأَنَّ
and that
dan bahwasanya
l-laha
ٱللَّهَ
Allah
Allah
لَا
(does) not
tidak
yahdī
يَهْدِى
guide
memberi petunjuk
kayda
كَيْدَ
(the) plan
tipu daya
l-khāinīna
ٱلْخَآئِنِينَ
(of) the betrayers"
orang-orang yang berkhianat

Transliterasi Latin:

żālika liya'lama annī lam akhun-hu bil-gaibi wa annallāha lā yahdī kaidal-khā`inīn (QS. 12:52)

English Sahih:

That is so he [i.e., al-Azeez] will know that I did not betray him in [his] absence and that Allah does not guide the plan of betrayers. (QS. [12]Yusuf verse 52)

Arti / Terjemahan:

(Yusuf berkata): "Yang demikian itu agar dia (Al Aziz) mengetahui bahwa sesungguhnya aku tidak berkhianat kepadanya di belakangnya, dan bahwasanya Allah tidak meridhai tipu daya orang-orang yang berkhianat. (QS. Yusuf ayat 52)

Tafsir Ringkas Kemenag
Kementrian Agama RI

Kemudian istri al-Aziz mengatakan, "Yang demikian itu, yakni pengakuan bahwa akulah yang menggoda Yusuf dan dia menolaknya, adalah agar dia, suamiku, mengetahui bahwa aku benar-benar tidak mengkhianatinya dan berselingkuh dengan orang lain ketika dia tidak ada bersamaku, dan agar Yusuf bebas dari segala tuduhan. Dan aku menyadari bahwa sesungguhnya Allah tidak meridai tipu daya orang-orang yang berkhianat. Allah pasti akan mengungkap kejadian yang sebenarnya, meski hal itu sudah ditutup-tutupi bertahun-tahun."

Tafsir Lengkap Kemenag
Kementrian Agama RI

Ayat ini menerangkan pengakuan istri al-Aziz yang terus-terang mengatakan bahwa dialah yang bersalah, dialah yang menggoda, tetapi Yusuf tetap enggan dan berpaling, karena takut kepada Tuhannya. Semuanya itu menjadi bukti tentang kejujurannya. Ia tidak mau berdusta terhadap Yusuf walaupun Yusuf dalam penjara. Juga supaya diketahui oleh suaminya, bahwa dia berterus-terang seperti itu menunjukkan bahwa dia bersih, terpelihara dari perbuatan keji, karena kekuatan iman Yusuf. Istrinya tidak mau dituduh pengkhianat, sebab Allah swt tidak akan memberi petunjuk kepada setiap pengkhianatan.

Tafsir al-Jalalain
Jalaluddin al-Mahalli dan Jalaluddin as-Suyuthi

("Yang demikian itu) yang diisyaratkan adalah permintaan bersih diri (agar dia mengetahui) yang dimaksud adalah Al-Aziz (bahwa sesungguhnya aku tidak berkhianat kepadanya) terhadap istrinya (di belakangnya) lafal bil-gaib berkedudukan sebagai hal atau kata keterangan keadaan (dan bahwasanya Allah tidak meridai tipu daya orang-orang yang berkhianat.") kemudian Nabi Yusuf bertawadhu` atau merendahkan diri terhadap Allah seraya mengatakan:

Tafsir Ibnu Katsir
Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir

Firman Allah Swt.:

Yang demikian itu agar dia (Al-Aziz) mengetahui bahwa sesungguh­nya aku tidak berkhianat kepadanya di belakangnya.

Istri Al-Aziz berkata, "Sesungguhnya aku mengakui perbuatanku ini tiada lain agar suamiku mengetahui bahwa aku tidak berkhianat kepadanya di belakangnya, karena hal yang terlarang masih belum terjadi. Dan memang akulah yang menggoda pemuda ini, tetapi dia menolak ajakanku. Pengakuan ini sengaja aku nyatakan agar suamiku mengetahui bahwa diriku masih suci."

dan bahwa Allah tidak meridai tipu daya orang-orang yang ber­khianat.

#Catatan :
Nabi Yusuf mungkin mengatakan hal ini ketika beliau telah mengetahu adanya pengakuan dari wanita-wanita sebagaimana yang telah disebutkan pada ayat sebelumnya.

Kebanyakan ahli tafsir berpendapat bahwa kalimat pada ayat 52 dan 53 diucapkan oleh istri Al-Aziz sebagai kelanjutan dari perkataannya pada ayat 51. Namun harus diperhatikan baik-baik bahwa pengakuan istri Al-Aziz pada ayat 51 "...akulah yang menggodanya untuk menundukkan dirinya" memang sesuai dengan akhlaknya yang tidak terpuji. Sedangkan pada ayat 52 dan 53 merupakan perkataan yang diucapkan oleh seseorang yang berakhlak mulia dan takut kepada Allah dan tidak mungkin diucapkan oleh seorang wanita yang pernah mengatakan :

"Marilah ke sini.” (Yusuf:23)

"Apakah pembalasan terhadap orang yang bermaksud berbuat serong dengan istrimu. (Yusuf:25)

"...dan sesungguhnya aku telah menggodanya untuk menundukkan dirinya (kepadaku), tetapi dia menolak. Dan sungguh jika dia tidak menaati apa yang aku perintahkan kepadanya, niscaya dia akan dipenjarakan dan dia akan termasuk golongan orang-orang yang hina. (Yusuf:32).

Kalimat pada ayat 52 dan 53 justru lebih sesuai jika diucapkan oleh seseorang yang ketika digoda oleh seorang wanita ia mengatakan :

”Aku berlindung kepada Allah, sungguh Rabbku telah memperlakukan aku dengan baik.Sesungguhnya orang-orang yang zalim tiada akan beruntung."

"Ya Tuhanku, penjara lebih aku sukai daripada memenuhi ajakan mereka kepadaku.Dan jika tidak Engkau hindarkan aku dari tipu daya mereka, tentu aku akan cenderung untuk (memenuhi keinginan mereka).

Wallahu a'lam.

diringkas dari http://www.tafheem.net/

Tafsir Quraish Shihab
Muhammad Quraish Shihab

Istri al-'Azîz melanjutkan, "Ini adalah pernyataanku yang benar, dan aku kemukakan pernyataan ini agar Yûsuf tahu bahwa aku tidak memanfaatkan kesempatan ketika dia dipenjara untuk terus memperkuat bukti tuduhan yang dilemparkan kepadanya, dan terus menerus dalam mengkhianati dirinya ketika ia tidak ada. Sesungguhnya Allah tidak akan meluluskan siasat buruk para pengkhianat.