Al-Qur'an Surat Asy-Syams Ayat 1

Asy-Syams: 1 ~ Quran Terjemah Perkata dan Tafsir Bahasa Indonesia

وَالشَّمْسِ وَضُحٰىهَاۖ

wal-shamsi
وَ الشَّمْسِ
demi matahari
waduhaha
وَ ضُحٰىهَا۪ۙ
dan cahayanya pagi hari

Transliterasi Latin:

Wasy-syamsi wa ḍuḥāhā (QS. 91:1)

Arti / Terjemahan:

Demi matahari dan cahayanya di pagi hari, (QS. Asy-Syams ayat 1)

Tafsir Ringkas Kemenag
Kementrian Agama RI

Demi matahari dan semburat sinarnya pada pagi hari. Penciptaan matahari, peredarannya pada poros dan orbitnya membuktikan kuasa Allah. Sinarnya yang terang dan panas sangat berman­faat bagi kehidupan manusia di bumi.

Tafsir Lengkap Kemenag
Kementrian Agama RI

Allah bersumpah dengan matahari dan cahayanya pada waktu duha yang sangat terang dan kontras dengan sesaat sebelumnya di mana kegelapan menutup alam ini. Kemudian Allah bersumpah dengan bulan yang bertolak belakang dengan matahari, sebab ia bukan sumber cahaya tetapi hanya menerima cahaya dari matahari.
Menurut kajian ilmiah, cahaya di pagi hari adalah yang paling lengkap kekayaan panjang gelombangnya. Oleh karena itu, cahaya matahari pagi paling baik khasiatnya bagi manusia. Matahari adalah sumber energi utama bagi manusia, sedang cahayanya terdiri dari cahaya tampak, inframerah, dan ultraviolet. Cahaya tampak memiliki tujuh spektrum yang berbeda dan masing-masing memiliki kegunaan yang berbeda bagi tubuh manusia. Adapun inframerah bermanfaat untuk mengurangi rasa sakit pada otot-otot, dan ultraviolet berfungsi sebagai fitokatalis yang mempercepat perubahan pro-vitamin D yang ada pada kulit manusia menjadi vitamin D.

Tafsir al-Jalalain
Jalaluddin al-Mahalli dan Jalaluddin as-Suyuthi

(Demi matahari dan cahayanya di pagi hari) yaitu sewaktu memancarkan sinarnya di pagi hari.

Tafsir Ibnu Katsir
Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir

Mujahid mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: Demi matahari dan cahayanya di pagi hari. (Asy-Syams: 1) Yakni sinarnya di waktu pagi.

Qatadah mengatakan bahwa makna firman-Nya, "Waduhaha," artinya seluruh siang hari, bukan hanya pagi hari saja. Ibnu Jarir mengatakan bahwa yang benar ialah bila dikatakan bahwa Allah bersumpah dengan menyebut matahari dan siang hari, karena sinar matahari yang terang terdapat di siang hari.

Tafsir Quraish Shihab
Muhammad Quraish Shihab

[[91 ~ ASY-SYAMS (MATAHARI) Pendahuluan: Makkiyyah, 15 ayat ~ Pada permulaan surat ini, Allah bersumpah demi sejumlah makhluk ciptaan-Nya yang begitu besar--yang menunjukkan betapa sempurnanya keesaan dan kekuasaan-Nya--bahwa orang yang menyucikan dirinya dengan keimanan dan ketaatan akan memperoleh kemenangan dan keberuntungan, dan bahwa orang yang mencelakakan dirinya dengan bersikap ingkar dan berbuat maksiat akan memperoleh kerugian. Setelah itu, Allah memperlihatkan bencana yang terjadi pada bangsa Tsamûd, kaum Nabi Shâlih, sebagai salah satu contoh yang dapat dijadikan pelajaran oleh setiap pembangkang dan pendusta. Dikisahkan, misalnya, bahwa ketika kaum Tsamûd itu mendustakan Rasul yang dutus kepada mereka dan menyembelih unta, Allah membinasakan mereka semua. Allah tak akan pernah khawatir terhadap akibat pembinasaan dan apa yang ditimpakan-Nya kepada mereka, karena Dia memang tidak akan ditanya tentang apa yang telah diperbuat. Dia telah menurunkan kepada mereka apa yang berhak mereka terima.]] Aku bersumpah demi matahari: cahaya, terbit dan panasnya.

An-Nafahat Al-Makkiyah
Syaikh Muhammad bin Shalih asy-Syawi

Allah bersumpah dengan matahari, siangnya dan caha1-6. Allah bersumpah dengan ayat-ayat agung ini atas jiwa yang beruntung dan jiwa-jiwa lain yang keji seraya berfirman, “Demi matahari dan cahayanya di pagi hari,” yakni, cahayanya dan manfaat yang bersumber darinya. “Dan demi bulan apabila mengiringinya,” yakni mengiringinya dalam peredaran dan cahaya. “Dan demi siang apabila menampakannya,” yaitu menampakkan segala sesuatu yang ada di atas muka bumi dan membuatnya jelas. “Dan demi malam apabila menutupinya,” yaitu menutupi permukaan bumi sehingga menjadi gelap. Silih bergantinya gelap dan terang, matahari dan rembulan di alam ini dengan keteraturan, kesempurnaan, dan memberi berbagai manfaat untuk manusia, merupakan bukti terbesar bahwa Allah Maha Mengetahui lagi Mahakuasa atas segala sesuatu. Maka hanya Dia-lah yang berhak disembah dan semua sembahan selainNya adalah batil. “Dan demi langit serta pembinaannya,” kemungkinan ‘Maa’ dalam ayat ini adalah kata sambung sehingga sumpah berlaku untuk langit dan bangunannya yang amat sempuna indah. Hal ini sama seperti Firman Allah, “Dan demi bumi serta penghamparannya,” yakni Allah membentangkan dan memperluasnya sehingga memungkinkan seluruh makhluk untuk memanfaatkan bumi dengan berbagai seginya.yanya di waktu dhuha,

Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an
Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I

Demi matahari dan semburat sinarnya pada pagi hari. Penciptaan matahari, peredarannya pada poros dan orbitnya membuktikan kuasa Allah. Sinarnya yang terang dan panas sangat berman'faat bagi kehidupan manusia di bumi. 2. Demi bulan apabila mengiringinya dan menggantikan tugasnya menerangi bumi setelah matahari itu terbenam. Bulan muncul dalam bentuk bulan sabit, kemudian seiring pergantian hari berubah menjadi purnama, dan kembali ke bulan sabit lagi pada akhir bulan.

Tafsir Al-Madinah Al-Munawwarah
Markaz Ta'dzhim al-Qur'an di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Imad Zuhair Hafidz, professor fakultas al-Qur'an Universitas Islam Madinah

1. وَالشَّمْسِ وَضُحَىٰهَا (Demi matahari dan cahayanya di pagi hari)
Waktu dhuha adalah waktu setelah matahari mulai meninggi jika cahayanya telah bersinar sempurna.

Tafsir Al-Mukhtashar
Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid (Imam Masjidil Haram)

1-8. Surat ini dimulai dengan tujuh sumpah yang berturut-turut untuk menegaskan berita yang akan disebutkan setelahnya. Sumpah-sumpah ini menggunakan makhluk-makhluk yang Allah ciptakan dengan perhitungan yang detail. Di antara makhluk-makhluk ini adalah matahari yang merupakan makhluk bersinar yang terbesar, dan waktu dhuha yang merupakan waktu ketika matahari mulai meninggi.

Kemudian dilanjutkan dengan sumpah demi bulan yang kemunculannya bergantian dengan matahari, dan ia sangat berkatian dengan matahari karena cahayanya berasal dari sinar matahari. Kemudian sumpah demi siang yang diterangi oleh matahari, lalu dilanjutkan dengan sumpah demi malam yang merupakan salah satu tanda kekuasaan Allah, ia menutupi bumi sehingga menjadi gelap gulita.

Kemudian sumpah demi langit dan pembanguannya yang sempurna, penciptaannya yang dijadikan tinggi seakan-akan seperti pembangunannya. Lalu demi bumi dan penghamparannya serta manusia yang menghuninya.

Lalu sumpah demi jiwa dan penciptaan manusia yang seimbang, karena Allah telah menciptakannya dengan sebaik-baik bentuk. Kemudian Allah memenunjukkan kepadanya jalan kebaikan dan keburukan, dan menjelaskan apa yang bermanfaat baginya di dunia dan akhirat. Dan petunjuk ini berasal dari penyempurnaan penciptaannya yang menunjukkan kekuasaan Sang Pencipta. Allah telah menciptakan pemahaman dalam jiwa manusia sehingga menjadikannya dapat memahami dakwah para rasul.

Tafsir Al-Muyassar
Kementerian Agama Saudi Arabia

1. Allah bersumpah dengan matahari dan bersumpah dengan waktu naiknya matahari setelah terbit dari tempat munculnya.

Tafsir Al-Wajiz
Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah

1-8. Allah memulai surat ini dengan keimanan; Dimana Allah bersumpah dengan matahari dan sinarnya, yaitu waktu naiknya setelah munculnya. Allah juga bersumpah dengan bulan ketika mengikuti matahari, ketika matahari tenggelam, bulan muncul. Allah bersumpah dengan siang ketika nampak jelas dengan cahayanya dan sinarnya dan menyingkap kegelapan. Allah bersumpah dengan malam jika telah menyelimutinya, dan kegelapan yang ada padanya. Allah juga bersumpah dengan langit dan aturan-aturan Allah atas makhluknya dan Ia lah yang menguasai. Allah bersumpah dengan bumi dan hamparannya dari semua arah. Allah bersumpah atas setiap jiwa yang Allah ciptakan dan sempurna ciptaan-Nya. Dan Allah lah yang mengetahui keadaan ciptaan-Nya dan apa yang baik maupun yang buruk.

Tafsir Juz 'Amma, Dr. Shalih
Syaikh Prof. Dr. Shalih bin Fauzan al-Fauzan, anggota Lajnah Daaimah (Komite Fatwa Majelis Ulama KSA)

وَالشَّمْسِ وَضُحَاهَا " Demi waktu matahari sepenggalahan naik, "
Allah Ta'ala bersumpah dengan matahari dengan cahayanya, karena di dalamnya terdapat tanda-tanda yang menunjukkan sempurnanya kuasa, ilmu dan rahmat Allah subhaanahu wa Ta'ala. Sungguh di dalam matahari ini terdapat tanda-tanda kebesaran Allah yang tidak diketahui oleh sebagian orang, jika matahari terbit berapa besar di bumi ini tegangan listrik yang terpenuhi? Memenuhi miliaran daya listrik, karena manusia tercukupi dengan sinar matahari dari daya listrik, berapa suhu yang diperoleh bumi dari panasnya, dengannya buah-buahan matang, pepohonan menjadi tumbuh baik , tidak ada yang mengetahuinya kecuali Allah 'Azza Wa Jalla, menghasilkan banyak manfaat yang saya sendiri tidak mampu menghitungnya, karena kebanyakan perkara ini berkaitan dengan ilmu falak, ilmu bumi dan geologi, namun demikian itu semua adalah di antara tanda-tanda kebesaran Allah yang agung.

Tafsir Juz 'Amma, Muhammad bin Shalih
Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin, ulama besar abad 14 H

Serta manfaat yang dihasilkan darinya.

Tafsir as-Sa'di
Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H

Surah yang agung ini Allah ﷻ mengawalinya dengan 8 sumpah, Dia ﷻ berhak untuk bersumpah dengan apapun dari makhluknya yang Ia kehendaki, sebagaimana yang telah kita sebutkan bahwa dengan apapun Allah ﷻ berdumpah, kecuali padanya ada keutamaan dan keistimewaan, serta ibroh yang bermanfaat bagi siapa yang mengetahuinya.

Allah ﷻ berfirman : { وَالشَّمْسِ وَضُحَاهَا } Demi matahari dan cahanya di pagi hari.
{ وَالشَّمْسِ } Allah ﷻ bersumpah dengan menyebut matahari, yaitu bintang yang paling besar yang yang menyinari seluruh alam, Allah ﷻ menjadikan matahari itu menyinari seluruh alam sampai lapisan-lapisan yang yang paling dalam, cahayanya menembus lubang yang paling kecil, dan gua-gua yang dapat dicapai oleh cahaya itu, kemudian cahaya itu berpindah ke bagian lain dari bumi ini ketika malam datang di belahan bumi lainnya, inilah tanda kekuasaan Allah ﷻ .

{ وَضُحَاهَا } Dan cahayanya, yakni cahaya matahari yang menerangi seluruh alam, cahaya yang menghapus kegelapan malam, sehingga nampaklah segala sesuatu yang ditutupi oleh gelapnya malam, inlah tanda kekuasaan Allah ﷻ .

Cahaya matahari itu tidak akan pernah berkurang dan tidak pula bertambah kecuali Allah ﷻ menghendaki berakhirnya kehidupan didunia, cahaya matahari yang sungguh besar itu terus menerus bersinar sampai waktu yang ditentukan oleh Allah ﷻ san pencipta, kecuali ditutupi oleh gerhana yang mengakibatkan cahaya matahari berubah dalam waktu yang tidak panjang, dan peristiwa gerhana juga tanda kekuasaan Allah ﷻ, gehana terjadi atas izin Allah ﷻ, dan ketika gerhana matahari terjadi disyari'atkan bagi seluruh ummat islam untuk mendirikan shalat gerhana dan memperbanyak doa kepada Allah ﷻ ,

Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir
Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

1-2. Aku bersumpah demi matahari dan cahayanya di permulaan siang, dan demi bulan yang membuntutinya (matahari) langsung setelah terbenam