Skip to content

Al-Qur'an Surat Al-Hadid Ayat 18

Al-Hadid Ayat ke-18 ~ Quran Terjemah Perkata (Word By Word) English-Indonesian dan Tafsir Bahasa Indonesia

اِنَّ الْمُصَّدِّقِيْنَ وَالْمُصَّدِّقٰتِ وَاَقْرَضُوا اللّٰهَ قَرْضًا حَسَنًا يُّضٰعَفُ لَهُمْ وَلَهُمْ اَجْرٌ كَرِيْمٌ ( الحديد : ١٨)

inna
إِنَّ
Indeed
sesungguhnya
l-muṣadiqīna
ٱلْمُصَّدِّقِينَ
the men who give charity
orang-orang laki-laki yang benar
wal-muṣadiqāti
وَٱلْمُصَّدِّقَٰتِ
and the women who give charity
dan orang-orang perempuan yang benar
wa-aqraḍū
وَأَقْرَضُوا۟
and who lend
dan mereka memberi pinjaman
l-laha
ٱللَّهَ
(to) Allah
Allah
qarḍan
قَرْضًا
a loan
pinjaman
ḥasanan
حَسَنًا
goodly
kebaikan/yang baik
yuḍāʿafu
يُضَٰعَفُ
it will be multiplied
akan dilipat gandakan
lahum
لَهُمْ
for them
untuk mereka
walahum
وَلَهُمْ
and for them
dan untuk mereka
ajrun
أَجْرٌ
(is) a reward
pahala
karīmun
كَرِيمٌ
noble
mulia

Transliterasi Latin:

Innal-muṣṣaddiqīna wal-muṣṣaddiqāti wa aqraḍullāha qarḍan ḥasanay yuḍā'afu lahum wa lahum ajrung karīm (QS. 57:18)

English Sahih:

Indeed, the men who practice charity and the women who practice charity and [they who] have loaned Allah a goodly loan – it will be multiplied for them, and they will have a noble reward. (QS. [57]Al-Hadid verse 18)

Arti / Terjemahan:

Sesungguhnya orang-orang yang membenarkan (Allah dan Rasul-Nya) baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya akan dilipatgandakan (pembayarannya) kepada mereka; dan bagi mereka pahala yang banyak. (QS. Al-Hadid ayat 18)

Tafsir Ringkas Kemenag
Kementrian Agama RI

Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah dengan menginfakkan sebagian hartanya, baik laki-laki maupun perempuan, dan mereka dengan ikhlas meminjamkan kepada Allah dengan pinjaman yang baik, niscaya akan dilipatgandakan balasan kebaikan bagi mereka; dan mereka akan mendapat pahala yang mulia dari sisi-Nya.19. Dan orang-orang yang beriman dengan mantap kepada Allah dan rasul-rasul-Nya serta tidak meragukan janji-Nya, mereka itu orang-orang yang tulus hati dan pecinta kebenaran, dan mereka menjadi saksi-saksi di sisi Tuhan mereka. Karena keimanan dan kebaikan itu mereka berhak mendapat pahala dan cahaya dari sisi Allah. Tetapi, orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami serta mengingkari ajaran-ajaran Kami, mereka itu penghuni-penghuni neraka. Mereka kekal di dalamnya.

Tafsir Lengkap Kemenag
Kementrian Agama RI

Pada ayat ini Allah menerangkan bahwa orang-orang yang membenarkan dan mempercayai Allah dan Rasul-Nya baik laki-laki dan perempuan dan meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik dengan jalan bersedekah dan mendermakan hartanya di jalan Allah dengan ikhlas, mengharap-harapkan rida-Nya semata-mata, tidak menghendaki balasan dan terima kasih, akan dilipatgandakan pembalasannya oleh Allah swt. Satu kebaikan yang dikerjakan dibalas dengan sepuluh kebaikan dan dilipatgandakan sampai tujuh ratus kali, dan bagi mereka itu pahala yang banyak dan tempat tinggal yang baik yaitu Jannatun na'im di akhirat.

Tafsir al-Jalalain
Jalaluddin al-Mahalli dan Jalaluddin as-Suyuthi

(Sesungguhnya orang-orang yang membenarkan, baik laki-laki) mushshaddiqiina berasal dari mashdar tashadduq, kemudian huruf ta diidghamkan kepada huruf shad sehingga jadilah mushshaddiqiina, bentuk asalnya adalah mutashaddiqiina (maupun perempuan) yang percaya kepada Allah dan Rasul-Nya. Menurut qiraat lain kedua lafal tersebut dibaca tanpa tasydid, sehingga bacaannya menjadi innal mushaddiqiina wal mushaddiqaati, karena dianggap berasal dari tashdiq, sehingga artinya menjadi: Sesungguhnya orang-orang yang beriman, baik laki-laki maupun perempuan (dan meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik) dhamir yang ada pada lafal `aqradhuu kembali pada laki-laki dan perempuan, karena memprioritaskan kaum laki-laki. Fi'il atau kata kerja di sini diathafkan kepada isim, yaitu kepada shilah alif dan lam, karena sesungguhnya lafal al-mushshaddiqiina wal mushshaddiqaati yang dimasuki alif dan lam sama kedudukannya dengan fi'il yang berada sesudah shilah. Disebutkannya lafal al-qardhu berikut sifatnya sesudah pengertian tashadduq, hal ini memberikan pengertian adanya ikatan di antara lafal-lafal tersebut. Atau dengan kata lain, bahwa orang-orang yang membenarkan Allah dan Rasul-Nya itu adalah orang-orang yang mau meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik (maka Allah akan melipatgandakan) menurut suatu qiraat dibaca yudha`'af dengan memakai tasydid pada huruf 'ainnya, artinya balasan pinjaman mereka itu akan dilipatgandakan pahalanya (kepada mereka; dan bagi mereka pahala yang banyak).

Tafsir Ibnu Katsir
Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir

Allah Swt. menyebutkan pahala yang akan Dia berikan kepada orang-orang yang bersedekah —baik laki-laki maupun perempuan— dengan mendermakan sebagian dari harta mereka kepada orang-orang yang membutuhkan pertolongannya, kaum fakir dan miskin.

dan meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik. (Al-Hadid: 18)

Yakni mereka menyerahkannya dengan niat yang ikhlas karena mengharapkan rida Allah, dan tidak menginginkan balasan dari orang-orang yang diberi olehnya dan tidak pula ungkapan terima kasih. Karena itulah maka disebutkan dalam firman berikutnya:

niscaya akan dilipatgandakan (pembayarannya). (Al-Hadid: 18)

Yaitu Allah menerima dari mereka setiap kebaikan dibalas dengan sepuluh kali lipatnya, dan diberi tambahan pula hingga sampai tujuh ratus kali lipatnya, bahkan lebih dari itu lagi.

dan bagi mereka pahala yang banyak. (Al-Hadid: 18)

Yakni pahala yang berlimpah lagi baik, dan tempat kembali yang baik serta tempat tinggal yang mulia.

Tafsir Quraish Shihab
Muhammad Quraish Shihab

Orang-orang yang bersedekah dan berinfak di jalan Allah, baik laki-laki maupun perempuan, secara sukarela, pahala mereka akan dilipatgandakan. Lebih dari itu, di hari kiamat mereka akan mendapatkan upah yang mulia.