Al-Qur'an Surat Ar-Rahman Ayat 1

Ar-Rahman: 1 ~ Quran Terjemah Perkata dan Tafsir Bahasa Indonesia

اَلرَّحْمٰنُۙ

al-rahmanu
اَلرَّحْمٰنُۙ
Yang Maha Pengasih

Transliterasi Latin:

Ar-raḥmān (QS. 55:1)

Arti / Terjemahan:

(Tuhan) Yang Maha Pemurah, (QS. Ar-Rahman ayat 1)

Tafsir Ringkas Kemenag
Kementrian Agama RI

Uraian pada akhir Surah al-Qamar tentang keagungan kuasa Allah dan kesempurnaan kodrat-Nya disusul dengan penjelasan mengenai limpahan rahmat Allah kepada makhluk-Nya, yang disebutkan dalam Surah ar-Rahmàn. Surah ini diawali dengan nama-Nya yang indah. Dialah Allah Yang Maha Pengasih kepada makhluk, baik jin, manusia, hewan, tumbuhan, dan lainnya dalam kehidupan mereka di dunia.

Tafsir Lengkap Kemenag
Kementrian Agama RI

Pada ayat ini Allah yang Maha Pemurah menyatakan bahwa Dia telah mengajarkan Al-Qur'an kepada Muhammad saw yang selanjutnya diajarkannya ke umatnya. Ayat ini turun sebagai bantahan bagi penduduk Mekah yang mengatakan:
Sesungguhnya Al-Qur'an itu hanya diajarkan oleh seorang manusia kepadanya (Muhammad). (an-Nahl/16: 103)
Oleh karena isi ayat ini mengungkapkan beberapa nikmat Allah atas hamba-Nya, maka surah ini dimulai dengan menyebut nikmat yang paling besar faedahnya dan paling banyak manfaatnya bagi hamba-Nya, yaitu nikmat mengajarkan Al-Qur'an kepada manusia. Hal itu karena manusia dengan mengikuti ajaran Al-Qur'an akan berbahagia di dunia dan di akhirat dan dengan berpegang teguh pada petunjuk-petunjuk-Nya akan tercapai tujuan di kedua tempat tersebut. Al-Qur'an adalah induk kitab-kitab samawi yang diturunkan melalui makhluk Allah yang terbaik di bumi ini yaitu Nabi Muhammad saw.

Tafsir al-Jalalain
Jalaluddin al-Mahalli dan Jalaluddin as-Suyuthi

(Yang Maha Pemurah) yakni Allah swt.

Tafsir Ibnu Katsir
Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir

Allah Swt. menceritakan tentang karunia dan rahmat-Nya kepada makhluk-Nya, bahwa Dia telah menurunkan kepada hamba-hamba-Nya Al-Qur'an, dan memudahkan penghafalan dan pemahamannya bagi orang yang dirahmati-Nya. Untuk itu Allah Swt. berfirman:

(Tuhan) Yang Maha Pemurah. Yang telah mengajarkan Al-Qur’an. Dia menciptakan manusia. Mengajarnya pandai berbicara. (Ar-Rahman: 1-3)

Menurut Al-Hasan, yang dimaksud dengan al-bayan ialah berbicara.

Ad-Dahhak dan Qatadah serta selain keduanya mengatakan kebaikan dan keburukan.

Tetapi pendapat Al-Hasan dalam hal ini lebih baik dan lebih kuat karena konteks ayat membicarakan pengajaran Al-Qur'an, yang intinya ialah menunaikan bacaannya. Dan sesungguhnya hal tersebut dapat terealisasi (terwujudkan) bila Allah menjadikan makhluk-Nya pandai berbicara, dan dimudahkan-Nya untuk mengeluarkan bunyi huruf dari makhraj-nya masing-masing, yaitu dari halaq dan lisan serta kedua bibir dengan berbagai macam makhraj dan perbedaannya.

Tafsir Quraish Shihab
Muhammad Quraish Shihab

[[55 ~ AR-RAHMAN (SANG MAHA PENGASIH) Pendahuluan: Madaniyyah, 78 ayat ~ Kandungan utama surat ini adalah deskripsi tentang sejumlah nikmat Allah yang diawali--setelah menyebut nama-Nya, yaitu al-Rahmân, Sang Maha Pemurah--dengan menyebut nikmat Allah yang paling besar yaitu pengajaran al-Qur'ân. Deskripsi sejumlah nikmat dan karunia Allah itu dilakukan sedemikian unik yang menggambarkan keagungan dan kekuasaan Sang Pencipta atas manusia dan jin, di langit dan di bumi. Selain itu, di dalam surat ini diketengahkan pula siksaan para pelaku kejahatan yang mendustakan agama di dalam neraka jahanam, dan kenikmatan orang-orang yang bertakwa di dalam surga. Sebagai khatimah, surat ini ditutup dengan penyucian dan puji-pujian terhadap Allah Swt. Ayat yang berbunyi: fa bi ayyi âlâ'i rabbikumâ tukadzdzibân dalam surat ini disebut sebanyak tiga puluh satu kali. Pengulangan ayat seperti ini kita temukan pula pada beberapa surat lain dalam al-Qur'ân yang, tentunya, sesuai dengan situasi dan keperluan. Masing-masing ayat itu mengecam orang-orang yang mendustakan nikmat-nikmat Allah yang disebut pada ayat sebelumnya.]] Al-Rahmân, Tuhan Yang Maha Pengasih. Dia mengajarkan al-Qur'ân kepada manusia dan memudahkan jalan untuk itu.

An-Nafahat Al-Makkiyah
Syaikh Muhammad bin Shalih asy-Syawi

1. Surat yang mulia nan agung ini Allah awali dengan (salah satu) NamaNya, yaitu ar-Rahman (Yang Maha Pengasih), yang menunjukkan betapa luas rahmat dan pemberianNya, serta betapa melimpah kebaikan dan karuniaNya. Kemudian Allah menyebutkan apa yang menunjukkan rahmatNya serta pengaruh yang Allah berikan kepada para hamba berupa nikmat keduniaan, keagamaan, dan keakhiratan. Setelah Allah menyebutkan segala macam dan jenis kenikmatanNya, selanjutnya Dia memperingatkan jin dan manusia untuk bersyukur kepadaNYa, dengan berfirman, “Maka nikmat Rabb kamu yang manakah yang kamu dustakan?”

Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an
Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I

Uraian pada akhir surah al-qamar tentang keagungan kuasa Allah dan kesempurnaan kodrat-Nya disusul dengan penjelasan mengenai limpahan rahmat Allah kepada makhluk-Nya, yang disebutkan dalam surah ar-rahm'n. Surah ini diawali dengan nama-Nya yang indah. Dialah Allah yang maha pengasih kepada makhluk, baik jin, manusia, hewan, tumbuhan, dan lainnya dalam kehidupan mereka di dunia. 2. Allah menyebut rahmat-Nya yang paling agung. Dialah tuhan yang telah mengajarkan Al-Qur'an kepada siapa saja yang dia kehendaki.

Tafsir Al-Madinah Al-Munawwarah
Markaz Ta'dzhim al-Qur'an di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Imad Zuhair Hafidz, professor fakultas al-Qur'an Universitas Islam Madinah

1-2. الرَّحْمٰنُ عَلَّمَ الْقُرْءَانَ (Yang Maha Pemurah Yang telah mengajarkan al Quran)
Karena surat ini menyebutkan berbagai kenikmatan yang diberikan Allah bagi hamba-hamba-Nya, maka Allah mendahulukan kenikmatan yang paling agung, yang paling bermanfaat, dan paling berguna yaitu kenikmatan pengajaran al-Qur’an; kerena al-Qur’an adalah kunci kebahagiaan dunia dan akhirat.

Tafsir Al-Mukhtashar
Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid (Imam Masjidil Haram)

1-2. Allah Maha Pengasih kepada jin dan manusia. Allah mengajarkan mereka al-Qur’an dengan memudahkan bacaan dan pemahamannya.

Tafsir Al-Muyassar
Kementerian Agama Saudi Arabia

1. Ar-Raḥmān, yang memiliki rahmat yang luas.

Tafsir Al-Wajiz
Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah

Allah membuka surat ini dengan nama yang agung yaitu Ar Rahman, yang ia adalah nama Allah, pemilik rahmah (Yang Maha Pemurah) yang sempurna di dunia dan akhirat.

Tafsir as-Sa'di
Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H

Surah yang mulia ini dimulai dengan nama Allah Ar Rahman yang menunjukkan luasnya rahmat-Nya, meratanya ihsan-Nya, banyaknya kebaikan-Nya dan luasnya karunia-Nya. Selanjutnya Allah Subhaanahu wa Ta'aala menyebutkan sesuatu yang menunjukkan rahmat-Nya dan atsar(pengaruh)nya yang Allah sampaikan kepada hamba-hamba-Nya berupa nikmat-nikmat agama, dunia maupun akhirat, dan setelah itu Allah Subhaanahu wa Ta'aala mengingatkan manusia dan jin yang mendapatkan nikmat itu agar bersyukur kepada-Nya dengan firman-Nya, “Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?”

Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir
Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

1-2. Allah SWT adalah Dzat yang Maha Pengasih lagi Maha Pemberi Nikmat dengan keagungan-keagungan nikmat dunia dan akhirat. Dzat yang mengajarkan rasulNya Al-Qur’an dengan memberinya wahyu untuk disampaikan kepada manusia.