Skip to content

Al-Qur'an Surat Az-Zukhruf Ayat 41

Az-Zukhruf Ayat ke-41 ~ Quran Terjemah Perkata (Word By Word) English-Indonesian dan Tafsir Bahasa Indonesia

فَاِمَّا نَذْهَبَنَّ بِكَ فَاِنَّا مِنْهُمْ مُّنْتَقِمُوْنَۙ ( الزخرف : ٤١)

fa-immā
فَإِمَّا
And whether
maka jika
nadhhabanna
نَذْهَبَنَّ
We take you away
sungguh Kami wafatkan
bika
بِكَ
We take you away
dengan kamu
fa-innā
فَإِنَّا
then indeed, We
maka sesungguhnya Kami
min'hum
مِنْهُم
from them
dari mereka
muntaqimūna
مُّنتَقِمُونَ
(will) take retribution
orang-orang yang disiksa

Transliterasi Latin:

Fa immā naż-habanna bika fa innā min-hum muntaqimụn (QS. 43:41)

English Sahih:

And whether [or not] We take you away [in death], indeed, We will take retribution upon them. (QS. [43]Az-Zukhruf verse 41)

Arti / Terjemahan:

Sungguh, jika Kami mewafatkan kamu (sebelum kamu mencapai kemenangan) maka sesungguhnya Kami akan menyiksa mereka (di akhirat). (QS. Az-Zukhruf ayat 41)

Tafsir Ringkas Kemenag
Kementrian Agama RI

Maka sungguh, sekiranya Kami membawamu pergi dengan mewafatkanmu atau dengan cara yang lain sebelum engkau mencapai kemenangan, maka sesungguhnya Kami akan tetap memberikan azab kepada mereka di akhirat nanti, atau Kami perlihatkan kepadamu azab yang telah Kami ancamkan atau sampaikan kepada mereka. Maka sungguh, Kami Maha berkuasa untuk menurunkan siksaan atas mereka.”

Tafsir Lengkap Kemenag
Kementrian Agama RI

Di dalam dua ayat ini dijelaskan bahwa Nabi saw tidak perlu terlalu merisaukan penentangan orang-orang musyrikin Mekah. Mereka pasti akan dihukum oleh Allah pada saat yang dikehendaki-Nya. Kemungkinan hukuman itu dalam dua cara. Pertama, Allah akan menghukum mereka setelah Nabi saw meninggal; dengan demikian hukuman itu tidak sempat beliau saksikan sendiri di dunia. Kedua, hukuman terhadap orang-orang yang kafir itu dilaksanakan Allah sekarang juga yaitu pada saat Nabi saw masih hidup. Bukti hukuman seperti itu adalah, menurut sebagian ulama, terbunuhnya banyak pemimpin kaum kafir Mekah pada Perang Badar. Demikianlah ancaman Allah terhadap kaum kafir itu. Pernyataan itu kembali menguatkan hati Nabi saw bahwa mereka yang menentang itu memang betul-betul membutakan mata hatinya karena itu perlu didakwahi lebih intensif lagi.

Tafsir al-Jalalain
Jalaluddin al-Mahalli dan Jalaluddin as-Suyuthi

(Sungguh, jika) lafal Imma asalnya adalah gabungan antara Syarthiyyah dan Ma Zaidah (Kami mewafatkan kamu) sebelum Kami mengazab mereka (maka sesungguhnya Kami akan menyiksa mereka) di akhirat.

Tafsir Ibnu Katsir
Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir

Kemudian disebutkan dalam firman selanjutnya:

Sungguh, jika Kami mewafatkan kamu (sebelum mencapai kemenagan), maka sesungguhnya Kami akan menyiksa mereka (di akhirat). (Az-Zukhruf: 41)

Yaitu Kami harus mengazab mereka dan membalas perbuatan mereka, sekali pun engkau telah pergi.

Tafsir Quraish Shihab
Muhammad Quraish Shihab

Jika Kami mematikan kamu sebelum Kami perlihatkan kepadamu penyiksaan mereka--sehingga, dengan demikian, Kami melegakan dadamu dan orang-orang Mukmin--Kami pasti akan tetap membalas mereka di dunia dan di akhirat.