Al-Qur'an Surat Yasin Ayat 1

Yasin: 1 ~ Quran Terjemah Perkata dan Tafsir Bahasa Indonesia

يٰسۤ ۚ

ya-seen
یٰسٓۚ
Yâ­Sîn

Transliterasi Latin:

Yā sīn (QS. 36:1)

Arti / Terjemahan:

Yaa siin (QS. Yasin ayat 1)

Tafsir Ringkas Kemenag
Kementrian Agama RI

Allah memulai surah ini dengan huruf Yà Sìn.

Tafsir Lengkap Kemenag
Kementrian Agama RI

Pada surah-surah sebelumnya telah dibicarakan mengenai awal surah yang dimulai dengan huruf-huruf abjad. Pada kesimpulannya disebutkan bahwa pendapat yang terkuat menetapkan huruf-huruf abjad itu dimaksudkan sebagai peringatan untuk membangkitkan minat orang yang membacanya kepada hal-hal penting yang akan disebutkan dalam ayat-ayat sesudahnya. Tetapi, dari riwayat Ibnu 'Abbas diperoleh keterangan bahwa ya sin bermakna ya insan (wahai manusia) yakni wahai Muhammad. Demikian pula pendapat Abu Hurairah, 'Ikrimah, adh-ahhak, Sufyan bin Uyainah dan Sa'id bin Jubair. Menurut mereka, ya sin berasal dari logat Habsyah. Sedang Malik yang meriwayatkan dari Zaid bin Aslam menyebutkan arti ya sin adalah kependekan dari nama-nama Allah. Ada lagi yang berpendapat ya sin ringkasan dari kalimat "Ya Sayidal Basyar", yakni Nabi Muhammad sendiri. Atau ia adalah salah satu nama dari Al-Qur'an. Namun demikian, mayoritas ulama menyerahkan arti ya sin kepada Allah. (untuk lebih jelasnya, lihat tafsir surah al-Baqarah/2: 1)

Tafsir al-Jalalain
Jalaluddin al-Mahalli dan Jalaluddin as-Suyuthi

(Yaa siin) hanya Allahlah yang mengetahui maksudnya.

Tafsir Ibnu Katsir
Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir


Dalam pembahasan terdahulu telah diterangkan huruf-huruf yang mengawali kebanyakan surat-surat Al-Qur'an, yaitu di dalam tafsir surat Al-Baqarah.

Tafsir Quraish Shihab
Muhammad Quraish Shihab

[[36 ~ YAASIN Pendahuluan: Makkiyyah, 83 ayat ~ Surat ini dibuka dengan dua huruf yang terdapat dalam bahasa Arab. Kemudian dilanjutkan dengan bersumpah demi al-Qur'ân bahwa Muhammad saw. benar-benar termasuk salah seorang rasul yang menyampaikan dakwah sesuai dengan petunjuk al-Qur'ân untuk memperingatkan kaumnya sebagaimana leluhur mereka dahulu. Surat ini kemudian memaparkan hal ihwal para pembangkang yang tidak menerima peringatan. Dijelaskan bahwa peringatan itu hanya berguna bagi mereka yang menerima al-Qur'ân dan takut kepada Tuhan. Kelak Allah akan membangkitkan manusia dari kematiaannya untuk memperhitungkan segala perbuatannya. Setelah itu, surat ini mengetengahkan suatu ilustrasi kepada orang-orang kafir Mekah tentang perseteruan antara golongan yang mengajak kepada jalan Allah dengan golongan yang mendustakan-Nya. Lalu disebutkan akhir yang didapat oleh dua golongan itu. Selain itu, surat ini pun mengetengahkan beberapa bukti kemahakuasaan Allah yang semestinya dapat menghantarkan manusia kepada keimanan dan membuatnya selalu waspada akan ancaman Allah yang turun secara tiba-tiba guna membalas amal perbuatan setiap manusia. Pada saat itu penghuni surga akan memperoleh kesenangan dan mendapatkan semua yang mereka inginkan. Sebaliknya, para penghuni neraka akan diusir. Mulut mereka--dengan kekuasaan Allah--akan terbungkam, sementara anggota badan mereka akan dapat berbicara. Allah Mahakuasa untuk mengubah bentuk mereka. Sebab, Dialah yang mengubah orang yang diberi usia panjang dari kuat menjadi lemah, dari kuat ingatannya menjadi pikun dan kembali bersikap kekanak-kanakan. Dialah yang telah memelihara nabi-Nya dari segala bentuk ilusi dan ketidakwarasan. Dia tidak pernah mengajarkan syair kepadanya, karena seorang nabi tidak layak menjadi penyair yang kerap mempermainkan kata-kata dan mengembara ke setiap lembah. Apa yang disampaikan oleh Muhammad tidak lain adalah al-Qur'ân yang jelas dan rasional, bukan hasil khayalan. Surat ini, selanjutnya, menyebutkan tentang karunia Allah kepada para hamba-Nya. Disebutkan bahwa Allahlah yang menjadikan ternak-ternak untuk dimiliki dan dijadikan kendaraan oleh manusia. Meskipun segala karunia itu disediakan untuk kepentingan manusia, tetapi banyak manusia yang tetap mempersekutukan Allah. Mereka malah menyembah sekutu-sekutu, selain Allah, yang lemah itu. Akhirnya, surat ini ditutup dengan anjuran agar manusia memperhatikan keberadaan dirinya yang berasal dari sperma tapi kemudian menjadi penentang yang paling keras. Dijelaskan pula bahwa Sang Pencipta kejadian pertama, yang mengeluarkan api dari hijau pepohonan dan menciptakan langit dan bumi, tentu Mahakuasa untuk menghidupkan kembali tulang-tulang yang hancur berserakan. Jika Allah berkehendak, Dia hanya berkata, "Jadilah!" maka sesuatu itu pun terjadi. Mahasuci Allah, Sang Maha Penguasa segala sesuatu. Hanya kepada-Nyalah segala sesuatu akan kembali.]] Yâ, Sîn. Sebagaimana cara al-Qur'ân mengawali beberapa surat dengan huruf eja (al-hurûf al-muqaththa'ah), surat ini pun dibuka dengan dua huruf fonemis.

An-Nafahat Al-Makkiyah
Syaikh Muhammad bin Shalih asy-Syawi

Allah memulai surah ini dengan huruf y' s'n. 2. Lalu Allah berfirman, 'aku bersumpah demi Al-Qur'an yang penuh hikmah, yakni pasti benarnya dan tidak ada sedikit pun yang tidak benar di dalamnya.

Asbabun Nuzul
Surat Yasin Ayat 1

Diriwayatkan oleh Abu Nuaim di dalam kitab ad Dalaa-il, yang bersumber dari Ibnu Abbas bahwa ketika Rasulullah saw. membaca surah as-Sajdah dengan nyaring, orang-orang Quraisy merasa terganggu. Mereka bersiap-siap untuk menyiksa Rasulullah saw. tetapi tiba-tiba tangan mereka terbelenggu di pundak-pundaknya, dan mereka menjadi buta samasekali. Mereka mengharapkan pertolongan Nabi saw. dan berkata: "Kami sangat mengharapkan bantuan tuan atas nama Allah dan atas nama keluarga." Kemudian Rasulullah saw berdoa dan merekapun sembuh. Namun tak seorangpun dari mereka yang beriman. Berkenaan dengan peristiwa itu, turunlah ayat-ayat ini (Yaasiin: 1-10).

Tafsir Al-Madinah Al-Munawwarah
Markaz Ta'dzhim al-Qur'an di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Imad Zuhair Hafidz, professor fakultas al-Qur'an Universitas Islam Madinah

1. يسٓ (Yaa siin)
Penjelasan tentang huruf-huruf muqattha’ah seperti ini telah disebutkan pada awal surat al-Baqarah.

Tafsir Al-Mukhtashar
Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid (Imam Masjidil Haram)

1-2. Huruf-huruf al-Muqattha’ah yang menjadi pembuka beberapa surat mengandung isyarat pada keagungan dan mukjizat al-Qur’an yang diturunkan dalam bahasa Arab dengan huruf-hurufnya. Dan tantangan untuk mendatangkan sesuatu yang semisal al-Qur’an tetap berlaku hingga sekarang, dan ini menjadi saksi bahwa al-Qur’an adalah kalamullah dan risalah-Nya yang ditujukan bagi manusia.

Allah bersumpah dengan firman-Nya yang menjadi kalam yang paling mulia untuk diucapkan dan senantiasa diperdengarkan dengan penuh kekhusu’an. Ia mengandung banyak hikmah dan ilmu; dan ia terlindungi sehingga tidak ada tangan yang mampu merubahnya.

Tafsir Al-Muyassar
Kementerian Agama Saudi Arabia

1. Yā Sīn. Pembahasan tentang huruf-huruf semacam ini sudah ada di awal surah Al-Baqarah.

Tafsir Al-Wajiz
Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah

Telah berlalu penjelasan dari huruf muqatha'ah di awal surat Al Baqarah. Dan berkata sebagian ahli tafsir: Yasin adalah nama surat, dan berkata Ibnu Abbas: Sesungguhnya maknanya adalah wahai manusia, dengan sebagian lahjah Arobiyah, dan berkata Ibnu Hanifiyyah: Ia adalah nama Nabi Muhammad dengan dalil firman Allah "Sesungguhnya engkau sebagian dan utusan".

Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir
Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

Keutamaan: Imam Ahmad, Abu Dawud, Ibnu Majah, Ibnu Hibban, dan Imam Hakim dari Muaqqal bin Yasar (itu adalah hadits Hasan) dari Nabi SAW bersabda: “Bacakanlah surah Yasin untuk orang-orang mati kalian, karena di dalamnya ada petunjuk tentang hari kebangkitan, kekuasaan dan keesaan Tuhan dengan menghidupkan bumi yang mati dan penyebutan ayat-ayat kauniyyah.

1. {Yaasiin} : Yaa’ dan Siin. Perumpamaan lainnya berupa huruf-huruf hijaiyyah yang terpisah-pisah di awal-awal surah itu berfungsi untuk memberi perhatian sesuatu setelahnya dan menunjukkan betapa kokohnya Al-Qur’an dan menentang bangsa Arab, karena Al-Qur’an itu tersusun dari huruf-huruf yang membentuk suatu kalam dan mereka ahli dalam menyusunnya. Kelemahan mereka (dalam hal itu) adalah sejelas-jelas hujjah bagi mereka