Al-Qur'an Surat An-Naml Ayat 1

An-Naml: 1 ~ Quran Terjemah Perkata dan Tafsir Bahasa Indonesia

طٰسۤ ۚ تِلْكَ اٰيٰتُ الْقُرْاٰنِ وَكِتَابٍ مُّبِيْنٍ ۙ

ta-seen
طٰسٓ ۫
tha siin
til'ka
تِلْكَ
inilah
ayatu
اٰیٰتُ
ayat-ayat
al-qur'ani
الْقُرْاٰنِ
Al-Qur'an
wakitabin
وَ كِتَابٍ
dan Kitab
mubinin
مُّبِیْنٍۙ
nyata/jelas

Transliterasi Latin:

ṭā sīn, tilka āyātul-qur`āni wa kitābim mubīn (QS. 27:1)

Arti / Terjemahan:

Thaa Siin (Surat) ini adalah ayat-ayat Al Quran, dan (ayat-ayat) Kitab yang menjelaskan, (QS. An-Naml ayat 1)

Tafsir Ringkas Kemenag
Kementrian Agama RI

Tà Sìn. Inilah ayat-ayat Al-Qur’an, dan Kitab yang jelas. Kitab ini adalah Firman Allah dan menjelaskan pesan-pesan Allah kepada manusia.

Tafsir Lengkap Kemenag
Kementrian Agama RI

Awal surah ini menjelaskan bahwa Al-Qur'an adalah wahyu Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad, nabi dan rasul yang terakhir. Ayat-ayat Al-Qur'an diturunkan melalui perantaraan malaikat Jibril.
Ayat-ayat ini memberikan penjelasan dan keterangan bagi orang yang berpikir bahwa Al-Qur'an benar-benar kitab yang diturunkan Allah kepada Nabi Muhammad. Ia bukan kata-kata tipuan atau hasil rekayasa Nabi Muhammad, dan bukan pula ciptaan salah seorang makhluk Allah. Manusia dan jin tidak mungkin dapat membuat Al-Qur'an atau menyamainya, meskipun keduanya bekerja sama untuk itu.
Maksud dari kalimat "Kitab yang menjelaskan" adalah Al-Qur'an. Dalam ayat ini berkumpul dua nama dari Al-Qur'an itu, yaitu "Al-Qur'an" (yang dibaca) dan "al-Kitab" (yang dituliskan). Dua buah nama yang mempunyai arti dan maksud yang sama. Dalam ayat yang lain, Allah berfirman:
Alif Lam Ra. (Surah) ini adalah (sebagian dari) ayat-ayat Kitab (yang sempurna) yaitu (ayat-ayat) Al-Qur'an yang memberi penjelasan. (al-hijr/15: 1)
Ayat-ayat Al-Qur'an memberi penjelasan tentang arti ayat-ayatnya, karena di dalamnya terdapat ayat-ayat yang saling menjelaskan. Maksudnya ialah ada ayat yang membahas satu persoalan secara rinci dan menjelaskan maksud ayat lain yang mengandung persoalan yang sama, tetapi turun secara global. Ayat-ayat Al-Qur'an juga memberi penjelasan tentang tujuan-tujuan penurunannya, seperti hukum-hukum yang terkait dengan halal dan haram, janji dan ancaman, serta perintah dan larangan. Kesemuanya itu dijadikan pedoman hidup di dunia sebagai jalan mencapai kebahagiaan hidup di akhirat kelak.

Tafsir al-Jalalain
Jalaluddin al-Mahalli dan Jalaluddin as-Suyuthi

(Tha Sin) hanya Allah saja yang mengetahui maksudnya (ini) yakni ayat-ayat ini (adalah ayat-ayat Alquran) sebagian daripada Alquran (dan ayat-ayat Kitab yang menjelaskan) yang memenangkan perkara yang hak di atas perkara yang batil. Lafal Kitabin di'athafkan kepada lafal yang sebelumnya dengan ditambahi sifat.

Tafsir Ibnu Katsir
Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir

Dalam surat Al-Baqarah telah diterangkan huruf-huruf hijaiyah yang mengawali banyak surat Al-Qur'an.

Firman Allah Swt.:

(Surat) ini adalah ayat-ayat Al-Qur’an, dan (ayat-ayat) Kitab yang menjelaskan. (An-Naml: l)

Yakni ayat-ayat Al-Qur'an alias Kitab yang jelas lagi gamblang ini.

Tafsir Quraish Shihab
Muhammad Quraish Shihab

[[27 ~ AN-NAML (SEMUT) Pendahuluan: Makkiyyah, 93 ayat ~ Surat al-Naml dimulai dengan huruf-huruf fonemis yang bertujuan untuk mengingatkan kembali bahwa al-Qur'ân, meskipun menggunakan anasir yang sama dengan bahasa orang-orang Arab, tetap merupakan mukjizat. Dari sisi lain, huruf-huruf pada permulaan surat seperti itu memiliki fungsi intrinsik (maknawi) yang mencela orang-orang yang enggan mendengarkan al-Qur'ân. Ayat-ayat pertama surat ini menuturkan kisah dan berbagai mukjizat Mûsâ a. s., kisah Dâwûd a. s. dan hikayat pewarisan tahta kerajaan dari sang ayahanda, Sulaymân a. s., nabi yang memiliki kekuatan supra natural karunia Allah Swt. Ia memiliki kemampuan menundukkan jin, manusia, bangsa burung dan dapat memahami bahasa binatang. Nabi yang selalu mensyukuri nikmat-nikmat Tuhannya. Ayat-ayat berikutnya berkisah tentang kembalinya burung hudhud dari sebuah pengembaraan dengan membawa berita tentang Balqîs, Ratu yang bersama rakyatnya menyembah matahari. Sulaymân melayangkan sepucuk surat pada sang ratu. Setelah berunding dengan para pendampingnya, Balqîs memutuskan membalas surat Sulaymân dengan mengirimkan berbagai hadiah. Disinggung pula peristiwa menakjubkan saat Balqîs memasuki istana Sulaymân dengan penuh perasaan kagum, karena sang nabi telah memboyong singgasana sang ratu dengan bantuan seorang ahli yang memiliki pengetahuan tentang kitab. Terakhir, Balqîs mengikrarkan keimanannya. Ayat-ayat berikutnya menuturkan kisah Nabi Shâlih bersama kaumnya, kisah Nabi Lûth bersama kaumnya, kisah penyelamatan Nabi Lûth dan pembinasan orang-orang yang menyimpang dari hukum Tuhan. Beberapa ayat lainnya berusaha menggugah akal pikiran manusia untuk memperhatikan tanda-tanda kekuasaan dan keesaan Allah yang terdapat di langit dan di bumi. Dilanjutkan dengan penjelasan kedudukan al-Qur'ân dalam dakwah dan berpalingnya orang-orang kafir dari al-Qur'ân dengan kesempurnaan mukjizatnya. Disinggung pula, dalam surat ini, keterangan ringkas perihal datangnya makhluk dalam wujud binatang melata, pada masa-masa menjelang hari kiamat, yang akan bercakap-cakap dengan manusia dan yang akan menceritakan keingkaran mereka pada ayat-ayat Allah. Masih dalam topik pembicaraan hari kiamat, ayat-ayat selanjutnya menggambarkan kepanikan alam semesta saat mendengar bunyi terompet Isrâfîl, sebagai pertanda kebangkitan dan masa pengumpulan manusia telah tiba. Bagian akhir surat berisi penjelasan hakikat alam raya, gunung-gunung yang berjalan bagaikan awan, uraian metode dakwah Nabi dan keharusan memuji Allah Swt.]] Thâ, Sîn. Dua buah huruf fonemis yang membuka surat ini bertujuan untuk menggugah perhatian para pendengar kepada rahasia mukjizat al-Qur'ân sambil memberi isyarat bahwa bahasa al-Qur'ân itu sama dengan bahasa yang mereka pergunakan dalam berkomunikasi. Di samping kegunaan tersebut, huruf-huruf seperti itu memiliki fungsi psikologis, memusatkan konsentrasi para pendengar. Itulah ayat-ayat yang diturunkan Allah yang telah dibacakan kepada kalian dan kalian dapat membacanya sendiri. Itulah kitab yang menjelaskan apa yang dikandungnya.

An-Nafahat Al-Makkiyah
Syaikh Muhammad bin Shalih asy-Syawi

1 Allah mengingatkan hamba-hambaNya akan keagungan al-qur’an, dan Dia mengisyaratkan kepada al-qur’an dengan suatu isyarat yang bermakna “ta’zhim,” (pengagungan), seraya berfirman, ”ini adalah ayat-ayat al-qur’an, dan (ayat-ayat) kitab yang menjelaskan,” maksudnya, ia adalah ayat-ayat yang tertinggi, penjelasan-penjelasan yang terkuat dan keterangan-keterangan yang terjelas dan paling nyata tentang harapan-harapan yang paling tinggi, tujuan-tujuan yang paling utama, amal-amal yang terbaik, dan akhlak yang terluhur.
Ayat-ayat yang menunjukkan kepada berita-berita yang benar, perintah-perintah yang baik dan larangan dari segala perbuatan jelek dan akhlak (moral) yang tercela. Ayat-ayat yang sampai pada kejelasan dan keterangannya bagi mata hati yang bercahaya sejelas matahari bagi pandangan mata; ayat-ayat yang menunjukkan kepada iman dan mengajak untuk sampai kepada keyakinan, dan ia mengonfirmasikan tentang perkara-perkara ghaib yang telah berlalu dan yang akan datang (sebagaimana) telah terjadi dan akan terjadi; ayat-ayat yang mengajak untuk mengenal Rabb yang Mahaagung dengan nama-namaNya yang sangat baik dan sifat-sifatNya yang tinggi dan perbuatan-perbuatannNya yang sempurna; ayat-ayat yang mengenalkan kepada kita rasul-rasulNya, para waliNya dan sifat-sifat mereka hingga seakan-akan kita melihat mereka dengan pandangan mata kita.

Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an
Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I

'' s'n. Inilah ayat-ayat Al-Qur'an, dan kitab yang jelas, bahwa kitab ini adalah firman Allah dan menjelaskan pesan-pesan Allah kepada manusia. 2. Al-qur'an adalah menjadi petunjuk, pembimbing manusia ke jalan yang lurus dan berita gembira bagi orang-orang yang beriman. Merekalah yang bisa memanfaatkan Al-Qur'an dalam kehidupan mereka. Mereka akan mendapatkan kebahagiaan di dunia dan di akhirat nanti akan masuk surga.

Tafsir Al-Madinah Al-Munawwarah
Markaz Ta'dzhim al-Qur'an di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Imad Zuhair Hafidz, professor fakultas al-Qur'an Universitas Islam Madinah

1. تِلْكَ ((Surat) ini)
Kata tunjuk ini merujuk pada surat ini.

ءَايٰتُ الْقُرْءَانِ وَكِتَابٍ مُّبِينٍ (adalah ayat-ayat Al Quran dan Kitab yang menjelaskan)
Yang dimaksud dengan (كِتَابٍ مُّبِينٍ) adalah al-Qur’an itu sendiri. Dalam ayat ini disebutkan dua sifat al-Qur’an, yaitu sebagai al-Qur’an (bacaan) yang menunjukkan bahwa ia adalah bacaan berbahasa arab yang mengandung mukjizat, serta sebagai kitab (tulisan) yang menunjukkan bahwa ia tertulis yang disertai penjelasan kandungannya bagi orang yang membacanya, atau maksudnya adalah jelas maknanya dan mukjizatnya kerena mengandung bahasa yang fasih.

Tafsir Al-Mukhtashar
Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid (Imam Masjidil Haram)

1. Pada awal surat al-Baqarah telah dijelaskan tentang huruf muqattha’ah, dan hikmah dari penyebutan huruf muqattha’ah ini adalah untuk menjelaskan sisi mukjizat al-Qur’an.

Ayat-ayat yang memiliki tujuan yang jauh dan susunan yang indah ini merupakan ayat-ayat al-Qur’an dan kitab yang penuh dengan penjelasan.

Tafsir Al-Muyassar
Kementerian Agama Saudi Arabia

1. Ṭā Sīn. Pembahasan tentang huruf-huruf seperti ini telah dijelaskan dalam permulaan surah Al-baqarah. Ayat-ayat yang diturunkan kepadamu ini adalah ayat-ayat Al-Qur`ān, yaitu kitab yang jelas lagi nyata, tidak ada kesamaran padanya, barangsiapa yang menghayati dan memperhatikannya, niscaya ia akan yakin bahwa ia berasal dari sisi Allah.

Tafsir Al-Wajiz
Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah

Telah berlalu pembahasan atas huruf muqatha’ah di awal surat Al Baqarah. Kemudian Allah mengisyaratkan kepada ayat yang bahwasanya pada Al Qur’an dan kitab agung ini yang Allah turunkan kepada Nabi-Nya ﷺ pada surat ini dan selainnya adalah ayat-ayat yang jelas dan terang. Allah jelaskan padanya segala urusan hamba dan kemaslahatan bagi mereka di dunia dan amalan mereka yang membawa keberhasilan dengan amalan tersebut untuk meraih ridha Allah beserta surge di akhirat.

Tafsir as-Sa'di
Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H

Allah Subhaanahu wa Ta'aala mengingatkan hamba-hamba-Nya akan keagungan Al Qur’an serta memberikan isyarat yang menunjukkan keagungan-Nya.

Menjelaskan mana yang hak (benar) dan mana yang batil. Ayat-ayat-Nya adalah ayat yang paling agung, bukti yang paling kuat, dilalah(maksud)nya paling jelas, dan paling menerangkan tuntutan yang diinginkan. Ayat-ayat-Nya menunjukkan berita yang benar, perintah yang baik, dan larangan terhadap perbuatan yang membahayakan serta akhlak tercela, ayat-ayat-Nya dalam hal jelas dan terangnya bagi mata hati ibarat matahari bagi mata kepala, ayat-ayat-Nya menunjukkan kepada keimanan dan mengajak untuk meyakini, serta memberitakan berita-berita yang lalu dan yang akan datang yang akan terjadi sesuai kenyataan. Ayat-ayat yang mengajak untuk mengenal Allah Rabbul ‘alamin dengan nama-nama-Nya yang indah dan sifat-sifat-Nya yang tinggi serta perbuatan-perbuatan-Nya yang sempurna, ayat-ayat yang menerangkan kepada kita para rasul dan wali-Nya serta menyifati mereka seakan-akan kita melihat mereka secara langsung. Namun demikian, banyak manusia di dunia ini yang tidak dapat mengambil manfaat daripadanya, semua yang menentang tidak mendapatkan petunjuk darinya sebagai penjagaan terhadap ayat-ayat ini dari orang yang tidak memiliki kebaikan dan kesalehan serta kebersihan hati. Hanya orang-orang yang diistimewakan Allah dengan iman, dan hati yang bersinar lagi bersih saja yang mendapatkan petunjuk darinya.

Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir
Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

Keutamaan: surat ini tergolong surat Thawasin yaitu yang Nabi tempatkan pada tempat Zabur, seperti pada surat Asy syuaro.

1. Thaa’, sin sebagai pengingat seperti pada surat-surat sebelumnya. Ayat ini adalah ayat Alquran agung. Kitab yang terdapat berbagai tuntunan agama dan syariat, kebenaran dan kebatilan sebagai petunjuk untuk kebahagiaan manusia