Skip to content

Al-Qur'an Surat Asy-Syu'ara' Ayat 86

Asy-Syu'ara' Ayat ke-86 ~ Quran Terjemah Perkata (Word By Word) English-Indonesian dan Tafsir Bahasa Indonesia

وَاغْفِرْ لِاَبِيْٓ اِنَّهٗ كَانَ مِنَ الضَّاۤلِّيْنَ ۙ ( الشعراۤء : ٨٦)

wa-igh'fir
وَٱغْفِرْ
And forgive
dan ampunilah
li-abī
لِأَبِىٓ
my father
bagi bapakku
innahu
إِنَّهُۥ
Indeed he
sesungguhnya dia
kāna
كَانَ
is
adalah dia
mina
مِنَ
of
dari/termasuk
l-ḍālīna
ٱلضَّآلِّينَ
those astray
orang-orang yang sesat

Transliterasi Latin:

Wagfir li`abī innahụ kāna minaḍ-ḍāllīn (QS. 26:86)

English Sahih:

And forgive my father. Indeed, he has been of those astray. (QS. [26]Ash-Shu'ara verse 86)

Arti / Terjemahan:

Dan ampunilah bapakku, karena sesungguhnya ia adalah termasuk golongan orang-orang yang sesat, (QS. Asy-Syu'ara' ayat 86)

Tafsir Ringkas Kemenag
Kementrian Agama RI

Nabi Ibrahim adalah seorang yang sangat santun kepada orang tuanya, walaupun kafir. Dia berdoa untuk kebaikan ayahnya."Dan ampunilah ayahku, sesungguhnya dia termasuk orang yang sesat, penyembah berhala." Namun karena Allah melarang seseorang mendoakan orang kafir yang telah meninggal, Nabi Ibrahim tidak lagi melanjutkan doa untuk ayahnya.

Tafsir Lengkap Kemenag
Kementrian Agama RI

Kemudian ia berdoa pula untuk kesejahteraan dan keselamatan bapaknya (azar) yang tetap musyrik. Namun setelah Nabi Ibrahim mengetahui bahwa ayahnya adalah musuh Allah karena menyekutukan-Nya, akhirnya Ibrahim berlepas diri dari ayahnya. Firman Allah:
Adapun permohonan ampunan Ibrahim (kepada Allah) untuk bapaknya, tidak lain hanyalah karena suatu janji yang telah diikrarkannya kepada bapaknya. Maka ketika jelas bagi Ibrahim bahwa bapaknya adalah musuh Allah, maka Ibrahim berlepas diri darinya. Sungguh, Ibrahim itu seorang yang sangat lembut hatinya lagi penyantun. (at-Taubah/9: 114).

Tafsir al-Jalalain
Jalaluddin al-Mahalli dan Jalaluddin as-Suyuthi

(Dan ampunilah bapakku, karena sesungguhnya ia adalah termasuk orang-orang yang sesat) umpamanya, Engkau memberikan jalan bertobat kepadanya, lalu Engkau mengampuninya. Doa ini diucapkan oleh Nabi Ibrahim sebelum jelas baginya, bahwa dia adalah musuh Allah, sebagaimana yang telah diterangkan dalam surah Al Bara'ah atau surah At Taubah.

Tafsir Ibnu Katsir
Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir

Ucapan Ibrahim yang disitir oleh firman-Nya:

dan ampunilah bapakku. (Asy-Syu'ara': 86), hingga akhir ayat.

sama dengan apa yang disebutkan oleh firman-Nya:

Ya Tuhan kami, beri ampunlah aku dan kedua ibu bapakku.(lbr§him: 41)

Ini merupakan doa yang dicabut kembali oleh Ibrahim a.s., seperti yang disebutkan oleh firman-Nya:

Dan permintaan ampun dari Ibrahim (kepada Allah) untuk bapaknya, tidak lain hanyalah karena suatu janji yang telah diikrarkannya kepada bapaknya itu. (At-Taubah: 114)

sampai dengan firman-Nya:

Sesungguhnya Ibrahim adalah seorang yang sangat lembut hatinya lagi penyantun. (At-Taubah: 114)

Allah Swt. telah memutuskan permohonan ampun Ibrahim buat ayahnya, seperti yang disebutkan di dalam firman-Nya:

Sesungguhnya telah ada suri teladan yang baik bagi kalian pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengan dia. (Al-Mumtahanah: 4)

sampai dengan firman-Nya:

dan aku tiada dapat menolak sesuatu pun dari kamu (siksaan) Allah. (Al-Mumtahanah: 4

Tafsir Quraish Shihab
Muhammad Quraish Shihab

Jadikanlah bapakku sebagai orang yang layak mendapatkan ampunan-Mu, dengan memberi petunjuk kepadanya untuk memeluk Islam. (Dahulu, saat perpisahan, Ibrâhîm menjanjikan bapaknya dapat masuk Islam). Sebab, ia adalah salah seorang yang menyimpang dari petunjuk dan kebenaran.