Al-Qur'an Surat An-Nur Ayat 1

An-Nur: 1 ~ Quran Terjemah Perkata dan Tafsir Bahasa Indonesia

سُوْرَةٌ اَنْزَلْنٰهَا وَفَرَضْنٰهَا وَاَنْزَلْنَا فِيْهَآ اٰيٰتٍۢ بَيِّنٰتٍ لَّعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ

suratun
سُوْرَةٌ
suatu surat
anzalnaha
اَنْزَلْنٰهَا
Kami turunkannya
wafaradnaha
وَ فَرَضْنٰهَا
dan Kami wajibkannya
wa-anzalna
وَ اَنْزَلْنَا
dan Kami turunkan
fiha
فِیْهَاۤ
didalamnya
ayatin
اٰیٰتٍۭ
ayat-ayat
bayyinatin
بَیِّنٰتٍ
nyata/jelas
la'allakum
لَّعَلَّكُمْ
agar kalian
tadhakkaruna
تَذَكَّرُوْنَ 
kamu ingat/memperhatikan

Transliterasi Latin:

Sụratun anzalnāhā wa faraḍnāhā wa anzalnā fīhā āyātim bayyinātil la'allakum tażakkarụn (QS. 24:1)

Arti / Terjemahan:

(Ini adalah) satu surat yang Kami turunkan dan Kami wajibkan (menjalankan hukum-hukum yang ada di dalam)nya, dan Kami turunkan di dalamnya ayat ayat yang jelas, agar kamu selalu mengingatinya. (QS. An-Nur ayat 1)

Tafsir Ringkas Kemenag
Kementrian Agama RI

Surah ini dibuka dengan penegasan bahwa ketentuan hukum Allah wajib dilaksanakan. “Inilah suatu surah yang Kami turunkan dan Kami wajibkan bagi kamu untuk menjalankan hukum-hukum di dalam-nya, dan Kami turunkan di dalamnya tanda-tanda yang jelas tentang kekuasaan dan keesaan Kami agar kamu selalu ingat dan mengambil pelajaran darinya.  

Tafsir Lengkap Kemenag
Kementrian Agama RI

Allah menjelaskan bahwa surah ini mengandung dua hal. Pertama, hukum-hukum yang wajib dipatuhi seperti yang akan disampaikan dalam ayat-ayat berikutnya mengenai zina, menuduh perempuan berzina, dan sebagainya. Hukum-hukum itu, bila dipikirkan oleh manusia dengan pikiran yang obyektif, pasti akan diakui bahwa ketentuan-ketentuan itu benar dan berasal dari Allah bukan buatan manusia. Semua itu diturunkan untuk ditaati dan dijalankan dalam kehidupan. Kedua, bukti-bukti nyata yang menunjuk-kan kekuasaan dan keesaan Allah di dunia ini.

Tafsir al-Jalalain
Jalaluddin al-Mahalli dan Jalaluddin as-Suyuthi

Ini adalah (suatu surah yang Kami turunkan dan Kami wajibkan) dapat dibaca secara Takhfif, yaitu Faradhnaahaa, dapat pula dibaca secara Musyaddad, yaitu Farradhnaahaa. Dikatakan demikian karena banyaknya fardu-fardu atau kewajiban-kewajiban yang terkandung di dalamnya (dan Kami turunkan di dalamnya ayat-ayat yang jelas) yakni jelas dan gamblang maksud-maksudnya (agar kalian selalu mengingatnya) asal kata Tadzakkaruuna ialah Tatadzakkaruuna, kemudian huruf Ta yang kedua diidgamkan kepada huruf Zal, sehingga menjadi Tadzakkaruuna, artinya mengambil pelajaran daripadanya.

Tafsir Ibnu Katsir
Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir

Firman Allah Swt. yang mengatakan bahwa 'ini adalah suatu surat yang Kami turunkan' mengandung pengertian yang mengisyaratkan perhatian Allah Swt. kepada surat ini, tetapi bukan berarti surat-surat lainnya tidak diperhatikan-Nya.

dan Kami wajibkan (menjalankan hukum-hukum yang ada di dalam) nya

Mujahid dan Qatadah mengatakan bahwa makna ayat ialah Kami telah menjelaskan halal, haram, perintah, larangan, dan batasan-batasan (hukum) di dalamnya.

Imam Bukhari mengatakan bahwa orang yang membacanya dengan bacaan Faradnaha, maka artinya, 'Kami wajibkan hukum-hukum yang terkandung di dalamnya kepada kalian, juga kepada orang-orang yang sesudah kalian'.

dan Kami turunkan di dalamnya ayat-ayat yang jelas.

Yaitu ayat-ayat yang jelas dan gamblang maknanya.

agar kalian selalu mengingatnya.

Tafsir Quraish Shihab
Muhammad Quraish Shihab

[[24 ~ AN-NUR (CAHAYA) Pendahuluan: Madaniyyah, 64 ayat ~ Dalam surat yang mengandung 64 ayat ini Allah menerangkan perlunya membersihkan masyarakat dari praktik zina dan penyebaran kekejian, baik melalui perbuatan maupun perkataan, di kalangan kaum Mukmin, dan menetapkan hukuman yang menjerakan untuk itu. Selain itu, Allah Swt. menentukan hukum khusus bagi pelaku zina yang telah bersuami-istri karena masing-masing suami istri memungkinkan untuk saling percaya. Pembicaraan mengenai zina ini dilanjutkan dengan pembicaraan mengenai kebohongan yang berkaitan dengan zina dan bagaimana seharusnya orang-orang Mukmin menyikapi perkataan buruk yang tidak ditopang oleh bukti yang kuat. Setelah itu, dibicarakan pula etika memasuki rumah dan orang-orang yang dibolehkan melihat aurat wanita. Kemudian, setelah pembicaraan mengenai dakwah secara umum, dibicarkan pula soal kesucian diri. Pembicaraan selanjutnya mengenai cahaya Allah, zikir di masjid, perbuatan orang-orang kafir dan ihwal orang-orang yang membangkang. Pada sisi lain, ihwal orang-orang Mukmin ditampakkan dalam surat ini. Etika hidup berkeluarga, ihwal kerabat, anak-anak kecil dan orang dewasa dalam pergaulan, juga disinggung dalam surat ini. Di samping itu, disebutkan juga mengenai siapa saja yang boleh makan di meja makan mereka. Terakhir, surat ini menyebutkan sifat-sifat orang Mukmin ketika diajak oleh Rasulullah saw. untuk suatu tujuan bersama dan juga besarnya kekuasaan dan ilmu Allah Swt.]] Inilah surat yang Kami wahyukan dan Kami wajibkan hukum-hukum yang dikandungnya. Di dalamnya Kami menurunkan bukti-bukti yang jelas mengenai kemahakuasaan dan kemahaesaan Allah, dan bahwa kitab suci ini benar-benar berasal dari Allah agar kalian dapat mengambil pelajaran darinya.

Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an
Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I

Surah ini dibuka dengan penegasan bahwa ketentuan hukum Allah wajib dilaksanakan. 'inilah suatu surah yang kami turunkan dan kami wajibkan bagi kamu untuk menjalankan hukum-hukum di dalam-Nya, dan kami turunkan di dalamnya tanda-tanda yang jelas tentang kekuasaan dan keesaan kami agar kamu selalu ingat dan mengambil pelajaran darinya. 2. Surah ini mengandung ketentuan hukum yang pasti, salah satunya hukum perzinaan. Kepada pezina perempuan yang belum pernah menikah dan demikian pula pezina laki-laki yang belum pernah menikah, deralah masing-masing dari keduanya seratus kali jika perziaan keduanya terbukti sesuai dengan syarat-syaratnya, dan janganlah rasa belas kasih-an kepada keduanya mencegah kamu untuk menjalankan agama dan hukum Allah, jika kamu beriman kepada Allah dan hari kemudian. Salah satu konsekuensi iman adalah melaksanakan hukum Allah. Dan hendaklah pelaksanaan hukuman mereka disaksikan oleh sebagian orang-orang yang beriman, sedikitnya tiga atau empat orang, agar hukuman itu menjadi pelajaran bagi pihak-pihak yang melihat dan mendengarnya.

Li Yaddabbaru Ayatih
Markaz Tadabbur di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Umar bin Abdullah al-Muqbil, professor fakultas syari'ah Universitas Qashim - Saudi Arabia

Keutamaan: Mujahid menyebutkan bahwa rasulullah SAW bersabda: Ajarkanlah kepada putera-putera kalian surah Al-maidah, dan kepada puteri-puteri kalian surah Annur. Adapun Umar radliyallahu anhu menulis untuk sebagian gubernurnya: Ajarkanlah surah Annisa, surah Al ahzab dan surah Annur.

1. Surah ini adalah satu surah yang Kami turunkan kepada Rasul. Kami turunkan dalam surah ini berbagai ayat yang jelas. Pengulangan kata anzalna adalah untuk menambah penjagaan atas turunnya surah ini. agar kamu selalu mengingat dan mengambil pelajaran darinya sehingga kalian mengamalkan isinya.

Tafsir Al-Madinah Al-Munawwarah
Markaz Ta'dzhim al-Qur'an di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Imad Zuhair Hafidz, professor fakultas al-Qur'an Universitas Islam Madinah

1. سُورَةٌ (satu surat)
Yakni surat ini.

أَنزَلْنٰهَا(yang Kami turunkan)
Makna surat adalah kumpulan ayat-ayat yang memiliki awal dan akhir.

وَفَرَضْنٰهَا (dan Kami wajibkan)
Yakni Kami haruskan dan wajibkan kalian untuk menjalankan hukum-hukumnya.

وَأَنزَلْنَا فِيهَآ ءَايٰتٍۭ بَيِّنٰتٍ (dan Kami turunkan di dalamnya ayat ayat yang jelas)
Yakni Kami turunkan dalam kandungan dan isinya ayat-ayat yang jelas.
Pengulangan kata (أنزلنا) kerena besarnya perhatian terhadap penurunan surat ini karena hukum-hukum yang dikandungnya.

Tafsir Al-Mukhtashar
Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid (Imam Masjidil Haram)

1. Dengan keagungan Kami, Kami turunkan surat yang mulia ini kepada Nabi Muhammad. Kami wajibkan hukum-hukumnya, dan Kami turunkan ayat-ayatnya yang menjelaskan dengan jelas hukum-hukum dan pelajaran-pelajaran yang ada di dalamnya, agar kalian mengambil ibrah dan menjadikannya penerang.

Tafsir Al-Muyassar
Kementerian Agama Saudi Arabia

1. Surah ini Kami turunkan dan Kami wajibkan (manusia) untuk beramal dengan hukum-hukum yang terkandung di dalamnya, serta Kami turunkan padanya ayat-ayat yang jelas lagi nyata, dengan harapan agar kalian mengambil pelajaran darinya berupa perkara hukum-hukum, sehingga kalian pun bisa mengamalkannya.

Tafsir Al-Wajiz
Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah

1. Maksudnya, ini “satu surat” yang sangat besar keagungannya. "Kami turunkan,” sebagai rahmat dari kami segenap hamba, dan kami pelihara dari (campur tangan) semua setan. “dan kami wajibkan (menjalankan hukum-hukum yang ada di dalam) nya,” maksudnya kami telah menentukan kadar ukuran dalam hal hukuman-hukuman pidana, persaksian dan lainnya. “dan kami turunkan di dalamnya ayat-ayat yang jelas” yakni hukum-hukum yang jelas, untaian perintah dan larangan serta hikmah-hikmah yang agung. “agar kamu selalu mengingatinya,” tatkala kami menerangkannya kepada kalian dan mengajarkan kepada kalian hal-hal yang belum kalian mengerti.

Tafsir as-Sa'di
Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H

Yakni karena rahmat-Nya kepada hamba-hamba-Nya.

Bisa juga diartikan, “Kami tetapkan”, yakni Kami tetapkan di dalamnya apa yang Kami tetapkan seperti masalah hudud, persaksian, dsb.

Maksudnya, hukum-hukum yang jelas, perintah dan larangan dan hikmah-hikmah yang agung.

Yakni ketika Kami terangkan. Pada ayat selanjutnya Allah Subhaanahu wa Ta'aala menerangkan hukum-hukum yang telah diisyaratkan itu.

Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir
Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

1 ) Perhatikan permulaan surah ini: { سُورَةٌ أَنزَلْنَٰهَا وَفَرَضْنَٰهَا } "(Ini adalah) satu surat yang Kami turunkan dan Kami wajibkan (menjalankan hukum-hukum yang ada di dalam)nya" ayat ini sebagai pengantar untuk ayat-ayat yang akan datang dalam surah ini yang di dalamnya akan dijelaskan tentang hudud, hukum-hukum dan adab-adab, maka hendaklah setiap hamba mempersiapkan diri dalam ketaatan kepada perintah dan larangan yang dijelaskan di dalamnya dengan sebaik mungkin; karena ia bukanlah dari pemikiran manusia, dan bukan pula hasil ijtihad ilmuan, di dalam surah ini dijelaskan secara umum tentang hukum-hukum yang berkaitan dengan percampuran antara laki-laki dan perempuan, pakaian kaum perempuan, dan perkara keluarnya perempan dari rumahnya; maka hendaknya seseorang tidak melanggar batasan-batasan yang Allah tetapkan hanya karena alasan pribadi.

2 ). Allah befirman pada awal surah an-Nur: { سُورَةٌ أَنزَلْنَٰهَا وَفَرَضْنَٰهَا وَأَنزَلْنَا فِيهَآ ءَايَٰتٍۭ بَيِّنَٰتٍ } "(Ini adalah) satu surat yang Kami turunkan dan Kami wajibkan (menjalankan hukum-hukum yang ada di dalam)nya, dan Kami turunkan di dalamnya ayat ayat yang jelas" di dalam surah ini terdapat beberapa hujjah tentang masalah agama dan beberapa ayat yang menjelaskan tentang tauhid, terdapat juga dalil-dalil ahkam, dan di tiap-tiap ayat yang jelas itu, adalah merupakan hujjah yang dapat diterima oleh akal dan ujungnya akan kembali kepada ketuhidan kepada Allah, dan dalil-dalil ahkam yang menunjukkan pengikutnya kepada kebenaran, dan mengangkat kebodohan dari diri pengikutnya, dan inilah yang menjadi keutamaan dari surah ini; dan menjadi kemuliaan bagi Nabi pada kedudukannya sebagai Nabi dan Rasul, dan juga kemuliaan bagi kita bahwa ini adalah petunjuk bagi kita.