Skip to content

Al-Qur'an Surat Al-Anbiya' Ayat 92

Al-Anbiya' Ayat ke-92 ~ Quran Terjemah Perkata (Word By Word) English-Indonesian dan Tafsir Bahasa Indonesia

اِنَّ هٰذِهٖٓ اُمَّتُكُمْ اُمَّةً وَّاحِدَةًۖ وَّاَنَا۠ رَبُّكُمْ فَاعْبُدُوْنِ ( الانبياۤء : ٩٢)

inna
إِنَّ
Indeed
sesungguhnya
hādhihi
هَٰذِهِۦٓ
this
ini
ummatukum
أُمَّتُكُمْ
(is) your religion -
umatmu/agamamu
ummatan
أُمَّةً
religion
ummat/agama
wāḥidatan
وَٰحِدَةً
one
yang satu
wa-anā
وَأَنَا۠
and I Am
dan Aku
rabbukum
رَبُّكُمْ
your Lord
Tuhan kalian
fa-uʿ'budūni
فَٱعْبُدُونِ
so worship Me
maka sembahlah Aku

Transliterasi Latin:

Inna hāżihī ummatukum ummataw wāḥidataw wa ana rabbukum fa'budụn (QS. 21:92)

English Sahih:

Indeed this, your religion, is one religion, and I am your Lord, so worship Me. (QS. [21]Al-Anbya verse 92)

Arti / Terjemahan:

Sesungguhnya (agama Tauhid) ini adalah agama kamu semua; agama yang satu dan Aku adalah Tuhanmu, maka sembahlah Aku. (QS. Al-Anbiya' ayat 92)

Tafsir Ringkas Kemenag
Kementrian Agama RI

Pada ayat sebelumnya dijelaskan kisah para nabi seperti Nabi Ibrahim, Lut, Ishak, Yakub, Nuh, Dawud, Sulaiman, Ayub, Ismail, Idris, Zulkifli, Yunus, Zakaria, dan Yahya. Mereka mengajarkan prinsip tidak ada tuhan selain Allah dan tidak ada ibadah kecuali kepada-Nya. Sungguh, agama tauhid yang diajarkan oleh para nabi inilah agama kamu, agama yang sama dengan yang diajarkan Rasulullah berdasarkan Al-Qur’an, yaitu agama yang satu untuk seluruh umat, agama penyerahan diri kepada Allah. Dan Aku, Allah, adalah Tuhanmu, yang menciptakan langit dan bumi; maka sembahlah Aku sepanjang hayat kamu, Tuhan yang menghidupkan dan mematikan kamu.

Tafsir Lengkap Kemenag
Kementrian Agama RI

Dalam ayat ini ditegaskan bahwa agama tauhid ini adalah agama untuk seluruh manusia, dan merupakan agama yang satu, yaitu sama dalam akidah, meskipun berbeda dalam syariat.
Rasulullah bersabda, "Kami para nabi seperti ibarat saudara-saudara se ayah, agama kami satu." (Riwayat al-Bukhari, Muslim, Abu Daud dan Ahmad dari Abu Hurairah.)
Kemudian pada akhir ayat ini ditegaskan bahwa Allah adalah Tuhan bagi seluruh umat manusia. Oleh sebab itu kepada-Nya sajalah mereka harus menyembah.

Tafsir al-Jalalain
Jalaluddin al-Mahalli dan Jalaluddin as-Suyuthi

(Sesungguhnya ini) agama Islam atau agama tauhid ini (adalah agama kalian) hai orang-orang yang diajak berbicara. Maksudnya, kalian wajib memeluknya (agama yang satu) lafal ayat ini berkedudukan menjadi Hal yang bersifat tetap (dan Aku adalah Rabb kalian, maka sembahlah Aku) tauhidkan atau esakanlah Aku.

Tafsir Ibnu Katsir
Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir

Ibnu Abbas, Mujahid, Sa'id ibnu Jubair, Qatadah, dan Abdur Rahman ibnu Zaid ibnu Aslam mengatakan sehubungan dengan firman-Nya: Sesungguhnya (agama tauhid) ini adalah agama kamu semua, agama yang satu. (Al Anbiyaa:92) Yaitu agama kalian yang satu.

Al-Hasan Al-Basri telah mengatakan sehubungan dengan makna ayat ini, bahwa Allah menjelaskan kepada mereka hal-hal yang harus mereka hindari dan hal-hal yang harus mereka kerjakan. kemudian Allah Swt. berfirman:

Sesungguhnya (agama tauhid) ini adalah agama kamu semua, agama yang satu.

Yakni sesungguhnya tuntunan agama Islam ini adalah tuntunan bagi kamu sekalian.

Firman Allah Swt.:

Sesungguhnya (agama tauhid) ini.

Terdiri atas inna dan isim-nya, sedangkan firman-Nya:

...agama kalian ini.

berkedudukan menjadi khabar-nya inna, yakni sesungguhnya agama ini adalah syariat kalian yang Kujelaskan dan Kuterangkan kepada kalian. Firman-Nya, "Ummatan wdhidatan" (sebagai satu agama) di-nasab-kan menjadi hal atau kata keterangan keadaan. Karena itulah dalam firman selanjutnya disebutkan:

Aku adalah Tuhanmu, maka sembahlah Aku.

Semakna dengan apa yang disebutkan oleh Allah Swt. dalam ayat lain melalui firman-Nya:

Hai rasul-rasul, makanlah dari makanan yang baik-baik dan kerjakanlah amal yang saleh. (Al Mu'minun:51)

sampai dengan firman-Nya:

dan Aku adalah Tuhanmu, maka bertakwalah kepada-Ku. (Al Mu'minun:52)

Rasulullah Saw. pernah bersabda:

Kami golongan para nabi adalah saudara-saudara lain ibu, sedangkan agama kami adalah satu.

Makna yang dimaksud ialah menyembah kepada Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya, melalui syariat yang berbeda-beda yang dibawa oleh para rasul. Seperti yang dijelaskan oleh Allah Swt. dalam ayat lain melalui firman-Nya:

Untuk tiap-tiap umat di antara kalian, Kami berikan aturan dan jalan yang terang. (Al Maidah:48)

Tafsir Quraish Shihab
Muhammad Quraish Shihab

Agama Islam ini benar-benar agama yang harus kalian jaga pada saat masih utuh, serasi, dan tidak ada pertentangan antara hukum-hukumnya. Dari itu, janganlah kalian berpecah belah hingga menjadi berkelompok-kelompok dan berpartai-partai! Aku adalah pencipta dan pengatur urusan kalian. Maka beribadahlah kepada-Ku, dan jangan menyekutukan-Ku!