Skip to content

Al-Qur'an Surat Al-Anbiya' Ayat 36

Al-Anbiya' Ayat ke-36 ~ Quran Terjemah Perkata (Word By Word) English-Indonesian dan Tafsir Bahasa Indonesia

وَاِذَا رَاٰكَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْٓا اِنْ يَّتَّخِذُوْنَكَ اِلَّا هُزُوًاۗ اَهٰذَا الَّذِيْ يَذْكُرُ اٰلِهَتَكُمْۚ وَهُمْ بِذِكْرِ الرَّحْمٰنِ هُمْ كٰفِرُوْنَ ( الانبياۤء : ٣٦)

wa-idhā
وَإِذَا
And when
dan apakah
raāka
رَءَاكَ
you see
melihat kamu
alladhīna
ٱلَّذِينَ
those who
orang-orang yang
kafarū
كَفَرُوٓا۟
disbelieve
kafir/ingkar
in
إِن
not
tidak lain
yattakhidhūnaka
يَتَّخِذُونَكَ
they take you
mereka membuat kamu
illā
إِلَّا
except
hanyalah
huzuwan
هُزُوًا
(in) ridicule
main-main/olok-olok
ahādhā
أَهَٰذَا
"Is this
inikah
alladhī
ٱلَّذِى
the one who
yang/orang
yadhkuru
يَذْكُرُ
mentions
menyebut/mencela
ālihatakum
ءَالِهَتَكُمْ
your gods?"
Tuhan-Tuhanmu
wahum
وَهُم
And they
dan/sedang mereka
bidhik'ri
بِذِكْرِ
at (the) mention
dengan menyebut
l-raḥmāni
ٱلرَّحْمَٰنِ
(of) the Most Gracious
Maha Pengasih
hum
هُمْ
[they]
mereka
kāfirūna
كَٰفِرُونَ
(are) disbelievers
orang-orang yang ingkar

Transliterasi Latin:

Wa iżā ra`ākallażīna kafarū iy yattakhiżụnaka illā huzuwā, a hāżallażī yażkuru ālihatakum, wa hum biżikrir-raḥmāni hum kāfirụn (QS. 21:36)

English Sahih:

And when those who disbelieve see you, [O Muhammad], they take you not except in ridicule, [saying], "Is this the one who mentions [i.e., insults] your gods?" And they are, at the mention of the Most Merciful, disbelievers. (QS. [21]Al-Anbya verse 36)

Arti / Terjemahan:

Dan apahila orang-orang kafir itu melihat kamu, mereka hanya membuat kamu menjadi olok-olok. (Mereka mengatakan): "Apakah ini orang yang mencela tuhan-tuhan-mu?", padahal mereka adaIah orang-orang yang ingkar mengingat Allah Yang Maha Pemurah. (QS. Al-Anbiya' ayat 36)

Tafsir Ringkas Kemenag
Kementrian Agama RI

Allah menerangkan sikap dan kelakuan orang-orang kafir terhadap Rasulullah. Dan apabila orang-orang kafir itu melihat engkau, Muhammad, kapan dan di mana saja mereka bertemu, mereka hanya memperlakukan engkau menjadi bahan ejekan. Mereka mengatakan kepada se-samanya, “Apakah ini orang yang mencela tuhan-tuhanmu, yang dihormati dan disembah oleh leluhur kita?” Mereka tidak menyadari bahwa sebenar-nya merekalah yang selayaknya menerima ejekan, karena menyembah berhala yang tidak kuasa berbuat apa pun. Sejatinya mereka orang yang ing-kar mengingat Allah Yang Maha Pengasih. Mereka menolak ajakan Rasulullah untuk beriman kepada Allah yang menciptakan mereka dan memberi hidup dan kehidupan ini.

Tafsir Lengkap Kemenag
Kementrian Agama RI

Dalam ayat ini Allah menerangkan sikap dan kelakuan orang-orang kafir terhadap Nabi Muhammad, yaitu bahwa setiap kali mereka melihatnya, maka mereka menjadikan Nabi sebagai sasaran olok-olokan dan ejekan mereka, seraya berkata kepada sesama mereka, "Inikah orangnya yang mencela tuhan kamu? Padahal merekalah orang-orang yang ingkar dari mengingat Allah."
Demikianlah ejekan mereka terhadap Rasulullah. Dan mereka tidak menginsafi bahwa yang sebenarnya merekalah yang selayaknya menerima ejekan, karena mereka menyembah patung-patung dan berhala, yang tidak kuasa berbuat apapun untuk mereka, bahkan tangan mereka sendirilah yang membuat tuhan-tuhan mereka itu sehingga mereka yang menjadi khalik sedang tuhan-tuhan mereka menjadi makhluk yang diciptakan. Dengan demikian, keadaan menjadi terbalik daripada yang semestinya, karena tuhan semestinya sebagai pencipta bukan yang diciptakan.

Tafsir al-Jalalain
Jalaluddin al-Mahalli dan Jalaluddin as-Suyuthi

(Dan apabila orang-orang kafir itu melihat kamu tidaklah mereka menjadikanmu melainkan hanyalah sebagai bahan perolokan) yakni mereka memperolok-olok kamu seraya mengatakan, ("Apakah ini orang yang mencela tuhan-tuhan kalian?") orang yang mencaci maki tuhan-tuhan kalian. (Dan mereka adalah orang-orang yang bila disebutkan nama Tuhan Yang Maha Pemurah) kepada mereka (maka mereka) lafal ini berfungsi menjadi taukid (ingkar) kepada-Nya, karena mereka menjawab, "Kami tidak mengetahui-Nya."

Tafsir Ibnu Katsir
Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir

Allah Swt. berfirman kepada Nabi-Nya:

Dan apabila orang-orang kafir itu melihat kamu.

Yakni orang-orang kafir Quraisy, seperti Abu Jahal dan lain-lainnya.

...mereka hanya membuat kamu menjadi olok-olok.

Maksudnya, mereka menjadikan dirimu bahan olok-olok mereka, dan mendiskreditkan kamu seraya berkata:


Apakah ini orang yang mencela tuhan-tuhan kalian?

Mereka bermaksud bahwa apakah ini orang yang mencaci maki tuhan-tuhan kalian dan yang membodoh-bodohkan orang-orang terkemuka kalian?

Firman Allah Swt.:

...padahal mereka adalah orang-orang yang ingkar mengingat Allah Yang Maha Pemurah.

Yakni mereka kafir kepada Allah, selain itu mereka memperolok-olok Rasul-Nya. Seperti pengertian yang terdapat di dalam ayat lain melalui firman-Nya:

Dan apabila mereka melihat kamu (Muhammad), mereka hanyalah menjadikan kamu sebagai ejekan (dengan mengatakan), "Inikah orangnya yang diutus Allah sebagai rasul? Sesungguhnya hampirlah ia menyesatkan kita dari sembahan-sembahan kita, seandainya kita tidak sabar (menyembah)nya.” Dan mereka kelak akan mengetahui di saat mereka melihat azab, siapa yang paling sesat jalannya. (Al-Al-Furqan: 41-42)

Tafsir Quraish Shihab
Muhammad Quraish Shihab

Apabila orang-orang yang ingkar kepada Allah dan kepada ajaran yang kau bawa itu melihatmu, Muhammad, mereka hanya akan mengejek dan menghinamu. Mereka saling berkata kepada sesamanya, "Inikah orang yang mencela tuhan-tuhan kalian?" Padahal mereka sendiri tidak percaya dengan zikir kepada Allah yang melimpahkan rahmat-Nya kepada mereka.

Asbabun Nuzul
Surat Al-Anbiya' Ayat 36

Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari as-Suddi bahwa Nabi saw. lewat di depan Abu Jahl dan Abu Sufyan yang sedang bercakap-cakap. Ketika Abu Jahl melihat Nabi saw, ia tertawa dan berkata kepada Abu Sufyan: "Inilah Nabi Bani Abdi Manaf." Marahlah Abu Sufyan dan berkata: "Apakah engkau akan memungkiri jika dari Bani Abdi Manaf ada seorang Nabi?" Percakapan itu terdengar oleh Nabi saw. Beliau berbalik kepada Abu Jahl dengan pandangan yang tajam sambil memberikan peringatan: "Aku tidak melihat engkau berhenti mengganggu, sehingga engkau mendapat siksa sebelum waktu seharusnya." Ayat ini (al-Anbiyaa: 36) turun berkenaan dengan peristiwa tersebut.