Skip to content

Al-Qur'an Surat Al-Anbiya' Ayat 102

Al-Anbiya' Ayat ke-102 ~ Quran Terjemah Perkata (Word By Word) English-Indonesian dan Tafsir Bahasa Indonesia

لَا يَسْمَعُوْنَ حَسِيْسَهَاۚ وَهُمْ فِيْ مَا اشْتَهَتْ اَنْفُسُهُمْ خٰلِدُوْنَ ۚ ( الانبياۤء : ١٠٢)

لَا
Not
tidak
yasmaʿūna
يَسْمَعُونَ
they will hear
mereka mendengar
ḥasīsahā
حَسِيسَهَاۖ
(the) slightest sound of it
suara/desirnya (api neraka)
wahum
وَهُمْ
and they
dan mereka
فِى
in
dalam
مَا
what
apa
ish'tahat
ٱشْتَهَتْ
desire
menginginkan
anfusuhum
أَنفُسُهُمْ
their souls
diri/jiwa mereka
khālidūna
خَٰلِدُونَ
will abide forever
mereka kekal

Transliterasi Latin:

Lā yasma'ụna ḥasīsahā, wa hum fī masytahat anfusuhum khālidụn (QS. 21:102)

English Sahih:

They will not hear its sound, while they are, in that which their souls desire, abiding eternally. (QS. [21]Al-Anbya verse 102)

Arti / Terjemahan:

Mereka tidak mendengar sedikitpun suara api neraka, dan mereka kekal dalam menikmati apa yang diingini oleh mereka. (QS. Al-Anbiya' ayat 102)

Tafsir Ringkas Kemenag
Kementrian Agama RI

Berbeda dengan penghuni neraka yang tidak mendengar sedikit pun suara lembut yang membawa ketenangan dan kedamaian; para penghuni surga berada dalam kenikmatan. Mereka tidak mendengar bunyi desis api neraka yang menakutkan, dan mereka pun kekal dalam menikmati semua yang mereka ingini.

Tafsir Lengkap Kemenag
Kementrian Agama RI

. Allah menerangkan keadaan penduduk surga, yaitu:
1. Mereka tidak mendengar suara api neraka yang ditimbulkan oleh gejolak apinya dan bunyi menghanguskan barang-barang yang sedang dibakar.
2. Mereka berada dalam kesenangan dan kegembiraan yang tidak putusputusnya, menikmati segala yang mereka inginkan, mendengar segala yang menyenangkan hati dan melihat apa yang disenangi mata mereka.
3. Mereka tidak dirisaukan oleh bunyi sangkakala yang terakhir, yaitu bunyi sangkakala yang menandakan kebangkitan manusia dari kubur untuk dihisab, Allah berfirman:
Dan sangkakala pun ditiup, maka matilah semua (makhluk) yang di langit dan di bumi kecuali mereka yang dikehendaki Allah. Kemudian ditiup sekali lagi (sangkakala itu) maka seketika itu mereka bangun (dari kuburnya) menunggu (keputusan Allah). (az-Zumar/39: 68)
4. Mereka disambut para malaikat dengan menyampaikan kabar gembira atas kemenangan mereka. Seakan-akan malaikat menyampaikan kepada mereka, "Inilah hari yang pernah dijanjikan Allah kepadamu hai orang-orang yang beriman sewaktu di dunia dahulu, pada saat ini Allah melimpahkan pahala yang besar dan kesenangan yang abadi sebagai balasan atas keimanan, ketaatan, dan kesucian dirimu dari perbuatan dosa dengan mengerjakan amal-amal saleh dan dengan melaksanakan semua perintah Allah dan menjauhi semua yang dilarang-Nya."

Tafsir al-Jalalain
Jalaluddin al-Mahalli dan Jalaluddin as-Suyuthi

(Mereka tidak mendengar sedikit pun suaranya) yakni suara gemuruh api neraka itu (dan mereka dalam menikmati apa yang diingini oleh mereka) yakni berupa nikmat surga (hidup kekal).

Tafsir Ibnu Katsir
Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir

Firman Allah Swt.:

dan mereka kekal dalam menikmati apa yang diingini oleh jiwa mereka.

Allah menyelamatkan mereka dari semua yang dihindari dan yang dibenci, juga memberikan kepada mereka semua yang diminta dan yang disukai.

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Ahmad ibnu Abu Syuraih, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnul Hasan ibnu Abu Yazid Al-Hamdani, dari Lais ibnu Abu Sulaim, dari anak paman An-Nu'man Ibnu Basyir, dari An-Nu'man ibnu Basyir yang mengatakan bahwa ia pernah begadang bersama Ali di suatu malam, lalu Ali membaca firman-Nya:

Bahwasanya orang-orang yang telah ada untuk mereka ketetapan yang baik dari Kami, mereka itu dijauhkan dari neraka.
Lalu Ali berkata, bahwa ia dan Umar termasuk dari mereka, Usman termasuk dari mereka, juga Talhah dan Abdur Rahman. Atau Ali menyebutkan bahwa Sa'd termasuk dari mereka. An-Nu'man ibnu Basyir melanjutkan kisahnya, bahwa tidak lama kemudian salat didirikan, lalu Ali bangkit, yang menurut seingat An-Nu'man, Ali menyeret kainnya seraya membaca firman-Nya: mereka tidak mendengar sedikit pun suara api neraka. (Al-Anbiya-102)

Syu'bah telah meriwayatkan dari Abu Bisyr, dari Yusuf Al-Makki, dari Muhammad ibnu Hatib yang mengatakan bahwa ia pernah mendengar Ali mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya:

Bahwasanya orang-orang yang telah ada untuk mereka ketetapan yang baik dari Kami., hingga akhir ayat.
Bahwa Usman dan teman-temannya termasuk dari kalangan mereka yang disebutkan dalam ayat ini.

Ibnu Abu Hatim telah meriwayatkan pula asar ini.

Ibnu Jarir meriwayatkannya melalui hadis Yusuf ibnu Sa'd, bukan Ibnu Mahik, dari Muhammad ibnu Hatib, dari Ali, lalu disebutkan asar yang sama, tetapi teksnya mengatakan bahwa Usman termasuk dari kalangan mereka.

Ali ibnu Abu Talhah telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas sehubungan dengan firman-Nya:

Bahwasanya orang-orang yang telah ada untuk mereka ketetapan yang baik dari Kami, mereka itu dijauhkan dari neraka.
Mereka adalah kekasih-kekasih Allah, mereka melalui Sirat dengan kecepatan yang lebih cepat daripada kilat, lalu yang tertinggal adalah orang-orang kafir, mereka berada di neraka dalam keadaan berlutut. Takwil ini sependapat dengan apa yang telah kami sebutkan di atas. Ulama lainnya mengatakan bahwa bahkan ayat ini diturunkan berkenaan dengan pengecualian dari mereka yang disembah.

Dikecualikan dari mereka Uzair dan Al-Masih Isa putra Maryam, seperti yang telah dikatakan oleh Hajjaj ibnu Muhammad Al-A'war, dari Ibnu Juraij dan Usman, dari Ata, dari Ibnu Abbas sehubungan dengan makna firman-Nya: Sesungguhnya kalian dan apa yang kalian sembah selain Allah adalah umpan Jahanam, kalian pasti masuk ke dalamnya. (Al Anbiyaa:98) Kemudian dikecualikan melalui firman-Nya:

Bahwasanya orang-orang yang telah ada untuk mereka ketetapan yang baik dari Kami.

Menurut suatu pendapat, mereka adalah para malaikat, Isa, dan lain sebagainya yang disembah-sembah selain Allah Swt. Hal yang sama telah dikatakan oleh Ikrimah, Al-Hasan, dan Ibnu Juraij.

Ad-Dahhak telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas sehubungan dengan makna firman-Nya:

Bahwasanya orang-orang yang telah ada untuk mereka ketetapan yang baik dari Kami.
Bahwa ayat ini diturunkan berkenaan dengan Isa putra Maryam dan Uzair a.s.

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Al-Husain ibnu Isa ibnu Maisarah, telah menceritakan kepada kami Abu Zuhair, telah menceritakan kepada kami Sa'id ibnu Tarif, dari Al-Asbag, dari Ali sehubungan dengan makna firman-Nya: Bahwasanya orang-orang yang telah ada untuk mereka ketetapan yang baik dari Kami. (Al Anbiyaa:101) Yang dimaksud adalah segala sesuatu yang disembah selain Allah dimasukkan ke dalam neraka kecuali matahari, bulan, dan Isa putra Maryam. Akan tetapi, sanad riwayat ini lemah.

Ibnu Abu Nujaih telah meriwayatkan dari Mujahid sehubungan dengan makna firman-Nya:

Mereka itu dijauhkan dari neraka.
Yaitu Isa, Uzair, dan malaikat.

Ad-Dahhak mengatakan bahwa mereka adalah Isa, Maryam, malaikat, matahari, dan bulan.

Hal yang sama telah diriwayatkan dari Sa'id ibnu Jubair dan Abu Saleh serta lain-lainnya yang bukan hanya seorang.

Sehubungan dengan hal ini Ibnu Abu Hatim telah meriwayatkan hadis yang garib sekali. Untuk itu ia mengatakan, telah menceritakan kepada kami Al-Fadl ibnu Ya'qub Al-Mirkhani, telah menceritakan kepada kami Sa'id ibnu Maslamah ibnu Abdul Malik, telah menceritakan kepada kami Al-Lais ibnu Abu Sulaim, dari Mugis, dari Abu Hurairah, dari Nabi Saw. sehubungan dengan makna firman-Nya: Bahwasanya orang-orang yang telah ada untuk mereka ketetapan yang baik dari Kami, mereka itu dijauhkan dari neraka. (Al Anbiyaa:101) Bahwa mereka adalah Isa, Uzair, dan malaikat. Sebagian dari mereka ada yang menuturkan kisah Ibnuz Za'bari dan perdebatan kaum musyrik.

Abu Bakar ibnu Murdawaih mengatakan, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Ali ibnu Sahl, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Hasan Al-Anmati, telah menceritakan kepada kami Ibrahim ibnu Muhammad ibnu Ur'urah, telah menceritakan kepada kami Yazid ibnu Abu Hakim, telah menceritakan kepada kami Al-Hakam (yakni Ibnu Aban), dari Ikrimah, dari Ibnu Abbas yang mengatakan bahwa Abdullah ibnuz Za'bari datang kepada Nabi Saw, lalu ia berkata, "Apakah engkau menduga bahwa Allah telah menurunkan kepadamu ayat ini," yaitu firman-Nya,. Sesungguhnya kalian dan apa yang kalian sembah selain Allah adalah umpan Jahanam, kalian pasti masuk ke dalamnya. (Al Anbiyaa:98) Ibnuz Za'bari mengatakan, "Aku telah menyembah matahari, bulan, malaikat, Uzair, dan Isa putra Maryam. Mereka semuanya dimasukkan ke dalam neraka bersama dengan sembahan-sembahan kami." Maka turunlah firman-Nya: Dan tatkala putra Maryam (Isa) dijadikan perumpamaan, tiba-tiba kaumnya (Quraisy) bersorak karenanya. Dan mereka berkata, "Manakah yang lebih baik, tuhan-tuhan kami atau dia (Isa)?" Mereka tidak memberikan perumpamaan itu kepadamu, melainkan dengan maksud membantah saja, sebenarnya mereka adalah kaum yang suka bertengkar. (Az Zukhruf:57-58) Kemudian turunlah firman Allah Swt. yang mengatakan:

Bahwasanya orang-orang yang telah ada untuk mereka ketetapan yang baik dari Kami, mereka itu dijauhkan dari neraka.

Al-Hafiz Abu Abdullah telah meriwayatkan hadis ini di dalam kitabnya yang berjudul Al-Ahadisul Mukhtarah.

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Qubaisah ibnu Uqbah, telah menceritakan kepada kami Sufyan (yakni As-Sauri), dari Al-A'masy, dari teman-temannya, dari Ibnu Abbas yang mengatakan bahwa ketika diturunkan ayat ini, yaitu firman-Nya: Sesungguhnya kalian dan apa yang kalian sembah selain Allah adalah umpan Jahanam, kalian pasti masuk ke dalamnya. (Al Anbiyaa:98) Orang-orang musyrik berkata bahwa para malaikat, Uzair, dan Isa termasuk yang disembah selain Allah. Maka turunlah firman-Nya: Andaikata berhala-berhala itu Tuhan, tentulah mereka tidak masuk neraka. (Al Anbiyaa:99) Yakni tuhan-tuhan yang mereka sembah itu. Dan semuanya akan kekal di dalamnya. (Al Anbiyaa:99)

Telah diriwayatkan pula hal yang semisal dari Abu Kadinah, dari Ata ibnus Sa'ib, dari Sa'id ibnu Jubair, dari Ibnu Abbas. Ibnu Abbas mengatakan bahwa lalu turunlah ayat berikut:

Bahwasanya orang-orang yang telah ada untuk mereka ketetapan yang baik dari Kami, mereka itu dijauhkan dari neraka.

Muhammad ibnu Ishaq ibnu Yasar rahimahullah telah mengatakan di dalam Kitabus Sirah-nya, bahwa menurut berita yang sampai kepadaku Rasulullah Saw. di suatu hari duduk bersama Al-Walidah ibnul Mugirah di masjid. Lalu datanglah An-Nadr ibnul Haris dan ikut duduk bergabung bersama mereka di dalam masjid sejumlah lelaki dari kaum Quraisy. Rasulullah Saw. berbicara, lalu dibantah oleh An-Nadr ibnul Haris. Maka Rasulullah Saw. mendebatnya hingga An-Nadr bungkam, lalu beliau membacakan ayat berikut kepadanya, yaitu firman-Nya: Sesungguhnya kalian dan apa yang kalian sembah selain Allah adalah umpan Jahanam, kalian pasti masuk ke dalamnya. (Al Anbiyaa:98) sampai dengan firman-Nya: dan mereka di dalamnya tidak bisa mendengar. (Al Anbiyaa:100) Kemudian Rasulullah Saw. bangkit berdiri. Sesudah itu datanglah Abdullah ibnuz Zab'ari As-Sahmi, lalu duduk bersama mereka. Al-Walid ibnul Mugirah berkata kepada Abdullah ibnuz Zab'ari, "Demi Allah, tadi An-Nadr ibnul Haris tidak dapat menjawab Ibnu Abdul Muttalib (yakni Nabi Saw.). Muhammad menduga bahwa kami dan tuhan-tuhan sesembahan kami ini (saat itu mereka berada di Masjidil Haram yang masih penuh dengan berhala-berhala, pent.) menjadi umpan neraka." Maka Abdullah ibnuz Zab'ari mengatakan, "Demi Allah, sekiranya saya berdua dengannya, tentulah saya akan mendebatnya. Maka tanyakanlah kepada Muhammad bahwa semua yang disembah selain Allah dimasukkan ke dalam neraka Jahanam bersama-sama orang-orang yang menyembah­nya. Dan kita menyembah malaikat, orang-orang Yahudi menyembah Uzair, dan orang-orang Nasrani menyembah Al-Masih Isa putra Maryam (berarti semuanya dimasukkan ke neraka)?" Maka Al-Walid dan orang-orang yang ada di majelis itu bersamanya merasa kagum dengan perkataan Abdullah ibnuz Zab'ari. Mereka menilai bahwa Az-Zab'ari dapat mengalahkan hujah Muhammad. Ketika hal itu diceritakan kepada Rasulullah Saw, maka beliau Saw. bersabda:

Setiap orang yang suka disembah selain Allah, maka dia dikumpulkan bersama orang-orang yang menyembahnya. Sesungguhnya mereka hanya menyembah setan dan mengikuti orang yang memerintahkan mereka agar menyembahnya.

Lalu Allah menurunkan firman-Nya:

Bahwasanya orang-orang yang telah ada untuk mereka ketetapan yang baik dari Kami, mereka dijauhkan dari neraka, mereka tidak mendengar sedikit pun suara api neraka, dan mereka kekal dalam menikmati apa yang diingini oleh jiwa mereka.

Yakni mereka adalah Isa, Uzair. para rahib, dan para pendeta yang mereka sembah, padahal mereka adalah orang-orang yang taat kepada Allah, setelah mereka mati, orang-orang yang sesat dari kalangan kaumnya lalu menjadikan mereka sebagai tuhan-tuhan selain Allah yang mereka sembah-sembah. Telah diturunkan pula sehubungan dengan penuturan mereka (orang-orang musyrik) yang mengatakan bahwa mereka menyembah malaikat, dan bahwa malaikat itu adalah anak-anak perempuan Allah, yaitu firman-Nya: Dan mereka berkata, "Tuhan Yang Maha Pemurah telah mengambil (mempunyai) anak.” Mahasuci Allah. Sebenarnya (malaikat-malaikat itu) adalah hamba-hamba yang dimuliakan. (Al Anbiyaa:26) sampai dengan firman-Nya: Dan barang siapa di antara mereka mengatakan, "Sesungguhnya aku adalah tuhan selain dari Allah, " maka orang itu Kami beri balasan dengan Jahanam, demikian Kami memberikan pembalasan kepada orang-orang zalim. (Al Anbiyaa:29)

Telah diturunkan pula wahyu Allah yang menyebutkan bahwa Isa putra Maryam disembah selain Allah, demikianlah kata Az-Zab'ari yang membuat Al-Walid dan orang-orang yang bersamanya merasa kagum dengan bantahan yang dikemukakannya.

Dan tatkala (Isa) putra Maryam dijadikan perumpamaan, tiba-tiba kaumnya (Quraisy) bersorak karenanya. Dan mereka berkata, "Manakah yang lebih baik, tuhan-tuhan kami atau dia (Isa)?” Mereka tidak memberikan perumpamaan itu kepadamu, melainkan dengan maksud membantah saja, sebenarnya mereka adalah kaum yang suka bertengkar. Isa tiada lain hanyalah seorang hamba yang Kami berikan kepadanya nikmat (kenabian) dan Kami jadikan dia sebagai tanda bukti (kekuasaan Allah) untuk Bani Israil. Dan kalau Kami kehendaki, benar-benar Kami jadikan sebagai gantimu di muka bumi malaikat-malaikat yang turun-temurun. Dan sesungguhnya Isa itu benar-benar memberikan pengetahuan tentang hari kiamat. Karena itu, janganlah kalian ragu-ragu tentang kiamat itu. (Az Zukhruf:57-61)

Yakni mukjizat yang telah Aku berikan kepadanya—seperti menghidupkan orang-orang yang mati dan menyembuhkan berbagai macam penyakit— itu sudah cukup dijadikan sebagai bukti yang menunjukkan pengetahuan tentang hari kiamat. Lalu disebutkan dalam firman selanjutnya: Karena itu janganlah kalian ragu-ragu tentang kiamat itu dan ikutilah Aku. Inilah jalan yang lurus. (Az Zukhruf:61)

Apa yang dikatakan oleh Ibnuz Zab'ari ini keliru besar, karena sesungguh­nya ayat ini diturunkan sebagai khitah buat penduduk Mekah karena mereka menyembah berhala yang merupakan benda mati, tidak berakal. Dimaksudkan sebagai kecaman dan celaan terhadap orang-orang yang menyembah berhala. Karena itulah maka disebutkan oleh firman-Nya: Sesungguhnya kalian dan apa yang kalian sembah selain Allah adalah umpan Jahanam. (Al Anbiyaa:98) Maka bagaimana dia menerapkan hal ini kepada Al-Masih serta Uzair dan lain-lainnya yang telah beramal saleh? Sedangkan mereka seandainya masih hidup, pasti tidak akan suka dengan perbuatan orang-orang yang menyembah diri mereka.

Ibnu Jarir di dalam kitab tafsirnya dalam menjawab pertanyaan seperti ini mengatakan bahwa huruf ma ditujukan kepada sesuatu yang tidak berakal menurut bahasa Arab.

Tafsir Quraish Shihab
Muhammad Quraish Shihab

Mereka tidak akan mendengar desisan apinya, dan akan kekal dalam kesenangan yang mereka rasakan.