Skip to content

Al-Qur'an Surat Al-Kahf Ayat 92

Al-Kahf Ayat ke-92 ~ Quran Terjemah Perkata (Word By Word) English-Indonesian dan Tafsir Bahasa Indonesia

ثُمَّ اَتْبَعَ سَبَبًا ( الكهف : ٩٢)

thumma
ثُمَّ
Then
kemudian
atbaʿa
أَتْبَعَ
he followed
dia mengikuti/menempuh
sababan
سَبَبًا
a course
jalan

Transliterasi Latin:

ṡumma atba'a sababā (QS. 18:92)

English Sahih:

Then he followed a way. (QS. [18]Al-Kahf verse 92)

Arti / Terjemahan:

Kemudian dia menempuh suatu jalan (yang lain lagi). (QS. Al-Kahf ayat 92)

Tafsir Ringkas Kemenag
Kementrian Agama RI

Setelah berhasil menguasai kawasan timur, Zulkarnain melanjutkan perjalanannya. Kemudian dia menempuh suatu jalan menuju daerah yang lain lagi.

Tafsir Lengkap Kemenag
Kementrian Agama RI

Kemudian dia menempuh suatu jalan lain lagi yaitu jalan antara Masyriq (arah timur) dan Maghrib (arah barat) membelok ke arah utara. Yakni ke arah dua gunung di Armenia dan Ajerbaijan.

Tafsir al-Jalalain
Jalaluddin al-Mahalli dan Jalaluddin as-Suyuthi

(Kemudian dia menempuh suatu jalan yang lain lagi).

Tafsir Ibnu Katsir
Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir

Allah Swt. berfirman menceritakan tentang kisah Zulqarnain:

...kemudian dia menempuh suatu jalan (yang lain lagi).

Yakni dia menempuh jalan lain dari belahan timur bumi.

...Hingga apabila dia telah sampai di antara dua buah gunung.

As-saddain artinya dua buah bendungan, makna yang dimaksud ialah dua buah gunung yang berdampingan, sedangkan di tengah-tengahnya terdapat celah yang memisahkan di antara keduanya. Dari celah itulah Ya-juj dan Mu-juj memasuki dunia manusia, menyerang negeri Turki serta menimbulkan banyak kerusakan padanya, hewan ternak, dan tanam-tanaman.

Ya-juj dan Ma-juj adalah keturunan Bani Adam, seperti yang disebutkan di dalam hadis kitab Sahihain:

Sesungguhnya Allah Swt. berfirman, "Hai Adam!". Adam menjawab, "Labbaika wasa'daika.”Allah berfirman, "Kirimkanlah rombongan ke neraka!" Adam bertanya, "Berapa orangkah yang dikirimkan ke neraka?”Allah Swt. berfirman, "Dari setiap seribu orang yang sembilan ratus sembilan puluh sembilannya ke neraka, sedangkan yang seorang dikirimkan ke surga.” Maka pada saat itulah anak kecil beruban (karena susah dan tekanan hari itu), dan setiap wanita yang mengandung mendadak melahirkan kandungannya (karena terkejut dengan peristiwa hari kiamat). Allah Swt. berfirman, "Sesungguhnya di antara kalian terdapat dua umat, tidak sekali-kali mereka berada pada sesuatu, melainkan menjadikannya golongan mayoritas, yaitu Ya-juj dan Ma-juj.”

Imam Nawawi rahimahullah telah meriwayatkan di dalam kitab Syarah Muslim-nya dari sebagian orang-orang, bahwa Ya-juj dan Ma-juj diciptakan dari air mani yang dikeluarkan oleh Nabi Adam, kemudian air mani itu bercampur dengan tanah (pasir), maka mereka diciptakan darinya.

Dengan demikian, berarti mereka diciptakan dari Adam saja, tanpa ibu Hawa, pendapat ini garib sekali. Kemudian tidak ada dalil yang menguatkannya, baik ditinjau dari rasio maupun dalil naqli. Tidak boleh dijadikan pegangan dalam hal ini apa yang diriwayatkan dari sebagian dari Ahli Kitab, karena di dalam kitab mereka banyak kisah yang telah dirubah dan dibuat-buat.

Di dalam kitab Musnad Imam Ahmad disebutkan melalui Samurah, bahwa Rasulullah Saw. pernah bersabda:

Nuh melahirkan tiga orang anak, yaitu Sam kakek moyang bangsa Arab, Ham kakek moyang bangsa orang yang berkulit hitam, dan Yafis kakek moyang bangsa Turki.

Sebagian ulama mengatakan bahwa Ya-juj dan Ma-juj berasal dari keturunan Yafis kakek moyangnya bangsa Turki. Disebutkan bahwa sesungguhnya sebutan nama Turki bagi mereka karena mereka ditinggalkan di belakang bendungan tersebut, yakni dikucilkan dari dunia ramai. Sebab pada kenyataannya Ya-juj dan Ma-juj masih serumpun dengan bangsa Turki, hanya saja Ya-juj dan Ma-juj berwatak angkara murka, suka merusak, dan mempunyai keberanian yang luar biasa.

Sehubungan dengan hal ini Ibnu Jarir telah meriwayatkan sebuah asar yang cukup panjang lagi aneh isinya. Di dalamnya disebutkan tentang perjalanan Zulqarnain dan pembangunan bendungan yang dilakukannya serta semua kejadian yang dialaminya, di dalamnya terkandung banyak hal yang aneh lagi tidak rasional menyangkut bentuk, sifat, tinggi, dan pendek kaum-kaum yang dijumpainya serta telinga mereka. Ibnu Abu Hatim telah meriwayatkan dari ayahnya sehubungan dengan hal ini hadis-hadis yang garib, tidak sahih sanadnya.

Tafsir Quraish Shihab
Muhammad Quraish Shihab

Kemudian Dzû al-Qarnain berjalan lagi--dengan bantuan cara-cara mencapai kesuksesan yang telah disediakan oleh Allah--menelusuri jalan antara timur dan barat.