Skip to content

Al-Qur'an Surat Ar-Ra'd Ayat 15

Ar-Ra'd Ayat ke-15 ~ Quran Terjemah Perkata (Word By Word) English-Indonesian dan Tafsir Bahasa Indonesia

وَلِلّٰهِ يَسْجُدُ مَنْ فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ طَوْعًا وَّكَرْهًا وَّظِلٰلُهُمْ بِالْغُدُوِّ وَالْاٰصَالِ ۩ ( الرّعد : ١٥)

walillahi
وَلِلَّهِ
And to Allah
dan kepada Allah
yasjudu
يَسْجُدُ
prostrates
bersujud
man
مَن
whoever
siap/apa
فِى
(is) in
di
l-samāwāti
ٱلسَّمَٰوَٰتِ
the heavens
langit(jamak)
wal-arḍi
وَٱلْأَرْضِ
and the earth
dan bumi
ṭawʿan
طَوْعًا
willingly
taat/atas kemauan sendiri
wakarhan
وَكَرْهًا
or unwillingly
dan terpaksa
waẓilāluhum
وَظِلَٰلُهُم
and (so do) their shadows
dan bayang-bayang mereka
bil-ghuduwi
بِٱلْغُدُوِّ
in the mornings
diwaktu pagi
wal-āṣāli
وَٱلْءَاصَالِ۩
and in the afternoons
dan petang

Transliterasi Latin:

Wa lillāhi yasjudu man fis-samāwāti wal-arḍi ṭau'aw wa kar-haw wa ẓilāluhum bil-guduwwi wal-āṣāl (QS. 13:15)

English Sahih:

And to Allah prostrates whoever is within the heavens and the earth, willingly or by compulsion, and their shadows [as well] in the mornings and the afternoons. (QS. [13]Ar-Ra'd verse 15)

Arti / Terjemahan:

Hanya kepada Allah-lah sujud (patuh) segala apa yang di langit dan di bumi, baik dengan kemauan sendiri ataupun terpaksa (dan sujud pula) bayang-bayangnya di waktu pagi dan petang hari. (QS. Ar-Ra'd ayat 15)

Tafsir Ringkas Kemenag
Kementrian Agama RI

Hanya kepada Allah-lah manusia pantas memanjatkan doa. Karena itu, hanya kepada Dia pula seharusnya makhluk bersujud dan merendahkan diri. Dan semua makhluk sujud kepada Allah, baik makhluk yang ada di langit maupun makhluk yang ada di bumi, baik dengan sadar dan kemauan sendiri, maupun dengan cara terpaksa; dan bersujud pula bayang-bayang mereka, pada waktu pagi dan petang hari.

Tafsir Lengkap Kemenag
Kementrian Agama RI

Ayat ini menegaskan bahwa hanya kepada Allah semua malaikat, jin, dan manusia yang beriman tunduk, sujud, dan patuh, baik dalam keadaan lapang maupun sempit, yang berada di langit dan di bumi, rela dan ikhlas dengan kemauan sendiri. Sedangkan orang-orang kafir hanya tunduk dan patuh apabila dalam keadaan darurat atau terdesak, seperti dalam firman Allah:
Dan apabila kamu ditimpa bahaya di lautan, niscaya hilang semua yang (biasa) kamu seru, kecuali Dia. (al-Isra/17: 67)

Maka apabila mereka naik kapal, mereka berdoa kepada Allah dengan penuh rasa pengabdian (ikhlas) kepada-Nya, tetapi ketika Allah menyelamatkan mereka sampai ke darat, malah mereka (kembali) mempersekutukan (Allah). (al-Ankabut/29: 65)

Allah menjelaskan bahwa bukan hanya tubuh-tubuh mereka saja yang tunduk, sujud, dan patuh kepada Allah, tetapi sujud pula bayang-bayang mereka di waktu pagi dan petang. Setiap benda yang kena sinar matahari terutama di waktu pagi dan petang tentu kelihatan bayang-bayangnya memendek atau memanjang. Semua benda dan bayang-bayangnya tunduk kepada Allah, baik dengan kemauan sendiri maupun terpaksa. Hal ini menunjukkan kekuasaan Allah yang Mahasempurna.

Tafsir al-Jalalain
Jalaluddin al-Mahalli dan Jalaluddin as-Suyuthi

(Hanya kepada Allahlah sujud segala apa yang ada di langit dan di bumi, baik dengan kemauan sendiri) seperti orang-orang yang beriman (atau pun terpaksa) seperti orang-orang munafik dan orang-orang yang dipaksa dengan kekerasan (dan) sujud pula (bayang-bayangnya di waktu pagi) pada pagi hari (dan petang hari) sore hari.

Tafsir Ibnu Katsir
Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir

Allah Swt. menyebutkan tentang Kebesaran dan Kekuasaan-Nya yang mengalahkan segala sesuatu, dan tunduk patuhlah kepada-Nya segala sesuatu. Maka bersujudlah kepada-Nya dengan suka hati orang-orang yang beriman, dan dengan terpaksa orang-orang kafir.

...dan (sujud pula) bayang-bayangnya di waktu pagi.

Yakni di pagi hari.

...dan petang hari.

Lafaz al-asal adalah bentuk jamak dari lafaz ashil, artinya sore hari. Makna ayat ini sama dengan yang disebutkan dalam ayat lain oleh firman-Nya:

Dan apakah mereka tidak memperhatikan segala sesuatu yang telah diciptakan Allah yang bayangannya berbolak-balik. (An Nahl:48), hingga akhir ayat.

Tafsir Quraish Shihab
Muhammad Quraish Shihab

Semua makhluk yang ada di langit dan di bumi seperti manusia, jin, malaikat dan makhluk-makhluk lainnya tunduk kepada kehendak dan kebesaran Allah, baik secara sadar dan patuh maupun secara tidak sadar dengan apa yang terjadi pada diri mereka. Bahkan, lebih dari itu, panjang pendeknya bayangan kalian di waktu siang dan petang, juga tunduk dan patuh kepada perintah dan larangan Allah.