Al-Qur'an Surat Yusuf Ayat 1

Yusuf: 1 ~ Quran Terjemah Perkata dan Tafsir Bahasa Indonesia

الۤرٰ ۗ تِلْكَ اٰيٰتُ الْكِتٰبِ الْمُبِيْنِۗ

alif-lam-ra
الٓرٰ ۫
Alif Lam Ra
til'ka
تِلْكَ
itu
ayatu
اٰیٰتُ
ayat-ayat
al-kitabi
الْكِتٰبِ
Kitab
al-mubini
الْمُبِیْنِ۫
yang nyata

Transliterasi Latin:

Alif lām rā, tilka āyātul-kitābil mubīn (QS. 12:1)

Arti / Terjemahan:

Alif, laam, raa. Ini adalah ayat-ayat Kitab (Al Quran) yang nyata (dari Allah). (QS. Yusuf ayat 1)

Tafsir Ringkas Kemenag
Kementrian Agama RI

Alif Laam Raa. Huruf-huruf Hijaiyyah yang menjadi pembuka surah pada ayat ini dan surah lainya diungkap Allah untuk menggugah dan menarik perhatian kepada lawan bicara, agar mereka memperhatikan pesan-pesan yang akan disampaikan Allah. Huruf ini adalah huruf-huruf yang merangkai ayat-ayat Al-Qur'an hingga menjadi susunan ayat yang indah dan istimewa. Ayat-ayat berikut yang terdapat dalam surah ini adalah sebagian dari ayat-ayat yang terdapat dalam Kitab suci Al-Qur'an yang jelas dan nyata bahwa ayat-ayat tersebut adalah wahyu dari Allah.

Tafsir Lengkap Kemenag
Kementrian Agama RI

Ayat pertama surah Yusuf ini sama bunyinya dengan ayat pertama pada surah Yunus kecuali pada akhir ayat pertama surah Yunus ada kata "al hakim" sedang pada ayat pertama surah ini terdapat kata "al-Mubin".
Al-hakim artinya penuh hikmat dan al-Mubin artinya nyata, jelas, dan terang. Biasanya dengan memperhatikan ayat pertama dari tiap-tiap surah sudah dapat diperkirakan apa pokok-pokok isi surah itu. Surah Yunus yang ayat pertamanya diakhiri dengan al-Hakim, terdapat di dalamnya masalah-masalah hikmat dan filsafat, seperti masalah keesaan Allah, sifat-sifat-Nya, kebenaran risalah yang dibawa para nabi yang dikuatkan dengan berbagai macam mukjizat, masalah hari kebangkitan, hari pembalasan, dan sebagainya. Semuanya itu adalah masalah-masalah yang harus direnungkan dan difikirkan secara mendalam dan termasuk masalah hikmat dan filsafat. Adapun surah Yusuf ayat pertamanya diakhiri dengan al-Mubin. Hal ini mengisyaratkan bahwa di dalamnya terdapat suatu kisah yang sangat menarik, digubah dengan susunan kata-kata yang mempesona penuh balagah dan falsafah dalam suatu jalinan cerita yang indah yang mendorong pembacanya untuk mengikuti sampai akhir, suatu kisah yang patut menjadi contoh dan teladan yang menggambarkan dengan jelas bagaimana kehidupan seorang nabi yang mulia semenjak kecilnya mengalami beraneka ragam penderitaan sampai ia menjadi penguasa yang disegani dan dihormati di negeri Mesir.

Tafsir al-Jalalain
Jalaluddin al-Mahalli dan Jalaluddin as-Suyuthi

(Alif laam raa) hanya Allahlah yang mengetahui maksudnya (ini) ayat-ayat ini (adalah ayat-ayat Kitab) yakni Alquran; idhafat di sini mengandung makna min, artinya bagian daripada Alquran (yang jelas) yang membedakan perkara hak daripada perkara yang batil.

Tafsir Ibnu Katsir
Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir

Adapun mengenai keterangan yang menyangkut huruf-huruf yang ada pada permulaan surat Al-Qur'an, telah dijelaskan dalam permulaan tafsir surat Al-Baqarah.

Firman Allah Swt.:

Ini adalah ayat-ayat Kitab (Al-Qur'an).

Maksudnya ayat-ayat Kitab ini, yaitu Al-Qur'an yang jelas dan terang, yang mengungkapkan segala sesuatu yang samar hingga menjadi jelas dengan melalui keterangan dan penjelasannya.

Tafsir Quraish Shihab
Muhammad Quraish Shihab

[[12 ~ YUSUF (NABI YUSUF A. S.) Pendahuluan: Makkiyyah, 111 ayat ~ Surat ini termasuk dalam kelompok surat Makkiyyah. Kisah Yûsuf dalam surat ini diceritakan pada 78 ayat. Surat ini dimulai dengan tiga ayat yang menyebutkan wahyu yang diturunkan kepada Muhammad. Di ayat yang pertama disebut sebagai kitab suci yang jelas dan menjelaskan (al-kitâb al-mubîn). Sementara di ayat kedua disebut sebagai bacaan yang berbahasa Arab (al-Qur'ân al-'Arabiyy). Hal ini berarti, al-Qur'ân harus dipelihara dalam bentuk tulisan dan hafalan sekaligus. Kemudian pada ayat ketiga disebutkan bahwa al-Qur'ân mengandung kisah-kisah terbaik yang belum diketahui oleh Nabi Muhammad saw. sebelum turunnya wahyu. Hal ini membuktikan bahwa al-Qur'ân adalah wahyu Allah. Surat dan kisah di dalam surat ini ditutup dengan menegaskan kembali apa yang telah ditetapkan di awal-awal surat. Pada sepuluh ayat terakhir, Allah mengarahkan Nabi-Nya bahwa kisah ini termasuk berita-berita gaib yang belum pernah Nabi ketahui hakikat dan rinciannya sebelum wahyu turun. Dan juga ketika saudara- saudara Yûsuf sepakat berencana mencelakakannya, Nabi tidak berada ditengah-tengah mereka. Kemudian Allah memberitahukan rasul-Nya bahwa kepongahan dan kedengkianlah yang membuat kebanyakan manusia tetap mempertahankan kekufurannya, dan bahwa usaha keras yang dilakukan Nabi agar kebanyakan mereka beriman tidak berguna sama sekali. Di sini dijelaskan bahwa dalam menjalankan tugas Nabi tidak mengharap upah sedikit pun. Al-Qur'ân yang dibawanya itu hanyalah petunjuk dan peringatan bagi semua manusia. Sebagai penutup surat, Allah menyinggung hal ihwal para rasul yang kisahnya telah diceritakan, bagaimana sikap kaumnya dan kemenangan yang pada akhirnya mereka peroleh dari orang-orang kafir yang jahat. Allah menegaskan bahwa kisah-kisah para nabi itu merupakan pelajaran berharga bagi orang-orang berakal. Dan al-Qur'ân yang berbicara tentang kisah-kisah tersebut, juga yang lainnya, bukanlah dongeng palsu dari Allah. Akan tetapi al-Qur'ân itu adalah suatu kebenaran dan kitab yang membenarkan kitab-kitab suci samawi lainnya. Dia juga merupakan petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang mau berfikir, menjadikan pelajaran dan beriman. Ciri yang paling menonjol dari surat ini, adalah kisah Yûsuf diceritakan secara lengkap. Tersebarnya dengki di keluarga itu karena kasih sayang yang diberikan kepada sebagian anak saja juga tampak di surat ini. Kedengkian putra-putra Ya'qûb terhadap saudara mereka, Yûsuf, membuat Yûsuf diceburkan ke dalam sumur. Akan tetapi Allah melindunginya dari rencana jahat mereka seperti halnya Dia menjaga Yûsuf dari godaan istri pembesar Mesir (al-'Azîz) ketika telah menginjak dewasa, sampai akhirnya Yûsuf mempunyai posisi penting di Mesir, negeri yang menjadi tumpuan saudara-saudaranya yang telah bersekongkol mencelakakannya. Demikian pula sikap Allah terhadap para nabi yang akan memenangkan mereka atas musuh dan membuat mereka eksis di muka bumi selama mereka berpegang teguh pada kebenaran, mempercayainya dan bersikukuh pada tali kebenaran.]] Alif, Lâm, Râ'. Huruf-huruf tersebut, dan huruf-huruf serupa lainnya yang merupakan bagian dari bahasa kalian, bangsa Arab, adalah juga bagian dari ayat-ayat al-Qur'ân yang mengandung mukjizat. Al-Qur'ân itu juga jelas dan menjelaskan kepada orang yang mencari kebenaran dan petunjuk. Huruf-huruf fonetis ini juga untuk menggugah perhatian mereka sehingga memperhatikan apa yang akan dibacakan walaupun mereka telah sepakat untuk tidak mendengarkannya.

Aisarut Tafasir
Syaikh Abu Bakar Jabir al-Jazairi, mudarris tafsir di Masjid Nabawi

Lafaz dan maknanya jelas. Diterangkan di sana kebenaran secara jelas. Di antara contoh jelasnya adalah Allah menurunkannya dengan bahasa Arab, bahasa mereka agar mereka mengerti batasan-batasannya, masalah dasar maupun cabang, dan mengerti perintah-perintah dan larangan-larangannya.

Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an
Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I

Alif laam raa'. Huruf-huruf hija'iyyah yang menjadi pembuka surah pada ayat ini dan surah lainya diungkap Allah untuk menggugah dan menarik perhatian kepada lawan bicara, agar mereka memperhatikan pesan-pesan yang akan disampaikan Allah. Huruf ini adalah huruf-huruf yang merangkai ayat-ayat Al-Qur'an hingga menjadi susunan ayat yang indah dan istimewa. Ayat-ayat berikut yang terdapat dalam surah ini adalah sebagian dari ayat-ayat yang terdapat dalam kitab suci Al-Qur'an yang jelas dan nyata bahwa ayat-ayat tersebut adalah wahyu dari Allah. Selanjutnya Allah menegaskan keberadaan Al-Qur'an. Sesungguhnya kami menurunkannya, yakni kalam Allah yang qadim sebagai qur'an, yaitu bacaan yang berbahasa arab, bahasa induk masyarakat pertama yang dihadapi nabi agar kamu mengerti maknanya dan paham akan isi dari pesan-pesan yang terkandung di dalamnya, sehingga kamu mampu memahaminya dengan akalmu.

Tafsir Al-Madinah Al-Munawwarah
Markaz Ta'dzhim al-Qur'an di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Imad Zuhair Hafidz, professor fakultas al-Qur'an Universitas Islam Madinah

1. تِلْكَ ءَايٰتُ الْكِتٰبِ الْمُبِينِ(Ini adalah ayat-ayat Kitab (Al Quran) yang nyata (dari Allah))
Yakni inilah ayat-ayat yang diturunkan kepadamu dalam surat ini, ini adalah ayat-ayat al-Qur’an yang jelas, yakni jelas bahwa ia diturunkan dari sisi Allah, jelas bahwa ia merupakan mukjizat, serta jelas dalam hukum-hukum yang dikandungnya.

Tafsir Al-Mukhtashar
Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid (Imam Masjidil Haram)

1. Pada awal surat al-Baqarah telah disebutkan penjelasan tentang huruf muqattha’ah, dan hikmah dari huruf-huruf ini adalah untuk menjelaskan mukjizat al-Qur’an dan karena menempatannya pada awal surat menambah keindahan dan keagungan al-Qu’ran.

Ayat-ayat yang mulia ini adalah ayat-ayat al-Qur’an yang jelas petunjuk dan kefasihannya.

Tafsir Al-Muyassar
Kementerian Agama Saudi Arabia

1. Alif Lām Rā. Pembahasan tentang huruf-huruf ini dan yang semacam dengannya sudah ada di awal surah Al-Baqarah. Ayat-ayat yang diturunkan dalam surah ini termasuk ayat-ayat Al-Qur`ān yang jelas isi kandungannya.

Tafsir Al-Wajiz
Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah

1. Allah mengabarkan bahwa ayat ayat al-qur’an adalah “ayat ayat kitab(alqur’an) yang nyata” (dari Allah) maksudnya ayat yang jelas lagi terang, lafazh dan makna maknanya.

Tafsir as-Sa'di
Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H

Makna kata :
(الٓرۚ) alif laam raa : tertulis الٓرۚ dan dibaca: alif laam raa. Allah lebih mengetahui tentang maknanya.
(ٱلۡكِتَٰبِ ٱلۡمُبِينِ) al-kitaabil mubiin : Al-Qur’an petunjuk bagi kebenaran dalam aqidah, ibadah, dan syariat.

Makna ayat :
Firman-Nya : (الٓرۚ) Termasuk huruf muqotho’ah, yang mana ayat-ayat Al-Qur’an tersusun dari huruf-huruf itu, lalu memberi isyarat dengan firman-Nya (تِلۡكَ ءَايَٰتُ ٱلۡكِتَٰبِ ٱلۡمُبِينِ) inilah ayat-ayat kitab penjelas kebenaran, dan setiap manusia butuh akan hal yang dapat memperbaiki agama dan dunianya.

Pelajaran dari ayat :
• Mukjizat Al-Qur’an, Al-Qur’an terdiri dari huruf-huruf seperti (الر) (طس) (ق) namun orang-orang Arab tidak mampu untuk membuat yang semisalnya, walaupun satu surat.

Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir
Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

Allah menamai surah ini dengan surah yang mengandung sebaik-baik kisah, ayat bagi orang-orang mukmin, pelajaran bagi orang yang memiliki akal, dan pembenar bagi kitab-kitab samawi sebelumnya. Sebab turunnya surah ini yaitu bahwa orang-orang kafir Mekah bertemu dengan orang-orang Yahudi, lalu mereka berbicara tentang Muhammad SAW, lalu orang-orang Yahudi berkata: “Bertanyalah kepadanya, kenapa keluarga Ya’kub tidak pindah dari Syam menuju Mesir, yaitu tentang kisah Yusuf,” lalu turunlah surah ini

1. {Alif Lam Ra’} Alif, Lam Ra’, berfungsi untuk menunukkan kekokohan Al-Qur’an dan menantang bangsa Arab untuk menyainginya meskipun itu terdiri dari huruf-huruf bahasa Arab yang mana mereka pandai menjelaskan dan fasih dalam bahasa itu. Ayat-ayat dalam surah ini termasuk ayat-ayat Al-Qur’an yang menjelaskan bahwa Al-Qur’an itu dari sisi Allah.