Al-Qur'an Surat Al-Kafirun Ayat 1

Al-Kafirun: 1 ~ Quran Terjemah Perkata dan Tafsir Bahasa Indonesia

قُلْ يٰٓاَيُّهَا الْكٰفِرُوْنَۙ

qul
قُلْ
katakanlah
yaayyuha
یٰۤاَیُّهَا
wahai
al-kafiruna
الْكٰفِرُوْنَۙ
orang-orang kafir

Transliterasi Latin:

Qul yā ayyuhal-kāfirụn (QS. 109:1)

Arti / Terjemahan:

Katakanlah: "Hai orang-orang kafir, (QS. Al-Kafirun ayat 1)

Tafsir Ringkas Kemenag
Kementrian Agama RI

Wahai Nabi Muhammad, katakanlah, “Wahai orang-orang yang me-milih kafir sebagai jalan hidup!

Tafsir Lengkap Kemenag
Kementrian Agama RI

Dalam ayat-ayat ini, Allah memerintahkan Nabi Muhammad agar menyatakan kepada orang-orang kafir bahwa "Tuhan" yang mereka sembah bukanlah "Tuhan" yang ia sembah, karena mereka menyembah "Tuhan" yang memerlukan pembantu dan mempunyai anak atau menjelma dalam suatu bentuk atau dalam sesuatu rupa atau bentuk-bentuk lain yang mereka dakwakan. Sedang Nabi saw menyembah Tuhan yang tidak ada tandingan-Nya dan tidak ada sekutu bagi-Nya; tidak mempunyai anak dan istri. Akal tidak sanggup menerka bagaimana Dia, tidak ditentukan oleh tempat dan tidak terikat oleh masa, tidak memerlukan perantaraan dan tidak pula memerlukan penghubung.
Maksud pernyataan itu adalah terdapat perbedaan sangat besar antara "Tuhan" yang disembah orang-orang kafir dengan "Tuhan" yang disembah Nabi Muhammad. Mereka menyifati tuhannya dengan sifat-sifat yang tidak layak sama sekali bagi Tuhan yang disembah Nabi.

Tafsir al-Jalalain
Jalaluddin al-Mahalli dan Jalaluddin as-Suyuthi

(Katakanlah, "Hai orang-orang kafir!)

Tafsir Ibnu Katsir
Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir

Surat ini adalah surat yang menyatakan pembebasan diri dari apa yang dilakukan oleh orang-orang musyrik, dan surat ini memerintahkan untuk membersihkan diri dengan sebersih-bersihnya dari segala bentuk kemusyrikan. Maka firman Allah Swt.:

Katakanlah, "Hai orang-orang kafir.” (Al-Kafirun: 1)

mencakup semua orang kafir yang ada di muka bumi, tetapi lawan bicara dalam ayat ini ditujukan kepada orang-orang kafir Quraisy. Menurut suatu pendapat, di antara kebodohan mereka ialah, mereka pernah mengajak Rasulullah Saw. untuk menyembah berhala-berhala mereka selama satu tahun, lalu mereka pun akan menyembah sembahannya selama satu tahun. Maka Allah Swt. menurunkan surat ini dan memerintahkan kepada Rasul-Nya dalam surat ini agar memutuskan hubungan dengan agama mereka secara keseluruhan;

Tafsir Quraish Shihab
Muhammad Quraish Shihab

[[109 ~ AL-KAFIRUN (ORANG-ORANG KAFIR) Pendahuluan: Makkiyyah, 6 ayat ~ Dalam surat ini Allah memerintahkan Rasul-Nya saw. agar mematahkan ketamakan orang-orang kafir yang ingin menyamakan diri dengan Rasulullah dalam menyerukan kebaikan. Rasulullah saw. tetap akan menyembah Allah, tiada Tuhan selailn Dia, dan orang-orang kafir pun tetap menyembah tuhan-tuhan mereka yang tidak memberi mereka kebenaran. Mereka bebas mengikuti agama yang mereka warisi dari nenek moyang mereka, dan Rasulullah pun bebas memeluk agama yang diperkenan Allah untuknya.]] Katakan, wahai Muhammad, "Hai orang-orang kafir yang bersikeras dalam kekafiran,

An-Nafahat Al-Makkiyah
Syaikh Muhammad bin Shalih asy-Syawi

1-6. Yaitu, katakanlah pada orang-orang kafir dengan lantang dan jelas, “Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah,” yakni bebaskan dirimu dari apa yang mereka sembah selain Allah secara lahir dan batin. “Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah,” karena tidak adanya keikhlasan kalian dalam menyembah Allah. Ibadah kalian disertai kesyirikan sehingga tidak patut disebut sebagai ibadah.
Kemudian Allah mengulang-ulang hal itu dengan tujuan :
Pertama, menunjukkan tidak adanya pekerjaan,
dan kedua, menunjukkan bahwa hal itu menjadi sifat yang melekat. Karena itulah Allah membedakan di antara kedua golongan tersebut seraya berfirman, “Untukmulah agamamu, dan untukkulah agamaku,” sebagaimana firman-Nya : "Tiap-tiap orang berbuat menurut keadaannya masing-masing" (QS. Al-Isro : 84)
"Bagiku pekerjaanku dan bagimu pekerjaanmu. Kamu berlepas diri terhadap apa yang aku kerjakan dan akupun berlepas diri terhadap apa yang kamu kerjakan"
(QS. yunus-ayat-41)

Asbabun Nuzul
Surat Al-Kafirun Ayat 1

Diriwayatkan oleh Imam ath-Thabrani dan Ibnu Abi Hatim, dari Ibnu Abbas bahwa orang-orang Quraisy mengiming-imingi Rasulullah dengan harta berlimpah sehingga menjadi orang terkaya di Makkah serta memberinya wanita mana saja yang beliau inginkan. Mereka berkata, "semua ini untuk wahai Muhammad, asalkan engkau berhenti menghina tuhan-tuhan kami dan berhenti mengucapkan kata-kata buruk terhadap mereka. Tetapi jika engkau keberatan, bagaimana apabila engkau menyembah tuhan kami selama satu tahun saja." Mendengar tawaran orang-orang Quraisy itu, Rasulullah lalu menjawab, "saya akan menunggu hingga Allah memberikan jawabannya." Allah lalu menurunkan ayat ini, juga surah Az-Zumar ayat 64.

Diriwayatkan oleh Abdurrazzaq, dari Wahab, ia berkata bahwasanya orang-orang Quraisy berkata kepada Rasulullah saw: "Bersediakah engkau mengikuti agama kami setahun dan kami juga akan mengikuti agamamu setahun?" Allah lalu menurunkan ayat-ayat dalam surah ini secara keseluruhan.
Ibnul Mundzir meriwayatkan hal senada dari Ibnu Juraij.

Diriwayatkan dari Ibnu Abi Hatim, dari Said bin Mina, ia berkata bahwasanya suatu hari Walid bin Khalaf bertemu dengan Rasulullah saw. Lalu mereka berkata, "wahai Muhammad! mari menyembah Tuhan yang kami sembah dan sebagai balasannya kami juga akan menyembah Tuhan yang engkau sembah. Selanjutnya, kami juga akan mengikutsertakan engkau dalam seluruh urusan kami." Allah lalu menurunkan ayat ini.

Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an
Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I

Wahai nabi Muhammad, katakanlah, 'wahai orang-orang yang me-milih kafir sebagai jalan hidup!1. Wahai nabi Muhammad, katakanlah, 'wahai orang-orang yang memilih kafir sebagai jalan hidup! 1. Wahai nabi Muhammad, katakanlah, 'wahai orang-orang yang memilih kafir sebagai jalan hidup!2. Sampai kapan pun aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah selain Allah, seperti berhala-berhala itu. Tuhan bukanlah ciptaan manusia dan dia tidak menjelma menjadi suatu yang kasat mata sebagaimana sembahanmu itu.

Li Yaddabbaru Ayatih
Markaz Tadabbur di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Umar bin Abdullah al-Muqbil, professor fakultas syari'ah Universitas Qashim - Saudi Arabia

Keutamaan surah: Imam Muslim dari Jabir mengatakan bahwa Rasulallah SAW membaca surah ini dan surah {Qul huwallaahu ahad} [QS Al-Ikhlas: 112/1] dalam dua rakaat (shalat) setelah melakukan thawaf. Dikatakan juga dari Abu Hurairah bahwa Rasulallh SAW membaca kedua surah tersebut dalam dua rakaat shalat fajar (subuh) dan tetap membacanya pada dua rakaat shalat maghrib. Maka hubungkanlah surah ini dengan surah {Sabbih} [QS Al-A’la: 87/1] dan {Qul huwallahu ahad} [QS Al-Ikhlas: 112/1].

1. Katakanlah wahai Nabi kepada orang-orang musyrik: “Wahai orang-orang yang ingkar kepada Allah dan RasulNya”. Surah ini diturunkan saat orang-orang kafir meminta Rasulallah SAW untuk menyembah Tuhan mereka dalam satu tahun, kemudian mereka akan menyembah Allah selama satu tahun, lalu Allah memberikan perintah melalui surah ini

Tafsir Al-Madinah Al-Munawwarah
Markaz Ta'dzhim al-Qur'an di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Imad Zuhair Hafidz, professor fakultas al-Qur'an Universitas Islam Madinah

1. قُلۡ يٰۤاَيُّهَا الۡكٰفِرُوۡنَۙ‏ (Katakanlah: “Hai orang-orang kafir)
Sebab turunnya surat ini adalah orang-orang kafir meminta Rasulullah agar menyembah tuhan-tuhan mereka satu tahun, kemudian mereka akan menyembah Tuhannya satu tahun selanjutnya. Maka Allah memerintahkannya untuk mengatakan kepada mereka: ”Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah”

Tafsir Al-Mukhtashar
Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid (Imam Masjidil Haram)

1-2. Allah memerintahkan Nabi Muhammad untuk menyampaikan kepada orang-orang kafir yang mengajaknya untuk menyembah berhala: Aku tidak menyembah apa yang kalian sembah selain Allah.

Tafsir Al-Muyassar
Kementerian Agama Saudi Arabia

1. Katakan wahai Rasul, “Wahai orang-orang yang kafir kepada Allah.

Tafsir Al-Wajiz
Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah

1-2. Allah memerintahkan Nabi-Nya ﷺ agar berkata (kepada mereka orang-orang kafir, yang mereka menyeru untuk beribadah kepada berhala dan batu) : Ketahuilah oleh kalian wahai orang-orang kafir, bahwasanya aku beribadah kepada Allah saja dan aku tidak mengibadahi tuhan-tuhan kalian dan berhala-berhala kalian selamanya, dan jika kalian masih terus kafir, sungguh aku berlepas diri dari sesembahan kalian.

Tafsir Juz 'Amma, Dr. Shalih
Syaikh Prof. Dr. Shalih bin Fauzan al-Fauzan, anggota Lajnah Daaimah (Komite Fatwa Majelis Ulama KSA)

Surat ini adalah salah satu dari dua surat al-Ikhlas. Karena dua surat adalah قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ " Katakanlah: "Hai orang-orang yang kafir,"(Surat Al-Kafirun) dan قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ "Katakanlah: "Dia-lah Allah, Yang Maha Esa,"(Surat al-Ikhlas). Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam senantiasa membaca keduanya saat shalat qabliyah subuh(1), dua rakaat setelah maghrib (2) dan dua rakaat sebelum thowaf(3) karena kandungan ke dua surat tersebut berupa keikhlasan (pemurnian tauhid) kepada Allah 'Azza dan pijian kepada-Nya dengan penyebutan sifat-sifat sempurna dalam surat قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ
قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ " Katakanlah: "Hai orang-orang yang kafir," Memanggil mereka dan menyeru mereka dengan panggilan tinggi قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ " Katakanlah: "Hai orang-orang yang kafir," Ini mencakup semua orang kafir, baik itu dari kalangan orang-orang musyrik, orang-orang yahudi atau Nasrani atau pun atheis dan yang lainnya, setiap orang kafir wajib bagimu memanggilnya dengan hati mau pun lisanmu, ketika ia hadir, agan anda berlepas darinya dan dari peribadatannya.

1) Dikeluarkan Muslim (726) dari hadits Abu Hurairah radhiyallaahu 'anhu
2) Dikeluarkan Tirmidziy (431) dan Ibnu Majah (1166) dari hadits Abdullah Bin Mas'ud radhiyallaahu 'anhu, Al-Albaniy mengatakan dalam shahih at-Tirmidziy: Hasan shahih.
3) Dikeluarkan Muslom (1218) dari hadits Jabir Bin Abdillah radhiyallaahu 'anhuma

Tafsir Juz 'Amma, Muhammad bin Shalih
Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin, ulama besar abad 14 H

Secara tegas dan terang-terangan.

Tafsir as-Sa'di
Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H

Allah - عز وجل - berkata kepada Nabi-Nya Muhammad : { قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ } Katakanlah wahai Muhammad kepada semua orang-orang kafir, baik mereka yang hidup dizamanmu maupun yang akan hidup setelah kepergianmu sampai tiba saatnya hari kiamat bergejolak.

Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir
Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

Di ayat ini ada pernyataan tentang kekafiran mereka dan penamaan mereka dengan kafir adalah penamaan yang Allah sebutkan untuk mereka, dan sebagian dari mereka yang sejalan dengan sikap orang-orang kafir; tidak dapat menamakan orang-orang kafir dengan sebutan kafir kecuali dengan gelar lain.