Al-Qur'an Surat Al-Qari'ah Ayat 1

Al-Qari'ah: 1 ~ Quran Terjemah Perkata dan Tafsir Bahasa Indonesia

اَلْقَارِعَةُۙ

al-qāriʿatu
ٱلْقَارِعَةُ
The Striking Calamity!
hari kiamat

Transliterasi Latin:

Al-qāri'ah (QS. 101:1)

Arti / Terjemahan:

Hari Kiamat, (QS. Al-Qari'ah ayat 1)

Tafsir Ringkas Kemenag
Kementrian Agama RI

Hari kiamat yang mengerikan;

Tafsir Lengkap Kemenag
Kementrian Agama RI

Dalam ayat ini, Allah menyebutkan kata al-qari'ah, yaitu salah satu nama hari Kiamat, seperti al-haqqah, as-sakhkhah, ath-thammah, dan al-Gasyiyah. Hari Kiamat itu juga disebut al-qari'ah karena ia menggetarkan hati setiap orang akibat kedahsyatannya. Kata al-qari'ah juga digunakan untuk menyebut suatu bencana hebat. Allah berfirman:

Dan orang-orang kafir senantiasa ditimpa bencana disebabkan perbuatan mereka sendiri. (ar-Ra'd/13: 31)

Maksudnya mereka ditimpa malapetaka hebat yang mengetuk hati mereka dan menyakiti tubuh mereka, sehingga mereka mengeluh karenanya.

Tafsir al-Jalalain
Jalaluddin al-Mahalli dan Jalaluddin as-Suyuthi

(Hari kiamat) dinamakan Al-Qaari'ah karena kengerian-kengerian yang terjadi di dalamnya sangat menggentarkan kalbu.

Tafsir Ibnu Katsir
Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir

Al-Qari'ah adalah nama lain dari hari kiamat, seperti Al-Haqqah, At-Tammah, As-Sakhkhah, Al-Ghasyiyah, dan lain-lainnya.

Kemudian Allah Swt. menggambarkan tentang kedahsyatan dan kengeriannya melalui firman-Nya:

Tahukah kamu apakah hari kiamat itu? (Al-Qari'ah: 3)

Kemudian ditafsirkan oleh firman berikutnya:

(yaitu) pada hari manusia seperti anai-anai yang bertebaran. (Al-Qari'ah:4)

Yakni mereka bertebaran bercerai-berai ke sana dan kemari karena kebingungan menghadapi huru-hara yang sangat menakutkan di hari itu, sehingga mereka mirip dengan anai-anai yang bertebaran. Hal yang sama digambarkan oleh Allah Swt. melalui ayat lainnya:

seakan-akan mereka belalang yang beterbangan. (Al-Qamar: 7)

Adapun firman Allah Swt.:

dan gunung-gunung seperti bulu yang dihambur-hamburkan. (Al-Qari'ah: 5)

Gunung-gunung di hari itu seakan-akan seperti bulu domba yang diawut-awut hingga menjadi beterbangan. Mujahid, Ikrimah, Sa'id ibnu Jubair, Al-Hasan, Qatadah, Ata Al-Khurrasani, Ad-Dahhak, dan As-Saddi mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya, "Al-'ihni, " bahwa makna yang dimaksud adalah bulu domba.

Kemudian Allah Swt. berfirman, menceritakan apa yang akan dialami oleh orang-orang yang beramal dan tempat kembali mereka berpulang, yang adakalanya di tempat yang terhormat dan adakalanya pula di tempat yang terhina sesuai dengan amal perbuatan masing-masing. Untuk itu Allah Swt. berfirman:

Dan adapun orang-orang yang berat timbangan (kebaikan)nya. (Al-Qari'ah: 6)

Maksudnya, timbangan amal kebaikannya lebih berat daripada timbangan amal keburukannya.

maka dia berada dalam kehidupan yang memuaskan. (Al-Qari'ah: 7)

Yakni berada di dalam surga.

Dan adapun orang-orang yang ringan timbangan (kebaikan)nya. (Al-Qari'ah: 8)

Yaitu timbangan amal keburukannya lebih berat daripada timbangan amal kebaikannya.

Tafsir Quraish Shihab
Muhammad Quraish Shihab

[[101 ~ AL-QARI'AH (HARI KIAMAT) Pendahuluan: Makkiyyah, 11 ayat ~ Surat ini dimulai dengan memberitakan kedahsyatan hari kiamat yang memekakkan pendengaran manusia. Di samping itu, surat ini juga menjelaskan tentang sebagian peristiwa besar tersebut, terutama yang berhubungan dengan manusia dan gunung, kemudian juga memberitakan tentang orang yang berat timbangannya, karena lebih banyak melakukan kebaikan, dan orang yang ringan timbangannya karena lebih banyak melakukan kejahatan.]] Hari kiamat, yang dimulai dengan tiupan pertama dan diakhiri dengan penetapan keputusan untuk manusia.