Al-Qur'an Surat Al-'Adiyat Ayat 1

Al-'Adiyat: 1 ~ Quran Terjemah Perkata dan Tafsir Bahasa Indonesia

وَالْعٰدِيٰتِ ضَبْحًاۙ

wal-'adiyati
وَ الْعٰدِیٰتِ
demi yang berlari kencang
dabhan
ضَبْحًاۙ
terengah-engah

Transliterasi Latin:

Wal-'ādiyāti ḍab-ḥā (QS. 100:1)

Arti / Terjemahan:

Demi kuda perang yang berlari kencang dengan terengah-engah, (QS. Al-'Adiyat ayat 1)

Tafsir Ringkas Kemenag
Kementrian Agama RI

Demi kuda perang yang berlari kencang dan bernafas terengah-engah ke arah musuh dengan penuh keberanian dan semangat guna membawa tuannya berperang di jalan Allah.

Tafsir Lengkap Kemenag
Kementrian Agama RI

Allah bersumpah dengan kuda perang yang memperdengarkan suaranya yang gemuruh. Kuda-kuda yang memancarkan bunga api dari kuku kakinya karena berlari kencang. Kuda-kuda yang menyerang di waktu subuh untuk menyergap musuh di waktu mereka tidak siap siaga. Karena kencangnya lari kuda itu, debu-debu jadi beterbangan. Allah menyatakan bahwa kuda yang menyerang itu tiba-tiba berada di tengah-tengah musuh sehingga menyebabkan mereka panik.
Allah bersumpah dengan kuda dan sifat-sifatnya dalam suasana perang bertujuan untuk membangkitkan semangat perjuangan di kalangan orang-orang Mukmin. Sudah selayaknya mereka bersifat demikian dengan membiasakan diri menunggang kuda dengan tangkas untuk menyerbu musuh. Mereka juga diperintahkan agar selalu siap siaga untuk terjun ke medan pertempuran bila genderang perang memanggil mereka untuk menghancurkan musuh yang menyerang, sebagaimana Allah berfirman:

Dan persiapkanlah dengan segala kemampuan untuk menghadapi mereka dengan kekuatan yang kamu miliki dan dari pasukan berkuda yang dapat menggentarkan musuh Allah dan musuhmu. (al-Anfal/8: 60).

Allah bersumpah dengan kuda perang yang dalam keadaan berlari kencang, hilir-mudik, memancarkan percikan bunga api dari kakinya karena berlari kencang, dan dengan penyergapan di waktu subuh, menunjukkan bahwa kuda-kuda yang dipelihara itu bukan untuk kebanggaan. Hendaknya kuda yang dipuji adalah yang digunakan untuk memadamkan keganasan musuh, melumpuhkan kekuatan mereka, atau menghadang serangan mereka.
Maksudnya, dalam ketangkasan berkuda terkandung faedah yang tidak terkira banyaknya. Di antaranya adalah dapat dipergunakan untuk mencari nafkah, cepat bergerak untuk suatu keperluan yang mendadak, digunakan untuk menyergap musuh, dan dapat mencapai tempat yang jauh dalam waktu yang singkat.

Tafsir al-Jalalain
Jalaluddin al-Mahalli dan Jalaluddin as-Suyuthi

(Demi yang berlari kencang) di dalam perang, yaitu kuda yang lari dengan kencangnya di dalam peperangan (dengan terengah-engah) lafal Adh-Dhabhu artinya suara napas kuda sewaktu berlari kencang.

Tafsir Ibnu Katsir
Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir

Allah Swt. bersumpah dengan menyebut kuda apabila dilarikan di jalan Allah (jihad), maka ia lari dengan kencangnya dan suara dengus napasnya yang keras saat lari.

dan kuda yang mencetuskan api dengan pukulan (kuku teracaknya). (Al-'Adiyat: 2)

Yakni suara detak teracaknya ketika menginjak batu-batuan, lalu keluarlah percikan api darinya.

dan kuda yang menyerang dengan tiba-tiba di waktu pagi. (Al-'Adiyat: 3)

Yaitu mengadakan serangan di waktu pagi hari, sebagaimana yang pernah dilakukan oleh Rasulullah Saw. Beliau mengadakan serangan di waktu subuh; maka apabila beliau mendengar suara azan di kabilah yang akan diperanginya, beliau mengurungkan niatnya. Dan apabila beliau Saw. tidak mendengar suara azan di kabilah tersebut, maka dilangsungkanlah niatnya.

Tafsir Quraish Shihab
Muhammad Quraish Shihab

[[100 ~ AL-'ADIYAT (KUDA-KUDA PERANG YANG BERLARI CEPAT) Pendahuluan: Makkiyyah, 11 ayat ~ Di awal surat ini, Allah bersumpah demi kuda perang bahwa manusia sangat ingkar terhadap nikmat Tuhannya. Kelak, di akhirat, ia akan menjadi saksi bagi dirinya sendiri. Kecintaanya pada harta benda dan kekayaan telah menjadikannya kikir. Sedang pada bagian akhir surat ini disebutkan tentang hari kebangkitan dan peringatan akan adanya perhitungan dan pembalasan.]] Aku bersumpah demi kuda-kuda perang yang berlari cepat sehingga nafasnya yang terengah-engah itu terdengar.

An-Nafahat Al-Makkiyah
Syaikh Muhammad bin Shalih asy-Syawi

1. Allah bersumpah dengan kuda, karena pada kuda terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah yang amat jelas dan nikmatNya yang nyata padanya yang diketahui oleh manusia. Allah bersumpah dengan kuda pada kondisi dimana tidak ada hewan lain yang menyertainya seraya berfirman, “Demi kuda perang yang berlari kencang dengan terengah-engah,” yakni kuda yang berlari kencang dan kuat serta terengah-engah; suara nafasnya yang keluar dari dadanya karena kencangnya lari.

Asbabun Nuzul
Surat Al-'Adiyat Ayat 1

Diriwayatkan oleh Al-Bazzar, Ibnu Abi Hatim dan al-Hakim dari Ibnu Abbas, ia berkata bahwasanya suatu ketika, Rasulullah saw mengirim satu pasukan. Akan tetapi, sampai sebulan kemudian beliau tidak mendapat informasi tentang keadaan pasukan tersebut. Selanjutnya turunlah ayat ini.

Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an
Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I

1-6. Demi kuda perang yang berlari kencang dan bernafas terengah-engah ke arah musuh dengan penuh keberanian dan semangat guna membawa tuannya berperang di jalan Allah. Dan demi kuda yang memercikkan bunga api karena hentakan kuku kakinya beradu dengan batu batu. Hal ini menunjukkan keberaniannya menghadapi rintangan sebesar apa pun. Dan demi kuda yang menyerang dengan tiba-tiba pada waktu pagi hal ini menunjukkan kesiagaannya untuk berjihad tanpa mengenal waktu, sehingga dengan serangan kuda-kuda itu menerbangkan debu yang tebal, tanda betapa dahsyat serangan mereka ke arah musuh, lalu menyerbu bersama dengan kepulan debu itu ke tengah-tengah kumpulan musuh dengan gagah berani. Demi kuda-kuda perang yang demikian sifatnya, sungguh manusia itu enggan bersyukur dan sangat ingkar kepada nikmat tuhannya. Manusia, kecuali yang dirahmati Allah, malas bersyukur ketika mendapatkan nikmat dan tidak mau memenuhi kewajiban yang dibebankan kepadanya

Li Yaddabbaru Ayatih
Markaz Tadabbur di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Umar bin Abdullah al-Muqbil, professor fakultas syari'ah Universitas Qashim - Saudi Arabia

1. Aku bersumpah demi kuda para mujahid yang berlari (kuda-kuda yang berlari) yang mengeluarkan suara, yaitu nafas kuda ketika berlari. “Al-‘Adiyaht” berasal dari kata “Al-‘Adwu” yang artinya adalah berlari, sedangkan “Adh-dhabhu” adalah suara nafas. Al-Bazzar, Imam Hakim dan lainnya dari Ibnu Abbas berkata: “Rasulallah SAW pernah melepas seekor kuda, lalu setelah satu bulah lewat, beliau tidak mendapatkan kabar tentangnya, kemudian turunlah ayat {wal ‘aadiyat}”

Tafsir Al-Madinah Al-Munawwarah
Markaz Ta'dzhim al-Qur'an di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Imad Zuhair Hafidz, professor fakultas al-Qur'an Universitas Islam Madinah

1. وَالْعٰدِيٰتِ (Demi kuda perang yang berlari kencang)
Yang dimaksud adalah kuda yang berlari bersama penunggangnya yang berperang di jalan Allah menuju pasukan musuh yang kafir dan menentang Allah dan Rasulullah.

ضَبْحًا(dengan terengah-engah)
Makna (الضبح) yakni suara nafas kuda saat berlari.

Tafsir Al-Mukhtashar
Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid (Imam Masjidil Haram)

1-5. Allah bersumpah dengan tiga sumpah: dengan kuda yang lari sambil bersuara karena berlari begitu cepat; dengan kuda yang mengeluarkan percikan api dari kakinya yang menghentak bebatuan; dan dengan kuda yang menyerang musuh pada pagi hari sehingga menerbangkan debu-debu di daerah musuh karena berlari sangat kencang, sehingga kuda itu membawa penuggangnya ke tengah kumpulan para musuh, sehingga dia benar-benar di dalam medan perang.

Tafsir Al-Muyassar
Kementerian Agama Saudi Arabia

1. Allah bersumpah dengan kuda yang berlari hingga terdengar suara dari nafasnya karena larinya yang kencang.

Tafsir Al-Wajiz
Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah

Allah bersumpah dalam surat ini dengan sebagian dari makhluknya, Allah bersumpah dengan kuda (perang), yang digunakan untuk di jalan Allah dan berlari dengan kencang, terdengar langkah kakinya yang menghembuskan nafas dengan kencang.

Tafsir Juz 'Amma, Dr. Shalih
Syaikh Prof. Dr. Shalih bin Fauzan al-Fauzan, anggota Lajnah Daaimah (Komite Fatwa Majelis Ulama KSA)

وَالْعَادِيَاتِ ضَبْحًا " Demi kuda perang yang berlari kencang dengan terengah-engah," Ini adalah sumpah, dan kata al-'aadiyaat (yang berlari kencang) adalah sifat untuk sesuatu yang disembunyikan (dihapus), apakah itu? Apakah yang dimaksudkan adalah kuda, sehingga maknanya adalah demi kuda-kuda yang berlari kencang, ataukah yang dimaksudkan pada ayat ini adalah unta, sehingga maknanya: Demi unta-unta yang berlari? Dalam masalah ini ada dua pendapat dari kalangan ahli tafsir:

Di antara mereka ada yang mengatakan: Bahwa yang dimaksudkan pada ayat ini adalah unta, sehingga makna ayatnya adalah demi unta-unta yang berlari. Unta yang dimaksudkan di sini adalah unta yang berlari dari arafah menuju muzdalifah, kemudian ke Mina. Ini terjadi ketika ibadah haji, mereka menjadikan dalil pendapat mereka ini dengan status surat ini berupa surat makkiyah, dan (pada saat surat ini turun) tidak ada jihad dengan menunggangi kuda sehingga kuda dijadikan atas nama sumpah (dalam surat ini).

Sedangkan pendapat kedua, mayoritas ahli tafsir –dan inilah pendapat yang benar-: Yang dimaksudkan pada ayat ini adalah kuda, sehingga makna ayat ini: Demi kuda-kuda yang berlari. Kuda-kuda yang berlari kencang (saat perang) sudah dikenal di kalangan orang-orang arab dahulu walau sebelum jihad disyari'atkan. Di sana terdapat kuda-kuda yang berlari menerjang musuh-musuhnya baik di atas kebenaran atau pun tidak, sebelum datangnya islam, sedangkan setelah kedatangan Islam, maka kuda-kuda lari menerjang musuh-musuhnya dengan kebenaran.

Allah ta'ala berfirman: وَالْعَادِيَاتِ "Demi kuda-kuda perang yang berlari" al-'Aadii adalah isim fa'il dari kata اَلْعَدْوُ [al-'adwu] maknanya berjalan dan berlalu dengan cepat. ضَبْحًا "terengah" adh-Dhabh adalah suara yang terdengar dari mulut kuda saat ia berlari kencang, terdapat suara yang keluar dari dada kuda-kuda itu. Ini menunjukkan betapa kuat dan kencangnya lari kuda-kuda itu.

Tafsir Juz 'Amma, Muhammad bin Shalih
Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin, ulama besar abad 14 H

Allah Subhaanahu wa Ta'aala bersumpah dengan kuda karena di dalamnya terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah yang jelas dan nikmat-nikmat-Nya yang tampak jelas. Dia bersumpah dengan kuda-kuda itu ketika kuda-kuda itu melakukan sesuatu yang tidak dilakukan oleh hewan lainnya.

Tafsir as-Sa'di
Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H

{ وَالْعَادِيَاتِ } Demi kuda-kuda perang yang berlari kencang, Allah - عز وجل - bersumpah demi kebesarannya, yakni kedudukan yang dimiliki oleh kuda-kuda perang itu, dan ayat-ayat keagungan Allah yang terdapat padanya.

{ ضَبْحًا } Yaitu suara terengah-engah yang keluar dari dada kuda ketika melakukan perlawanan, atau sedang melaju kencang mengejar lawan.

Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir
Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

Allah bersumpah atas kerasnya pengingkaran manusia dengan sebutan kuda perang yang berlari kencang dengan terengah-engah, hal itu juga sebagai peringatan bagi orang mengingkari kebenaran bahwasanya kuda tidak akan melupakan kebaikan majikannya terhadapnya, bahkan ketempat kematian sekalipun ia akan tetap setiap membawa majikannya; sebagai penghormatan atas kebaikan sang majikan, maka jangan sampai binatang lebih baik dan lebih hormat daripada anda wahai ummat manusia.