Skip to main content

Masukkan nomor hadits dari 1 sampai 3367

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ حُمَيْدٍ حَدَّثَنَا الْفَضْلُ بْنُ مُوسَى حَدَّثَنَا الْحُسَيْنُ بْنُ وَاقِدٍ عَنْ يَحْيَى بْنِ عُقَيْلٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي أَوْفَى قَالَ كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُكْثِرُ الذِّكْرَ وَيُقِلُّ اللَّغْوَ وَيُطِيلُ الصَّلَاةَ وَيُقْصِرُ الْخُطْبَةَ وَلَا يَأْنَفُ وَلَا يَسْتَنْكِفُ أَنْ يَمْشِيَ مَعَ الْأَرْمَلَةِ وَالْمِسْكِينِ فَيَقْضِيَ لَهُمَا حَاجَتَهُمَا

Terjemahan/Arti Hadits:

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Humaid[1] telah menceritakan kepada kami Al Fadl bin Musa[2] telah menceritakan kepada kami Al Husain bin Waqid[3] dari Yahya bin 'Uqail[4] dari Abdullah bin Abi Aufa[5] ia berkata; Nabi shallallahu 'alaihi wasallam selalu memperbanyak dzikir, mengurangi (menghindari) hal sia-sia, memperpanjang shalat, memendekkan khutbah, tidak berbuat kasar, tidak merasa malu berbicara dengan para janda dan orang miskin untuk menyelesaikan urusan mereka.

Hadits Terkait:

Sanad Hadits | Catatan Kaki:

  1. [1] Muhammad bin Humaid bin Hayyan, Ar Raziy At Tamimiy, Abu 'Abdullah , Tabi'ut Tabi'in kalangan biasa, wafat tahun 248 H, hidup di Rayi.
  2. [2] Al Fadlol bin Musa, Abu 'Abdullah , Tabi'in (tdk jumpa Shahabat), wafat tahun 192 H, hidup di Himsh.
  3. [3] Al Husain bin Waqid, Abu 'Ali, Tabi'ut Tabi'in kalangan tua, wafat tahun 159 H, hidup di Himsh.
  4. [4] Yahya bin 'Aqil, Al Khuza'iy, Tabi'in kalangan pertengahan, hidup di Bashrah.
  5. [5] Abdullah bin Abi Awfaa 'Alqamah bin Khalid, Al Aslamiy Al Madaniy, Abu Ibrahim, Shahabat, wafat tahun 87 H, hidup di Kufah, wafat di Kufah.