Skip to main content

Masukkan nomor hadits dari 1 sampai 3367

أَخْبَرَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ الْمُنْذِرِ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ أَبِي ثَابِتٍ الزُّهْرِيُّ حَدَّثَنِي إِسْمَعِيلُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ ابْنُ أَخِي مُوسَى عَنْ عَمِّهِ مُوسَى بْنِ عُقْبَةَ عَنْ كُرَيْبٍ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَفْلَجَ الثَّنِيَّتَيْنِ إِذَا تَكَلَّمَ رُئِيَ كَالنُّورِ يَخْرُجُ مِنْ بَيْنِ ثَنَايَاهُ

Terjemahan/Arti Hadits:

Telah mengabarkan kepada kami Ibrahim bin Al Mundzir[1] telah menceritakan kepada kami Abdul Aziz bin Abu Tsabit Az Zuhri[2] telah menceritakan kepadaku Ismail bin Ibrahim[3] -anak saudaraku, Musa- dari Pamannya Musa bin 'Uqbah[4] dari Kuraib[5] dari Ibnu Abbas[6] Radliyallahu'anhu ia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mempunyai gigi seri yang renggang, apabila beliau berbicara terlihat seperti ada cahaya yang memancar dari antara kedua gigi seri beliau itu.

Sanad Hadits | Catatan Kaki:

  1. 1] Ibrahim bin Al Mundzir bin 'Abdullah , Al Asadiy Al Hizamiy, Abu Ishaq, Tabi'ul Atba' kalangan tua, wafat tahun 236 H, hidup di Madinah, wafat di Madinah.
  2. [2] Abdul 'Aziz bin 'Imran bin 'Abdul 'Aziz, Az Zuhriy, Ibnu Abi Tsabit Al A'raj, Tabi'ut Tabi'in kalangan pertengahan, wafat tahun 197 H, hidup di Madinah.
  3. [3] Isma'il bin Ibrahim bin 'Uqbah, Al Asadiy, Abu Ishaq, Tabi'ut Tabi'in kalangan tua, wafat tahun 169 H, hidup di Madinah, wafat di Madinah.
  4. [4] Musa bin 'Uqbah bin Abi 'Ayyasy, Al Asadiy, Abu Muhammad, Tabi'in (tdk jumpa Shahabat), wafat tahun 141 H, hidup di Madinah, wafat di Madinah.
  5. [5] "Kuraib bin Abi Muslim, maula Ibnu 'Abbas", Al Hasyimiy, Abu Rusydain, Tabi'in kalangan pertengahan, wafat tahun 98 H, hidup di Madinah, wafat di Madinah.
  6. [6] Abdullah bin 'Abbas bin 'Abdul Muthallib bin Hasyim , Al Qurasyiy Al Hasyimiy, Abu Al 'Abbas, Shahabat, wafat tahun 68 H, hidup di Marur Rawdz, wafat di Tha'if.