Skip to main content

Masukkan nomor hadits dari 1 sampai 3367

أَخْبَرَنَا بِشْرُ بْنُ الْحَكَمِ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ رَجَاءٍ عَنْ هِشَامٍ عَنْ الْحَسَنِ قَالَ كَانُوا يَقُولُونَ مَوْتُ الْعَالِمِ ثُلْمَةٌ فِي الْإِسْلَامِ لَا يَسُدُّهَا شَيْءٌ مَا اخْتَلَفَ اللَّيْلُ وَالنَّهَارُ

Terjemahan/Arti Hadits:

Telah mengabarkan kepada kami Bisyr bin Hakam[1] telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Rajab[2] dari Hisyam[3] dari Hasan[4] ia berkata: "Mereka berkata bahwa wafatnya seorang alim laksana robeknya sesuatu yang tidak bisa ditambal, selama masih ada siang dan malam".

Sanad Hadits | Catatan Kaki:

  1. 1] Bisyir bin Al Hakam bin Habib bion Mihran, Abu 'Abdur Rahman, Tabi'ul Atba' kalangan tua, wafat tahun 238 H, hidup di Himsh.
  2. [2] Abdullah bin Raja', Al Makkiy Al Bashriy, Abu 'Imran, Tabi'ut Tabi'in kalangan pertengahan, wafat tahun 190 H, hidup di Marur Rawdz.
  3. [3] Hisyam bin Hassan, Al Azdiy Al Qurdusiy, Abu 'Abdullah , Tabi'in (tdk jumpa Shahabat), wafat tahun 148 H, hidup di Bashrah.
  4. [4] Al Hasan bin Abi Al Hasan Yasar, Al Bashriy, Abu Sa'id, Tabi'in kalangan pertengahan, wafat tahun 110 H, hidup di Bashrah.